Bab.17

Beberapa jam kemudian, Laura sudah tiba di kediaman ibunya, dia nampak ragu untuk keluar. Nyonya Antiah mengelus lengan Laura yang dingin, meyakinkan sang Laura semua akan baik-baik saja.

"Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja." Ucapnya menenangkan.

"Tapi aku takut ibu akan marah dan kecewa padaku." Lirih Laura.

"Percaya pada ibu, ibu akan membantumu menjelaskan semuanya pada ibumu. Karena harusnya Mario yang bertanggung jawab, " papar nyonya Antiah.

Laura menyetujuinya, Laura dan nyonya Antiah pun keluar dari mobil, dan seperti biasa Jakie membantu membawa barang-barangnya.

Laura menghembuskan napasnya secara perlahan, untuk mengurangi ke khawatirannya sebelum mengetuk pintu.

Tok

Tok

Tok

Setelah mengetuk pintu, terdengar sahutan dari dalam membuat Laura mengeluarkan keringat dingin. Pintu terbuka tampaklah wanita paruh baya yang masih terlihat gurat kecantikannya.

"Laura." Ucap nyonya Anjani dengan mata membola, kemudian nyonya Anjani menarik Laura kedalam pelukannya.

"Laura, kamu sudah pulang nak." Isak tangis Laura, dan nyonya Anjani pecah saat mereka berpelukan melepas rindu.

"Iya bu, aku sudah pulang maafkan aku." Lirih Laura, masih memeluk sang ibu.

"Tidak apa-apa, nak ibu mengerti." Ucap nyonya Anjani lembut sambil mengelus rambut Laura.

Saat nyonya Anjani mengangkat pandangannya, dia baru sadar Laura tidak sendiri. Masih ada orang lain di belakang mereka.

"Laura, siapa mereka ?" tanya nyonya Anjani.

"Ibu itu..."

Sebelum Laura meneruskan kata-katanya, nyonya Antiah menjawab terlebih dulu.

"Perkenalkan saya Antiah, nyonya." Nyonya Antiah mengulurkan tangan pada nyonya Anjani.

"Anjani." Balasnya.

"Dan ini asisten saya, Jakie." Nyonya Antiah memperkenalkan Jakie pada nyonya Anjani.

Jakie mencium punggung tangan nyonya Anjani, sebagai bentuk hormat kepada orang tua.

"Mari masuk." Ajak nyonya Anjani.

Sebenarnya nyonya Anjani penasaran dengan bayi cantik yang berada dalam gendongan nyonya Antiah, tapi dia tidak ingin bertanya sebelum mereka menjelaskan.

"Silahkan duduk, saya akan membuatkan minuman terlebih dulu."

"Tidak usah bu, biar Laura saja. Ibu temani bu Antiah saja." Pinta Laura, dan di jawab anggukan kepala oleh nyonya Anjani.

Terjadi kecanggungan antara dua ibu tersebut, nyonya Anjani ingin bertanya siapa bayi cantik ini? Tapi lidahnya terasa kelu.

"Maaf nyonya, bayi siapa ini?" tanya nyonya Anjani pada akhirnya, tak ingin banyak menduga-duga.

Nyonya Antiah tersenyum. "Jangan panggil saya nyonya, saya liat kita seumuran." Kekeh nyonya Antiah. 

"Bayi ini, anak dari Laura, Anjani." Lanjutnya lagi.

Nyonya Anjani begitu terkejut, mendengar ucapan nyonya Antiah. "Ma-maksud anda, anaknya Laura anak saya? Atau Laura yang lain?"

"Iya ini anaknya Laura, cucu anda." Jelas nyonya Antiah, membuat nyonya Anjani terkejut.

"Tapi kapan dia menikah, dan dengan siapa? Kenapa dia tidak meminta izinku?" Lirih nyonya Anjani, dengan mata berkaca-kaca.

Laura datang dengan nampan, dan juga camilan. Setelah meletakan minuman, dan camilan tersebut, nyonya Anjani dengan tiba-tiba menampar Laura.

"Ibu." Pekik Laura.

"Jelaskan Laura, jelaskan semua nya padaku." Marah nyonya Anjani.

Nyonya Antiah memberikan Yumna pada Jakie, dan mendekati Laura yang tengah memegangi pipinya yang terasa panas. 

