Ed menatap langit-langit kamarnya karena matanya enggan terpejam, bayangan Kika di kantin tadi siang selalu menari-nari di kepalanya.
“Ck, ingat Ed. Gadis itu, gadis bodoh!“ Ed bermonolog pada dirinya sendiri.
Karena standard pacar Ed haruslah yang berprestasi setidaknya dia harus pintar dalam bidang matematika atau fisika.
Tok! Tok!
Pintu kamar Ed diketuk, karena tidak dikunci Tira sang daddy bisa masuk ke kamar putra semata wayangnya.
“Dad, ada apa?“ tanya Ed yang melihat daddy-nya masuk ke kamarnya.
“Syukurlah, kau belum tidur. Daddy akan melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri jadi berpamitan padamu karena besok harus berangkat mendadak!“ ucap Tira kemudian.
“Dan mommy?“ tanya Ed lagi.
Tira mendengus kasar karena Timmy yang selalu negative thinking padanya.
“Mommy akan ikut, kau tidak apa-apa sendirian di mansion? Mau menginap di mansion Opa atau sepupu-sepupu mu?“ sahut Tira.
“Aku akan menginap di mansion Opa saja!“ ucap Ed yang terbiasa di tinggal orangtuanya.
“Kau memang sama seperti daddy, normal dan mandiri!“ ucap Tira bangga.
Sampai Tira akan keluar kamar dan Ed berkata. “Jangan lupa tutup pintunya, Dad. Tutup dengan pelan dan hati-hati, jangan sampai menimbulkan suara. Gunakan 200 kalori saja energi daddy!“
Tira mendengus kasar. “Lupakan kata-kataku tadi!“
*****
Sementara Red sedang sibuk berkutat di layar komputernya untuk melihat barang-barang wanita. Dia membeli sejumlah keperluan untuk Kika, menjadi pacarnya tidak boleh kelihatan lusuh.
Dari tas, sepatu, jam tangan, bahkan jepitan rambut pun Red beli untuk merubah penampilan Kika. Dengan segala koneksi yang dia miliki barang pesanannya harus diantar malam ini juga di rumah Kika.
“Kita lihat perubahan gadis singkong goreng itu!“ gumam Red kemudian.
Keesokan harinya, Red bersiap berangkat sekolah seperti biasa. Sebelum berangkat pemuda itu bergabung di meja makan untuk sarapan bersama keluarganya.
“Kau kemana saja, heh!“ ucap Red dengan melempar sendok pada adik laki-lakinya.
“Sakit, Kak!“ protes Black karena sendok itu mengenai jidatnya. Lalu dia merengek pada mommy Blue yang membawa 4 gelas susu di meja. “Mom, jidatku sakit. Aku masih tampan, 'kan?“
“Oh my Black, kau anak mommy paling tampan!“ sahut Blue dengan mengecup jidat Black membuat pemuda itu kemenangan. Black menjulurkan lidahnya pada Red di sana.
“Cih, anak mommy!“ umpat Red kesal melihat tingkah manja Black.
“Kalau saat main musik sok jadi rocker padahal aslinya juga hello kitty,“ timpal Green.
“Ini cuma rahasia di keluarga kita, jangan sampai di sekolah ada yang tahu, ya!“ ancam Black memandangi wajah saudaranya satu persatu.
Hanya Pink yang tidak menanggapi ancaman Black karena dia sibuk memfoto menu sarapannya untuk dia unggah di akun sosial media miliknya.
“Ehem! Sudah berdebatnya, kita mulai sarapan dengan tenang!“ ucap Naku berusaha bijak.
Blue langsung naik ke paha suaminya untuk minta disuapi membuat Naku merasa tidak nyaman karena anak-anak mereka sekarang sudah remaja.
“Ay, jangan begini di depan anak-anak. Kita sudah bahas ini berulang kali,“ ucap Naku selembut mungkin.
“Jadi Ayang tidak mau menyuapiku lagi?“ tanya Blue sedih.
“Bukan begitu tapi jadilah mommy yang normal untuk anak-anak kita,“ sahut Naku memberi pengertian.
“Jadi selama ini aku bukan mommy yang normal?“ tanya Blue pada anak-anaknya.
Si kembar 4 mengangguk bersama. “Mommy hanya sibuk mengejar-ngejar daddy!“
“Mommy tidak pernah memasak untuk kami!“__ Red.
“Saat aku tanya soal yang tidak aku mengerti, Mommy menjawab dengan kata-kata aneh!“__ Green.
“Mommy tidak tahu apa itu, Hermes, Dior, Gucci, Chanel!“__ Pink.
Hanya Black harapan Blue satu-satunya tapi si anak mommy itu berkata. “Mommy suka mengurung daddy di kamar sampai sakit pinggang!“
*****
Red yang sudah menyelesaikan sarapannya, menuju garasi mansion untuk mengambil motor besarnya. Black suka memakai mobil sementara kedua adik perempuannya di antar jemput oleh supir pribadi mereka.
Sebelum ke sekolah, Red menjemput Kika terlebih dahulu sesuai kesepakatan sebelumnya.
Saat Red sampai di depan rumah Kika, pemuda itu segera menelepon Kika supaya gadis itu cepat keluar.
“Aku sudah ada di depan!“ ucap Red disambungan telepon.
Tak lama Kika keluar dari rumahnya dengan penampilan barunya.
“Red!“ panggil Kika.
“Bagaimana, aku cantik tidak?“ tanyanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
Meyke Tobias
si paling ayang😅😂
2024-07-15
0
🍒🍁
wkwkkwkwkwkwk🤣🤣🤣🤣🤣
2023-06-06
0
🍒🍁
normal ya 😅
2023-06-06
0