...⚜⚜⚜...
Sementara itu di Negara lainnya di sebuah rumah sakit terbesar di Tokyo, St. Luke's International Hospital. Yang terletak di Tsukiji, Chuo Tokyo Jepang terbaringlah seorang pria dewasa yang tubuhnya dipenuhi dengan tato.
Wajahnya terlihat begitu pucat, tubuhnya dipenuhi oleh selang dan perban yang melilit sebagian tubuhnya. Bahkan dia juga menggunakan alat bantu pernafasan.
Pria dewasa itu adalah Kagami Jiro, Seorang pemimpin salah satu Yakuza terbesar di Jepang saat ini, Doragonshadou. Pria yang sangat ditakuti oleh semua orang dan semua orang akan bertekuk lutut kepadanya.
Dia sangat kuat, kejam dan bengis jika sudah berurusan dengan meringkus penjahat. Namun, tentu saja dia akan sangat lembut terhadap istri dan anak-anaknya.
Namun, seseorang telah berusaha melenyapkannya saat itu. Entah siapa dan bagaimana? Malam itu seseorang dengan mobil dengan plat palsu menabraknya dengan begitu kencang dan mengakibatkan terjadi benturan keras pada kepalanya. Setelah itu dia menusuk beberapa bagian tubuh Kagami Jiro ketika sudah tak sadarkan diri, hingga salah satu tusukannya itu mengenai hatinya.
Tidak ada rekam jejak yang terjadi di tempat itu. Sungguh aneh. Semua rekaman cctv juga sedang offline saat itu. Seberapa jauh Kagami Gumi, ayah Kagami Jiro berusaha mengungkap tentang kasus penyerangan terhadap putranya, namun hingga saat ini tak membuahkan hasil sama sekali.
Kalau dihitung, sudah 1 bulan Kagami Jiro mengalami koma. Dan hingga saat ini masih belum ada tanda-tanda keadaannya yang membaik. Bahkan Dokter mem-vonis tingkat keberhasilan untuk tetap hidup hanya 30%. Miris.
Namun keluarganya terus berusaha tanpa menyerah untuk kesembuhan Kagami Jiro. Bahkan mereka pernah membawanya ke Amerika untuk melakukan sebuah oprasi, namun tidak membuahkan hasil sama sekali.
...⚜⚜⚜...
Ruang Perawatan VIP 3-3
"Untuk saat ini dia masih belum sadarkan diri. Benturan yang terjadi di kepalanya membuatnya cedera kepala berat dan mengakibatkan gangguan kesadaran pada fungsi otaknya." ucap seorang Dokter laki-laki bermata sipit. "Tusukan itu juga melukai hatinya. Tingkat persentase untuknya tetap hidup, sebenarnya sangat kecil!" imbuh Dokter itu lagi.
Seorang pria tua yang sudah beruban cukup banyak itu hanya menghembuskan nafas kasarnya ke udara. Dia memegang keningnya dan terlihat begitu putus asa.
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" pertanyaan yang sangat terdengar begitu putus asa terlontar dari bibir pria tua itu.
"Hanya menunggu keajaiban. Karena kita sudah melakukan dan mengupayakan yang terbaik selama ini, Tuan" Dokter itu menyauti dengan tenang.
.
.
.
.
.
Sementara itu di belahan Negara lainnya, Beijing China. Di sebuah rumah sakit Beijing United Family Hospital. Terbaring seorang pria muda di salah satu brankar ruangan VIP.
Setelah tertidur beberapa lama, setelah kecelakaan terjatuh dari balkon itu, kini perlahan dia membuka matanya. Pandangannya sedikit kabur, dan dia menatap langit-langit.
"Atap putih? Apa aku benar-benar sudah mati sekarang?" gumam pemuda itu sedikit bingung. Perlahan dia duduk dan memperhatikan ruangan sekitar.
"Aku dimana? Mengapa terlihat seperti rumah sakit? Dan badanku kenapa terasa begitu sakit?" gumamnya kebingungan. Tidak ada seorangpun di ruangan itu saat ini.
Pemuda itu melihat tangannya yang terlilit dengan selang infus, "Ah ternyata aku memang masih hidup dan sedang berada di rumah sakit ya?" dia kembali memperhatikan telapak tangannya dan mengkerutkan keningnya bingung.
"Seingatku terakhir aku sedang kecelakaan mobil. Dan sekarang bangun-bangun tubuhku sudah menjadi sedikit kurus dan ringan saja. Jemariku juga berubah menjadi lentik. Memang berapa lama aku tertidur?" gumamnya yang masih sangat kebingungan.
