Setelah seorang make up artis dan hair stylish memberikan sentuhan ajaibnya untuk Zen. Dia segera berganti dengan beberapa pakaian untuk pemotretan hari ini.
Namun sepertinya mood Kagami Jiro sedang tidak baik hari ini. Wajahnya tidak bisa tersenyum hari ini, bahkan fotografer beserta asisten fotografer selalu ambil andil dalam setiap pose Zen hari ini dan terlihat sedikit kesusahan.
"Zen! Tersenyumlah!" fotografer itu berteriak sambil menarik sudut-sudut bibirnya dengan kedua tangannya agar Zen mengikutinya.
Namun Zen masih saja cuek dan tidak mau tersenyum.
"Biarkan aku berbicara dengan Zen dulu!" ucap kak Kai dengan ramah.
"Hhm. Baiklah!" sahut fotografer itu masih sabar.
Kak Kai segera mendatangi Zen yang sedang berada di depan backgound putih itu.
"Zen. Ada apa denganmu?" tanya kak Kai, wajahnya terlihat sudah begitu lelah juga.
"Aku lelah ... Aku butuh meregangkan otot-ototku!" sahut Zen dengan malas.
"Baiklah. Kau bisa melakukannya setelah pulang nanti." sahut kak Kai dengan sabar.
"Dan aku benar-benar ingin pergi ke Yokohama! Sebentar saja tolong ijinkan aku untuk pergi ke sana!" ucapnya memohon tetapi suaranya terdengar begitu tegas.
"Huuft ... Baiklah. Akan aku off kan jadwalmu untuk 3 hari ke depan. Kita akan ke Jepang besok!" ucap Kai akhirnya.
"Apa kau serius?" tanya Zen kegirangan. Dia memegang kedua bahu kak Kai, matanya membulat dan wajahnya terlihat sangat sumringah kali ini.
"Hhm. Tapi hanya 3 hari saja. Setelah itu kita harus kembali lagi ke Beijing lagi!"
"Okay! Aku setuju!" sahut Zen tanpa berfikir panjang.
"Kalau begitu lakukan sisa hari ini dengan baik! Aku akan segera mem-booking tiket untuk penerbangan besok pagi."
"Wah! Baiklah!" Zen sangat kegirangan dan tak sadar dia memeluk Kai dengan sangat erat. "Kau memang orang yang paling memahamiku, kak Kai!" imbuhnya.
"Akhhh .. Astaga, Zen! Tulang-tulangku rasanya hampir saja mau patah karena kau peluk!" ucap kak Kai yang berusaha melepas pelukan Zen sekuat tenaga tetapi tidak bisa terlepas juga.
"Ahahaha ... Pokoknya terima kasih, Kak Kai!" Zen kembali mempererat pelukannya kembali dan terlihat begitu bahagia.
"Lepaskan Zen! Kakak tidak bisa bernafas ..." lagi-lagi kak Kai berusaha untuk melepaskan pelukan Zen.
"Baiklah ..." kini Zen melepaskan pelukannya dan tersenyum lebar menatap manager berkacamata itu.
"Mengapa kau menjadi begitu kuat?! Hampir saja aku kehabisan nafas!" ucap kak Kai memegang dadanya dengan nafas sedikit tersenggal.
Zen hanya menanggapinya dengan senyum lebar dan memainkan kedua alisnya terangkat beberapa kali.
Setelah itu Zen kembali melanjutkan pemotretan itu dengan sedikit bersemangat. Bahkan dia terlihat cukup keren saat ini dengan wajahnya yang begitu berseri.
Salah satu tema pakaiannya adalah dengan memakai pakaian pantai. Dia mengenakan sebuah kemeja putih lengan panjang yang dilipat hingga mencapai siku. Sementara bawahan, dia mengenakan sebuah celana santai pendek hijau botol dengan kombinasi bunga putih. Dia juga memakai wig warna broken white, menjadikannya terlihat begitu cool.
Aksesoris-aksesoris pelengkap lainnya juga dia kenakan saat ini. Seperti topi pantai, bola voli, papan surf dan perlengkapan lainnya lagi.
...⚜⚜⚜...
"Apakah berita tentang operasi plastik itu benar, Zen?" di pertengahan acara, kini si MC memberikan pertanyaan itu juga.
"Tidak! Berita itu tidak benar sama sekali!" Zen menjawab dengan sangat bersemangat dan begitu yakin. Tentu saja , suasana hatinya sedang baik saat ini. Karena besok dia akan pergi ke Yokohama.
"Jadi ini semua adalah asli ya! Kau memang sangat sempurna!"
