Halu

Satu persatu anak tangga ditapaki Dirga dengan perlahan, sekian lama tak mengunjungi rumah Kara tak terlalu banyak perubahan. Tiba di lantai 2 Dirga tak kesulitan mencari kamar Kara, begitu melihat pintu salah satu kamar yang terbuka, ia yakin jika itu kamar yang ia tuju.

Tepat saat Dirga berdiri di depan kamar dan melihat sedikit ke dalam, terlihat Kara yang baru saja menutup lemari dan berlalu masuk ke dalam kamar mandi. Dirga melangkah masuk dan membiarkan pintu kamar itu terbuka.

“Dasar narsis!” cibirnya begitu masuk ke dalam kamar Kara dan baru berjalan beberapa langkah saja sudah melihat banyak foto polaroid yang ditempel memenuhi salah satu bagian dinding. Foto-foto itu disusun sedemikian rupa membetuk pola love dengan tempelan bintang di setiap ujung fotonya, ditambah dengan lampu warna-warni di sisi-sisinya.

“Lumayan kreatif juga si santen sachetan.”

“Ada foto gue juga?” Dirga lumayan terkejut mendapati setengah dari kumpulan foto-foto itu kebanyakan gambar dirinya. Dari semua foto itu dia yakin jika gambar-gambar itu diambil dengan sembunyi-sembunyi, pasti hasil kerja sama antar santen kemasan.

“Cantik!” pujinya seraya memegang salah satu foto Kara.

“Gue ambil satu yah, Ra.” Dirga mencopot salah satu foto dirinya bersama Kara dan buru-buru memasukannya ke dalam saku.

Cukup lama Dirga berdiri di depan deretan gambar tapi Kara belum juga keluar dari kamar mandi. Dilihatnya juga makanan yang masih belum tersentuh di meja belajar dan segelas jamu di nakas samping ranjang.

“bener-bener dah si Kara, nggak makan nggak minum jamu juga.”

Dirga memilih duduk di ranjang, menunggu Kara keluar dari kamar mandi sambil mengamati kamar yang terakhir kali ia kunjungi saat masih sekolah dasar mungkin, dia sudah tak mengingatnya karena terlalu lama.

“Bener-bener satu server dia sama Sasa. Kamar aja warnanya sama, sprei juga sama, dan satu lagi astaga bener-bener dah! Pantesan mereka klop banget.” Dirga sampai geleng-geleng kepala melihat poster besar yang tertempel di atas kepala ranjang. Poster boyband yang sama persis seperti milik Sasa, sama-sama di tempel di tempat yang sama juga.

“Apa hebatnya sih BTS sampe cewek-cewek segitu sukanya ck!” cibirnya.

“Dasar barisan cowok cantik.” Gumamnya dalam hati. Dirga tau akan sangat berbahaya jika ucapannya sampai terdengar oleh fans garis keras BTS, auto ngamuk nanti.

Dirga ingat betul bagaimana marahnya Sasa hanya karena ia menggunakan boneka yang katanya anak dari personel BTS sebagai bantal. Dirga tak habis pikir karena bahkan bonekanya memiliki nama, chimmy katanya. Terus siapa lagi lah nggak tau, pokoknya anaknya Sasa sama BTS tuh ada 7, sampai numpuk di kamar.

“Lumayan lah semoga si Kara nggak terlalu akut kayak Sasa.” Ucapnya saat melihat hanya ada satu boneka warna pink yang terletak di dekat bantal.

“Ini bocah tidur apa ngapain di kamar mandi sih? Lama banget!” Dirga beranjak dari duduknya dan mengetuk pintu kamar mandi.

“Ra, lo ngapain sih? Kalo tidur jangan di kamar mandi!” ucapnya dari luar.

Kara yang sedang bercermin yang sedang mencuci tangan di kamar mandi langsung mematikan kran air saat samar-samar mendengar suara dari luar sana.

“Kayak suara Dirga? Gumamnya, namun tak lama ia kembali menyalakan kran air itu kembali dan membasuh wajahnya.

“Tapi nggak mungkin lah, paling juga mami. Males ah pasti mau maksa aku minum jamu lagi.” Ucapnya seraya bercermin.

Kara mengambil handuk kecil dan mengeringkan wajahnya. Dipandanginya pantulan gambar dirinya di dalam cermin. Tangan kanannya menyibakkan poni dan mengusap kening dengan bibir yang tersenyum masam.

“Aishhh kenapa sih kalian itu mesti pada nongol kalo gue datang bulan? Ngerusak wajah gue yang udah mulus ini huft!” keluhnya sambil menggerakkan wajah kesana kemari melihat beberapa jerawat yang tumbuh di wajahnya.

“Coba lo tumbuhnya rada ke tengah dikit deh, biar gue kayak orang india.” Kara mengusap jerawat yang tumbuh di antara kedua alisnya namun tak tepat di tengah-tengah.