Pemuda itu melepas paksa selang infus di tangannya lalu menuruni brankarnya. Dia menyibak sebuah korden dan melihat seorang pria muda yang begitu tampan tepat di hadapannya. Dengan rambut silver dan sepasang mata biru yang begitu indah. Dia seperti dirinya, sedang memakai sebuah pakaian rawat.
"Oh, Sory. Aku tidak tau jika ada pasien di sebelah!" ucap pria ini cepat-cepat lalu menutup gorden itu cepat-cepat.
Tapi, beberapa saat dia merasakan ada sesuatu hal yang aneh! Pasien di sebelah juga mengatakan hal yang sama dengan bersamaan saat dirinya berkata tadi. Gerakan bibirnya pun bersamaan dengan dirinya saat berkata.
Karena penasaran, dia kembali membuka gorden itu lagi Dan dia masih melihat pria muda yang tampan itu di balik gorden.
"Siapa kamu?!" ucapnya namun dia juga melihat pasien tampan itu juga memiliki gerakan bibir yang sama dengannya.
Dia mencoba tersenyum, dan pria muda itu juga mengikutinya tersenyum. Kemudian dia mencoba berputar, dan pria muda itu juga ikut berputar.
Karena kesal, dia mulai membuka seluruh gorden itu. Betapa terkejutnya dia melihat pria muda itu juga mengikuti gerakannya membuka korden itu lebar-lebar.
Nah loh ...
Pria itu baru saja menyadari jika di hadapannya itu adalah sebuah cermin yang besar. Dan pria muda di hadapannya itu adalah pantulan dari dirinya sendiri.
Perlahan dia mulai meraba wajahnya sendiri, dan tentu saja pantulan dari cermin di hadapannya juga mengikutinya. Dia mulai memperhatikan susunan-susunan pada tubuhnya yang sangat berubah.
"Apa yang terjadi? Dan tubuh siapa ini?!" gumamnya sedikit kebingungan. "Tubuh ini terlalu mulus dan bersinar! Dimana otot dan tato-tatoku?" dengan cepat pria itu merobek bajunya untuk melihat tubuhnya.
"Mengapa tato-tato dan otot-ototku juga menghilang?! Dan wajah sangarku juga kini berubah? Apa mereka melakukan oprasi plastik kepadaku saat aku tak sadarkan diri?" pria itu menyilangkan kedua tangannya di depan dada dan terlihat sedang berfikir keras.
"Awas saja kalian jika berani melakukan oprasi plastik terhadapku?! Sekalipun ayah yang melakukan semua ini! Aku tak akan memaafkannya! Bahkan mereka telah menghilangkan tato kebanggaan kita sebagai Doragonshadou!"
Tak lama kemudian terdengar ritme teratur dari arah pintu.
Tok ... Tok ... Tok ...
"Ya ... Masuk!" Li Zeyan alias Zen si pemilik raga itu kini mempersilahkan masuk tamu itu.
Beberapa saat terlihat seorang pria berkacamata yang masih cukup muda memasuki ruangan ini. Wajahnya begitu berseri saat melihatnya.
"Zen! Kau sudah sadar!" ucapnya sumringah dan segera berjalan cepat lalu memeluk Zen.
Siapa pria ini? Dan kenapa dia memanggilku Zen?Batin Zen kebingungan.
"Kau jangan sekali-kali melakukan hal bodoh itu lagi atau kau akan benar-benar sudah pergi untuk selamanya!" pria berkacamata itu tiba-tiba saja memarahi dan menjewer telinga Zen.
Sungguh itu membuat Zen sangat merasa kebingungan dan kesal. Seorang raja Yakuza nomor satu sedang dimarahi dan dijewer oleh seseorang? Konyol sekali!
"Apa yang kau lakukan kepada seorang pria dewasa yang sudah berumur 33 tahun?!" Zen mendengus dengan kesal dan menghempaskan tangan pria itu dari telinganya.
"Zen? Apa yang barusan kau katakan? Kau ini masih berumur 20 tahun! Dan kau masih seorang mahasiswa dan tentu saja bintang saat ini!" ucap pria berkacamata itu sedikit membelalak menatap Zen karena bingung.
Bukan hanya si pria berkacamata, namun tentu saja Zen juga membelalak dan mulutnya menganga begitu lebar karena sangat terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 365 Episodes
Comments
ℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥ 𝙹𝙸𝙽 ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
dia belum sepenuhnya sadar, masih setengah2 lah
2024-07-26
1
ℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥ 𝙹𝙸𝙽 ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
wkwk menghina kali kau bang
2024-07-26
0
ℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥ 𝙹𝙸𝙽 ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
apakah terjadi teleportasi?
2024-07-26
0