"Terima kasih ..." ucap gadis itu yang kini sudah berdiri tepat di belakang Zen. Dia terus menatap punggung Zen, dan sebenarnya gadis itu sangat ingin melihat wajah pria yang sudah menyelamatkannya itu.
Namun Zen malah semakin menarik menurunkan topinya kembali.
"Sama-sama! Pulanglah! Dan jangan berkeliaran sendirian saat malam!" Zen menyauti dengan dingin tanpa menoleh ke arah belakang."Karena aku tak akan datang kedua kalinya untuk menyelamatkanmu!" imbuhnya lagi dengan tegas.
"Hhm. Iya!" sahut gadis itu dengan senyum lebar, dan sepertinya gadis itu begitu terpesona melihat aksi pemuda bertopi itu.
Zen mulai melangkahkan kakinya untuk meninggalkan tempat itu dan bergegas untuk kembali ke rumah sakit. Seperti biasa dia menaiki dan melompati atap demi atap untuk mencapai kamarnya di lantai 3. Gerakannya begitu lihai, lincah dan cukup cepat.
Ketika dia mulai memasuki kamarnya melalui jendela kamarnya, dia mendengar suara samar-samar dari arah luar kamarnya. Seperti sebuah percakapan antara Kai dengan seseorang.
Dengan cepat Zen melompat ke dalam lalu dan berbaring kembali di atas brankar lalu menarik selimutnya. Kini dia memejamkan matanya dan berpura-pura sedang tertidur.
KKRRIIEETT ...
Terdengar suara pintu yang dibuka, dan terdengar beberapa langkah kaki mulai memasuki kamar rawat Zen.
Yeap, Kak Kai datang bersama seorang perawat. Setelan jaznya masih terlihat begitu rapi, menandakan dia baru saja pulang dari mengikuti sebuah pertemuan dengan kliennya. Sementara perawat itu mengenakan terusan selutut berkancing berwarna putih, rambut diikat dengan memakai bandana ala perawat.
"Ini Zen masih disini kok. Dia sedang tidur! Kamu bilang dia menghilang?" ucap kak Kai kepada seorang tenaga medis yang terlihat sedikit kebingungan.
"Tapi-tapi ... Tadi aku masuk ke ruangan ini dan tidak ada siapa-siapa disini. Bahkan di kamar mandi juga tidak ada. Makanya saya sangat khawatir dan memberitau Tuan Kai. Saya takut Kak Zen diculik ..." ucap tenaga medis itu sedikit kebingungan.
Zen yang berbaring miring membelakangi mereka kini sedang menahan tawa, namun matanya tetap terpejam dan masih berpura-pura sedang tidur.
"Baiklah. Sekarang kembalillah!" perintah kak Kai kepada perawat itu dengan ramah.
"Baik, Tuan!" perawat itu mulai melenggang meninggalkan kamar rawat Zen dengan hati dan pikiran yang masih kebingungan. Karena dia sangat yakin, saat dia mendatangi kamar Zen 10 menit yang lalu, kamar itu benar-benar kosong.
Netra kak Kai kini menatap jendela kamar yang masih terbuka lebar. Dengan cepat dia segera berjalan menuju jendela itu lalu menutupnya kembali.
Setelah itu kak Kai menyeduh secangkir Americano Coffe melalui mesin pembuat coffe yang sudah tersedia di kamar rawat. Kak Kai duduk sofa lalu menikmati Americano Coffenya.
Sesekali kak Kai terlihat sedang merapikan beberapa berkas lalu mulai mengeluarkan laptopnya dari dalam tasnya. Dia mulai menghidupkan laptop itu dan mulai terlihat serius mengerjakan sesuatu. Jemarinya menari dengan sangat lincah di atas keybord, sementara sepasang matanya fokus menatap monitor di hadapannya itu.
Sesekali terlihat dia sedang membenarkan letak kacamatanya. Zen membuka sedikit salah satu matanya untuk melirik kak Kai, bibirnya kini membentuk sebuah senyuman manis dan matanya kembali terpejam.
Ah ... Syukurlah Kai tidak curiga sedikitpun.
Batin Zen yang mulai tertidur.
...⚜⚜⚜...
"Kalau begini sih sama saja dengan saat di rumah sakit! Tidak ada bedanya sama sekali!" gumam Zen dengan kesal. "Aku bosan!" ucapnya sedikit mendengus kesal.