“Jadi cewek gini amat yah? Udah datang bulan sakit perut, jerawat ikut pada nongol juga duh.”

“Ra, lo tidur di dalem?” suara itu kembali membuat Kara terdiam.

“Kayak suara Dirga deh?” batinnya.

“Ah pasti efek kesel sama Dirga nih gue sampe halu denger suara dia.”

“Lengkara! Santen sachetan buruan keluar, gue tungguin!”

“Udah makin gila aja gue, bisa-bisanya denger suara Dirga.” Kara menangkup kedua pipinya dengan telapak tangan, tatapannya lurus ke depan menatap ke dalam cermin. Dia menghela nafas panjang kemudian meniupkannya hingga membuat kaca di depannya buram karena terpaan udara dari mulutnya.

“Ini pasti gara-gara sakit perut nih otak jadi ikutan error. Gue mau tidur aja lah, kali aja ntar bangun tidur sakitnya udah ilang.”

Kara keluar dari kamar mandi sambil memegangi perutnya. Dia langsung berjalan pelan ke ranjang. Langkahnya terhenti seketika saat melihat Dirga yang mengenakan kaos santai dan celana cino pendek duduk di ujung ranjang miliknya, namun sedetik kemudian dia menggelengkan kepala dan merebahkan diri di ranjang. Menarik selimut hingga leher dan meringkuk miring sambil memeluk boneka pink.

“Gue pasti udah gila, bisa-bisanya gue liat Dirga ada di kamar ini.” Batinnya.

“Kara!” panggil Dirga lirih tapi gadis itu tak menjawab sama sekali.

“Lengkara!” ulangnya sambil menarik sedikit selimut Kara namun Kara malah kian menarik selimutnya hingga menutupi kepala.

“Gue pasti udah error nih. Tidur... tidur... Kara. Yuk bobo Cooky temenin mama yah.” Kara kian mendekap erat bonekanya.

Dirga mendengus kesal merasa kehadirannya tak dianggap sama sekali. Dia sudah beranjak berdiri dan hendak meninggalkan kamar Kara namun kakinya justru melangkah ke arah yang berlawanan. Kini ia duduk di samping Kara yang berbaring membelakanginya.

“Lo masih ngambek, Ra?”

“Maaf karena nggak nemenin lo di UKS, gue kira udah lo udah ditemenin Dila sama Selvi.”

“Lagian lo tuh jadi adik nggak bisa banget dibilangin. Udah jangan ngambek, harusnya gue yang ngambek. Kan gue udah bilang balik sama gue! Ngapain lo balik sama orang lain? Ck!! Punya adik nggak bisa banget diatur. Inget Kara, lo tuh udah kayak adik gue, harusnya lo nurut sama gue! Nih liat sekarang lo balik sama orang lain perut lo masih sakit kan? Nggak ada yang lebih ngertiin lo dari pada gue, Ra. Makanya jadi adik nurut sama kakak. Ngerti?” Dirga mengusap pelan punggung Kara dari balik selimut.

“Udahan yah ngambeknya dedek Lengkara kesayangannya kakak Dirga. Sini-sini perutnya masih sakit kan? kakak bawain obatnya nih.”

.

.

.

Tuh Kara dengerin kata kakak Dirga, jadi adik tuh harus nurut sama kakak!!😛😛

kalian juga para reader kesayangankuh harus nurut sama author, kalo aku bilang like yah like, komen yah komen. kan like sama komen gratis.

jangan pada nakal ntar di marahin sama kakak Dirga😛

Terpopuler

Comments

lestari saja💕

lestari saja💕

yakin cuma adek??????

