Barata menghirup nafasnya dalam dalam saat melihat Agatha tengah menaiki eksavator dengan begitu mudahnya. Barata kembali teringat dengan reaksi gadis itu saat dia bertanya to the point pada sang gadis.
Bara menggelengkan kepalanya pelan menyadari kebodohanya sendiri. Entah apa yang tengah gadis itu fikirnya tentangnya saat ini. Bara yakin pasti gadis jutek plus galak itu tengah ilfil padanya saat ini makanya gadis itu sedari tadi terlihat menghindarinya.
Ketakutan Barata akhirnya terjadi juga, pertama merasakan rasa suka pada lawan jenis ternyata dia harus tumbang sebelum berperang.
"Pak Barata!"
Lamunan Bara buyar seketika saat Agatha memanggilnya. Gadis berwajah manis nan cantik dengan kulit eksotis serta tubuh proposional bak model terlihat menatap heran pada pria yang tengah terlihat salah tingkah.
"Pak Bara mau ikut saya naik eksa, atau mau menunggu disini sen...,"
"Saya ikut!"
Bara segera berjalan cepat menuju Agatha yang terlihat sudah siap untuk menyalakan mesin besar itu. Bara dengan sudah payah menaiki eksavator yang baru saja Agatha nyalakan.
Pria itu berkali kali menelan salivanya kasar saat dia sudah duduk nyaman disebelah Agatha.
"Kita mau kemana?"
Tangan lihai gadis itu tidak kaku lagi dalam mengotak atik pengendali mesin besar yang tengah dia kendalikan dan naiki bersama atasannya.
"Mengecek pekerjaan saya agar Pak Bara bisa melihatnya sendiri."
Agatha menjelaskan tanpa melihat pada Bara, namun berbeda dengan pria yang ada disebelahnya. Bara terlihat sangat terpesona dengan keahlian gadis yang ada disampingnya. Bolehkan Bara menarik kata katanya yang pernah dia lontarkan kemarin, bahwa kalau wanita tidak akan mungkin bisa selihai pria dalam mengendalikan mesin pengaruk serta penggali ini.
"Sejak kapan kau bisa mengendarai ini?"
"2 tahun yang lalu,"
Bara menganggukan kepalanya mendengar ucapan Agatha. Gadis ini terlihat santai dan tenang tanpa ada rasa kaku atau pun gugup dalam menjalankan tugasnya menjadi joki eksavator.
"Kenapa kau memilih pekerjaan berat serta berisiko ini dari pada pekerjaan yang ya lebih menujukan kefeminiman seorang wanita berhubung kamu lulusan terbaik salah satu universitas negeri dikota ini, kantoran contohnya."
Agatha melirik sekilas pada Bara, namun tidak lama Agatha kembali fokus kearah jalan yang tengah dia lalui.
"Pak Bara sedang mewawancarai saya?"
Bara yang tadinya tidak sabar untuk mendengar jawaban Agatha, sekita langsung mengerenyitkan dahinya mendengar ucapan Agatha.
"Memangnya saya kurang feminim gara gara menjadi operator eksavator? apa saya harus menujukan kewa*nita*an saya agar percaya kalau saya wanita tulen?"
Bara menelan salivanya susah payah,sepertinya gadis yang ada disampingnya ini swdikit tersinggung dengan pertanyaanya tadi.
"Bu-bukan begitu maksud saya, saya cuma bertanya kenapa kau lebih memilih bekerja berat dan panas panasan seperti ini dari pada bekerja diruang berAC."
"Ini hobi dan kemauan saya, dan saya lebih menjiwai bekerja seperti ini."
Oke Bara harus diam kali ini, haruskah dia bertanya lagi atau sudah cukup sampai disini. Tapi mulutnya masih terasa gatal untuk bertanya kembali.
"Satu lagi oke, apa kekasih serta keluargamu tidak melarang saat kau memilih berkerja kasar seperti ini."
"Tidak! tidak ada yang banyak bertanya serta banyak bicara seperti anda Pak Barata."
Bara seketika mengunci mulutnya rapat rapat mendengar nada sangat tidak bersahabat. Sedangkan Agatha, gadis itu tidak mengeluarkan suaranya sedikit pun setelah ucapan terakhirnya untuk atasan cerewetnya itu.
*HOLLA MET PAGI EPRIBADEH
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHH*...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 193 Episodes
Comments
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🇦ᴬᴿᴷᴬ 𝗗𝗘𝗪𝗜🌀🖌
karakter cewek terlalu perkasa
2024-08-20
0
Sweet Girl
Bwahahahaha iku Bosmu Ta ... ojok mbok gai salting Ta...
2024-06-07
0
Sweet Girl
Semangat Bar.... ojok kendor ....
tikung dipersetiga malam ..
2024-06-07
0