"Anjani, tenang dulu saya bisa menjelaskan semuanya." Antiah mencoba menjadi penengah antara ibu dan anak tersebut, karena semua ini berawal dari kesalahan Mario. Walau ada campur tangan Laura juga.

Nyonya Antiah mengajak Laura duduk, kemudian nyonya Antiah menjelaskan semua permasalahannya. Dan meminta maaf atas nama Mario anaknya.

"Jadi saya mohon, maafkan anak saya yang telah membuang anakmu. Laura melakukan itu semua untuk kesembuhan mu Anjani, dia tidak ingin keluarga satu-satu nya yang dia miliki pergi menyusul ayah, dan adiknya." Jelas nyonya Antiah, nyonya Antiah berusaha menjelaskan dengan tenang tanpa emosi.

Tapi nyonya Anjani tidak menjawab ucapan nyonya Antiah, dia hanya diam membisu sambil memperhatikan bayi cantik yang ada dalam dekapan Jakie. Yang mulai gelisah.

"Jika anda tidak mau menerimanya, maka saya akan mengurus mereka sebagai anak perempuan, dan cucu saya Anjani." Ucap Antiah dengan tegas.

Nyonya Anjani menangis dan membawa Laura kedalam pelukannya.

"Maafkan ibu Laura, gara-gara ibu kamu harus mengorbankan kebahagiaanmu," isak Anjani.

"Tidak ibu, ibu tidak salah. Aku mau ibu sembuh dan tidak merasakan kesakitan lagi." Balas Laura, memeluk erat sang ibu. Pelukan yang dia rindukan selama beberapa bulan terakhir ini.

"Ibu akan menerimanya Laura,  bagaimana pun dia adalah cucuku anakmu. Sekali lagi ibu minta maaf tanpa mendengarkan penjelasanmu dulu, dan menghakimi." Tutur nyonya Anjani.

Laura menghambur ke pelukan sang ibu, dan menggumamkan terima kasih dan kata maaf. Nyonya Antiah yang melihat hal tersebut pun merasa bahagia dan lega.

"Terima kasih mbak Antiah, anda sudah menjaga anak saya, dan mengantarkannya." Ucap Anjani dengan tulus.

"Sama-sama, kalau begitu saya pamit pulang dulu. Karena masih banyak keperluan yang harus saya urus." Jelas Antiah, sambil beranjak dari duduknya.

Mereka pun berpamitan, tak lupa nyonya Antiah memberikan ciuman bertubi-tubi pada cucunya, membuat bayi mungil tersebut menggeliat geli. 

"Nanti oma akan merindukanmu, sayang." Keluhnya.

"Oma boleh menjengukku, kapanpun oma mau." Ucap Laura menirukan suara anak kecil, membuat semua orang terkekeh.

Sekali lagi Antiah memeluk Laura, dan Yumna. Beralih kepada nyonya Anjani, dan mengucapkan banyak-banyak terima kasih dan kata maaf atas semuanya. Namun, Anjani malah merasa bersalah dan berhutang budi pada keluarga Antiah.

