"Pak Bara, Pak Ikhsan, kalian sedang apa dilantai?"
Deg...
"Agatha,"
Bara segera mendorong kasar tubuh Ikhsan yang menimpa dirinya, Ayah beranak satu itu pun terjungkal kebelakang dengan tidak elit. Bahkan Ikhsan bisa merasakan kalau area belakangnya kebas akibat benturan yang dia dapatkan.
"Agatha ini gak seperti yang kamu fikirkan, kita gak ngap...,"
"Memangnya saya sedang berfikir apa saat ini, menurut Pak Bara?"
Glekk...
Bara mengerutuki mulutnya sendiri saat ini, entah kenap dia sangat takut kalau Agatha akan berfikir macam macam tentangnya. Belum habis rasa ilfil gadis itu padanya, sekarang malah ditambah lagi. Dan itu semua gara gara pria yang tengah meringis diatas lantai.
"Pokoknya kamu jangan berfikir yang aneh aneh tentang saya, saya masih suka wanita kok serius."
Bara mengangkat jari tengah dan jari telunjuknya membentuk huruf V.
"Itu urusan Pak Bara bukan urusan saya kan? Pak Bara mau suka pria atau wanita itu hak Bapak, kenapa saya harus repot, kan Pak Bara bukan pacar atau suami saya."
Bara semakin susah untuk menelan salivanya, apa lagi saat melihat ekspresi biasa saja yang ditunjukan Agatha padanya. Apa dia benar benar tidak ada pesonanya sama sekali didepan mata gadis ini. Padahal saat ini dia tengah bertelanjang dada, memamerkan otot otot perut, dada serta lengannya yang terbentuk sempurna karena sering Gym.
Padahal saat ini dia tengah membayangkan kalau Agatha tengah tersenyum nakal padanya, dengan gerakan sesexy mungkin gadis itu berjalan kearahnya. Senyuman manis nan sexynya itu terus saja terpatri dibibir tebal gadis pujaannya.
Satu tangan Agatha bahkan sudah bertengger dileher Bara ketika mereka sudah berdekatan. Bahkan kedua tangan Barata sudah merengkuh mesra pinggang sintal serta langsing itu.
'Are you so hot.' Bara melihat dalam angannya kalau Agatha tersenyum manis lalu perlahan mendekat kearahnya,bahkan satu tangan nakal gadis itu saat ini tengah mengelus dada serta perut berotot sempurna miliknya.
Semakin kebawah, dan kebawah lagi melewati jalanan berliku liku dan susah untuk digap...
"Pak Bara gak takut masuk angin?"
Lamunan Barata langsung buyar seketika saat mendengar suara wanita yang tengah menatapnya aneh itu.
Bahkan pria itu terlihat meraup wajahnya dengan kasar saat pikiran joroknya melintas serta meracuni otaknya. Ini semua gara gara Ikhsan.
"A-aku, aku sedang kepanasan ya kepanasan."
"Pak Bara dan Pak Ikhsan menginap disini?"
Agatha tidak merespon jawaban Bara, gadis itu malah menambah kembali pertanyaannya.
"Em ya, ada berkas berkas yang harus segera kita selesaikan jadi kita berdua menginap di sini."
Agatha menganggukan kepalanya, gadis itu menatap kearah Ikhsan yang tengah menyeruput kopi hitamnya dengan nikmat.
"Tidak baik minum kopi hitam pagi pagi, nanti asam lambung bisa naik. Biasakan sarapan ringan terlebih dahulu sebelum minum kopi, makan buah apel atau pisang mungkin sereal juga bisa."
Ikhsan terlihat menganggukan kepalanya kaku pada Agatha, pria itu memang sedikit takut pada gadis cantik nan manis yang terkenal akan kegalakan serta kebekuannya itu seantero pertambangan.
Sedangkan Bara, pria itu malah terlihat berbinar mendengar celotehan Agatha yang lumayan panjang dan lebar pagi ini. Suara gadis ini sudah cukup menjadi mood booster untuknya, devinisi calon bucin sejati. Bahkan kalau Agatha mau mengomel tiap hari Bara akan siap untuk mendengarkannya dengan senang hati.
'Perhatiannya pacar orang, jadi tambah sayang.'
YUHUUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT CRAZY UP TOMORROW
BABAYYY MUUUAAACCHHH
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
Sweet Girl
Gitu bocah polos....
2024-06-07
0
Sweet Girl
Tidak lama lagi bakal calon makmum kamu Agatha...
2024-06-07
1
Author_Ay
🤣🤣
2023-09-25
0