“Ming! Ming!“ panggil Red pada kepala pelayan dengan menggandeng tangan Kika masuk ke mansion.
Ming setengah berlari mendatangi tuan mudanya yang menggandeng seorang gadis. Baru pertama kali Ming melihat Red membawa teman perempuannya jadi dia sedikit terkejut walaupun tahu jika pemuda itu sering gonta ganti pacar.
“Buatkan kami seblak dan antar ke Lab kalau sudah jadi!“ ucap Red.
“Baik, Tuan Muda.“
Lalu pandangan Red kembali pada Kika. “Ayo kita masuk ke Lab ku, Beib!“
Kika merasa merinding dengan perubahan sikap Red padanya. Tapi jiwa budaknya lagi-lagi mendominasi dirinya, gadis itu hanya pasrah saat tangannya ditarik ke sana kemari.
Saat sampai di Lab, Red meminta Kika duduk di depan layar komputer canggihnya. Layar hologram tampil di komputer itu di mana Red akan memperkenalkan seluruh anggota keluarga besarnya.
“Ingat baik-baik anggota keluargaku, Beib. Opa ku punya 6 anak, kembar 5 laki-laki dan 1 perempuan! Daddy-ku salah satu dari kembar 5 itu dan aku sendiri kembar 4!“ jelas Red yang membuat Kika pusing seketika.
Gadis itu lebih memilih melihat ke layar komputer langsung tapi fokusnya malah tertuju pada profil Ed, Kika membaca seksama biodata Ed yang ternyata pemuda itu sama seperti dirinya yang seorang anak tunggal.
“Daddy Ed itu kakak tertua namanya uncle Tira, istrinya seorang dokter namanya aunty Timmy,“ jelas Red yang tahu fokus Kika kemana.
Kika langsung terkesiap. “Um, aku tidak tanya! Kenapa kau memberitahuku semua ini, Red? Apa pentingnya bagiku? Kita kan hanya pacaran pura-pura?“
Pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari mulut Kika membuat Red berjongkok karena dengan memegang tangan gadis itu.
“Beib, mau kah kau jadi pacarku sungguhan?“ tanya Red dengan mengeluarkan jurus bujuk rayu mautnya yang selama ini dia pakai untuk menembak cewek yang dia sukai.
Kika semakin tidak mengerti akan sikap Red padanya, Nada pernah bercerita jika Red seorang playboy yang pacarnya tidak ada lebih dari seminggu dia pacari. Kika takut akan bernasib sama seperti mantan-mantan Red, lebih baik mereka menjadi pacar simbiosis seperti sekarang kan.
“Kita lebih baik seperti sekarang saja, Red!“ tolak Kika dengan nada selembut mungkin supaya pemuda itu tidak marah padanya.
Untuk pertama kalinya Red ditolak seorang cewek, dadanya langsung sakit sampai pemuda itu kesulitan bernafas.
“Red, kau tidak apa-apa?“ tanya Kika cemas saat Red memegang dadanya dengan nafas tersengal-sengal. “Apa kau punya penyakit asma?“
Bersamaan dengan itu, Ming masuk ke Lab dengan membawa seblak yang sudah jadi.
“Kenapa, Nona?“ Ming ikut panik.
“Sepertinya Red mempunyai penyakit asma!“ jawab Kika spontan.
Ming merasa aneh, selama bekerja dengan keluarga Naku dia tidak pernah mendapati tuan muda atau nona mudanya sakit asma.
Akhirnya Ming membantu Kika untuk memapah tubuh Red ke kursi karena sebelumnya Red ambruk di lantai.
“Minum dulu, Red!“ ucap Kika dengan memberi pemuda itu air minum.
Red segera meminumnya hingga tandas, setelah itu dia menatap Kika dengan tajam.
“Kau gadis pertama yang berhasil membuatku seperti ini!“ geram Red yang tidak terima penolakan Kika.
“Pertama kau memberiku singkong goreng, kedua dengan berani kau menari-nari di kepalaku, ketiga kau menolakku! Itu kesalahan fatalmu, Kika!“
Kika mulai takut, dia membayangkan dibuat eksperimen oleh Red mengingat sekarang Kika ada di Lab pemuda itu.
“Ma__ maafkan aku, Red! Tapi semuanya terjadi tidak sengaja. Dan untuk pacaran sungguhan, apa kau yakin? Kau tahu statusku siapa, 'kan?“ Kika berusaha menenangkan Red.
Ming yang melihat kedua sejoli itu hanya bisa mengulum senyumnya, dia jadi mengingat cinta monyetnya waktu zaman sekolah.
“Lebih baik makan seblaknya dulu, Tuan Muda. Nanti kalau dingin tidak enak lagi!“ ucap Ming kemudian.
Dan berhasil, Red mulai luluh dan menatap mangkok berisi seblak yang kelihatannya enak.
“Kita pause dulu karena aku lapar!“ ucap Red mulai menyantap seblaknya.
“Aku tidak menyangka, kau menyukai seblak!“ sahut Kika yang juga mulai memakan seblak di depannya.
“Ini tradisi turun menurun, kata Opa semua masalah itu harus kita tumpahkan pada seblak. Capek nyeblak, badmood nyeblak, galau nyeblak, gak punya ide nyeblak, semuanya seblak!“ jelas Red.
Kika semakin penasaran bagaimana rupa Opanya Red yang maniak seblak itu, tiba-tiba ponsel Kika bergetar karena mendapat panggilan video dari Ed.
“Ed?“ gumam Kika saat meraih ponselnya.
Kika menjawab panggilan itu karena takut ada hal penting, tapi tanpa dia duga Red mendekat ke wajahnya yang membuatnya kaget setengah mati.
“Jika kau berani menerima panggilan itu, aku akan mencium mu saat ini juga!“ ucap Red dengan nada ancaman yang kental.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
15_01 RD
kalau aku ke baso 🤭🤭
2023-06-20
0
mama galaau
klo aq, ya q angkat, kan dpt cium 😂
2023-05-15
0
mama galaau
syakit bgt ya... ditolak anak biasa lho ini... bukan anak sultan
2023-05-15
0