"Makasih ya Mas Vian udah nganterin aku pulang."
Samar samar Agatha mendengar suara Elvia dari arah depan rumah mereka, lebih tepatnya rumah peninggalan Alm. Sang Ayah.
"Sama sama Via, kebetulan aku juga sedang ingin lewat kejalan yang sama dengan lokasi rumah ini."
Agatha yang sedari tadi sudah pulang lebih awal membuka sedikit gorden jendela kamarnya. Agatha bisa melihat Elvia sedang berbicara akrab dengan seseorang yang ada didalam mobil dan orang itu adalah Alvian. Agatha bisa memastikan kalau orang yang ada didalam mobil itu adalah Alvian. Bagaimana dia yakin kalau itu Alvian, Agatha sangat hafal plat nomor mobil yang ada didepan rumahnya itu.
Namun anehnya Alvian tidak turun dari mobilnya, apa mungkin karena mengira kalau Agatha belum pulang jadi pria itu tidak mau mampir. Dan benar saja, Agatha melihat mobil mewah berwarna putih itu meninggalkan halaman rumahnya. Bahkan Elvia melambaikan satu tangannya pada Alvian saat pria itu sudah keluar dari area rumah mereka.
Agatha menatap heran pada saudara tirinya itu, kenapa Elvia selalu bersikap tidak biasa ketika bersama Alvian. Bukannya souzdhon namun Agatha mampu melihat semua itu dari sikap serta nada bicaranya.
"Setelah Ibuku, dia berencana merebut kekasihku juga rupanya."
Agatha menyunggingkan senyuman sinisnya melihat wajah berbinar Elvia saat berjalan menuju pintu utama rumah itu.
Agatha yang baru saja selesai mandi dan berganti pakaian segera keluar dari dalam kamarnya. Dan secara kebetulan Elvia juga baru saja masuk kedalam rumah.
"Ta-Tata, kamu sudah pulang?"
Pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut Elvia yang mana membuat Agatha tersenyum tipis.
"Sudah, memangnya kenapa?"
Elvia gelagapan mendengar Agatha membalikan pertanyaan padanya. Gadis yang usianya satu tahun dari Agatha itu terlihat salah tingkah dibuatnya.
"A-ah tidak apa apa kok."
Agatha menaikan sebelah alisnya sembari menegak air yang ada didalam gelas sampai habis tak bersisa.
"Kenapa kau gugup? kau sudah melakukan kesalahan huh?"
Agatha semakin menarik sudut bibirnya melihat Elvia menggelengkan kepalanya tidak yakin.
"Santai saja, aku juga tidak akan mempertahankan pria murahan, hidupku terlalu berharga untuknya."
Entah kenapa Agatha terasa plong setelah mengucapkan kalimat itu. Apa lagi saat dia melihat wajah Elvia yang semakin tegang. Agatha semakin yakin kalau saudara tirinya ini ada main hati dengan kekasihnya yang merupakan wakil Boss di perusahaan kelapa sawit tempatnya bekerja.
Bahkan Elvia sedikit terperanjat saat mendengar hantaman kencang dari gelas yang diletakan kasar oleh Agatha diatas meja kaca. Untung saja gelas atau pun meja kaca itu tidak pecah.
"Kalau tidak jago, jangan sok jago."
Agatha meninggalkan Elvia yang masih mematung ditempatnya, bahkan gadis itu terlihat mengepalkan kedua tangannya saat sudah bisa memahami kata demi kata yang dilontarkan oleh Agatha.
Apa lagi kata kata terakhir saudara tirinya itu, Elvia yakin kalau Agatha saat ini tengah meremehkannya.
"Ck sialan!"
Elvia mengumpat pelan lalu segera melangkah menuju kamarnya. Sedangkan diatas sofa sana Agatha terlihat santai mendengar umpatan Elvia.
"Ada yang mau main main rupanya, lakukan saja apa yang kalian mau, aku tidak peduli."
Rencana Agatha untuk memutuskan tali ikatannya dengan Alvian semakin besar. Apa lagi saat nanti affair antara sang kekasih dengan saudara tirinya itu terbukti benar adanya, tidak akan ada alasan lagi untuk merajut ikatan itu agar lebih kuat bukan.
Bahkan Alvian terlihat semakin jauh dengannya dan terlihat nyaman saat berbicara dengan Elvia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
Nana Niez
suka sm karakter agatha
2024-12-22
2
Sry Handayani
iya betul tinggalin ajah cowo kang selingkuh ich ieuh
2024-07-18
1
Sweet Girl
lebih muda satu tahun
2024-06-07
0