"Cut!" teriak sutradara A Meng menghentikkan scene romantis itu entah sudah berapa puluh kali tak terhitung lagi. Tapi dia masih berusaha untuk sabar.
"Zen. Ini hanya adegan pelukan! Lakukan saja seperti biasanya! Just rileks and do your best!" ucap sutradara A Meng yang masih terlihat begitu sabar.
"Maaf, Sutradara A Meng. Aku akan berbicara dengan Zen sebentar ..." ucap kak Kai lalu menarik Zen untuk menjauh dari mereka.
Zen mengkerutkan keningnya dan mengusap tengkuknya kali ini, "Aku tidak bisa melakukannya ..."
"Zen! Dengarkan aku! Kalau kau tidak melakukannya dengan baik, maka mereka akan terus mengulang adegan ini. Bukankah kau ingin segera pergi ke Yokohama?"
"Benar! Tapi aku tidak bisa ber-akting dengan baik! Sekalipun aku bisa memeluk gadis itu, namun tetap saja ekspresi wajahku juga tidak akan bisa memperlihatkan emosi dari karakter itu!"
"Begini ..." kak Kai kini memegang kedua bahu Zen dan menatapnya dalam. "Anggap saja gadis itu adalah kekasihmu yang sedang berada di Jepang! Sehingga kau akan bisa mendalami peran itu!" imbuh kak Kai menyarankan.
"Begitu kah? Lalu bagaimana kalau nanti akan jadi berlebihan?"
"Justru itu malah akan semakin bagus! Kau bisa sangat mendalami peranmu!"
"Baiklah, aku akan mencobanya sekali lagi!" ucap Zen dengan wajahnya yang begitu serius. "Kalau aku tetap tidak bisa, maka aku mundur saja!" imbuh Zen seenak jidatnya sendiri.
"Mana bisa kau mundur! Kau akan kena pinalty jika mundur! Sebaiknya lakukan saja dan selesaikan semuanya dengan cepat jika kau ingin segera kembali ke Yokohama!" sahut kak Kai pelan namun penuh dengan penekanan dan terdengar seperti memaksa.
"Okay! Hanya pelukan ya!" sahut Zen menatap kak Kai dengan sangat serius.
"Hhm. Hanya pelukan! Lakukan dengan baik!
"Okay!"
Setelah beberapa saat mereka segera kembali lagi bersama lainnya.
"Bagaimana? Apa kau sudah siap, Zen?" ucap sutradara A Meng sedikit berteriak.
"Hhm. Mari kita mulai!" Zen mengangguk dan segera bersiap.
"Okay! Camera! Action!" ucap sutradara A Meng memberikan aba-aba.
.
.
.
.
.
"Sudah lama aku mencarimu selama ini. Dan aku sungguh tidak menyangka kita akan bertemu disini. Pria yang menyelamatkan hidupku hari ini ternyata adalah seseorang yang sudah lama aku cari ... Terima kasih, Yi Fan." ucap Jia Li yang merupakan lawan bermain dari Zen.
Anggap saja dia adalah istrimu, Jiro! Dan kau akan bisa melakukan semua ini dengan baik!
Batin Zen yang menatap lama Jia Li dan tiba-tiba senyum hangatnya mulai menyembul dengan sangat indah dan menawan.
"Tidak perlu berterima kasih padaku. Dan aku juga sangat senang bisa bertemu denganmu kembali! Karena aku sangat merindukanmu, Sahabat kecilku." perlahan Zen mulai membuka kedua tangannya dengan senyuman hangatnya dan Jia Li mulai melemparkan dirinya kepada Zen.
Bayangkan dia adalah istrimu! Dan kau akan bisa menyelesaikan semua ini dengan mudah, Jiro!
Batinnya lagi menyemangati dirinya sendiri.
Perlahan Zen mulai membalas pelukan itu dan mengusap lembut kepala Jia Li. Senyuman hangatnya masih terpampang cukup baik saat ini hingga akhirnya ...
"Cut!" teriak sutradara A Meng menghentikan scene itu.
Zen segera melepas pelukannnya dengan cukup kasar dan menatap sutradara A Meng dari kejauhan, "Apa masih ada yang salah lagi?!" ucapnya yang terlihat sudah cukup lelah.
"Tidak, Zen! Yang terakhir sudah cukup bagus!" sahut sutradara A Meng dengan senyum lebar menandakan dia puas. "Untuk hari ini sudah selesai! Semua sudah boleh bubar dan besok kita akan lanjutkan lagi!" imbuhnya lagi.
"Hahhh ... Syukurlah!" Zen bernafas lega.
"Sampai bertemu kembali esok, Zen ... Kai ..." ucap sutradara A Meng sebelum meninggalkan mereka.
