Setelah menghabiskan waktu selama tiga hari di Bali, akhirnya Mario dan Laura pulang ke Jakarta. Jimi yang menjemput mereka di bandara.
"Antarkan Laura ke apartemen, jim. Aku akan langsung ke rumah Dania." Ucap Mario, membuat Laura menoleh padanya.
Dan tanpa kata Laura masuk ke dalam mobil, sedangkan Mario masuk ke dalam taxi. Di dalam mobil Laura memperhatikan jalanan ibu kota yang selalu macet dan ramai oleh pengendara.
"Ingat Laura, kamu tidak boleh jatuh cinta pada Mario. Tugasmu hanya memberikan mereka seorang anak." Terang Jimi dengan suara dingin.
"Tidak kau ingatkan pun, aku akan selalu ingat. Apa statusku, dan aku tidak akan lupa itu." Jawab Laura dengan ketus.
"Baguslah kalau kamu sadar diri." Ucap Jimi dengan dingin, dan Laura menatap tajam jimi dia benar-benar kesal pada asisten Mario ini, selalu saja ikut campur.
***
Beberapa jam kemudian Mario telah sampai, di kediamannya bersama Dania. Setelah membayar taxi dia turun dengan tergesa.
"Dania… Sayang," panggil Mario.
Dania yang sedang berada di halaman belakang, bergegas menghampiri suami yang sangat dia rindukan selama tiga hari ini.
Dania melihat Mario, di ujung tangga yang akan naik ke kamar mereka. Dengan cepat Dania menghampiri suaminya dan memeluknya dengan erat.
"Aku merindukanmu," lirih Dania, dalam dekapan Mario.
"Aku sangat, sangat merindukanmu." Balas Mario, mencium puncak kepala Dania.
Dania melepas pelukan Mario dan mencari keberadaan Laura.
"Laura tidak ikut ke sini?" tanya Dania.
"Tidak dia perlu istirahat, kemarin dia berjalan-jalan tanpa henti. Dan membelikan ini untukmu." Tunjuk Mario, pada sebuah kotak kayu dengan ukiran yang sangat manis.
Dania melihat hadiah yang diberikan oleh Laura dan membukanya.
"Sangat indah." Gumam Dania, sebuah kotak musik berbentuk bola kristal, di dalamnya terdapat sepasang rusa, dan bisa menyala di dalam gelap. Terukir nama Dania, dan Mario di sana. Dania tersenyum menatap hadiah berwarna merah muda tersebut.
Tanpa Dania tau, hadiah tersebut Mario yang memberikannya. Walau Laura yang memilihnya, biarlah ini jadi rahasia Mario untuk menyenangkan hati Dania.
***
Sementara itu di apartemen, Laura tengah membuka semua oleh-oleh yang dibelikan oleh Mario. Laura tersenyum saat menatap sebuah gelang dengan inisial nama Mario, dan satu lagi berinisial nama Laura.
Dan Laura mengeluarkan dua buah kotak musik berbentuk bola kristal berwarna biru, dimana di dalamnya ada sepasang kekasih, dan satunya lagi seorang wanita sendiri. Sama halnya dengan milik Dania, bola kristal tersebut dapat menyala dalam gelap.
Laura tersenyum, dia membeli ini secara diam-diam tanpa Mario tau. Di bawah terdapat ukiran bernama Yumna, kemudian Laura menyimpan kembali bola kristal tersebut, dan menyimpannya di tempat yang aman. Saat dia akan pergi dia akan membawanya.
Kemudian Laura membuka paper bag pemberian Mario, saat mengambilnya Laura membulatkan matanya.
"Astaga Mario, kenapa dia membelikan ku ini sih, menyebalkan." Gerutu Laura kesal.
"Ehh..ada suratnya."
"Laura sayang, kamu harus memakai baju itu saat sedang bersamaku saja, dan jangan lupa saat menyambut ku kamu harus memakainya juga, ahh … Satu lagi kamu harus dandan yang sangat cantik."
"Mario… Mario, dasar m***m." Ucap Laura, membuat pipinya memanas.
Suara ponsel, membuat Laura terkejut menandakan bahwa pesan ada pesan masuk.
"Laura, malam ini aku tidak bisa menemanimu. Maafkan aku."
Setelah membaca pesan dari Mario, Laura melemparkan ponselnya ya untung masih ke kasur di lemparnya.
Laura menarik napas dengan dalam dan menghembuskannya.
"Sabar Laura, sabar ini resikonya menjadi istri kedua. Dan jadi orang miskin," gumamnya dalam hati, menatap langit-langit kamar.
"Lebih baik aku berendam saja, habis itu aku akan cari makan di luar. Biarlah sekali-kali aku keluar, toh Mario juga gak ada di sini." Gumam Laura dengan tersenyum senang, beranjak ke kamar mandi.
****
Makam malam pun tiba, Dania dan Mario makan malam romantis di sebuah restoran ternama di kota Jakarta.
