Jessie menginjak sepatu Kika dan sengaja menekan kuat injakannya. Bahkan teman-temannya memegang tubuh Kika membuat gadis itu tidak bisa bergerak dan melawan.
“Rasakan ini!“ ucap Jessie. “Kau itu tidak pantas untuk bersanding dengan Red!“
Kika merasa de javu, dia merasa kejadian di sekolah lamanya terulang kembali. Padahal dia sudah menyesuaikan diri sampai berbohong dan memalsukan identitasnya, tapi kenapa ujungnya dia tetap di bully?
“Lepaskan dia!“
Tiba-tiba suara itu terdengar membuat Jessie dan gengnya menoleh ke asal suara. Mereka langsung melepaskan Kika karena ketua osis sudah berdiri sambil bersidekap dengan tatapan tajamnya.
“Kau lagi Jessie! kemarin aku sudah menutup mataku tapi sekarang kau berulah lagi!“ ucap Ed dengan mengeratkan gigi gerahamnya.
“Ed__ aku hanya bercanda!“ sahut Jessie memberi alasan.
“Untuk kesekian kalinya aku akan menutup mataku! Tapi sekali lagi aku melihatmu berulah, aku tidak akan segan-segan melaporkan mu pada dewan sekolah!“ ancam Ed yang membuat Jessie dan gengnya langsung bubar.
Setelah melihat Jessie dan gengnya sudah menghilang, Ed mendekati Kika yang masih tertunduk.
“Tidak ada pelanggaran yang tidak aku tahu di sekolah ini, jadi kau sangat beruntung bisa bersekolah di sekolah yang mempunyai ketos seperti aku!“ ucap Ed berusaha menghibur Kika dengan caranya.
Tanpa Ed duga, tiba-tiba Kika memeluknya dan menangis tersedu di sana.
“Kenapa Ed? tidak di sekolah lamaku tidak di sekolah ini, kenapa hal seperti ini terjadi padaku? padahal aku sudah berusaha membaur bahkan sampai berbohong!“ ucap Kika menyampaikan keluh kesahnya.
Ed tidak bisa menjawab tapi dia mempunyai solusi, untuk itu dia membawa Kika ke perpustakaan.
“Kenapa kita kesini, Ed?“ tanya Kika kebingungan.
“Mulai sekarang, setiap jam istirahat kau harus kemari karena mulai sekarang aku akan menjadi tutor belajarmu!“ sahut Ed dengan jiwa kepemimpinannya yang kental.
“Tutor belajar?“ tanya Kika lagi memastikan.
Ed mengangguk. “Setidaknya kau harus mempunyai prestasi dan pintar, Kika. Jangan mengandalkan keberuntunganmu!“
“Kau harus menunjukkan pada mereka jika kau siswi berprestasi supaya tidak ada yang memandang kau sebelah mata!“
Ed mencoba memberi motivasi pada Kika jika menjadi korban bully, jangan hanya pasrah menerima keadaan tapi berusaha melawannya.
“Kita mulai sekarang!“ ucap Ed dengan memberikan Kika sebuah buku matematika. “Hafalkan rumus-rumus aljabar ini dengan benar, aku akan membeli minum dulu!“
Kika menatap punggung Ed yang menjauh, dia tidak menyangka Ed akan begitu baik padanya. Dan benar kata pemuda itu, dia harus berprestasi supaya tidak ada anak-anak yang memandang rendah dirinya.
Tapi dasarnya otak Kika minimalis, dia justru tertidur karena melihat dan menghafal rumus-rumus aljabar.
Ed yang kembali dengan membawa dua minuman soda kaleng merasa kesal melihat Kika yang tertidur.
“Ck, gadis bodoh ini!“ decaknya.
Tapi saat melihat wajah Kika yang damai saat tidur membuat Ed tidak tega membangunkan gadis itu.
Justru Ed sekarang duduk di samping Kika dan menumpukan kepalanya di atas buku seperti yang dilakukan Kika, akhirnya Ed ikut tertidur di sana.
Sampai suara bell sekolah berbunyi dan membangunkan keduanya.
Keduanya saling membuka mata dan bertatapan. Mereka terdiam cukup lama sampai wajah Kika merona karena menyadari jika Ed sangat tampan saat bangun dari tidur.
Hal sama juga Ed rasakan, Kika terlihat begitu cantik dengan wajah meronanya.
“1 7 5 4 8, Sial aku tidak bisa menghitung dengan benar!“ umpat Ed dalam hatinya karena merasakan debaran aneh dalam dirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
Ajusani Dei Yanti
beuuuuuu suho sma jukyung nongol di sini
2023-04-06
0
HNF G
Hai kika..... kau melupakan red diatap
2023-03-17
0
Ayuna
Rata2 begitu klo belajar Matematika😂😂😂😂
2022-07-18
0