Guardian Angel

hai hola para kesayangan maafkan kemarin aku nggak up, aku meriang. masuk sekolah baru dua hari udah sakit. kompak banget kan yang nulis sama yang ditulis sama-sama sakit😪😪 ini aku nulis aja sembari uhuk-uhuk dan meler😂😂 tapi alhamdulillah kalo udah meler gini tuh enteng rasanya enakan. yuk ah mari kita lanjut kisah si santen sachet sama dirdiran. happy reading!!

.

.

.

.

Saat derap langkah mami Jesi kian tak terdengar dengan perlahan Kara menurunkan selimutnya.

“hadeh… hadeh… perut gue.” Dia perlahan turun dari ranjang sambil memegangi perut yang terasa seperti di peras, berjalan pelan menuju meja belajar untuk mengambil ponsel yang ia simpan di dalam tas.

Disaat seperti ini bermain ponsel untuk sekedar cek ombak di dunia maya merupakan hal yang paling menyenangkan, apalagi jika menonton FYP video tok tok boyband kesayangannya, lumayan untuk mengalihkan rasa sakit.

Kara membuka tasnya dan mulai mencari ponsel diantara barang-barang unfaedah yang ikut mengisi tas sekolahnya. Bagaimana tak disebut barang-barang unfaedah karena setiap kali ada Razia dadakan yang dilakukan bu Irma barang-barangnya selalu raib kena sita. Dari mulai kipas mini elektrik, botol air lovevare, lip tint, bedak, sisir, handbody lotion dan parfum ada di sana. Bu Irma sampe menyebut tas miliknya adalah tas kosmetik, bukan tas sekolah. Tapi bodo amat, baginya semua itu merupakan kebutuhan primer yang harus selalu di bawa. Toh tidak hanya dirinya, sebagian besar siswi lain juga membawa hal yang sama, bahkan ada yang lebih parah karena ketahuan ada video muach-muach di ponselnya.

Setelah mengambil ponselnya, Kara kembali merabahkan dirinya di ranjang. Dia tertidur miring sambil membuka kunci ponselnya dengan menempelkan jari telunjuk pada sisi samping benda pipih itu.

Kara tersenyum melihat foto dirinya bersama Dirga yang langsung terpampang memenuhi layar saat benda itu menyala.

“My Dirgantara.” Gumamnya lirih sambil mengusap gambar Dirga dengan ekspresi datar, berbanding terbalik dengan dirinya yang tersenyum lebar. Foto yang diam-diam diambil oleh Sasa si micin adik Dirga yang satu frekuesi dengan dirinya.

“Ck! Ganggu aja.” Gerutu Kara saat satu panggilan masuk menutupi wallpaper ponselnya.

“Siapa sih nggak ada namaya.” Kara hanya membiarkan sampai panggilan itu berakhir. Tak berselang lama rentetan pesan masuk ke dalam whatsApps miliknya.

Saat membuka WA dirinya sudah ditambahkan ke dalam grup kelas yang baru. Grup tersebut sudah ramai dengan aneka cuitan teman-teman barunya. Kara membuka grup kelas itu tapi bukan untuk membaca, melainkan menonaktifkan notifikasi grup supaya tak menggangu. Ia melakukan hal yang sama pada setiap grup chat.

Bola mata Kara tertuju pada kontak dengan nama Future Husband yang ia sematkan hingga muncul pada chat teratas. Dibukannya riwayat chat nya bersama Dirga, berisi banyak chat yang berasal dari dirinya dengan sedikit sekali balasan dari Dirga. Bahkan tetangganya itu sangat jarang membalas chatnya. Kara memang segila itu, sebelum tidur, bangun tidur, mau makan bahkan mau melalukan apa pun selalu memberitahu Dirga meski lelaki itu hanya membacanya tanpa memberikan balasan. Merlihat status kontak Dirga sedang online, ibu jari Kara sudah ingin mengetik pesan untuk Dirga tapi segera ia urungkan mengingat sikap Dirga di sekolah tadi. Menyebalkan!

“Huh! Liat yang bening-bening aja yuk.”

“Eh malah kebuka.” Gerutunya saat tak sengaja membuka chat tak dikenal yang baru saja masuk.

“Oh My God sumpah demi apa ini Jongkook gue yang unyu-unyu.” Kara langsung tersenyum lebar melihat deretan foto idol favoritnya yang dikirim oleh orang tak dikenal. Jiwa keponya seketika meronta-ronta dan langsung membuka kontak baru tanpa nama itu. Terlihat foto profil salah satu member BTS dengan nickname guardian angel.