"Baik, Pak. Hati-hati di jalan!" sahut kak Kai dengan ramah dan membungkukkan badannya. Sementara Zen masih berdiri tegap dengan gaya kerennya yang sedikit songong dengan kedua tangan dimasukkan pada blazernya. Sementara wajahnya menatap sutradara A Meng dengan tersenyum samar.
"Hhm. Baiklah." sahut sutradara A Meng lalu segera berjalan meninggalkan mereka berdua.
"Zen!" tiba-tiba terdengar suara seorang gadis yang memanggilnya.
Tak beberapa lama si pemilik suara akhirnya menampakkan dirinya. Ternyata dia adalah si cantik Jia Li.
"Ada apa?" tanya Zen dengan malas.
"Makan bersama yuk! Sudah lama kita tidak makan bersama!" ajak gadis cantik itu bersemangat.
"Maaf, Jia Li. Setelah ini Zen masih ada pemotretan jadi kita makan bersamanya lain kali saja ya." sahut kak Kai dengan ramah.
Sementara Zen langsung menatap kak Kai dengan mata yang sedikit membulat karena begitu terkejut, "Pemotretan?"
"Iya. Kau masih harus melakukan pemotretan untuk cover majalah setelah ini."
"Tapi aku sangat mengantuk dan butuh istirahat!"
"Istirahat saja di dalam mobil. Bukankah biasanya kau selalu melakukannya seperti itu, Zen?" sahut kak Kai dengan tersenyum ramah dan memejamkan matanya. Senyuman manis yang begitu menawan dan biasanya Zen yang asli tak akan mampu menolaknya lagi jika sudah seperti ini.
"Baiklah. Semangat selalu untukmu, Zen!" ucap Jia Li dengan senyum lebar. "Sampai jumpa esok. Aku duluan. Bye kak Kai, Bye Zen!" Jia Li melambaikan tangannya dan segera meninggalkan mereka berdua.
...⚜⚜⚜...
Seorang make up artis profesional kini mulai merias Zen di ruang make up. Dilanjutkan oleh seorang hair stylish profesional yang kemudian sedikit merubah gaya rambut Zen. Sementara kak Kai dengan setia menunggu sambil membaca beberapa majalah.
Namun beberapa saat Kai terlihat sedang mengangkat sebuah telepon lalu meninggalkan ruang make up.
Hufft ... Baru sehari menjadi Idol, tapi rasanya lelah sekali! Lebih menyenangkan menjadi ketua Doragonshadou. Saat bosan, maka aku bisa terjun sendiri ke lapangan dan meregangkan otot-ototku! Untung saja hari ini ada beberapa scene actionnya. Jadi aku tidak merasa begitu bosan!
Batin Zen yang kini termenung menatap dirinya sendiri melalui cermin di hadapannya. Uhm, Bukan dirinya sendiri sih ... Melainkan raga baru yang baru saja dia miliki.
"Anak ini memiliki wajah tampan yang luar biasa dan masih sangat muda. Dia sangat tinggi dan memiliki kaki yang panjang. Bocah ini juga bisa menari, menyanyi, berakting, dan foto model profesional. Talentanya sungguh luar biasa!" tiba-tiba terdengar sebuah obrolan antara dua orang yang mulai memasuki ruang make up.
"Yang krusial adalah dia sudah terlahir dari keluarga berada. Koneksinya semakin banyak, dan dia juga semakin populer. Dia akan sangat bersinar, Nyonya!" imbuh orang itu lagi.
Tak lama kemudian dua orang memasuki ruang make up dan mereka menatap Zen dengan seperti menatap sebuah berlian.
"Dia adalah Zen, Nyonya. Yang sudah saya ceritakan tadi." ucap seorang pria yang kira-kira berusia 40 tahun.
Wanita yang dipanggil Nyonya itu mulai berjalan mendekati Zen dan tersenyum lebar. Seorang wanita yang kira-kira berusia 30 tahun dengan style yang begitu elegan.
"Zen. Kenalkan! Dia adalah Nyonya Yang yang akan menjadi investor terbesarmu mulai dari sekarang!" ucap pria itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 365 Episodes
Comments
ℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥ 𝙹𝙸𝙽 ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
wah surprise sekali ada Nyonya muda yang akan berinvestasi untuk karier Zen! Lanjutkan kariernu yang bersinar Zen, atau... bang Kagami😅😂
2024-08-16
2
🍭ͪ ͩմოí⁰³
apq jiro rindu smq diri nya yg dlo ni, tapi masuk roh halusnyaa ke tubuh zen yg ketika tu lgi frustasi mau bunuh diri
2023-10-07
0
Renata
zen kelihatan canggun ketika adegan pelukan
2022-09-16
1