Pada saat itu, saat aku terbaring di ruang perawatan. Tiba-tiba ibu mertuaku datang dengan tatapan tajam seperti biasanya. Entah mengapa dia tidak menyukaiku dari awal Mario mengenalkan aku sebagai calon istrinya dulu.
"I-ibu."Lirih ku, aku sangat gugup saat ibu mertuaku itu menatapku dengan dingin.
"Kehilangan lagi?" ucapnya dingin, aku tau yang di maksud kehilangan adalah anakku.
"Maafkan aku bu, itu kecelakaan." Jawabku di antara isak tangis.
Aku mendengar ibu Antiah, berdecak dan menatapku dengan bertolak pinggang.
"Kamu tau Dania, Mario anak saya satu-satunya jika dia tidak punya anak bagaimana usaha keluarga kami akan bertahan, dan berkembang maju ?" terang ibu Antiah.
Tanpa mendengar penjelasan ku lebih dulu, ibu Antiah terus berbicara tanpa henti.
"Ibu memiliki pilihan yang baik untuk kalian berdua, dan kamu harus setuju."
Entah mengapa, perasaan ku mengatakan ini bukan pilihan yang baik untukku.
"Dengarkan Dania, kamu pilih Mario menikah lagi dengan pilihan ibu atau pilihan dirimu." Ucap ibu Antiah, membuat ku menatapnya dengan sendu.
"Ibu aku..." Sebelum Dania melanjutkan perkataannya, ibu Antiah kembali berbicara.
"Iya atau tidak Dania? Waktumu hanya satu minggu untuk mendapatkan calon untuk Mario." Tegas Antiah, tanpa rasa kasihan. Bahkan dia tak peduli, Dania baru saja kehilangan anaknya.
"Baik bu, aku akan mencarikan gadis untuk Mario." Putus Dania.
Tanpa berpamitan dan tanpa kata, nyonya Antiah pergi begitu saja. Hubungannya dengan sang anak merenggang karena Mario lebih membela Dania wanita yang paling di benci oleh Antiah. Tidak tau kenapa alasannya Antiah membenci Dania, padahal Dania adalah gadis dari keluarga baik.
Dan pada saat itu, pada saat Mario meminta izin untuk menikah dengan terpaksa Dania mengizinkannya. Walau pun sempat terjadi drama, sampai akhirnya Dania mengizinkan Mario menikah dengan Laura, dari pada Mario menikah dengan pilihan ibunya yang akan membuat Dania akan kehilangan Mario begitulah pikir Dania.
****
Tanpa sepengetahuan mereka nyonya Antiah sudah mengetahui pernikahan sirih sang anak dengan gadis bernama Laura, gadis biasa dari kalangan biasa saja. Tapi nyonya Antiah tak mempermasalahkan itu yang terpenting keluarga mereka mendapat generasi, untuk meneruskan bisnis keluarga yang di kelola oleh Mario yang di wariskan oleh mendiang suami nyonya Antiah ayah Mario, yang bernama Mandala Wiriadinata.
"Mereka sedang melakukan liburan di Bali, nyonya." Lapor Jakie, pada nyonya Antiah.
"Bagus, awasi terus mereka." Perintah nyonya Antiah.
"Baik, nyonya saya permisi." Pamit jakie, orang kepercayaan nyonya Antiah.
Nyonya Antiah kembali bersantai di belakang rumahnya, sambil menikmati hembusan angin malam, dan bulan purnama yang sinar terang.
****
Hotel
Sementara itu di hotel tempat Mario dan Laura liburan, waktu telah menunjukan pukul delapan malam waktu Bali, dua insan tersebut masih betah berada di balik selimut.
Laura terbangun dari tidurnya, dia merasakan seluruh tubuhnya sakit terutama di bagian intimnya.
"Mario." Gumam Laura, memori percintaan panas mereka membuat pipi Laura memanas.
"Ya Tuhan, ini tidak dosa aku sudah menikah, aku istrinya, aku istrinya dan Mario adalah suamiku kita pasangan halal." Lirih Laura, dan tepat pada saat itu perut Laura berbunyi, dan dengan terpaksa Laura membangunkan Mario.
Laura mengguncangkan tangan Mario yang berada di perutnya. "Mario bangun, aku lapar."
Bukannya bangun Mario malah mengeratkan pelukannya pada tubuh Laura.
"Mario." Rengek Laura.
"Iya...iya, habis satu ronde lagi yah." Ucap Mario, mengedipkan sebelah matanya. Yang sukses membuat Laura memberengut kesal.
Mario yang melihat Laura merajuk, seperti itu membuat Mario gemas dan tanpa aba-aba Mario menyatukan bibir mereka. Dan terjadilah kegiatan panas tersebut.
Setelah melakukan kegiatan panas, di kasur, dan di kamar mandi. Akhirnya Mario dan Laura selesai melakukan ritual mandi yang memakan waktu hingga dua jam lamanya. Membuat Laura mencak-mencak jika dia tidak mengatakan sudah lemas, dan lapar.
Dengan terpaksa Mario menghentikan kegiatan yang menjadi candu bagi dirinya. "Sudah jangan cemberut lagi, nanti kamu jelek," goda Mario, saat mereka keluar kamar hotel mencari makan.