Tak hentinya Dania menyunggingkan senyum manisnya pada Mario, di tambah lagi Mario memberikan kalung kepada Dania. Tanpa mereka sadari mata-mata sang ibu mengintai mereka.
Sedangkan Laura baru saja keluar dari apartemen, dengan memakai sweater rajut berwarna coklat, dengan celana jeans warna navy dan tengah menunggu taxi online yang akan membawanya ke daerah, di mana Mario dan Dania berada.
Beberapa jam kemudian, Laura sudah sampai dan memasuki restoran. "Romantis, dan menarik." Kata itu meluncur dari bibir Laura, saat dia mengamati sekeliling restaurant.
Laura menaiki lantai dua, dia akan makan malam dengan pemandangan indah ibu kota. Setelah menyebutkan pesannya Laura menatap ke sekeliling ruangan, dan matanya terpaku pada seseorang yang sedang saling menyuapi. Siapa lagi kalau bukan Mario, dan Dania.
"Kenapa seperti seorang istri, memergoki suaminya selingkuh. Mereka wajar melakukannya." Batin Laura, mengalihkan pandangannya dari mereka.
Laura meraba dadanya yang seketika sesak, dan rasa kecewa memenuhi seluruh hatinya
Mario dan Dania tidak memesan ruangan VIP, karena Dania ingin makan malam romantis di rooftop restoran tersebut.
Tak lama pesanan Laura datang, kwetiau goreng, steak, dan es jeruk sebagai minumannya. Laura dengan hati yang kesal melahap habis makanannya. Setelah selesai dan membayar Laura dengan cepat turun ke lantai satu dan menunggu taksi onlinenya.
Tak membutuhkan waktu yang lama, taksi tersebut telah tiba dan Laura langsung masuk sebelum Mario melihatnya, dan berakhir dengan dia diantar oleh Mario, dan menjadi obat nyamuk untuk suami istri sah tersebut.
****
"Sepertinya tadi aku melihat Laura, tidak mungkin hanya mirip saja." Batin Mario. "ya hanya mirip."
"Kenapa? Ada masalah?" tanya Dania, saat melihat Mario menggeleng pelan.
"Sebaiknya kita pulang sayang, ini sudah malam, dan aku tidak ingin kau sakit." Tutur Mario, Dania tak membantah. Dia menuruti keinginan sang suami, memang setelah sakit dia mudah lelah karena tenaganya belum terlalu pulih.
Hanya butuh satu jam mobil mereka sampai di halaman rumah, karena keadaan jalan yang tak terlalu ramai, membuat Mario membawa mobil dengan cepat. Dia ingin menghubungi Laura karena tadi ponselnya, dia tinggal di nakas dekat tempat tidur.
"Aku akan bersih-bersih terlebih dulu." Ucap Dania, yang di balas anggukan oleh Mario.
Setelah memastikan Dania masuk ke kamar mandi, Mario segera menghubungi Laura yang entah sedang apa dia sekarang.
Sambungan pertama tidak diangkat, setelah menunggu lama akhirnya Laura mengangkat panggilan Mario.
"Laura." Panggil Mario dengan pelan.
"Ou ya sudah, selamat malam selamat, selamat istirahat." Ucap Mario, tepat pada saat itu Dania telah selesai membersihkan dirinya.
Dania tersenyum menghampiri Mario, dan bergelanjut manja. Dan memulai aksi panas mereka, karena Dania sudah bersih dan merindukan saat dimana mereka menyatu.
***
Apartemen Laura
Setelah menerima panggilan dari Mario, Laura menghembuskan napasnya secara kasar. Dia terpaksa bohong pada Mario agar dia tidak terlalu banyak tanya lebih lanjut.
"Maafkan aku," lirih Laura.
Laura berjalan keluar, menuju balkon dia duduk di bantalan besar yang bisa diduduki, dengan selimut yang melilit di tubuhnya untuk mengusir rasa dingin pada tubuhnya, dan rasa sepi yang merayap di hatinya.
Laura memandang pekatnya malam, dengan bintang yang bertaburan menghiasi langit malam yang pekat.
"Aku merindukanmu, Mario sangat."
"Astaga Laura, kamu harus sadar diri. Mario tidak cinta sama kamu, dia hanya butuh anak!" Dengan tegas Laura, menyadarkan dirinya agar tak terlalu mengharapkan yang tak pasti.
Tanpa terasa rasa kantuk mulai menyerang dirinya, Laura pun terlelap diluar karena terlalu nyaman.
Bersambung…
Maaf typo
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
Praised93
terima kasih
2024-05-25
0
Durrah alifa Wahyu khirani
perempuan yg SDH diangkat rahimnya SDH g bisa halangan donk thor
2022-10-20
3
afikamanisih Manisih
jgn hnya pandai mengingatkan akan status laura jim.. tp kamu sendiri tak sadar apa statusmu dengan dania..
2022-09-07
2