“Pasti si Dila nih.” Batinnya, karena hanya Dila dan Sasa yang satu frekuensi denganya. Kalo Sasa sudah jelas bukan, karena calon adik iparnya itu tak pernah ganti nomor. Yang sering ganti nomor itu Dila, terakhir dia ganti nomor gara-gara nomornya keblokir akibat masa aktif habis dan lupa tak mengisi pulsa.

“Heh Hera Dila Nurfadillah! lo ganti nomor lagi? Gila yah udah kayak buronan narkoba lo ganti-ganti nomor mulu.” Kara langsung menekan pesannya yang diakhiri dengan emoticon menjulurkan lidah.

“Mana nickname nya jauh banget lagi. Ngaku-ngaku guardian angel orang kang minta tlaktir aja.”

“Eh tapi btw ini keren banget dah fotonya, lo nyomot dari mana?”

Kara masih mentanap layar pipihnya menunggu lawat chatnya membalas, sudah terlihat sedang mengetik sedari tadi tapi pesannya tak juga muncul, justru panggilan video dari Dila dan Selvia yang memenuhi layarnya.

“Lama banget sih, Ra!” Selvia.

“Lo udah sampe rumah kan?” Dila.

“Lo kaga liat apa itu backgroundnya kamar Kara berarti dia udah sampe rumah lah.”

“Eh iya yah. Maaf lah sedikit oleng, gimana perut lo?”

“Tidak dimaafkan, Dila. Lo olenganya sering. Bikin pusing!” cemooh Selvi.

“Ribut aja kalian ih, gue udah sampe rumah dari tadi. Ini lagi tiduran, perut gue masih sakit lah.” Ucap Kara seraya melihat kedua sahabatnya yang sudah berada di rumah masing-masing. Selvia dengan baju rumahan super seksi dan Dila yang masih sama seperti dirinya memakai seragam sekolah.

“Eh Dila, nomor Wa lo ada 2 yah?” sela Kara diantara kericuhan kedua sahabatnya.

“Apaan? WA gue ada 2? cuma satu kok ini aja.” Jawab Dila.

“Oh..”

“Kenapa emang, Ra?”

“Nggak apa-apa. Ya udah kalian berdua terusin ributnya, gue mau bobo lah. Perut gue ngajak perang nih.” Ucapnya seraya melambaikan tangan kemudian mengakhiri panggilan.

Kara kembali melihat chat dari nomor tak dikenal tadi, lawan chatnya hanya membalasnya dengan emoticon senyum ramah.

“Aneh banget. Kalo aja bukan Army udah gue blok langsung deh.” Gerutunya.

“Hai Lengkara, suka sama gambarnya? Gue masih punya banyak loh.”

“Lo sebenernya siapa sih? Tau nomor gue dari mana? Kalo nggak nyebutin nama gue blokir nih. Gue males hubungan sama orang yang nggak gue kenal.”

“Lo nggak perlu tau siapa gue, Ra. Yang penting gue tau siapa lo, itu udah cukup. Lo orang yang ditakdirkan buat gue lindungi.”

“Istirahat yang cukup, jangan sampai sakit yah Lengkara Ayudia.”

Kara meletakan ponselnya asal kemudian kembali menarik selimut dan meringkuk dibawahnya.

“Dasar orang kurang kerjaan. Nggak jelas banget!"

.

.

.

Jangan lupa like, komen dan favoritkan.

jangan pelit-pelit karena like dan komen itu gratis!!

Terpopuler

Comments

Ita rahmawati

Ita rahmawati

apakah si dirga ya yg ngechatin it 🤔🤔

2023-03-16

0

lestari saja💕

lestari saja💕

tama ya

2022-10-10

0

Bagja

Bagja

serius authornya masih sekolah?

