Bab.16

Pagi pun tiba Laura sudah siap dengan dua tas besar miliknya dan juga milik Yumna, hari ini dia akan kembali ke kediaman sang ibu. Sebelum berpamitan, Laura akan menemui Mario dan menyerahkan Yusra dan meminta Mario menceraikannya.

Nyonya Antiah datang, dan mengelus pundak Laura yang sedang menatap foto pernikahan mereka. "Kamu sudah siap, nak? Ibu akan mengantarmu."

"Aku sudah siap." Jawab Laura mantap, walau hatinya sakit.

Nyonya Antiah dan Laura keluar dari apartemen tersebut, dibantu oleh Jakie yang membawakan barang-barang Laura, dan putri kembarnya.

Mobil pun melaju membelah jalanan ibu kota, yang selalu ramai. Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di depan rumah mewah tersebut.

"Kamu yakin, akan baik-baik saja?" tanya nyonya Antiah, dan Laura pun mengangguk.

Laura turun dari mobil, setelah Jakie membukakan pintu. Laura menggendong Yusra sedangkan Jakie dia membantu Laura membawa barang-barang Yusra.

Laura menghembuskan napasnya, dia berusaha untuk setenang mungkin. Jakie menekan bel beberapa kali. Kemudian pintu terbuka, Mala membulatkan matanya seolah-olah akan keluar.

"No-nona Laura, anda sudah melahirkan?" Mala bertanya dengan gugup, dan Laura hanya tersenyum. 

"Ayo masuk nona, saya akan memanggilkan tuan." Ajak Mala, Laura dan Jakie mengekor Mala.

Setelah Mala melapor pada Mario tentang kedatangannya, Mala menyajikan air minum untuk Laura, dan Jakie.

****

Betapa terkejutnya Mario, saat dia melihat Laura tengah menggendong bayi. Yang dia tahu bayi tersebut perempuan, dengan tergesa Mario melangkah menuruni tangga dengan cepat.

"Laura kamu..." Mario tidak melanjutkan kata-katanya, dia terlalu terkejut mengetahui Laura sudah melahirkan. 

"Kapan kamu, melahirkan Laura?" tanya Mario dengan lirih. "kenapa tidak, memberitahuku?"

"Kemarin, tak lama kamu pergi meninggalkanku. Aku tidak ingin mengganggu kamu dengan nyonya Dania, makanya aku gak beritahu." Jawab Laura, dengan senyum di wajahnya. Padahal hatinya terasa sesak.

"Perjanjian kita sudah selesai Mario, kamu harus segera menceraikan aku. Dan aku akan memberikan putri mu ini." Tutur Laura, dengan air mata menggenang di sudut matanya.

Mario terdiam dia tidak bisa berpikir, mendadak otak cerdasnya jadi bodoh. 

"Tidak Laura, aku tidak bisa melepaskan mu begitu saja. Bagaimana aku tanpamu, apakah hatiku akan baik-baik saja?"  batin Mario, tapi kenyataannya Mario masih berat pada Dania dibanding Laura yang sudah memberinya anak.

Mario memejamkan matanya, dan menghembuskan napasnya dengan perlahan. 

"Baiklah, Laura Anjani saya Mario Wiriadinata membebaskan mu dari pernikahan ini aku menalakmu, dan kamu haram bagiku." Mario berucap dengan lantang, tanpa sadar menyakiti hati keduanya.

Laura yang mendengar ucapan Mario hanya bisa menatap putrinya dengan sendu, Laura mencium Yusra dengan sayang. 

"Mamah pergi dulu, jadilah putri yang sholehah, nurut pada mami dan papi mu yah nak. Mamah menyayangimu." Bisik Laura, dengan air mata di pipinya, Laura mencium Yusra sayang. Kemudian bangkit dari duduknya dan memberikan Yusra pada Mario. Mario menerima bayi cantik tersebut.

