"Aaahhh pinggangku,"
Bara meregangkan pinggangnya sejenak setelah dia menyelesaikan berbagai laporan yang harus dia tanda tangani.
Bara menyenderkan kepala serta punggungnya dikursi nyamannya yang ada dibalkon. Ditemani oleh angin malan serta deburan ombak Samudera Hindia Bara terlihat memejamkan kedua matanya dengan tenang.
Rasa sepi sering kali menghatuinya, apa lagi saat Mang Imam sedang izin untuk keluar rumah karena biasanya Mang Imam yang akan menemani Bara main catur atau main remi saat malam seperti ini.
Menikah? sering kali kata itu melintas didalam otaknya. Tapi dengan siapa? jangankan calon istri, pacar saja tidak punya. Memangnya mau menikahi siapa? bahkan tante Merry saja sudah menikah padahal pria gemulai itu menolak untuk menikah, karena dipaksa dijodohkan oleh emaknya Merry alias Marvino akhirnya menikah dengan gadis desa dikampung halamannya.
"Tante Merry aja laku,masa iya gue gak laku. Giliran udah ada ancang ancang, eh ada yang punya. Ya kali gue kudu jadi PESANGON harga diri jatuh nih."
Bara bergumam sendiri, dia tengah meratapi nasibnya yang Massa Allah. Sedari masa mimpi ba*sah sampai sekarang Bara belum sekali pun dekat dengan seorang gadis secara intens. Bahkan teman teman sekolah serta kuliahnya sempat mengira kalau dia gay karena tidak pernah jalan dengan wanita.
"Berharap mereka putus dosa gak sih Tuhan?"
Bara meraup wajah lusuhnya itu dengan kedua tangan besarnya. Ingin rasanya mundur pelan pelan namun hati kecilnya menyuruh dia bertahan. Tapi mau sampai kapan? sampai gadis operator dan kekasihnya putus. Iya kalau mereka putus, kalau sampai mereka menikah bagaimana? bisa bisa jadi perjaka lapuk dia.
"Masa iya kudu gue tirakatin biar mereka putus, jahat bener dah gue ya."
Bara mengacak ngacak surai hitamnya dengan gemas, Agatha bisa benar benar membuatnya gila.
💞💞💞
"Gimana kerjaan kamu Via?"
Elvia yang tengah mengunyah makanannya mendongak sejenak pada sang Ayah yang terdengar bertanya padanya.
"Baik kok Pak, Via dapat bagian HRD dikantor."
Farhan dan Rina terlihat menganggukan kepalanya, senyuman tipis dikeduanya terbit mendengar jawaban Elvia.
"Gimana dengan kam...,"
"Baik dan lancar, aku sudah selesai permisi."
Belum sempat Farhan menyelesaikan ucapannya, Agatha segera menyelanya. Gadis itu memang tidak terlalu menyuksi berlama lama berhadapan dengan adik serta Ayah tirinya itu. Entah kenapa biarpun Farhan baik padanya, Agatha tetap tidak bisa menerima pria paruhbaya itu sebagai Ayah sambungnya.
"Tata kamu belum minum vitaminnya Nak!"
Rina berseru kencang pada putri kandungnya itu. Rina bahkan merasa semakin kesini dia dan Agatha semakin menjauh. Apa lagi setelah Agatha memutuskan bekerja dipertambangan batu bara sebagai seorang operator padahal sebelumnya gadis itu menjabat sebagai Genderal Manager disalah satu perusahaan swasta.
"Nanti saja."
Agatha terdengar menyahuti seadanya tanpa ingin menoleh kebelakang lagi. Rina hanya bisa menghela nafasnya kasar, sebuah tepukan lembut bahkan bisa dia rasakan dipunggungnya saat ini.
"Sepertinya Tata tidak akan pernah mau menerima Bapak dan Elvia disini."
"Bukan tidak mau, tapi belum. Mas dan Via sabar ya, Ibu yakin Tata akan luluh dengan sendirinya. Anak itu memang sangat keras kepala sejak kecil."
Farhan terlihat menganggukan kepalanya pada Rina. Sedangkan Elvia, gadis cantik berusia 23 tahun itu hanya tersenyum tipis.
"Tenang aja Buk, Ibu masih ada Via disini. Jangan terlalu memikirkan Kak Tata yang sering lupa sama ibu ya."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
Sweet Girl
Jangan jadi Profokotor ya Via....
2024-06-07
0
Sweet Girl
Klo perlu Napa Ndak...???
gasken wes...
2024-06-07
0
Sweet Girl
Insyaa Ndak... Khan berharap lagian belum dibayar tunai.
2024-06-07
0