"Tentu saja!" sahut Zen dengan senyuman manis. "Ada yang membuat tuduhan palsu terhadapku! Dan aku akan menemukan orang itu dan menuntutnya karena telah memberikan tuduhan palsu dan pencemaran nama baik!" ucap Zen dengan asal.
"Benar. Memang harus tegas terhadap orang yang seperti itu. Agar dia jera." sahut sang Mc.
"Apa rencana dan impian anda di masa yang akan datang, Zen?" sang MC kembali memberikan pertanyaan.
"Uhm ... Aku akan menakhlukkan dunia hingga mereka bertekuk lutut padaku?" sahut Zen tanpa sadar. "Uhm ... Maksuku adalah aku ingin karyaku disukai oleh semua orang. Yah ... Begitu ... Aku ingin dunia mencintai karyaku." ucap Zen cepat-cepat disertai tawa kecil.
"Tentu saja semua akan menyukai karya anda ..." MC menyauti dengan kekehan kecil.
.
.
.
.
.
Setelah beberapa saat, acara itu pun kini telah berakhir. Saat Zen dan kak Kai berniat untuk meninggalkan ruangan itu, tiba-tiba ada sebuah kericuhan yang terjadi di luar. Mereka beramai-ramai menghampiri kericuhan itu, termasuk kak Kai dan Zen yang sangat penasaran.
"Ada apa ini? Apa yang sudah terjadi?" tanya kak Kai kepada salah satu salesman Andrew Fashions.
"Ada sebuah kecelakaan di depan gedung. Dua mobil saling bertabrakan. Dan salah satu pemumpang pingsan dalam keadaan semua kaca mobil terkunci. Mereka sedang berusaha untuk menyelamatkannya!" jelas seorang salesman itu.
Zen segera berlari menuju luar gedung, dan kak Kai segera mengikutinya.
Terlihat banyak orang berkerumun di depan gedung. Mereka mengkerumuni sebuah mobil sport berwarna kuning soft. Dan mereka berusaha memecahkan kaca mobil itu, tetapi sepertinya mereka tidak berhasil.
Zen yang melihat semua itu segera berlari dengan cepat mendekati mobil itu.
"Zen! Kau mau apa?!" teriak kak Kai, namun Zen tak menghiraukannya sama sekali. Dia segera mendatangi kerumunan itu, sementara kak Kai kini juga mulai mengikutinya.
"Apa tidak bisa dibuka atau dipecahkan?" tanya Zen kepada seorang pria yang sedang berusaha memecahkan kaca itu dengan batu.
"Tidak bisa! Mobil ini memakai kaca anti peluru! Kalau terlalu lama untuk menolongnya, gadis itu akan kehabisan oksigen!" sahut pria itu.
Andai aku punya senjata api! Maka tinggal mengarahkan senjata api itu ke satu tempat. Sebaiknya di dekat sudut atau tepi, dan berulang kali menembak di tempat itu. Namun aku sedang tidak memiliki senjata api. Kaca tahan peluru dinilai untuk menghentikan jenis peluru tertentu beberapa kali sebelum diperkirakan gagal. Yang mengatakan terus memukul kaca dengan apa pun yang aku miliki. Bahkan jika aku memiliki pistol 9 mm terhadap kaca yang dinilai untuk menghentikan 3 putaran dari magnum 44, itu masih bisa melewatinya. Meskipun itu akan membutuhkan lebih dari 3 putaran pistol 9 mm. Mungkin perlu 6, 8, atau 11 putaran sebelum gagal dan peluru itu akan mulai menembus. Hal utama adalah membidik satu titik dan menembak berulang kali. Itu saja kuncinya! Karena bingkai diperkuat seperti dinding. Bukan hal yang aneh jika dinding terbuat dari beton padat.
Batin Zen yang menatap serius kaca di depannya itu.
"Terus pukul di satu titik saja! Jangan berpindah-pindah!" Zen mengustruksi pria itu kembali. Raut wajahnya terlihat sangat serius menatap pria itu yang terus berusaha untuk memecahkan kaca itu.
"Hhm. Aku sedang berusaha!" sahut pria itu sambil terus berusaha merusak kaca itu dengan sebuah batu.
Kalau seperti ini terus, gadis itu benar-benar akan kehabisan oksigen! Aku harus melakukan sesuatu!
Batin Zen mulai memutar otaknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 365 Episodes
Comments
ℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥ 𝙹𝙸𝙽 ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
wih manteb penjelasannya
2024-09-22
0
ℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥ 𝙹𝙸𝙽 ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
tak ada yg tak mungkin buat Zen sekarang
2024-09-22
0
ℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥ 𝙹𝙸𝙽 ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
happy bgt pastinya
2024-09-22
0