"Aku sudah memberikannya nama, Mario. Apa kau tidak mempermasalahkannya?" tanya Laura, menatap kedua netra Mario yang terlihat kesedihan yang mendalam.

"Aku tidak mempermasalahkannya Laura, siapa nama bayi cantik kita, ini?" tanya Mario, menahan rasa sesak di dada.

"Yusra Almira Wiriadinata." Jawab Laura.

"Apa artinya?"

"Aku tidak tau," kekeh Laura. 

"Aku hanya menyukai nama itu." Lanjutnya lagi, dan Mario hanya menganggukkan kepalanya.

"Kalau begitu, aku pergi Mario permisi." Ucap Laura, tanpa menunggu jawaban Mario, dia sudah melenggang pergi dari hadapan Mario. Dapat Laura mendengar suara tangis sang anak, sebelum dia keluar dari rumah tersebut.

Tanpa sadar dari lantai dua, Dania memperhatikan adegan dramatis di bawah. Dengan senyum sinis penuh kemenangannya dia berhasil menyingkirkan satu penghalang lagi dari kehidupannya dan Mario. 

"Aku tidak mempermasalahkan bayi itu, tapi aku akan membuatnya menderita bersamaku." Jelas Dania dengan nada sinis.

****

Setelah keluar dari rumah Mario, Laura masuk ke dalam mobil. Dan seketika tangisnya pecah nyonya Antiah dengan sebelah tangannya merangkul Laura, satu tangannya lagi digunakan untuk menggendong sang cucu.

"Menangislah Laura, jika itu membuatmu lebih baik." Ucap nyonya Antiah menenangkan.

Setelah puas menangis dalam pelukan sang ibu. Laura merasa lebih tenang, nyonya Antiah tidak ingin menjadi mantan ibu mertua dia tetap ingin menjadi ibu untuk Laura.

"Anggaplah, aku juga ibu kandungmu Laura." Pinta nyonya Antiah pada saat itu.

"Baiklah, bu." balas Laura, lalu Laura memeluk nyonya Antiah.

Mobil meninggalkan pekarangan rumah Mario, seakan tau keadaan sang ibu. Yumna begitu terlelap dalam tidurnya.

Bersambung…

Maaf typo

Terpopuler

Comments

Praised93

Praised93

terima kasih......

