Keesokan harinya bertepatan dengan hari minggu, Kika bersiap untuk ke mansion Red karena pemuda itu terus-terusan mengancamnya kalau dia tidak datang ke sana.
Suara klakson mobil terdengar, sebuah mobil mewah menjemput Kika.
“Hallo Nona, perkenalkan nama saya Bern. Saya kemari ditugaskan oleh tuan muda Red untuk menjemput, Nona!“ ucap Bern hormat pada Kika.
Kika merasa canggung diperlakukan seperti itu, apalagi para tetangga keluar rumah melihat mobil yang menjemputnya.
Orangtuanya mulung tapi anaknya dijemput mobil mewah!
Pasti itu yang ada dipikiran mereka. Oleh karena itu, Kika cepat masuk ke dalam mobil supaya cepat pergi dan tidak jadi bahan pergunjingan lagi.
Setelah ini Kika akan memberi ultimatum pada Red supaya pemuda itu tidak melakukan hal yang berlebihan.
Sementara di mansion keluarga Red, semua anggota keluarga sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
“Mom, aku mau latihan bersama band-ku, sebentar lagi akan ada pensi di sekolah jadi aku harus menunjukkan pada mereka semua kalau aku rocker sejati!“ pamit Black pada mommy-nya saat akan pergi. “Cium anak tampan mu, Mom!“
Blue segera menghujani ciuman pada wajah Black yang mana membuat Pink dan Green merasa geli dengan kakak kedua mereka yang terkesan seperti anak bontot yang manja.
“Iuhhh__ aku pengen rasanya video anak mommy dan aku kirim ke akun gosip sekolah!“ ucap Pink dengan mengarahkan kamera ponselnya pada Black.
“Kalian itu tertukar nama seharusnya Black ke Pink dan Pink ke Black!“ timpal Green terkekeh.
“Mom__ coba lihat mereka!“ ucap Black sambil memeluk Blue dengan posesif.
“Kalau sampai benar terjadi pasti satu sekolah heboh karena justru mengira kalau mommy pacarnya Black!“ sela Red yang ikut bergabung dengan saudara-saudaranya.
“Itu benar! Kenapa mommy bisa sangat awet muda? padahal mommy jarang memakai skincare dan perawatan!“ cecar Pink yang membuat Blue bingung harus menjawab apa.
Si kembar 4 menatap Blue menunggu jawaban dari mommy mereka.
“Itu karena mommy suka main kuda-kudaan dengan daddy Ayang kalian!“ jawab Blue memberi alasan.
Naku yang baru turun ke lantai bawah samar-samar mendengar percakapan antara istri dan anak-anaknya.
“Ehem! Sudah daddy bilang berulang kali jangan bertanya hal seperti itu pada mommy kalian! Seharusnya kalian senang mempunyai mommy awet muda!“ ucap Naku kemudian.
“Ayang!“ Blue langsung mendekati suaminya dengan manja saat melihat Naku datang.
Blue memeluk Naku seperti minta perlindungan yang terkesan seperti sugar baby dan Naku jadi sugar daddy-nya.
“Untung mommy jarang keluar mansion!“ gumam si kembar 4.
“Aku sudah terlambat, aku pergi dulu!“ pamit Black.
“Sepertinya Chip dan Triple L sudah menunggu kita! Ayo kita juga pergi!“ ajak Green pada Pink yang sudah membuat janji bertemu dengan sepupu mereka.
Tertinggal Red seorang yang menunggu Kika datang ke mansion.
“Kau tidak pergi, Red?“ tanya Naku pada anak sulungnya.
“Tidak, aku menunggu tamu datang!“ jawab Red.
“Baiklah kalau begitu, daddy akan ke kamar dulu!“ pamit Naku yang tidak tahan karena Blue yang menggodanya. Pria itu langsung menggendong istrinya menjauh.
“Daddy Ayang, daddy Ayang!“ gumam Red geleng kepala melihat tingkah orangtuanya yang selalu seperti pasangan baru menikah.
*****
Kika sudah sampai di mansion dan Bern langsung meminta gadis itu untuk masuk karena Red sudah menunggunya.
Bern membawa Kika ke hutan lindung yang berada dekat danau buatan. Di sana Red sudah menunggangi kuda kesayangannya.
“Kau boleh pergi, Bern!“ ucap Red pada asistennya.
Tapi Kika menggelengkan kepalanya menatap Bern seolah dia tidak mau ditinggal berdua dengan Red.
“Saya permisi, Nona!“ pamit Bern kemudian.
Kika menghela nafasnya panjang dan memberanikan diri menatap Red di sana. “Red, dagingku rasanya pahit, harimau mu pasti tidak suka!“
“Kau tidak punya panu, 'kan?“ tanya Red memastikan. “Paul tidak suka orang yang berpanu!“
Lalu Red mengulurkan tangannya. “Ayo naik!“
Seumur hidup baru kali Kika naik kuda dengan gugup dia menerima uluran tangan Red yang badannya langsung ditarik pemuda itu untuk duduk di depannya.
“Pegangan!“ ucap Red menarik kekang kuda supaya kudanya berjalan.
Kika merasa seperti seorang putri di dongeng-dongeng yang sering dia baca. Benar kata nenek misterius malam itu, takdirnya kini berubah.
Tiba-tiba Red menghentikan kudanya di tengah hutan, dia bersiul untuk memanggil Paul. Dan tak lama harimau putih jantan datang mendekat.
Harimau itu langsung menatap tajam Kika karena merasa asing dengan gadis itu. Otomatis badan Kika gemetar ketakutan, disaat dia ketakutan Red justru memintanya turun.
“Aku tidak mau!“ tolak Kika dengan memegang tangan Red dengan kuat.
“Kau harus membuktikan jika kau tidak melakukan pelet, Kika. Dan hanya Paul yang bisa menilai semua itu!“ jelas Red.
“Astaga, jadi ini masalah pelet?“ tanya Kika tidak percaya.
Karena tidak sabar, Red menurunkan Kika dengan paksa. Di detik Kika turun, di detik itu juga Paul mendekatinya.
“Paul oh Paul, kau sangat gagah dan tampan. Kalau kau jadi manusia pasti kau akan setampan Ji Chang-wook!“ ucap Kika berusaha menjinakkan Paul yang semakin mendekatinya.
Red terus memperhatikan Paul dari atas kudanya dan siapa sangka Paul menjilati wajah Kika di sana. Dan pemandangan itu membuat jantung Red semakin berdebar tak karuan. Paul sangat pemilih, harimau itu sering menyerang pelayan mansion karena itu sekarang Paul dilepas di hutan.
“Cukup, Paul!“ ucap Red. “Kau boleh pergi!“
Dan Red sekarang yakin jika Kika tidak memelet dirinya.
“Hormon dopamin anda meningkat, Bos!“
Veronica melapor karena terjadi lonjakan pada tubuh Red. Hormon dopamin atau bahagia itu begitu mendominasi.
Lalu Red berdehem menatap Kika yang membersihkan wajahnya bekas jilatan Paul sebelumnya.
“Beib, ayo kita makan seblak!“ ajak Red kemudian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
mama galaau
Selamat ya kika...
makasih Paul... smoga km g ketularan majikan mu yg Absurd... be a normal tiger, ok 😉
2023-05-15
0
HNF G
hahahaha..... Sultan makan seblak
2023-03-17
0
Alexandra Juliana
Suka seblaknya menurun ke cucu Arse..😁😁
2023-03-09
0