📲 Gentong Calling....
"Hm apa?"
📲 Gentong :"Kak balik Mami nyuruh balik sekarang!"
Bara menjauhkan ponsel dari telinganya, suara Gentala sukses membuat telinganya berdengung.
"Ngapain pulang, disini Kakak masih repot."
Terdengar helaan nafas dari ujung telepon sana, Gentala terdengar menghela nafasnya kasar. Pria yang berusia 23 tahun itu seperti tengah frustasi saat ini.
📲 Gentong :"Kak lu cepet kawin dah, Si Ayah maksa mulu minta cucu!"
Bara mengerenyitkan dahinya mendengar ucapan sang adik. Pria yang usianya hendak 27 tahun beberapa bulan lagi itu hanya berdecak kesal.
"Gak usah didenger, si Ayah emang lagi mabok cucu. Mending kamu tinggalin kalo si Ayah lagi ngomel, udah deh jangan bikin pusing dikira ngawinin anak gadis orang itu gampang. Kalo gak, kamu hamilin salah satu pacar kamu si Ayah pasti seneng tuh kalo pacar kamu hamil."
📲 Gentong: "Astagfirouloh anda bersoda sekali kawan, mengajarkan hal hal yang tidak baik pada adik sendiri. Tapi sepertinya bisa di coba."
Genta terkikik geli membuat Bara melototkan matanya, adiknya ini benar benar.
"Berani kamu buntingin anak gadis orang sebelum menikah, Kakak kubur kamu hidup hidup di lubang galian ya. Udahlah sana main game, kalo bisa download anak biar si Ayah seneng!"
Bip...
Bara langsung mematikan panggilan telepon sang adik, niatnya mau bercanda dengan Genta malah pria itu malah ingin mencobanya.
"Dasar semprul."
Barata meletakan ponsel pintarnya diatas tempat tidur, kedua kakinya melangkah menuju balkon rumah yang dulu pernah dijadikan tempat percetakaannya oleh Damar dan Anin. Rumah yang menjadi saksi bisu dimana Anin memiliki putra made in Bengkulu.
Rumah dua lantai yang terletak didekat pantai itu kini menjadi tempat singgah Bara selama di pertambangan batu baranya.
Bara melepas kaos tipis berwarn abu abunya, setelah dia membuka pintu balkon rumah itu yang menghadap langsung kearah pantai dan laut. Semilir angin sore itu terasa kencang, cahaya matahari pun mulai menguning karena waktu sudah menujukan pukul 5 sore. Bara menghela nafasnya kasar, entah kenapa saat dia melihat kearah lautan bayangan gadis operator sexy itu terlihat tengah tersenyum manis kepadanya.
Bara bahkan mengucek kedua matanya saat bayangan itu terlihat menggodanya untuk pergi kesana.
"Astaga, apa aku mabuk angin laut?"
Bara bergumam pelan sembari mengusap kasar wajahnya. Dia tidak tahu kenapa gadis operator itu selalu ada didalam fikirannya. Padahal baru 2 kali mereka bertemu, itu saja yang keduanya hanya Bara yang menyadarinya sedangkan gadis itu sama sekali tidak menoleh padanya.
"Lupakan Barata, kalau itu pacar atau bahkan istri orang bagaimana. Astaga, aku tidak mau jadi PESANGON (perebut pasangan orang)."
Bara begidig ngeri kalau sampai gadis yang tengah ada didalam fikirannya itu adalah pasangan orang.
"Aku sepertinya butuh berenang."
Barata segera melangkahkan kedua kakinya keluar dari kamar. Saat ini Bara hanya ditemani oleh Bang Imam yang merupakan penjaga rumah serta orang yang selalu membersihkan rumah yang sedang dia tempati.
"Bang saya mau berenang dulu ya!"
"Oh iya Den, silahkan. Saya mau ngecek lampu dulu."
Bara menganggukan kepalanya, sedangkan Bang Iman melangkah menuju dapur untuk mengecek lampu mati yang ada dikamar mandi.
Byuurrrrr
Suara dentuman air yang tertimpa tubuh sempurna Bara membuat percikan dimana mana. Pria berwajah tampan serta mapan itu terlihat menikmati berenangnya sore itu. Bahkan dia mampu melupakan bayangan si gadis operator didalam otaknya.
"Sial!"
Ternyata salah, bukannya menghilang bayangan gadis itu malah menggodanya dipinggir kolam renang.
"Astaga aku bisa gila kalau seperti ini terus!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
•it's Tiara•
baru baca MT lagi eh nemu karya barumu, cus lah.
2025-02-22
0
Sweet Girl
Bwahahahaha onok ae Otor istilahnya.
2024-06-07
0
Sweet Girl
ngehaluuu
2024-06-07
0