"Hhm. Mau bagaimana lagi. Kau sedang menjalani masa pemulihan! Jadi harus beristirahat di appartment dulu!" kak Kai menyauti dengan sabar. "Aku janji, bulan depan akan membawamu ke Tokyo! Tapi selesaikan dulu 5 episode dari dramamu!" imbuhnya yang membuat Zen melongo kembali.
"Drama apa?"
"Minggu depan kau akan tau sendiri. Drama yang sudah kau terima sebelum kecelakaan."
"Kalau begitu percepat saja! Kita shooting mulai besok saja!" ucap Zen begitu antusias.
Yeap. Lebih cepat juga lebih baik! Aku akan segera menyelesaikan drama itu karena aku ingin segera pergi ke Yokohama.
Batin Zen yang terlihat begitu antusias.
"Baiklah. Kakak akan menghubungi GD Entertaiment terlebih dahulu!"
"Well. Lakukan saja!" ucap Zen sambil bersandar pada kursi mewahnya dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Sementara kedua kakinya dia luruskan begitu saja.
Pandangannya tajam menatap kolam renang mewah pribadi di hadapannya. Suara gemericik terdengar dari beberapa air mancur yang menghiasi kolam renang itu.
Anak ini punya hidup yang begitu sempurna! Tampan tapi cantik, karir yang cemerlang, dan harta yang cukup melimpah. Namun kenapa dia dengan bodohnya berusaha mengakhiri hidupnya hanya karena omongan orang lain?! Apa dia benar-benar bodoh?
Batin Zen lalu menikmati orange juicenya.
...⚜⚜⚜...
Keesokan harinya di lokasi syuting. Sebuah mobil Ferrari mewah keluaran terbaru berwarna merah menyala yang tentunya sangat limited edition mulai terparkir di lokasi shooting.
Beberapa saat keluarlah seorang pemuda yang sangat tampan dengan rambut silver dan memakai kaos oblong hitam yang dipadukan dengan blazer warna senada dan dipadukan dengan celana jeans yang sedikit longgar dan tidak telalu ketat.
Kacamata kecoklatannya bertengger manis di atas tulang hidungnya yang cukup mancung. Dia melenggang dengan gagahnya seperti gaya berjalan seorang Kagami Jiro. Di belakangnya disusul seorang pria berkacamata dengan penampilan yang sedikit kalem dan lebih dewasa jika dibanding dengan Zen.
Untuk style Zen kali ini, sebenarnya semuanya adalah pilihan sang manager, Kak Kai. Karena biasanya Zen memang lebih suka berpanampilan seperti ini. Cool, casual dan sangat bersinar.
"Apa aku tidak akan terlalu mencolok jika berpakaian seperti ini?!" komentar Zen saat pertama kali berpenampilan seberti Zen yang sesungguhnya. "Pakaian ini membuatku terlihat begitu muda! Ganti saja dengan pakaian biasa!"
Begitulah komentar Zen saat tak terima dengan pilihan kak Kai. Namun kak Kai memaksanya dan akhirnya Zen tak bisa berkutik lagi setelah berjanji akan segera pergi ke Tokyo.
Semua mata terpana memandang ke arah Zen. Zen yang biasanya memang sudah tampan dan keren. Namun sangat ramah kepada semua orang.
Tapi Zen kali ini terlihat begitu tampan, sangat gagah dan berwibawa. Cara berjalan mereka sungguh berbeda. Dan tentu saja Zen yang ini sedikit songong ya!
Ingat! Jiwa Zen saat ini adalah Kagami Jiro, Sang Pemimpin Doragonshadou, Yakuza terbesar dan sangat ditakuti oleh semua orang.
Yang melawan dan memberontak dia akan dibuat cedera seumur hidup atau sampai terbunuh! Sadis! Tapi memang begitulah mereka. Bahkan jaman dahulu, kelompok itu bisa sampai memberikan hukuman untuk anggotanya sendiri dengan memotong jarinya karena telah melakukan sebuah kesalahan yang fatal.
Namun Doragonshadou bukanlah sebuah Yakuza yang bergerak dengan negatif! Mereka kejam, bengis dan brutal hanya untuk meringkus para penjahat! Mereka dilahirkan untuk melindungi dan membantu pemerintahan Jepang menegakkan keadilan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 365 Episodes
Comments
ℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥ 𝙹𝙸𝙽 ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
hmm DragonShadou yang misterius
2024-07-30
1
ℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥ 𝙹𝙸𝙽 ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
lah justru outfit Zen aslinya seperti itu bang Kagami
2024-07-30
1
ℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥ 𝙹𝙸𝙽 ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
wkwkwk ternyata Kai sudah kebingungan mencari dr tadi
2024-07-30
1