****

Bersambung…

Maaf typo

Terpopuler

Comments

Praised93

Praised93

terima kasih

2024-05-25

0

Nianandra Amelia Putri

Nianandra Amelia Putri

aku baca lagi thor

2023-09-02

1

Priska Jacob

Priska Jacob

trus baby yusra apa kabar?
lanjut lanjut lanjut kk thor

2021-12-21

0

lihat semua
Episodes
1 Bab.1
2 Bab.2
3 Bab.3
4 Bab.4
5 Bab.5
6 Bab.6
7 Bab.7
8 Bab.8
9 Bab.9
10 Bab.10
11 Bab.11
12 Bab.12
13 Bab.13
14 Bab.14
15 Bab.15
16 Bab.16
17 Bab.17
18 Bab.18
19 Bab.19
20 Bab.20
21 Bab.21
22 Bab.22
23 Bab.23
24 Bab.24
25 Bab.25
26 Bab.26
27 Bab.27
28 Bab.28
29 Bab.29
30 Bab.30
31 Bab.31
32 Bab.32
33 Bab.33
34 Bab.34
35 Pengumuman
36 Bab.36
37 Bab.37
38 Jimi part.1
39 Jimi part.2
40 Bab.40
41 Bab.41
42 Bab.42
43 Bab.43
44 Bab.44
45 Bab.45
46 Bab.46
47 Bab.47
48 Bab.48
49 Bab.49
50 Bab.50
51 Hari patah hati
52 Bab.52
53 Puncak Patah Hati
54 Bara
55 Berusaha
56 Pernyataan Cinta Bara
57 Keano&Zea
58 Pernikahan Hito&Yusra
59 Malam Pertama
60 Jawaban
61 Pengumuman
62 Akhiri Saja
63 Bab.63
64 Bab.64
65 Lembaran Baru
66 Bab.66
67 Bab.67
68 Sebuah Rencana 1
69 Sebuah Rencana.2
70 Bab.70
71 Bab.71
72 Bab.72
73 Bab.73
74 Bab.74
75 Bab.75
76 Bab.76
77 Bab.77
78 Bab.78
79 Bab.79
80 Exstra Part.1
81 Exstra part.2
82 Exstra part.3
83 Exstra part.4
84 Exstra Part.5
85 Exstra Part.6
86 Exstra part.7
87 Exstra Part.8
88 Exstra Part.9
89 Exstra Part.10
90 Exstra Part.11
91 Exstra Part.12
92 Exstra Part.13
93 Exstra Part.14
94 Exstra Part.15
95 Exstra Part.16
96 Pengumuman
97 Exstra Part.17
98 Exstra Part.18
99 Exstra Part.19
100 Pengumuman
101 Exstra Part.20
102 Exstra Part.21
103 Exstra Part.22
104 Pengumuman
105 Exstra Part.22
106 Exstra Part.23
107 Exstra Part.24
108 Exstra Part.25
109 Exstra Part.26
110 Exstra Part.27
111 Karya Baru
112 Chat story baru
113 Bukan pengantin pengganti
114 Promo Chat story baru
115 Promo Karya Baru Elang
116 Karya Baru
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Bab.1
2
Bab.2
3
Bab.3
4
Bab.4
5
Bab.5
6
Bab.6
7
Bab.7
8
Bab.8
9
Bab.9
10
Bab.10
11
Bab.11
12
Bab.12
13
Bab.13
14
Bab.14
15
Bab.15
16
Bab.16
17
Bab.17
18
Bab.18
19
Bab.19
20
Bab.20
21
Bab.21
22
Bab.22
23
Bab.23
24
Bab.24
25
Bab.25
26
Bab.26
27
Bab.27
28
Bab.28
29
Bab.29
30
Bab.30
31
Bab.31
32
Bab.32
33
Bab.33
34
Bab.34
35
Pengumuman
36
Bab.36
37
Bab.37
38
Jimi part.1
39
Jimi part.2
40
Bab.40
41
Bab.41
42
Bab.42
43
Bab.43
44
Bab.44
45
Bab.45
46
Bab.46
47
Bab.47
48
Bab.48
49
Bab.49
50
Bab.50
51
Hari patah hati
52
Bab.52
53
Puncak Patah Hati
54
Bara
55
Berusaha
56
Pernyataan Cinta Bara
57
Keano&Zea
58
Pernikahan Hito&Yusra
59
Malam Pertama
60
Jawaban
61
Pengumuman
62
Akhiri Saja
63
Bab.63
64
Bab.64
65
Lembaran Baru
66
Bab.66
67
Bab.67
68
Sebuah Rencana 1
69
Sebuah Rencana.2
70
Bab.70
71
Bab.71
72
Bab.72
73
Bab.73
74
Bab.74
75
Bab.75
76
Bab.76
77
Bab.77
78
Bab.78
79
Bab.79
80
Exstra Part.1
81
Exstra part.2
82
Exstra part.3
83
Exstra part.4
84
Exstra Part.5
85
Exstra Part.6
86
Exstra part.7
87
Exstra Part.8
88
Exstra Part.9
89
Exstra Part.10
90
Exstra Part.11
91
Exstra Part.12
92
Exstra Part.13
93
Exstra Part.14
94
Exstra Part.15
95
Exstra Part.16
96
Pengumuman
97
Exstra Part.17
98
Exstra Part.18
99
Exstra Part.19
100
Pengumuman
101
Exstra Part.20
102
Exstra Part.21
103
Exstra Part.22
104
Pengumuman
105
Exstra Part.22
106
Exstra Part.23
107
Exstra Part.24
108
Exstra Part.25
109
Exstra Part.26
110
Exstra Part.27
111
Karya Baru
112
Chat story baru
113
Bukan pengantin pengganti
114
Promo Chat story baru
115
Promo Karya Baru Elang
116
Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!