"Kamu tidak apa apa?"
Gadis yang tengah Alvian tenangkan itu terlihat mengigil ketakutan, kedua telapak tangannya dingin ketingat pun keluar dari pori pori kulitnya.
"Sudah tidak apa apa, ularnya sudah pergi. Tadi Agatha sudah mengusirnya."
Gadis itu mengangguk pelan, dia malah memenggelamkan wajahnya didalam pelukan Alvian. Adegan saat dia menginjak ekor ular king kobra tadi membekas dikepalanya, bagaimana kalau ular berbisa mematikan itu mematuknya tadi? bagaimana nasibnya saat ini?
Disaat kedua orang berbeda gender itu tengah saling merekat hingga mereka lupa dengan kedua orang yang tengah menatap datar kearah mereka berdua.
"Butuh pelukan?"
Agatha menoleh pada Bara yang tengah merentangkan kedua tangannya, berharap Agatha segera memeluknya dengan erat.
"Ayo, biarkan saja mereka!"
Agatha tidak menanggapi ucapan Bara, bahkan gadis itu terlihat tidak peduli dengan kedua orang yang tengah berpelukan didepan matanya itu. Bukan karena Agatha tak berhati dan berperasaam, namun karena Agatha tidak mau ambil pusing saat ini. Untuk apa meratapi pria yang jelas jelas tidak mau menghargai perasaannya bukan.
"Kamu baik baik saja?"
Agatha menoleh kearah Bara yang kebetulan tengah berjalan disisinya, Agatha bahkan terlihat membawa sebuah tongkat panjang untuk sekedar menyingkirkan rimbunan semak yang menutupi jalan mereka berdua.
"Memangnya saya kenapa Pak Bara?"
Bara menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, kenapa gadis ini terlihat biasa saja saat melihat pacarnya memeluk wanita lain didepannya. Kalau Bara jadi Agatha pasti sudah Bara jambak dengan kencang wanita itu.
"Pacarmu dan emm...,asistennya berpelukan, kau tidak marah?"
Agatha terlihat melirik sejenak pada Bara, gadis itu bahkan menghirup nafasnya dalam dalam saat ini.
"Jangan membuang tenaga dan waktu untuk orang yang tidak pernah menghargai perasaan kita. Cinta boleh goblok jangan!"
Setelah mengatakan hal itu, Agatha semakin mengencangkan langkahnya meninggalkan Bara yang masih terlihat tengah mencerna sesuatu diotaknya. Maklum sinyal disana lemah jadi otak tampan Barata sedikit ngelag.
💞💞💞
"Saya ke camp dulu, mau mengambil makan siang."
"Biar Rahmat yang akan mengantarkannya kesini, kamu duduk saja Ta."
Agatha yang hendak beranjak dari duduknya terlihat kembali ketempat semula. Gadis itu kembali meneguk air mineral dingin yang sudah disiapkan untuk mereka. Kulit eksotisnya semakin berkilau karena berkeringat serta sedikit terkena cahaya matahari siang ini.
Waktu sudah menunjukan pukul 1 siang dan mereka sudah saatnya santap siang. Alvian dan Elvia pun terpaksa makan siang dipertambangan karena Alvian merasa sudah sangat lapar saat ini. Sedangkan Elvia, gadis itu sebenarnya sudah tidak betah berada ditempat itu terlalu lama, namun karena Alvian masih kekeuh ingin makan siang dipertambangan akhirnya dia juga menurut, dari pada harus berjalan bukan.
"Silahkan, maaf makan siangnya cuma nasi kotak."
Bara dan Agatha menganggukkan kepalanya pada Rahmat, sedangkan Alvian dan Elvia terlihat menatap malas pada nasi kotak yang ada dihadapannya.
"Kenapa? kalian tidak mau makan nasi kotak."
Bara yang terlihat sudah menyuapkan makanannya terhenti sejenak mendengar ucapan Agatha. Manik mata hitamnya melirik pada kedua orang yang tengah menatap pada nasi kotak yang ada dihadapan mereka.
"Sepertinya Pak Alvian dan Ibu Elvia tidak terbiasa memakan makanan seperti ini. Maaf biar saya pesankan makanan lain saja ya."
Bara mengotak atik ponsel pintarnya, padahal saat ini pria itu tengah menikmati makan siangnya dengan tenang karena dia sudah sangat lapar.
"Biar saya yang memesannya, Pak Bara habiskan saja makanannya terlebih dahulu. Kalau mau nambah silahkan ambil saja bagian saya."
Agatha meraih ponsel Bara dari tangan pria itu, gadis itu dengan santai mengotak atik ponsel pribadi milik Barata.
"Kau mau makan apa?"
"Spaghetti dan steak."
Agatha menaikan wajahnya mendengar jawaban Elvia, sudut bibirnya sedikit terangkat mendengarnya.
"Wah sepertinya kau belum pernah makan makanan seperti itu ya, makanya ditempat jauh seperti ini saja kau masih mau memakan makanan elit mu itu."
"Tidak usah pesan, aku dan Via akan makan nasi kotak ini saja."
"Mas Vi..,"
"Makan saja, nanti saat kita pulang dari sini kamu bisa makan itu sepuasnya."
Agatha menatap datar pada Alvian, pria ini definisi pria yang ingin Agatha kubur hidup hidup rupanya.
YUHUUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT CRAZY UP TOMORROW BABAYY MUUUAAACCHHH
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
Sry Handayani
pdhal agata cantiknya g ketulungan msh aja di slingkuhin g bersyukur noh laki
2024-07-18
0
Sry Handayani
pdhal agata cantiknya g ketulungan msh aja di slingkuhin g bersyukur noh laki
2024-07-18
0
Dia Amalia
tengelamkn digalian exse kau Agatha 😡😡
2024-06-08
0