“Kika, duduklah di kursi kosong di belakang!“ ucap wali kelas yang membuyarkan lamunan gadis itu.
Sial! Kursi kosong tepat berada di sebelah bangku Red di pojokan sana. Kika pura-pura tidak melihat Red dan berusaha dengan santai duduk di kursinya.
“Baiklah anak-anak. Karena sudah memasuki tahun ajaran baru dan ini adalah tahun terakhir sekolah kalian, ibu harap kalian belajar dengan sungguh-sungguh supaya bisa lulus dengan nilai yang memuaskan!“ ucap wali kelas.
“Baik, Bu!“ seru semua siswa.
Pelajaran di mulai dan semua siswa tampak menyimak pelajaran dengan baik begitu juga dengan Kika. Tapi suasana menjadi gaduh saat jam pergantian pelajaran tiba.
Beberapa anak perempuan datang menghampiri Kika dan mengajak berkenalan.
“Hai, Kika. Kenalkan namaku Celine, daddy ku seorang pengusaha batu bara!“
“Kalau namaku Angel, daddy ku pemilik ABC bank. Kau pasti tahu kan bank yang paling ewor itu punya keluargaku!“
Kika berdehem kuat mendengarnya. Dia bingung harus menjawab apa sampai ada anak perempuan yang membubarkan mereka.
“Kalian itu pasti pamer! Kaya gak ada kerjaan lain aja!“ ketusnya.
“Ish, bilang aja iri kau, Nada!“
“Oh iya? Apa harus aku sebutkan kekayaanku disini!“ tantang Nada yang keluarganya masuk jajaran 10 besar penyumbang sekolah.
Masuk dalam daftar 10 besar penyumbang sekolah adalah ranking kekayaan di sekolah itu.
Akhirnya mereka bubar dan tertinggal Nada yang tersenyum ramah pada Kika.
“Jangan dengarkan kata mereka, mereka hanya ingin mengetes kekayaanmu!“ ucap Nada bersahabat.
“Mengetes kekayaan?“ tanya Kika yang tidak mengerti.
“Ya, disini berteman berdasarkan kasta kekayaan. Mereka hanya mau berteman sesuai kasta mereka! Misalnya kasta populer itu kelompok yang kekayaan keluarganya diatas 100 Triliun, kasta bangsawan itu kelompok anak-anak pejabat dan begitu seterusnya sampai kasta paling rendah adalah kasta beasiswa!“ jelas Nada.
Kika hanya bisa menelan ludahnya serak, jangan sampai ada yang tahu jika dirinya adalah kasta beasiswa tapi bukankah itu semua ada di datanya. Pasti sebentar lagi dirinya akan ketahuan. Kika hanya bisa menjerit dalam hatinya.
“Tapi banyak juga anak-anak yang tidak memandang kasta, salah satunya aku!“ sambung Nada. “Jadi mulai sekarang, anggaplah aku temanmu!“
“Terimakasih, Nada!“ sahut Kika kesenangan ada anak orang kaya tapi tidak sombong seperti Nada.
Kika melirik Red yang sedari tadi hanya duduk diam sambil bermain tablet ditangannya.
“Kalau dia siapa?“ tanya Kika penasaran.
“Namanya Red, dia masuk kasta paling atas yaitu kasta superstar. Kekayaannya tidak bisa dihitung karena setiap menit jumlah uangnya akan bertambah! Red paling sukses diantara 3 saudaranya!“
“3 saudara?“
“Red itu kembar 4. Red, Black, Pink, Green. Mereka semua anak populer, Red lebih suka dengan bisnis sementara Black lebih menggeluti dunia musik dan membentuk grup band, Pink lebih feminim dia salah satu blogger beauty yang mempunyai jutaan followers dan Green si tomboy lebih suka di bidang olahraga, dia salah satu atlet taekwondo dan panahan kebanggaan sekolah!“
Di kepala Kika saat ini hanya ada satu kata. “WOW“
*****
Jam istirahat sekolah, semua siswa keluar untuk mengantri makanan. Di sekolah itu mempunyai fasilitas makan siang gratis dan semua kasta akan berkumpul di meja kantin besar itu. Biasanya mereka akan makan dengan kelompok-kelompok mereka.
“Kau beneran gak mau ke kantin? aku dapat bocoran jika menu siang ini adalah steak salmon!“ ucap Nada keheranan pada Kika.
Kika menggeleng. “Perutku mulas, aku mau ke toilet dulu!“
“Baiklah, aku tunggu di kantin, ya?“ pamit Nada.
