Agatha memijit pelipisnya, kepalanya terasa sedikit pusing saat ini. Kedua netra dark hazelnya terus menerus menatap layar ponsel yang ada diatas nakas. Seharian ini Alvian tidak menghubunginya sama sekali.
Bahkan sampai malam hari pun Alvian belum mengirimkan pesan, tidak seperti biasanya. Karena biasanya pria itu akan mengirimkan banyak pesan padanya seperti seorang stalker apa lagi saat mereka baru jadian.
Namun setelah dia keluar dari perusahaan perkebunan kelapa sawit Ayahnya Alvian karena tidak ingin Alvian kena sanksi akibat berpacaran dalam satu perusahaan padahal aturan itu Alvian dan Sang Ayah yang membuatnya sendiri. Namun ternyata putranya sendiri yang melanggarnya.
"Apa dia masih sibuk?"
Selama 4 bulan ini entah kenapa Agatha merasa kalau Alvian semakin menjauh darinya. Apa lagi saat saudari tirinya itu datang kerumah ini, entah sejak kapan mereka berdua menjadi akrab saat keduanya bertemu.
"Kamu serius apa tidak sih Yan?"
Pertanyaan itu selalu saja timbul didalam benak Agatha, gadis itu selalu bertanya tanya apakah Alvian serius dengannya,dengan hubungan mereka yang sudah terjalin hampir 2 tahun lebih itu. Pasalnya saat Agatha membahas masa depan mereka Alvian selalu terlihat menghindari topik.
"Kalau kamu tidak serius dengan hubungan ini kenapa gak mundur aja?"
Wanita itu butuh keseriusan, jangankan mengajaknya menikah, melamar saja Alvian sepertinya tidak berniat. Tapi Agatha tetap mempertahankan hubungannya dengan Alvian hingga saat ini.
"Aku akan nunggu sampai kamu siap Yan, kalau memang kamu gak serius dengan ikatan ini, lebih baik aku putuskan bukan?"
💞💞💞
📲Bunda ❤❤ : "Jangan lupa makan ya Kak, inget jangan lupa bismilah juga kalau mau kerja."
"Iya Bunda, Bara akan denger dan ngelakuin semua perintah Bunda. Bunda juga jaga kesehatan ya, jangan lupa minum vitaminnya, si Ayah juga jangan terlalu sering kekantor pusat biar Arman sama Genta aja yang ngehandle."
📲Bunda ❤❤ : "Iya, si Ayah emang gak mau diem, katanya diemnya setelah kamu ngasih cucu."
Bara berdecak kecil sembari mengusap wajahnya dengan kasar. Cucu lagi yang dibahas, kalau terus terusan begini bisa bisa dia ngawinin anak gadis orang sebelum nikahin.
"Jangan mulai deh Bun, bilang sama Ayah jangan keterlaluan mabok cucunya, entar nih ya kalau udah ada tuh bocah, pas lahir bakalan nakal soalnya dipingenin banget sama Kakeknya."
Terdengar suara kikikan geli dari ujung telepon, Anin terkikik geli mendengar gerutuan Bara. Anin yakin kalau saat ini putranya itu tengah kesal saat ini. Damar suaminya itu memang sering kali menggoda kedua putra mereka lebih seringnya Barata. Damar meminta cucu pada keduanya dengan segera.
"Udah udah jangan dengerin si Ayah, Bunda akan tetap nunggu kamu sampai menemukan jodoh Nak. Syukur syukur pas pulang nanti kamu bawa calon mantu Bunda Kak."
Bara terlihat menggaruk leher bagian belakangnya yang tidak gatal. Barata meringis mendengar kata 'calon menantu' dari mulut sang Bunda.
Jangankan calon menantu, calon pacar saja ketinggilannya sudah sangat jauh. Hingga Bara membutuhkan pesawat tempur Jet untuk mengejar hubungan kedua anak adam itu.
"Doain aja Bun, semoga doa Bunda sama Ayah yang pengen cucu cepat tercapai Aamiin."
'Walaupun harus jalur PESANGON' ujarnya didalam hati.
📲Bunda❤❤: "Aamiin yarobalalamin."
Bara tersenyum tipis mendengar sang Bunda mengaminkan ucapannya entah itu yang terlontar atau pun yang ada didalam hatinya.
ON THE WAY JALUR PESANGON, ISI AMUNISI DULU NGEREBUT PASANGAN ORANG BUTUH TENAGA LEBIH😂😂😂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
Sweet Girl
cucooook
2024-06-07
0
Sweet Girl
Gue dukung Bar.... yg penting anak orang kamu pelihara Baek Baek.
2024-06-07
0
Sweet Girl
Aamiin
2024-06-07
0