"Jadi bagaimana Pak Alvian, apa anda menyetujui apa yang saya katakan tadi?"
Barata melihat santai interaksi antara Ikhsan dan pria yang bernama Alvian. Pria yang akan menjadi investor dipertambangan miliknya. Bara sengaja menyuruh Ikhsan yang mengurus semuanya sedangkan dia terlihat seperti seorang asisten yang tengah menanti keputusan atasanya.
"Bisa anda menyuruh asisten anda keluar, saya ingin berbicara empat mata dengan anda Tuan Ikhsan."
Ikhsan terperanjat mendengar ucapan pria yang usianya mungkin lebih tua darinya dan Barata. Perlahan sudut matanya melirik pada Bara yang masih terlihat santai. Ikhsan semakin sesak saat melihat seringai tipis yang ditunjukan oleh Bossnya itu.
"Baiklah saya akan keluar, silahkan anda berdua berbicara empat mata."
"Ta-tapi Pak Ba...,"
Bara tidak mendengarkan protesan yang akan diberikan oleh asistennya itu. Pria bermanik mata berwarna hitam itu bahkan sempat berpamitan dengan pria yang akan menjadi patner bisnisnya itu.
"Jadi, apa kita bisa bicara sekarang?"
💞💞💞
Bara melangkahkan kedua kakinya menjauh dari ruangan pribadinya, pria itu lebih memilih untuk turun kelantai dasar. Setiap berpas pasan dengan para karyawannya Bara menyapa mereka dengan ramah. Dibalik sikap galak, otoriter, perfeck dan keras kepalanya, Gara merupakan pria hamble walaupun tidak mudah bergaul dengan lawan jenis namun teman pria Barata semasa sekolah dan kuliah tidak dapat terhitung.
Bara sosok yang tidak banyak bicara saat tengah serius dan tidak sejalur dengannya. Namun akan terus mengoceh bila dia dan lawan mainnya sejalan dan sudah sangat dekat.
Bara mendekat kearah para karyawan pertambangannya yang ternyata tengah makan siang bersama. Bara mengelus perutnya sendiri saat menyadari kalau saat ini dia sudah merasa lapar. Biasanya Ikhsan yang akan mencarikan makan siang untuknya, tapi karena sepupunya itu tengah menghadapi pria sok tahu dilantai atas sana mau tidak mau dia harus bergerak sendiri. Ikhsan adalah putra dari Ridho dan sepupu Damar anak tante Rita.
"Pak Bara, mari Pak kita makan siang dulu."
Salah satu dari mereka ternyata menyadari Bara yang terlihat tengah memainkan ponsel miliknya sembari duduk diatas sofa yang tersedia disana.
"Silahkan, saya masih menunggu Ikhsan."
Agatha yang kebetulan juga ada disana ikut menoleh untuk melihat pria yang hampir dua hari ini dia tidak temui. Disaat teman temannya sibuk mengobrol sembari menikmati makan siangnya, Agatha malah terlihat tertarik pada Bara. Tertarik dengan artian peduli, karena Agatha melihat atasannya itu membelai perut ratanya sendiri.
Agatha bangkit dari duduknya, gadis itu meraih satu bungkus nasi padang yang memang berlebih untuk mereka. Karena Agatha membawa bekal alhasil jatah makan siang untuknya tidak ada yang memakannya.
"Pak Bara sudah makan siang?"
Bara yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya seketika mengangkat wajahnya. Tatapan keduanya beradu, namun terlihat biasa saja bagi Agatha namun spesial bagi Barata.
"Ekhem, belum masih nunggu Ikhsan."
Bara berdehem pelan untuk menghilangkan rasa salah tingkah yang kini tengah membakar dadanya.
"Maaf bukannya saya tidak sopan, karena makan siang kami berlebih, Pak Bara mau makan bersama kami? makan seadanya hanya nasi padang sederhana."
Agatha menyerahkan satu bungkus nasi dan satu botol air mineral pada Bara. Bara menatap bungkusan nasi serta air mineral itu dengan senyuman tipis.
'Gini ya rasanya diperhatiin sama pacar, pacar orang'
Bara bergumam didalam hatinya, mana mungkin dia berbicara seperti itu pada Agatha.
"Terimakasih,"
"Sama sama, dimakan Pak Bara jangan sampai anda sakit karena telat makan."
Blusshing...
Itulah yang tengah terjadi pada Bara saat ini, diperhatikan oleh pacar orang saja bahagianya setengah mati apa lagi kalau diperhatiin sama pacar sendiri bahagianya sampai mati.
"Terimakasih per...,"
"Kalau Pak Bara sampai sakit, nanti siapa yang bakalan menggajih kami?"
Nyutttt....
Layu sebelum berkembang, sudah berbunga bunga eh rontok terhantam badai.
"Terimakasih."
Sudah ketiga kalinya Bara mengucapkan terimakasih pada Agatha hingga membuat gadis itu mengerenyit heran.
"Terimakasih? terimakasih buat ap...,"
"Agatha!"
PESONA AGATHA YANG SELALU ADA DIDALAM MATA SERTA OTAK TAMPAN BARATA
YUHUUU JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA, SEE YOU NEXT CRAZY UP TOMORROW
BABAYY MUUUAAACCHHH
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
Maria Magdalena
⁰tenang Bar bentar lagi Agatha putus dari Alvian cowok songong krn Alvin selingkuh dgn Elvia adik tiri Agatha.
2025-02-28
0
Nana Niez
pacar,, pacar org, 🤣🤣🤣🤣
2024-12-22
0
Sweet Girl
bwahahahaha langsung diterjunin dr lantai 30
2024-06-07
1