Murid baru

Kara berjalan santai menuju kelasnya yang baru. Hari ini memang awal tahun ajaran baru dimana ia menginjak kelas 12. Tingkat paling akhir di masa-masa sekolahnya, dia sesekali meniup poninya karena gabut berjalan sendiri di lorong kelas. Hari pertama di tahun ajaran baru memang belum seefektif hari biasanya karena para siswa lebih dulu harus mencari kelas mereka yang baru. Namun kedisiplinan tetap ketat, siapapun yang pukul tujuh belum melewati gerbang otomatis dia akan berakhir di tangan anggota OSIS alay yang so disiplin ikut-ikutan ngebantu guru BP menangani siswa yang terlambat, alhasil di awal tahun ajaran baru yang sudah diniatkan pensiun jadi kang sapu daun mangga masih tetap berlanjut.

"Cih!! Semua gara-gara Dirga nih. Lama-lama gue pecat jadi calon suami dah!" Gerutunya.

Kara sedikit malas membayangkan teman-teman barunya, rasanya baru kemarin dia mulai akrab dengan teman-teman eh sekarang harus adaptasi dari awal lagi. Kebiasaan sekolah ini yang selalu merotasi anggota kelas membuat Kara selalu mendapatkan teman baru dari kelas lain setiap tahun.

“Ra… Ra…” Teriak Dila dan Selvia heboh sambil berjalan dari arah yang berlawanan pada dirinya.

"Lo lama banget sih datangnya? Jangan bilang lo abis jadi kang sapu daun mangga lagi?"

“Yups seratus buat lo, Sel. Gue abis meningkatkan keimanan nih, lo tau kan kata guru agama kita kalo kebersihan itu sebagian dari iman. Makanya gue nyapuin daun mangga dulu sebelum masuk biar dapat pahala, secara gue kan anak baik."

"Halah bilang aja lo telat lagi. Lo bilang semalem mau tobat nggak bakal telat lagi." Kali ini suara Dila yang mencibir.

"Lo berdua lari-lari barusan ada apaan sih heboh banget?"

“Gue sama lo satu kelas lagi, Ra.” Ucap Dila yang sudah menggaet tangan kiri Kara sementara Selvi juga menggaet tangan kanannya, jadilah mereka bertiga jalan berjajar memenuhi jalan.

“Tapi gue pisah nih.” Ucap Selvi dengan lesu.

“Tenang aja, Bebs. Meskipun pisah kita masih satu sekolahan ini oke?” Kara menengahi.

“Btw kita kelas mana, La?” lanjutnya pada Dila.

“12 AKL 1, Ra. Nggak sekelas lagi kita sama Dirga. Gila sampe mau tamat aja kita nggak pernah sekelas sama Dirga yah.” Gerutu Dila.

“Sampe mampus juga kita nggak bakal sekelas sama Dirga, Dila! Please deh jangan lola, Dirga tuh anak Multimedia lah kita Akuntansi keuangan lembaga, beda bebs beda!" Ujar Selvia menjelaskan.

"Nah tuh dengerin, lagian ngebet banget dah pengen sekelas sama Dirga. Gue yang calon istrinya aja kagak ngarep." Ucap Kara.

"Kenapa, Ra? Udah cape ngejar Dirga?" Tebak Selvia.

"Tau ah kesel gue sama dia.” Ucap Kara.

“Weyo… weyo… weyo…?” Tanya Dila dan Selvi kompak dengan Bahasa korea satu-satunya yang mereka pahami setelah bertahun-tahun nonton drakor.

“Weya..weyo…weya…weyo…” Kara mencibir kedua sahabatnya yang so Korea.

“Kesel gue, ditinggalin sama Dirga!”

“hahaha…” kedua sahabatnya tertawa.

“Seneng banget yah lo pada kalo gue menderita.” Kara pura-pura kesal dan melepaskan pegangan keduanya, berjalan dengan cepat meninggalkan mereka.

“Kara tungguin!” teriak keduanya, tapi Kara hanya berbalik dan menjulurkan lidah mengejek dan kembali berlari hingga tanpa sengaja ia menabrak laki-laki tinggi yang baru pertama kali ia temui di sekolah ini.

“Eh sorry… sorry… gue nggak sengaja.” Ucap Kara.

“Nggak apa-apa.” Jawab laki-laki itu.

“Kenapa, Ra?” kedua sahabatnya yang baru tiba langsung heboh.

“Eh murid baru yah?” tebak Dila.

“Iya kayaknya kita belum pernah liat deh.” Sambung Selvia.

Laki-laki tinggi itu hanya tersenyum ramah menanggapi ucapan Dila dan Selvia, dia lalu mengulurkan tangannya pada Kara yang tampak biasa saja tidak seantusias Dila dan Selvia pada dirinya.

