Kaki jenjang Jessie menghentak-hentak di depan pintu ruangan BK, karena dia mengumpat di kelas sebelumnya, sekarang gadis cantik itu harus mendapat teguran dari guru BK.
“Anak-anak di mana sih,“ kesalnya sambil bermain ponsel memeriksa grup chat gengnya.
Ternyata geng Jessie berada di parkiran sekolah menunggunya. Gadis itu langsung ke parkiran tapi ada yang menarik perhatiannya saat melewati parkiran motor yang berada di samping parkiran mobil.
Rupanya ada Kika yang bersender di motor Red, gadis itu menunggu Red yang saat ini masih di toilet.
“Cih, kebetulan sekali aku butuh pelampiasan!“ decih Jessie menghampiri Kika di sana.
Saat itu Kika sedang bermain ponsel tapi tiba-tiba ponselnya direbut seseorang, sontak Kika langsung menatap tajam pada orang itu.
“Jessie! Kembalikan!“ teriak Kika yang tidak terima.
Jessie tersenyum sinis dengan menghempas ponsel Kika ke tanah lalu menginjaknya. “Kau itu tidak pantas memakai barang mahal begini!“ pungkasnya.
Tentu saja Kika semakin tidak terima atas perlakuan Jessie padanya. Refleks dia langsung menendang kaki Jessie sekuat tenaga.
Dug!
“Menyingkir atau kaki mu patah!“ ancam Kika, gadis itu berusaha mengambil ponselnya tapi dasarnya Jessie belum puas untuk menindas Kika, Jessie malah menendang pasir mengenai wajah Kika yang menunduk ke bawah.
“Aduh!“ keluh Kika yang matanya kemasukan pasir. Kika mengusap matanya, gadis itu merasa kesakitan.
Jessie tidak menyangka pasir yang ditendangnya akan mengenai mata Kika, sebelum ketahuan dia dengan cepat berlari ke parkiran mobil untuk mendatangi gengnya.
“Sakit!“ Kika terus mengucek matanya sambil berjalan dan meraba apapun yang bisa dia jangkau.
Red yang baru menyelesaikan urusannya dari toilet langsung ke parkiran di mana Kika menunggunya. Tapi pemandangan Kika yang kesakitan justru dia dapatkan.
“Beib!“ seru Red dengan berlari mendatangi Kika yang masih berusaha meraba sesuatu.
Sampai Red mendekat dan tangan Kika yang memegang lengan pemuda itu dengan kuat.
“Mataku!“ keluh Kika yang masih memejamkan matanya.
Red panik, dia segera menggendong Kika ke wastafel yang ada di parkiran sekolah. Red mengambil air dan berusaha membasuh mata Kika memakai air dari kran wastafel.
“Bagaimana ini bisa terjadi?“ tanya Red sambil terus membasuh mata Kika.
Kika masih tidak bisa menjawab karena rasa perih di matanya. Dia berusaha mengerjap-ngerjapkan matanya supaya pasir yang masuk ke matanya bisa terbawa air.
Hingga beberapa menit berlalu, akhirnya mata Kika bisa terbuka walaupun masih perih.
“Thanks, Red!“ ucap Kika sambil mengelap wajahnya yang basah.
“Kita ke rumah sakit sekarang!“ tegas Red yang takut terjadi apa-apa pada mata Kika.
“Aku baik-baik saja,“ tolak Kika dengan mengambil ponselnya yang sudah retak karena kuatnya injakan kaki Jessie. “Huft!“
Kika membalik badannya dan berpamitan pulang pada pacarnya. “Aku pulang sendiri saja, Red!“
“Kau sebenarnya kenapa, Beib?“ tanya Red semakin khawatir. “Aku akan mengantarmu pulang!“
Red menarik tangan Kika untuk mendekati motornya berada dan memberikan helm untuk Kika pakai tapi gadis itu tidak mau menerimanya.
“Aku tidak bisa, dekat denganmu membuatku mengalami hal buruk, Red. Jadi, sebaiknya kita akhiri saja!“ ucap Kika yang tidak mau mengalami perundungan lagi.
Mata Red membulat tidak percaya. “Kau mengajak putus?“
“Kita bukan pasangan sungguhan, 'kan! Jadi, lebih baik kita akhiri pacaran simbiosis ini supaya anak perempuan yang mengejarmu tidak melampiaskan semuanya padaku!“ ungkap Kika.
Red mengacak rambutnya kasar. “Astaga, aku merasa patah hatinisasi!“
*****
Selamat tahun baru readers semua. 🥳🥳🥳
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
💝GULOJOWO💝
😂😂😂😂😂😂
2022-08-24
0
Ayuna
aduh aduh...baru ngrasain patah hati yeahhh
2022-07-18
0
karomah arifin
bahasanya red itu bikin aku gagal fokus
2022-07-09
0