2022-10-10

0

Masmini Ketut

Masmini Ketut

hahahaha.. baiklah kaka author udh aq like, nih aq dah nurut kkaaannn hahahaha

2022-09-13

0

*k🎧ki€*

*k🎧ki€*

lu kalo mo ngejek member BTS, siap gelut lu ama gua, Ga 😏😏😏

2022-08-10

0

lihat semua
Episodes
1 Pipipip Calon Mantu
2 Telat
3 Murid baru
4 Dianggap apa?
5 Pulang
6 Sakit perut apa sakit hati?
7 Guardian Angel
8 Khawatir
9 Berkunjung
10 Halu
11 Auto Sembuh
12 Gagal uwuw
13 Calon Suami Cadangan
14 Tebengan gratis, why not?
15 AC rusak
16 Bucinnya kumat
17 Ter Arhan Arhan
18 Calon kakak ipar
19 Abang Adek
20 Jalan
21 Boneka
22 Halaman rumah
23 Seblak
24 Tama
25 Balas Jasa
26 Cek Laptop
27 Servas Service
28 Master chef
29 Enak banget
30 Kopi Susu
31 CCTV
32 Jemputan
33 Berangkat sekolah
34 Ide cerdas
35 Ketos telat
36 Sinting
37 Halalin
38 Ngambek
39 VC
40 Makan siang
41 1 jam 47 menit
42 Tanpa Ijin
43 Menolak sadar
44 Kenapa?
45 Galfok
46 Diluar harapan
47 Menyerah
48 Mode Singa
49 Dekat tapi jauh
50 Move On
51 Pengakuan
52 Mantan
53 Penawaran
54 Maling
55 Gas, halalin!
56 Solutif
57 Gagal
58 Ayang
59 From the past until now
60 Surat Panggilan
61 Estetik
62 Apes
63 831, yes or no?
64 Rapat wali murid
65 Pagi di sekolah
66 Prestasi
67 Teror mami
68 Black card
69 Undangan
70 TamaCard
71 Di belakang aja
72 Calon Mantu
73 Reuni
74 First kiss
75 Nikah atau pindah?
76 Pindah
77 Menerima
78 morning kiss
79 Gift
80 Jangan mati dulu!
81 Asik, besok nikah.
82 Latihan
83 Pengantin Pengganti
84 Helm
85 Kara Karak
86 Mohon Nikahkan
87 Yang penting sah!
88 Pisah
89 Mogok makan
90 Anytime Anywhere sayang
91 Pengen
92 PR
93 Micin galau
94 Tantangan
95 Insecure
96 Top Five
97 Seperti mau mu
98 Ujian
99 Ultra Mi Mi
100 Boleh yah?
101 Pelan-pelan
102 Reka Ulang
103 Yes, aman.
104 Suami Idaman
105 Jadwal Merah
106 Pingsan
107 Lupa
108 Gara-gara Tama
109 Surat panggilan
110 Terbongkar
111 Mabok
112 Taruhan
113 Hal aneh
114 Double bonus
115 Ngidam dong!
116 Semua buat Kara
117 Nengokin si dede
118 be go tapi sadar
119 Klaim
120 Anak hilang
121 Feeling
122 Razia
123 Kesayangan
124 Tuan Muda and Me
125 Be My Wife
126 Lovely Boss
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Pipipip Calon Mantu
2
Telat
3
Murid baru
4
Dianggap apa?
5
Pulang
6
Sakit perut apa sakit hati?
7
Guardian Angel
8
Khawatir
9
Berkunjung
10
Halu
11
Auto Sembuh
12
Gagal uwuw
13
Calon Suami Cadangan
14
Tebengan gratis, why not?
15
AC rusak
16
Bucinnya kumat
17
Ter Arhan Arhan
18
Calon kakak ipar
19
Abang Adek
20
Jalan
21
Boneka
22
Halaman rumah
23
Seblak
24
Tama
25
Balas Jasa
26
Cek Laptop
27
Servas Service
28
Master chef
29
Enak banget
30
Kopi Susu
31
CCTV
32
Jemputan
33
Berangkat sekolah
34
Ide cerdas
35
Ketos telat
36
Sinting
37
Halalin
38
Ngambek
39
VC
40
Makan siang
41
1 jam 47 menit
42
Tanpa Ijin
43
Menolak sadar
44
Kenapa?
45
Galfok
46
Diluar harapan
47
Menyerah
48
Mode Singa
49
Dekat tapi jauh
50
Move On
51
Pengakuan
52
Mantan
53
Penawaran
54
Maling
55
Gas, halalin!
56
Solutif
57
Gagal
58
Ayang
59
From the past until now
60
Surat Panggilan
61
Estetik
62
Apes
63
831, yes or no?
64
Rapat wali murid
65
Pagi di sekolah
66
Prestasi
67
Teror mami
68
Black card
69
Undangan
70
TamaCard
71
Di belakang aja
72
Calon Mantu
73
Reuni
74
First kiss
75
Nikah atau pindah?
76
Pindah
77
Menerima
78
morning kiss
79
Gift
80
Jangan mati dulu!
81
Asik, besok nikah.
82
Latihan
83
Pengantin Pengganti
84
Helm
85
Kara Karak
86
Mohon Nikahkan
87
Yang penting sah!
88
Pisah
89
Mogok makan
90
Anytime Anywhere sayang
91
Pengen
92
PR
93
Micin galau
94
Tantangan
95
Insecure
96
Top Five
97
Seperti mau mu
98
Ujian
99
Ultra Mi Mi
100
Boleh yah?
101
Pelan-pelan
102
Reka Ulang
103
Yes, aman.
104
Suami Idaman
105
Jadwal Merah
106
Pingsan
107
Lupa
108
Gara-gara Tama
109
Surat panggilan
110
Terbongkar
111
Mabok
112
Taruhan
113
Hal aneh
114
Double bonus
115
Ngidam dong!
116
Semua buat Kara
117
Nengokin si dede
118
be go tapi sadar
119
Klaim
120
Anak hilang
121
Feeling
122
Razia
123
Kesayangan
124
Tuan Muda and Me
125
Be My Wife
126
Lovely Boss

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!