“Pratama Arhan.” Ucapnya.

“Panggil aja Tama.” Lanjutnya.

Kara membalas uluran tangan itu, “nama gue!” dia menunjuk name tag nya sendiri, “panggil aja Kara.”

“Oke, Kara.” Ucap Tama yang masih terpaku menatap wajah imut Kara dan enggan melepas jabatan tangannya.

“Kalo gue, Dila.” Dila paling gercep langsung menarik paksa tangan Tama supaya menjabat tangannya.

“Dia Selvia.” Lanjutnya menunjuk Selvi.

“Oh iya.” Balas Tama.

“Kara, bisa anterin gue ke ruang guru? Gue murid baru belum tau ruang gurunya dimana.”

“Tinggal lurus aja, ntar mentok lo belok kanan. Nah disitu ruang guru. Ada nama ruangannya kok.” Jawab Kara.

“Sorry nggak bisa nganter, gue mau nyari tempat duduk ternyaman dulu. Kalo kelamaan bisa-bisa gue dapat kursi paling depan. Males banget dah!” Lanjutnya kemudian pergi berlalu.

Kara sudah berjalan santai ke depan sementara Dila dan Selvia masih sesekali menengok ke belakang, melihat murid baru yang menyegarkan mata.

“Ah lo mah nggak asik, Ra! Harusnya kita anterin dia. Ganteng, Ra!” ucap Dila.

“Iya tau, bening banget ih… setara lah sama calon suami lo yang nggak pernah nganggep itu.” Imbuh Selvi.

“Kayaknya dia suka sama lo deh, Ra. Keliatan banget terseponah gitu.” Ucap Dila.

“Terpesona, Dila. Terpesona!” Ralat Selvi.

“Iya deh, Sel. Pokoknya gitu lah.” Jawab Dila.

“Sikat aja, Ra. Lumayan.” Imbuhnya.

“Sikat… sikat… lo kira WC!” Ujar Kara.

“Lo berdua tuh kelamaan jomblo makanya kalo ada yang natap gue kayak tadi aja di kira suka. Pada baperan banget.” Lanjutnya.

“Elah dia kagak nyadar, Sel. Sendirinya aja jomblo.” Cibir Dila, dia mengibas-ngibaskan tangannya.

“Eh gue nggak jomblo yah, udah punya jodoh dari lahir.” Kara tak terima.

“Maksud lo Dirga? Calon suami rasa kakak itu?” Dila dan Selvia langsung berlari begitu mendapat tatapan kesal dari Kara.

“Dila!!!” teriak Kara, dia ikut berlari mengajar kedua sahabatnya.

“Pokoknya mulai sekarang kita nggak best friend.” Teriaknya lagi namun kedua sahabatnya hanya mengejeknya sambil menjulurkan lidah.

Di belakang sana Tama yang belum beranjak satu langkah pun tersenyum simpul melihat tingkah Kara, katanya tadi mau ke kelas nyari tempat ternyaman tapi nyatanya mereka malah kejar-kejaran di lorong kelas.

.

.

.

Jangan lupa tampol like, komen dan favoritkan!!

Terpopuler

Comments

rosesarered

rosesarered

hahahahaha

2025-02-28

0

Ita rahmawati

Ita rahmawati

dirgany cuek bgt,,klo ak dicuekin gitu udh deh tk tinggalin aj,,ap lg puny tampang cantik ,,yg biasa aj klo ak ttep sombong 🤣🤣🤣

2023-03-16

1

Ati Pct

Ati Pct

ayooo Arhan pemain bola ganteng🤣🤣🤣🤣 pepet trus si santan Kara biar Dirga tau rasa 😜😜😜

