Putus? jangan harap! Red tidak akan menerimanya. Sebelumnya Kika sudah berjanji akan memberi kejelasan hubungan mereka setelah acara pensi selesai.
Red ingin marah karena Kika yang akan mengingkari janjinya, tapi otak jeniusnya mulai menganalisa perkataan Kika sebelumnya dan juga mengingat kondisi Kika yang matanya bisa sampai kemasukan pasir.
Pasti ada anak yang merundung gebetannya itu, Red tidak perlu bertanya siapa karena dia sendiri yang akan menyelidikinya. Ini sudah keterlaluan bagaimana jika mata Kika sampai infeksi?
Sebagai bentuk perhatiannya, Red akan membawa Kika makan sebelum mengantar gadis itu pulang. Biar suasana hati Kika bisa membaik.
“Pegangan!“ ucap Red dengan tangan kirinya meraih tangan Kika supaya melingkar di perutnya sementara tangan kanannya memutar gas motor.
Dengan ragu Kika melingkarkan tangannya ke perut pemuda itu karena Red semakin menambah kecepatan motornya.
“Kau ingin makan apa, Beib?“ tanya Red, perhatian.
“Langsung pulang saja!“ tolak Kika kesekian kalinya.
Red menambah laju motornya karena kesal dengan penolakan Kika sampai dia melihat sebuah tempat makan dan berhenti di sana.
Warung Makan Pak Sabar
Nama warung makan yang membuat Red tertarik untuk mencobanya. Walaupun Kika menolak dia tidak peduli.
Di tempat makan itu, kebetulan tidak terlalu ramai jadi banyak meja kosong. Red membawa Kika ke salah satu meja kosong dan menunggu pelayan datang.
“Bern, tambah sumbangan ke sekolahku dan minta kepala sekolah untuk merenovasi tempat parkir supaya tidak ada pasir sedikitpun! Dan pastikan petugas kebersihan sekolah ditambah!“ perintah Red pada asistennya di sambungan telepon.
Kika memutar bola matanya malas karena sikap berlebihan pemuda itu.
“Tidak perlu melakukan hal itu, kita cukup mengakhiri hubungan kita saja!“ sela Kika saat Red sudah mematikan panggilan.
“Ingat janjimu, Beib!“ balas Red menuntut.
Sampai pelayan datang dan memberikan menu makanan yang ada di tempat itu.
“Mau pesan apa?“ tanyanya.
Red melihat menu dan dia ingin makan ayam. “Saya pesan ayam penyet!“
“Pesanan saya samakan saja!“ ucap Kika.
Pelayan itu mengangguk, sebelum menulis di kertas dia bertanya. “Mau ayam kampung atau ayam potong?“
“Ayam kampung!“ jawab Red.
“Ayam kampungnya bagian apa? dada, paha, leher, kepala, atau jari-jari kaki?“
“Bagian dada!“
“Dada bagian kiri atau bagian kanan?“
Red berpikir sejenak. “Dada bagian kiri, biasanya bagian kiri 'kan lebih besar!“ jawabnya dengan mengerlingkan mata pada Kika.
Sontak membuat Kika tersedak ludahnya sendiri, ternyata playboy cap kadal buntung itu begitu mesum.
“Sambalnya mau level berapa?“ tanya pelayan itu lagi.
“Level 3 aja 'kan, Beib?“ Red bertanya pada pacarnya.
“Terserah aja deh!“ jawab Kika malas karena Red terus bersikap begitu tengil.
“Lomboknya mau pakai lombok apa? Lombok merah, hijau, keriting, lurus atau bergelombang?“
Red merasa pertanyaan pelayan itu semakin ngelantur jadi dia menjawab asal saja. “Pake lombok ijo!“
“Ijonya, ijo muda atau ijo tua?“
“Ijonya apa aja!“ Red mulai emosi.
“Baiklah, nasinya mau apa? nasi putih, nasi uduk, nasi hitam, nasi merah?“
“Nasi putih! Sudah itu aja!“ jawab Kika menyela, dia juga ikut emosi.
Pelayan itu tampak menulis pesanan dengan menganggukkan kepalanya. “Minumnya....?“
“Air putih!“ jawab Red dan Kika kompak.
“Air putihnya hangat atau dingin?“
Red dan Kika saling pandang dan berkata. “Sesuai namanya warung pak sabar!!!“
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
Alisa AlfaMadda
part 8ni bikin aku ngakak parah😭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2024-03-14
1
15_01 RD
restorannya gak cocok untuk aku yg kesabarannya setipis tissue dibagi 2 😅😅😪
2023-06-21
0
🍒🍁
ya ampun aku ngakak banget , mo makan ajah mesti uji kesabaran dulu😭😭😭
2023-06-06
0