2024-05-25

0

Arin

Arin

wah dania gtauny mlh lampir...semoga aja Mario tau scptny

2023-09-17

0

Nyai yani

Nyai yani

kasian

2023-03-06

0

lihat semua
Episodes
1 Bab.1
2 Bab.2
3 Bab.3
4 Bab.4
5 Bab.5
6 Bab.6
7 Bab.7
8 Bab.8
9 Bab.9
10 Bab.10
11 Bab.11
12 Bab.12
13 Bab.13
14 Bab.14
15 Bab.15
16 Bab.16
17 Bab.17
18 Bab.18
19 Bab.19
20 Bab.20
21 Bab.21
22 Bab.22
23 Bab.23
24 Bab.24
25 Bab.25
26 Bab.26
27 Bab.27
28 Bab.28
29 Bab.29
30 Bab.30
31 Bab.31
32 Bab.32
33 Bab.33
34 Bab.34
35 Pengumuman
36 Bab.36
37 Bab.37
38 Jimi part.1
39 Jimi part.2
40 Bab.40
41 Bab.41
42 Bab.42
43 Bab.43
44 Bab.44
45 Bab.45
46 Bab.46
47 Bab.47
48 Bab.48
49 Bab.49
50 Bab.50
51 Hari patah hati
52 Bab.52
53 Puncak Patah Hati
54 Bara
55 Berusaha
56 Pernyataan Cinta Bara
57 Keano&Zea
58 Pernikahan Hito&Yusra
59 Malam Pertama
60 Jawaban
61 Pengumuman
62 Akhiri Saja
63 Bab.63
64 Bab.64
65 Lembaran Baru
66 Bab.66
67 Bab.67
68 Sebuah Rencana 1
69 Sebuah Rencana.2
70 Bab.70
71 Bab.71
72 Bab.72
73 Bab.73
74 Bab.74
75 Bab.75
76 Bab.76
77 Bab.77
78 Bab.78
79 Bab.79
80 Exstra Part.1
81 Exstra part.2
82 Exstra part.3
83 Exstra part.4
84 Exstra Part.5
85 Exstra Part.6
86 Exstra part.7
87 Exstra Part.8
88 Exstra Part.9
89 Exstra Part.10
90 Exstra Part.11
91 Exstra Part.12
92 Exstra Part.13
93 Exstra Part.14
94 Exstra Part.15
95 Exstra Part.16
96 Pengumuman
97 Exstra Part.17
98 Exstra Part.18
99 Exstra Part.19
100 Pengumuman
101 Exstra Part.20
102 Exstra Part.21
103 Exstra Part.22
104 Pengumuman
105 Exstra Part.22
106 Exstra Part.23
107 Exstra Part.24
108 Exstra Part.25
109 Exstra Part.26
110 Exstra Part.27
111 Karya Baru
112 Chat story baru
113 Bukan pengantin pengganti
114 Promo Chat story baru
115 Promo Karya Baru Elang
116 Karya Baru
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Bab.1
2
Bab.2
3
Bab.3
4
Bab.4
5
Bab.5
6
Bab.6
7
Bab.7
8
Bab.8
9
Bab.9
10
Bab.10
11
Bab.11
12
Bab.12
13
Bab.13
14
Bab.14
15
Bab.15
16
Bab.16
17
Bab.17
18
Bab.18
19
Bab.19
20
Bab.20
21
Bab.21
22
Bab.22
23
Bab.23
24
Bab.24
25
Bab.25
26
Bab.26
27
Bab.27
28
Bab.28
29
Bab.29
30
Bab.30
31
Bab.31
32
Bab.32
33
Bab.33
34
Bab.34
35
Pengumuman
36
Bab.36
37
Bab.37
38
Jimi part.1
39
Jimi part.2
40
Bab.40
41
Bab.41
42
Bab.42
43
Bab.43
44
Bab.44
45
Bab.45
46
Bab.46
47
Bab.47
48
Bab.48
49
Bab.49
50
Bab.50
51
Hari patah hati
52
Bab.52
53
Puncak Patah Hati
54
Bara
55
Berusaha
56
Pernyataan Cinta Bara
57
Keano&Zea
58
Pernikahan Hito&Yusra
59
Malam Pertama
60
Jawaban
61
Pengumuman
62
Akhiri Saja
63
Bab.63
64
Bab.64
65
Lembaran Baru
66
Bab.66
67
Bab.67
68
Sebuah Rencana 1
69
Sebuah Rencana.2
70
Bab.70
71
Bab.71
72
Bab.72
73
Bab.73
74
Bab.74
75
Bab.75
76
Bab.76
77
Bab.77
78
Bab.78
79
Bab.79
80
Exstra Part.1
81
Exstra part.2
82
Exstra part.3
83
Exstra part.4
84
Exstra Part.5
85
Exstra Part.6
86
Exstra part.7
87
Exstra Part.8
88
Exstra Part.9
89
Exstra Part.10
90
Exstra Part.11
91
Exstra Part.12
92
Exstra Part.13
93
Exstra Part.14
94
Exstra Part.15
95
Exstra Part.16
96
Pengumuman
97
Exstra Part.17
98
Exstra Part.18
99
Exstra Part.19
100
Pengumuman
101
Exstra Part.20
102
Exstra Part.21
103
Exstra Part.22
104
Pengumuman
105
Exstra Part.22
106
Exstra Part.23
107
Exstra Part.24
108
Exstra Part.25
109
Exstra Part.26
110
Exstra Part.27
111
Karya Baru
112
Chat story baru
113
Bukan pengantin pengganti
114
Promo Chat story baru
115
Promo Karya Baru Elang
116
Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!