2022-12-22

0

lihat semua
Episodes
1 Pipipip Calon Mantu
2 Telat
3 Murid baru
4 Dianggap apa?
5 Pulang
6 Sakit perut apa sakit hati?
7 Guardian Angel
8 Khawatir
9 Berkunjung
10 Halu
11 Auto Sembuh
12 Gagal uwuw
13 Calon Suami Cadangan
14 Tebengan gratis, why not?
15 AC rusak
16 Bucinnya kumat
17 Ter Arhan Arhan
18 Calon kakak ipar
19 Abang Adek
20 Jalan
21 Boneka
22 Halaman rumah
23 Seblak
24 Tama
25 Balas Jasa
26 Cek Laptop
27 Servas Service
28 Master chef
29 Enak banget
30 Kopi Susu
31 CCTV
32 Jemputan
33 Berangkat sekolah
34 Ide cerdas
35 Ketos telat
36 Sinting
37 Halalin
38 Ngambek
39 VC
40 Makan siang
41 1 jam 47 menit
42 Tanpa Ijin
43 Menolak sadar
44 Kenapa?
45 Galfok
46 Diluar harapan
47 Menyerah
48 Mode Singa
49 Dekat tapi jauh
50 Move On
51 Pengakuan
52 Mantan
53 Penawaran
54 Maling
55 Gas, halalin!
56 Solutif
57 Gagal
58 Ayang
59 From the past until now
60 Surat Panggilan
61 Estetik
62 Apes
63 831, yes or no?
64 Rapat wali murid
65 Pagi di sekolah
66 Prestasi
67 Teror mami
68 Black card
69 Undangan
70 TamaCard
71 Di belakang aja
72 Calon Mantu
73 Reuni
74 First kiss
75 Nikah atau pindah?
76 Pindah
77 Menerima
78 morning kiss
79 Gift
80 Jangan mati dulu!
81 Asik, besok nikah.
82 Latihan
83 Pengantin Pengganti
84 Helm
85 Kara Karak
86 Mohon Nikahkan
87 Yang penting sah!
88 Pisah
89 Mogok makan
90 Anytime Anywhere sayang
91 Pengen
92 PR
93 Micin galau
94 Tantangan
95 Insecure
96 Top Five
97 Seperti mau mu
98 Ujian
99 Ultra Mi Mi
100 Boleh yah?
101 Pelan-pelan
102 Reka Ulang
103 Yes, aman.
104 Suami Idaman
105 Jadwal Merah
106 Pingsan
107 Lupa
108 Gara-gara Tama
109 Surat panggilan
110 Terbongkar
111 Mabok
112 Taruhan
113 Hal aneh
114 Double bonus
115 Ngidam dong!
116 Semua buat Kara
117 Nengokin si dede
118 be go tapi sadar
119 Klaim
120 Anak hilang
121 Feeling
122 Razia
123 Kesayangan
124 Tuan Muda and Me
125 Be My Wife
126 Lovely Boss
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Pipipip Calon Mantu
2
Telat
3
Murid baru
4
Dianggap apa?
5
Pulang
6
Sakit perut apa sakit hati?
7
Guardian Angel
8
Khawatir
9
Berkunjung
10
Halu
11
Auto Sembuh
12
Gagal uwuw
13
Calon Suami Cadangan
14
Tebengan gratis, why not?
15
AC rusak
16
Bucinnya kumat
17
Ter Arhan Arhan
18
Calon kakak ipar
19
Abang Adek
20
Jalan
21
Boneka
22
Halaman rumah
23
Seblak
24
Tama
25
Balas Jasa
26
Cek Laptop
27
Servas Service
28
Master chef
29
Enak banget
30
Kopi Susu
31
CCTV
32
Jemputan
33
Berangkat sekolah
34
Ide cerdas
35
Ketos telat
36
Sinting
37
Halalin
38
Ngambek
39
VC
40
Makan siang
41
1 jam 47 menit
42
Tanpa Ijin
43
Menolak sadar
44
Kenapa?
45
Galfok
46
Diluar harapan
47
Menyerah
48
Mode Singa
49
Dekat tapi jauh
50
Move On
51
Pengakuan
52
Mantan
53
Penawaran
54
Maling
55
Gas, halalin!
56
Solutif
57
Gagal
58
Ayang
59
From the past until now
60
Surat Panggilan
61
Estetik
62
Apes
63
831, yes or no?
64
Rapat wali murid
65
Pagi di sekolah
66
Prestasi
67
Teror mami
68
Black card
69
Undangan
70
TamaCard
71
Di belakang aja
72
Calon Mantu
73
Reuni
74
First kiss
75
Nikah atau pindah?
76
Pindah
77
Menerima
78
morning kiss
79
Gift
80
Jangan mati dulu!
81
Asik, besok nikah.
82
Latihan
83
Pengantin Pengganti
84
Helm
85
Kara Karak
86
Mohon Nikahkan
87
Yang penting sah!
88
Pisah
89
Mogok makan
90
Anytime Anywhere sayang
91
Pengen
92
PR
93
Micin galau
94
Tantangan
95
Insecure
96
Top Five
97
Seperti mau mu
98
Ujian
99
Ultra Mi Mi
100
Boleh yah?
101
Pelan-pelan
102
Reka Ulang
103
Yes, aman.
104
Suami Idaman
105
Jadwal Merah
106
Pingsan
107
Lupa
108
Gara-gara Tama
109
Surat panggilan
110
Terbongkar
111
Mabok
112
Taruhan
113
Hal aneh
114
Double bonus
115
Ngidam dong!
116
Semua buat Kara
117
Nengokin si dede
118
be go tapi sadar
119
Klaim
120
Anak hilang
121
Feeling
122
Razia
123
Kesayangan
124
Tuan Muda and Me
125
Be My Wife
126
Lovely Boss

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!