Bara terdiam mendengar penuturan lugas gadis yang tengah menatap tenang kearahnya.
Pandangan mata Bara malah beralih pada kelima orang operator yang ada dibelakang gadis yang biasa di panggil Tata oleh warga tambang.
"Kau bisa menemaniku melihat area itu?"
Agatha terlihat menganggukan kepalanya, bukan hal sulit bukan dia membawa asiaten boss yang sok perfeck ini.
"Bisa, saya akan menyiapkan kendaraannya terlebih dahulu."
"Tidak perlu, pakai motormu saja."
Agatha yang hendak membalikan tubuhnya terhenti seketika mendengar ucapan Barata.
"Bisakan?"
Agatha terlihat sedikit berfikir namun beberapa detik kemudian dia menganggukan kepalanya pelan. Gadis itu melanjutkan langkahnya menuju pintu keluar. Sedangkan Bara segera meraih ponsel yang ada diatas meja kerjanya. Bahkan para karyawannya yang masih berbaris rapih seperti anak TK itu belum dia bubarkan.
"Pak Bara!"
Bara yang sudah menyentuh daun pintu menghentikan langkahnya, pria tampan itu menoleh kearah orang yang memanggilnya. Satu alis Bara terangkat seperti tengah bertanya 'Apa' pada orang itu.
"Kita bagaimana nasibnya Pak, berdiri terus apa udahan nih?"
Bara berdecak kesal, pria itu lupa kalau para karyawannya yang lain masih berbaris rapih didepan meja kerjanya.
"Kalian semua bubar, berangkat langsung kelokasi masing masing!"
"Siap Pak!"
💞💞💞💞
"Ini motor kamu?"
Agatha menganggukan kepalanya sembari memasang full face miliknya. Sedangkan Bara, pria itu hanya memakai topi untuk melindungi kepalanya. Padahal Agatha sudah menyarankan pria yang akan dia bonceng itu agar memakai helm miliknya. Namun pria yang sudah nangkring santai dijok motornya itu malah menjawab.
'Lindungi saja kepala kamu, agar kenangan ini tidak hilang dari ingatanmu nanti'
Maksudnya apa coba? Agatha hanya menggelengkan kepalanya heran. Bahkan saat dia sudah menyalakan mesin motor trail miliknya pria yang tengah duduk santai sisa jok motornya hanya terdiam santai.
"Pak!"
"Ya,"
"Kalau Pak Bara jatuh dari motor saya gara gara tempat duduknya gak kebagian Bapak jangan marah apa lagi mecat saya ya. Ini salah bapak sendiri, saya sudah menyarankan Bapak untuk memakai mobil tambang tapi Bapak tidak mau."
Senyuman Barata terukir saat mendengar ocehan panjang yang diucapkan oleh gadis yang tengah mengendarai motornya dengan lihai. Bara saja belum tentu bisa melewati lokasi jalanan ini dengan mudah. Sudah jalannya setapak, masih tanah lagi dan kebetulan hujan turun tadi malam jadi jalanan terlihat licin.
"Kalau saya jatuh kamu yang bangunin saya."
Agatha tidak menjawab, gadis itu memfokuskan penglihatannya pada jalan super penuh tantangan yang sedang dia takhlukan saat ini. Hampir lima belas menit mereka melakukan perjalanan, akhirnya kedua orang beda gender dan jabatan itu sampai dilokasi.
"Kita akan kebawah sana?"
Agatha menganggukan kepalanya, setelah melepas helm full face yang dia pakai Agatha segera menuruni jalan yang cukup curam dan licin. Untung saja dia sudah memakai sepatu boot khusus begitu pula dengan Bara jadi langkah keduanya tidak mengalami kesulitan.
"Batu bara diarea ini masih berwarna coklat muda, yang artinya batu itu masih muda dan belum siap untuk kita panen. Kami sudah memastikannya sampai lima kali dan hasilnya tetap sama."
Barata hanya menganggukan kepalanya, namun tatapannya terlihat fokus pada jalan setapak yang tengah dia lewati saat ini.
"Dari semua area yang kita pijak saat ini, hanya ada sedikit area yang sudah kita bongkar kemarin."
Bara diam, pria itu tidak menjawab pandangannya hanya terpaku pada wajah gadis yang tengah menjelaskan secara detail tentang area yang tengah mereka pijak.
"Kau sudah punya pacar?"
Ucapan Agatha terhenti langsung saat mendengar ucapan pria yang tengah menatapnya intens.
"H-hah?"
"Kau sudah punya pacar?"
Agatha bahkan sampai berkedip berkali kali mendengar kalimat yang kembali dilontarkan oleh pria super perfeck yang ada dihadapannya.
"Maksud Pak Bara?"
"Kau sudah memiliki kekasih?"
Agatha sempat terdiam namun, seperdetik kemudian dia menganggukan kepalanya. Gadis itu kembali mengalihkan pandangannya kearah lain. Agatha menghindari tatapan kedua manik mata hitam yang terlihat sangat mengintimidasinya saat ini. Bahkan Agatha tidak melihat wajah kecut yang tengah ditampilkan oleh Bara padanya.
BARA TUMBANG SEBELUM BERJUANG🙈🙈🙈
SEMANGAT MAS BARA, SEPERTI PARA READERS YANG MENYEMANGATIMU LEWAT LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU CRAZY UP TOMORROW BABAYYY MUUUAAACCHH
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
As Ngadah
kacian bara bere😀😀😀
2024-07-17
0
Sweet Girl
Barakan semangat mu ... BARA....
2024-06-07
0
Sweet Girl
lhaaaa Pak... lagi serius presentasi, malah ditanya udah punya pacar...
2024-06-07
0