Kika menghela nafasnya sejenak, mentalnya belum kuat menghadapi anak-anak orang kaya di sekolah ini.
Kika akhirnya memutuskan untuk naik ke atap sekolah karena ingin sendirian. Tadi pagi ibunya membawakan singkong goreng, oleh karena itu dia ingin memakannya secara diam-diam di atap sekolah.
Tanpa dia sadari ternyata ada Red di atap sekolah itu bersama seorang anak perempuan.
“Kenapa kau memanggilku ke sini?“ tanya Red gusar.
Anak perempuan itu tampak malu-malu pada Red, dia mendengar kabar jika Red berstatus jomblo. Karena itu, dia ingin mengungkapkan perasaannya pada pemuda tampan yang digilai satu sekolah itu.
“Red, aku selama ini menyukaimu!“ ucapnya.
Mendengar itu, Red hanya diam tanpa ekspresi. Karena dia sudah menduga jika dia akan mendapat pernyataan cinta lagi. Bahkan seminggu ini ada 3 anak perempuan yang mengungkapkan cinta padanya.
“Kau mau jadi pacarku begitu?“ cecar Red.
“Iya, aku mau jadi pacarmu!“
“Berarti kau harus minta izin pada Paul!“
“Paul?“
“Paul itu harimau putih kesayangan keluargaku!“
“Harimau?“
Anak perempuan itu mulai takut, dia disuruh minta izin pada harimau?
“Paul itu pemilih, jika dia tidak suka seseorang tanpa ragu dia akan menggigit orang itu!“ jelas Red lambat-lambat.
Anak perempuan itu mulai goyah, akhirnya dia mengurungkan niatnya atau nyawanya melayang. Dia tahu ini penolakan dari pemuda itu.
“Lupakan perkataanku, Red!“ ucapnya kemudian.
Kika yang melihat dan mendengar semua itu merasa kaget, dia memutuskan untuk kembali ke kelasnya tapi karena ceroboh dia menjatuhkan kotak singkong goreng yang ada di tangannya.
“Mati aku!“ batin Kika dengan memungut kotak tersebut.
Dia ingin buru-buru pergi tapi tiba-tiba kerah baju belakangnya ada yang menarik. Saat kepalanya menoleh, Kika semakin gugup karena ternyata Red pelakunya.
“Kau gadis gerobak itu, 'kan?“ tanya Red tanpa basa basi. Sedari di kelas tadi, Red mengingat-ngingat wajah Kika karena merasa familiar.
“Jangan memanggilku seperti itu!“ sahut Kika panik.
Red melepaskan tarikannya dan kini dia saling berhadapan dengan Kika.
“Tolong jangan beritahu siapapun tentang siapa aku sebenarnya!“ pinta Kika memohon dengan memberikan kotak singkongnya.
Setelah berkata seperti itu Kika langsung berlari meninggalkan Red, sementara Red merasa penasaran dengan isi kotak yang diberikan Kika padanya.
Mata Red membola saat melihat isi dari kotak tersebut. “Biasanya para gadis akan memberiku cake, coklat, cupcake atau makanan berkelas lainnya. Dan gadis gerobak itu memberiku singkong goreng?“
*****
Keesokan harinya, Red lagi-lagi merasa kesal karena ada anak perempuan yang mengungkapkan cinta pada dirinya lagi.
Kali ini, anak perempuan itu nekat mendatangi Red ke kelasnya. Dan tentu semua anak di kelas XII IPA-1 menyaksikan itu semua termasuk Kika.
“Aku sudah lama menyukaimu, Red!“ ucap anak perempuan itu untuk kesekian kalinya.
“Terima! Terima! Terima!“
Satu kelas bersorak karena mereka sudah dibayar oleh anak perempuan itu untuk mendukung dirinya.
Red berdiri dari duduknya membuat anak perempuan itu senang bukan main, dia mengira Red akan mendekatinya tapi dia salah justru Red mendatangi Kika yang duduk di bangkunya.
“Beib, sepertinya kita tidak perlu merahasiakan hubungan kita lagi!“ ucap Red dengan tatapan membunuh pada Kika.
Kika menelan ludahnya kasar, sebenarnya kenapa ini?
Sampai akhirnya Red berkata lagi. “Sebenarnya aku dan Kika pacaran!“
“Oh my God!!!“
Semua anak berteriak tidak percaya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
HNF G
hahahaha.... hayo loooo
2023-03-17
0
Ifabila 2
hihihihi...lucu jg nama² ny
2023-01-11
0
Ayuna
namanya unik2...
Red,Black,Pink,Green😍😍😍
2022-07-18
0