2022-09-13

0

lihat semua
Episodes
1 Pipipip Calon Mantu
2 Telat
3 Murid baru
4 Dianggap apa?
5 Pulang
6 Sakit perut apa sakit hati?
7 Guardian Angel
8 Khawatir
9 Berkunjung
10 Halu
11 Auto Sembuh
12 Gagal uwuw
13 Calon Suami Cadangan
14 Tebengan gratis, why not?
15 AC rusak
16 Bucinnya kumat
17 Ter Arhan Arhan
18 Calon kakak ipar
19 Abang Adek
20 Jalan
21 Boneka
22 Halaman rumah
23 Seblak
24 Tama
25 Balas Jasa
26 Cek Laptop
27 Servas Service
28 Master chef
29 Enak banget
30 Kopi Susu
31 CCTV
32 Jemputan
33 Berangkat sekolah
34 Ide cerdas
35 Ketos telat
36 Sinting
37 Halalin
38 Ngambek
39 VC
40 Makan siang
41 1 jam 47 menit
42 Tanpa Ijin
43 Menolak sadar
44 Kenapa?
45 Galfok
46 Diluar harapan
47 Menyerah
48 Mode Singa
49 Dekat tapi jauh
50 Move On
51 Pengakuan
52 Mantan
53 Penawaran
54 Maling
55 Gas, halalin!
56 Solutif
57 Gagal
58 Ayang
59 From the past until now
60 Surat Panggilan
61 Estetik
62 Apes
63 831, yes or no?
64 Rapat wali murid
65 Pagi di sekolah
66 Prestasi
67 Teror mami
68 Black card
69 Undangan
70 TamaCard
71 Di belakang aja
72 Calon Mantu
73 Reuni
74 First kiss
75 Nikah atau pindah?
76 Pindah
77 Menerima
78 morning kiss
79 Gift
80 Jangan mati dulu!
81 Asik, besok nikah.
82 Latihan
83 Pengantin Pengganti
84 Helm
85 Kara Karak
86 Mohon Nikahkan
87 Yang penting sah!
88 Pisah
89 Mogok makan
90 Anytime Anywhere sayang
91 Pengen
92 PR
93 Micin galau
94 Tantangan
95 Insecure
96 Top Five
97 Seperti mau mu
98 Ujian
99 Ultra Mi Mi
100 Boleh yah?
101 Pelan-pelan
102 Reka Ulang
103 Yes, aman.
104 Suami Idaman
105 Jadwal Merah
106 Pingsan
107 Lupa
108 Gara-gara Tama
109 Surat panggilan
110 Terbongkar
111 Mabok
112 Taruhan
113 Hal aneh
114 Double bonus
115 Ngidam dong!
116 Semua buat Kara
117 Nengokin si dede
118 be go tapi sadar
119 Klaim
120 Anak hilang
121 Feeling
122 Razia
123 Kesayangan
124 Tuan Muda and Me
125 Be My Wife
126 Lovely Boss
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Pipipip Calon Mantu
2
Telat
3
Murid baru
4
Dianggap apa?
5
Pulang
6
Sakit perut apa sakit hati?
7
Guardian Angel
8
Khawatir
9
Berkunjung
10
Halu
11
Auto Sembuh
12
Gagal uwuw
13
Calon Suami Cadangan
14
Tebengan gratis, why not?
15
AC rusak
16
Bucinnya kumat
17
Ter Arhan Arhan
18
Calon kakak ipar
19
Abang Adek
20
Jalan
21
Boneka
22
Halaman rumah
23
Seblak
24
Tama
25
Balas Jasa
26
Cek Laptop
27
Servas Service
28
Master chef
29
Enak banget
30
Kopi Susu
31
CCTV
32
Jemputan
33
Berangkat sekolah
34
Ide cerdas
35
Ketos telat
36
Sinting
37
Halalin
38
Ngambek
39
VC
40
Makan siang
41
1 jam 47 menit
42
Tanpa Ijin
43
Menolak sadar
44
Kenapa?
45
Galfok
46
Diluar harapan
47
Menyerah
48
Mode Singa
49
Dekat tapi jauh
50
Move On
51
Pengakuan
52
Mantan
53
Penawaran
54
Maling
55
Gas, halalin!
56
Solutif
57
Gagal
58
Ayang
59
From the past until now
60
Surat Panggilan
61
Estetik
62
Apes
63
831, yes or no?
64
Rapat wali murid
65
Pagi di sekolah
66
Prestasi
67
Teror mami
68
Black card
69
Undangan
70
TamaCard
71
Di belakang aja
72
Calon Mantu
73
Reuni
74
First kiss
75
Nikah atau pindah?
76
Pindah
77
Menerima
78
morning kiss
79
Gift
80
Jangan mati dulu!
81
Asik, besok nikah.
82
Latihan
83
Pengantin Pengganti
84
Helm
85
Kara Karak
86
Mohon Nikahkan
87
Yang penting sah!
88
Pisah
89
Mogok makan
90
Anytime Anywhere sayang
91
Pengen
92
PR
93
Micin galau
94
Tantangan
95
Insecure
96
Top Five
97
Seperti mau mu
98
Ujian
99
Ultra Mi Mi
100
Boleh yah?
101
Pelan-pelan
102
Reka Ulang
103
Yes, aman.
104
Suami Idaman
105
Jadwal Merah
106
Pingsan
107
Lupa
108
Gara-gara Tama
109
Surat panggilan
110
Terbongkar
111
Mabok
112
Taruhan
113
Hal aneh
114
Double bonus
115
Ngidam dong!
116
Semua buat Kara
117
Nengokin si dede
118
be go tapi sadar
119
Klaim
120
Anak hilang
121
Feeling
122
Razia
123
Kesayangan
124
Tuan Muda and Me
125
Be My Wife
126
Lovely Boss

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!