Laura mencebik dia kesal. "Kemarin-kemarin kamu gak mau, ngeselin emang." Ketus Laura.
Membuat Mario terkekeh, mereka makan di pinggir jalan karena Laura ingin makan nasi goreng spesial dengan dua telur ceplok, dan limpahan suir ayam yang banyak. Membuat Mario geleng-geleng kepala melihat tingkah Laura.
"Kita ke pantai dulu yah." Pinta Mario, setelah membayar tagihan makan mereka.
"Boleh."
Mario menggenggam tangan Laura, mereka berjalan beriringan menuju pantai Jimbaran ya walau pun agak jauh tapi Laura, dan Mario tidak mempermasalahkan itu.
Mereka duduk di tepi pantai, memandang langit yang gelap bertabur bintang, dan bulan purnama.
Laura menyandarkan kepalanya, pada bahu Mario.
"Sekali saja, aku meminjam bahumu." Pinta Laura, dan Mario mengangguk.
Hening hanya deru ombak yang terdengar, sebagai melodi malam hari bagi kedua insan yang tengah dilanda dilema yang besar. Mereka menatap ke depan dengan pikiran masing-masing tidak ada yang tau apa yang mereka pikirkan.
Dan tidak ada yang tau hari esok akan seperti apa untuk mereka, akankah Mario jatuh cinta pada Laura? Atau sebaliknya.
Tapi sekarang tembok pertahanan Laura mulai terkikis, sedikit demi sedikit karena perlakuan lembut Mario padanya. Tapi, Laura tidak tahu bagaimana nanti saat pulang ke Jakarta apakah dia akan kembali menjadi istri rahasia Mario.
"Aku tidak peduli untuk nanti, yang terpenting sekarang aku bisa menikmati waktuku dengannya, laki-laki dewasa yang mampu membuatku mengenal apa itu cinta, dan patah hati secara bersamaan." Batin Laura, menoleh menatap Mario dan pada saat itu juga Mario menatap Laura hingga terjadi aksi tempel menempel bibir. Hingga menimbulkan decapan di malam yang masih ramai tersebut.
Mario mengajak Laura ke tempat sepi, mereka melakukannya kembali dengan penuh kelembutan.
"Kamu membuatku tidak bisa berhenti untuk tidak menyentuhmu, Laura." Ucap Mario dengan napas yang memburu, dan Laura yang berada di atas Mario.
Mario mencium kening Laura, membuat Laura langsung memeluk Mario tanpa melepaskan inti mereka.
"I love you, Mario." ucap Laura dalam hati, biarlah dia memendam sendiri cinta untuk Mario.
"Maafkan aku, nyonya Dania aku mencintai suamimu. Tapi kamu tenang aku tidak akan merebutnya." Ucap Laura dalam hati, dia cukup sadar diri atas statusnya.
Setelah merapikan kembali pakaian masing-masing, mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke hotel untuk beristirahat karena malam semakin Larut. Dan Laura sudah mengantuk akibat percintaan mereka di pantai yang sepi.
Masih ada dua hari lagi, untuk mereka menikmati liburan di Bali. Dan Mario berjanji akan membawa Laura ke ubud bali, dan ke pantai Jimbaran jika tidak ada halangan.
Berpuluh menit kemudian mereka sudah sampai, di hotel tempat mereka menginap. Mereka langsung membersihkan diri terlebih dulu sebelum tidur.
"Laura sini," Mario memberikan sebuah paper bag.
"Apa ini ?" tanya Laura.
"Buka saja." Mario menahan senyum, dia ingin melihat bagaimana Laura memakai sebuah lingeri berwarna hitam.
"Ayo cepat pakai, dan tak ada penolakan." Perintah Mario.
Laura kembali ke dalam kamar mandi, dan melihat isi paper bag tersebut Laura mengangkat gaun tipis tersebut.
"Aihh apa ini? Tipis sekali, kalo gitu gak usah pakai baju." Gerutu Laura, Laura mendengar Mario berteriak.
"Iya...iya, dasar cerewet." Ketus Laura.
Dengan terpaksa Laura memakai gaun tipis tersebut, saat keluar dari kamar mandi. Mario dibuat takjub dengan Laura bagaimana tidak Laura terlihat semakin seksi, dan semakin cantik dengan lingerie tersebut. Apalagi jika berwarna merah dan hitam, Laura terlihat sangat menggoda di mata Mario.
"Aku akan membelikan banyak, pakaian itu." Ucap Mario, menyeringai dan menghampiri Laura, dan membawa dia duduk di pangkuan Mario.
Dan terjadilah malam panas mereka, Mario melupakan Dania yang sedang menunggu kabar darinya.
Bersambung…
Maaf typo
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
Soraya
ko bs y🍰
2022-09-11
1
afikamanisih Manisih
bagaimana mungkin tidak ada rasa yg tumbuh di antara mereka,,itu mustahil bahkan baru kemarin mario bilang tidak bisa menghianati dania,, tp justru sekarang laura udh jd candu buat dia
2022-09-07
2