Red yang baru datang langsung melepas jaketnya dan tanpa banyak bicara dia mengikatnya di pinggang Kika.
“Ini kenapa?“ tanya Kika yang tidak mengerti.
“Kau mau pahamu terlihat?“ sahut Red dengan memakai helmnya.
Benar juga kata Red, memang seragam anak perempuan di sekolah mereka roknya sangat pendek. Kalau dipakai naik ke motor besar Red pasti akan naik ke atas.
Kika tidak menyangka Red bisa peduli dengan hal sekecil itu. Diam-diam gadis itu mengulum senyumnya.
“Pegangan!“ ucap Red saat Kika sudah naik ke jok belakang dan pemuda itu sudah siap memutar gasnya.
Dengan ragu Kika melingkarkan kedua tangannya di pinggang Red dan sedetik kemudian Red melajukan motornya meninggalkan area sekolah.
Di dalam perjalanan tidak ada obrolan di antara mereka. Sampai saat mendekati komplek rumah sewaan Kika, gadis itu mendekatkan wajahnya ke telinga Red.
“Berhenti di jalanan besar aja!“ ucapnya.
“Kenapa? Aku ingin mengantarmu sampai depan pintu rumahmu!“ sahut Red dibalik helmnya.
“Tidak apa-apa!“
Lagi-lagi Red merasa kesal karena Kika yang menolak kemurahan hatinya.
“Daddy ku selalu mengajariku tanggung jawab!“ ucap Red yang tidak terbantahkan.
Bukannya apa, Kika tentu saja malu dengan keadaan rumahnya. Rumahnya hanya rumah sewaan kecil, banyak barang-barang hasil mulung pula. Sangat berbanding terbalik dengan mansion yang dimiliki Red.
Dan benar saja, Red yang ngotot mengantar Kika pulang sampai pintu depan rumahnya terdiam melihat kondisi rumah itu.
“Terima kasih, Red!“ ucap Kika dengan tertunduk malu.
Bersamaan dengan itu, orangtua Kika baru pulang mulung dengan Herman yang mendorong gerobak sampah dan Simi yang berjalan mengiringi suaminya.
“Anaknya ibu baru pulang sekolah!“ tegur Simi di sana.
Kika semakin malu pada Red karena keadaan orangtuanya sekarang.
“Temannya Kika, ya?“ tanya Herman pada Red yang masih berada di motornya.
Merasa tidak sopan, Red segera membuka helmnya membuat Herman dan Simi terpukau melihat ketampanan Red.
“Hallo Om dan Tante. Saya Red, teman sekelasnya Kika!“ ucap Red sesopan mungkin.
“Gak usah panggil om tante, panggil bapak ibu aja!“ sahut Herman.
“Ayo masuk anak ganteng!“ ajak Simi. “Maaf rumahnya Kika ya begini keadaannya!“
Karena merasa tidak enak hati tentu saja Red memenuhi ajakan Simi. Pemuda itu masuk ke dalam rumah Kika dan duduk di ruang tamu yang sofanya pun banyak lubangnya.
“Ibu sama bapak tinggal dulu, mau mandi!“ pamit Simi yang diangguki oleh Red.
Setelah kepergian orangtua Kika, Red tampak memindai setiap sudut rumah itu. Bahkan ukuran kamarnya di mansion jauh lebih besar daripada rumah keluarga Kika.
Sekarang Red tahu kenapa Kika begitu mati-matian menutupi identitas aslinya di sekolah.
Red yang sudah terlahir kaya tidak suka melihat kondisi keluarga Kika seperti itu.
“Bagaimana kalau aku membantu orangtuamu supaya memiliki pekerjaan yang layak?“ tanya Red pada Kika saat gadis itu memberinya minum.
“Membantu apa?“ tanya Kika balik.
“Aku bisa membuatkan toko atau usaha yang bisa dikerjakan orangtuamu!“ jawab Red tanpa ragu.
Sebenarnya Kika merasa senang tapi tidak dengan orangtua Kika yang menolak tawaran dari Red saat pemuda itu mengutarakan niat baiknya.
“Terima kasih untuk tawarannya tapi kami tidak ingin hutang budi. Kami sudah bahagia hidup seadanya!“ tolak Herman.
Kika merasa kecewa pada orangtuanya, mungkin karena bergaul dengan anak-anak orang kaya membuat jiwa gengsi pada diri Kika jadi gede-gedean.
*****
Red kembali ke mansion dengan perasaan tidak menentu, dia tidak menyangka orangtua Kika menolak tawarannya. Ternyata masih ada orang yang menjunjung harga diri keluarganya seperti yang orangtua Kika lakukan.
“Ming, di mana mommy dan daddy?“ tanya Red pada kepala pelayan.
“Ada di danau, Tuan Muda,“ jawab Ming.
Red segera mendatangi orangtuanya yang berada di danau buatan yang ada di mansion.
Di sana daddy Naku tampak membahas hal penting dengan orang kepercayaannya, Bern. Dan Bern juga menjadi asistennya dalam menjalankan perusahaan karena sama seperti Naku, Red lebih suka bermain di belakang layar.
Sementara mommy Blue tampak berbaring santai di pelampung berbentuk flaminggo lengkap dengan kacamata dan jus jeruk di tangannya.
Pink juga ada di sana untuk melakukan vlog yang akan dia unggah di akun sosial media miliknya.
“Tuan Muda,“ sapa Bern saat melihat Red mendekat.
“Apa ada hal penting, Dad?“ tanya Red pada Naku.
“Hanya masalah kecil, daddy bisa mengatasinya dengan Bern!“ jawab Naku.
Merasa tidak ada masalah, Red duduk bersama dengan Pink yang telah selesai membuat video.
“Dimana Black dan Green?“ tanya Red pada adiknya itu.
“Black sibuk dengan teman-temannya, Green ada di mansion, Oma!“ jawab Pink dengan menatap kakaknya. “Apa benar kakak pacaran dengan Kika?“
“Kenapa?“ tanya Red balik.
“Barang-barang yang dia pakai palsu semua!“ jawab Pink apa adanya karena dia tahu selera cewek yang dipacari kakaknya selama ini. “Aku sih tidak masalah, tapi__“
“Ya, aku tahu!“ sela Red yang tahu maksud dari adiknya.
Kehidupan Red dan Kika sangat jauh berbeda seperti langit dan bumi.
Byur!
“Ayang!“
Tiba-tiba suara dari mommy Blue membuat semua yang ada di sana menoleh pada wanita cantik yang wajahnya tampak tidak menua itu.
Ternyata Blue terjatuh ke danau, membuat Naku segera berenang untuk membantu istrinya.
“Ay, kau tidak apa-apa?“ tanya Naku panik saat berhasil menjangkau istrinya.
Blue mengalungkan kedua tangannya di leher kokoh suaminya karena dia memang sengaja menjatuhkan dirinya ke danau. “Ayang, aku ingin making love di dalam air!“
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
kepo ya...
haduh.., kumat deh
2023-05-12
0
tina_sa
astaga blue wizard,ada anak mu disana lihat situasi donk klo mau enak enak😂
2023-04-05
0
HNF G
haaa..... paraahhh..... inget, ada anak2mu disitu😂😂😂😂😂😂🤦♀️🤦♀️🤦♀️
2023-03-17
0