Kandungan Laura sudah memasuki usia kehamilan tujuh bulan, dan setiap bulannya Mario dengan setia mendampingi sikap Laura yang suka berubah-ubah, terkadang dengan keinginan yang aneh pula yang disebut ngidam. Terkadang Dania membantu Mario menenangkan mood bumil tersebut.
Hari ini di kediaman Dania, dan Mario akan mengadakan syukuran tujuh bulanan kehamilan Laura. Mario, dan Dania memberitahukan kepada semua orang bahwa Laura adalah kerabat Dania. Walaupun hati Laura sakit, tapi dia berusaha untuk tak menunjukkannya.
Sementara itu nyonya Antiah, ibu dari Mario sungguh geram dengan sang anak yang selalu seenaknya sendiri. Mario juga tidak pernah menemui dirinya, sebagai seorang ibu nyonya Antiah merasa sedih sekaligus kecewa pada sang anak. Karena Mario tidak pernah mengunjungi dirinya.
Akhirnya nyonya Antiah memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya yang berada di Lembang Bandung, sebelum nyonya Antiah kembali. Nyonya Antiah akan menemui Laura dan calon cucunya.
"Nyonya, nona Laura sudah kembali ke apartemennya." Lapor Jakie, asisten kepercayaan sekaligus mata-mata anaknya.
"Nanti sebelum ke Bandung, antar saya bertemu dengan Laura." Perintah nyonya Antiah.
"Baik nyonya, saya permisi." Ucap Jakie.
Dan berlalu dari hadapan nyonya Antiah, yang sedang menikmati waktu sore hari dengan menatap bunga-bunga koleksinya.
****
Tepat pukul tujuh malam, nyonya Antiah sudah sampai di depan unit Laura. Dia membawa banyak barang untuk menantu keduanya tersebut, mulai dari baju hamil, susu hamil, dan perlengkapan bayi. Nyonya Antiah juga mengetahui bahwa Laura hamil anak kembar. Tapi Mario tidak tau, karena setiap pemeriksaan Mario selalu tidak menemaninya. Dari mana Antiah tahu? Tentu saja dia tahu, dengan uang semuanya akan mudah.
Jakie menekan bel apartemen Laura, dan terdengar suara pintu terbuka dari dalam. Membuat Mala asisten rumah tangga Laura terkejut, dengan kedatangan ibu dari Mario.
"Nyonya silahkan masuk." Ucap Mala.
Nyonya Antiah masuk, disusul Jakie yang membawa barang belanjaan untuk Laura.
"Mala panggilkan Laura." Perintah nyonya Antiah, dan di jawab anggukan oleh Mala.
Laura terkejut begitu diberi tahu bahwa ibunya Mario ada di ruang tamu, untuk mengunjungi dirinya.
"Nyonya." Lirih Laura, saat Laura sudah duduk di dekat nyonya Antiah. Nyonya Antiah berdecak, menatap Laura yang gugup dan ketakutan.
"Panggil aku ibu. I.B.U ibu." Kata nyonya Antiah, sambil menekan kata ibu.
Membuat Laura tersenyum, merasa senang karena ada yang mengakui dirinya.
"Baiklah, ibu." Ucapnya lirih.
Nyonya Antiah mengusap perut Laura dimana cucu-cucunya sedang tumbuh, mata nyonya Antiah berkaca-kaca.
"Terima kasih," lirih nyonya Antiah.
"Terima kasih sudah mau mengandung anaknya Mario, walau awalnya dengan cara yang salah. Ibu berharap kamu dan Mario bisa bersama. Laura," lanjutnya lagi, sebelum Laura bicara.
Laura yang melihat kesedihan, dan kebahagiaan ibunya Mario merasakan kesedihan juga. Laura tidak ingin tahu alasan apa yang membuat nyonya Antiah tidak begitu menyukai Dania.
Laura menggeleng pelan.
"Saya dan Mario tidak akan bisa bersama bu, saya hanya melahirkan anak ini setelah itu pergi dari hidupnya dan anak ini." Lirih Laura, dengan mata yang mulai mengembun.
Nyonya Antiah memeluk Laura, tangis wanita berbeda generasi tersebut pun pecah. Entah kenapa nyonya Antiah begitu menyayangi Laura, ketimbang Dania yang sudah lama dia kenal. Mungkin bisa jadi kisah lama yang tak akan pernah nyonya Antiah lupakan.
Mereka melerai pelukan yang terasa haru biru tersebut.
"Oh iya aku sampai lupa, ibu belum disediakan minum." Kekeh Laura.
"Gak apa-apa, ibu gak lama ko. Bentar lagi mau pulang sekalian pamit," Terang nyonya Antiah.
"Memang ibu mau kemana?" tanya Laura.
"Ibu mau pulang ke Bandung," jawab nyonya Antiah, dan Laura hanya mengangguk.
"Dan ini semua barang-barang buat kamu," tunjuk nyonya Antiah.
"Makasih yah, bu." Laura memeluk nyonya Antiah, Laura senang bisa merasakan kasih sayang ibu dari Mario.
"Sama-sama, kalo gitu ibu pamit dulu. Jaga kandunganmu." Tutur nyonya Antiah.
Setelah pamitan pada Laura, nyonya Antiah pergi dari apartemen Laura. Walaupun jauh dari anaknya, dan Laura dia akan menempatkan Jakie sebagai mata-mata mereka. Sekaligus melindungi Laura dari bahaya yang tak terduga.
***
bersambung…
Maaf typo
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
Praised93
terima kasih....
2024-05-25
0