Sania pulang diantar oleh Barley, Sesampainya di depan rumahnya, Barley turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Sania.
"Terima kasih sayang,"ucap sania seraya keluar dari pintu mobil.
"Sayang kamu ngak mau mampir dulu," tanya Sania.
"Lain kali saja ya, sayang"
"Kamu denger sendirikan, daddy menelpon menuyuruh ku untuk rapat direksi pemegam saham." Barley.
"Iya sayang, hati-hati ya," ucap Sania seraya melambaikan tanganya.
Setelah melihat mobil Barley menghilang di kejauhan, Sania pun masuk kedalam rumahnya, ia membuka pintu rumahnya.
Duart, bunyi balon meletus tepat di hadapanya.
"Suprise...!"ucap Santi kemudian memeluk Sania.
"Santi, kamu sudah pulang? kenapa ngak memberi kabar, kakak bisa jemput kamu di bandara,"ucap Sania.
"Ah ngak usah repot kak, aku tahu kakak pasti sibuk mempersiapakan pernikahan kakak," ucap Santi seraya menggandeng mesra kakaknya.
"Ngak repotlah, kakak udah vacum dari dunia modeling, ngak di ijinkan lagi untuk kerja, sama calon suami kakak," ucap Sania.
"Wah harus itu, kok calon istri dari tuan muda Berley milano harus kerja keras mencari nafkah sih," ucap Santi sambil tersenyum menggoda Sania.
"Ah, tapi dia kan belum jadi suami kakak," sahut Sania yang langsung menarik kursi meja makan.
Ting..tong terdengar suara bel berbunyi, Sania hendak menuju pintu tapi di tahan oleh Santi.
"Eh kak biar dedek saja yang bukain pintu," ucap Santi.
Santi setengah berlari menuju pintu, kemudian membukakan pintu tersebut.
Mata Santi membelalak sempurna ketika melihat pria tampan yang ada di hadapannya kini sedang memegang bouquet bunga indah.
"Selamat siang Nona," sapa pria tersebut yang seketika membuyarkan lamunan Santi.
"Ehm, selamat siang,ada perlu apa?"tanya Santi gelalapan karna salah tingkah melihat pria tampan yang sedang bicara dengannya.
"Saya mengantar ini, untuk nona Sania, apa bisa bertemu dengannya?"
"Oh iya, sebentar, " ucap Santi, ia pun masuk kedalam rumaahnya.
"Kak ada yang mencari Kakak, seseorang yang mengantar bunga untuk kakak!" seru Santi.
"Oh, "
Sania berjalan dengan anggun menuju pintu.
"Arief." sapa Sania.
"Ehm, Nona Sania, ini ada kiriman bunga dari tuan muda, mohon tanda tangani ini," ucap pria bernama Arif tersebut.
"Ehm, Barley ada-ada saja, padahal baru saja dia mengantar ku pulang, dasar dewa bucin," cetus Sania sambil menandatangani tanda terima tersebut.
"Terima kasih ya Arief,"ucap Sania seraya menyambut kiriman bunga tulip merah tersebut.
"Sama-sama Nona, saya permisi,"ucap Arief.
Setelah memastikan Arief keluar dari halaman rumanya, Sania langsung menutup pintu.
"Duh tuan muda so sweat banget ya Kak, romantis lagi" ucap Santi.
"Ehm, dia memang selalu begitu, setiap hari kirim bunga ke kakak, udah kayak toko bunga saja kamar kakak," ucap Sania.
"Eh, Kak, pria tampan tadi itu siapa?"tanya Santi.
"Oh, dia Arief, asisten si Barley," sahut Sania sambil meletakkan bouqet tersebut di atas meja.
"Wah, kalau asistennya saja setampan itu, bagaimana dengan tuan mudanya, jadi ngak sabar lihat calon suami kakakku, " ucap Santi dengan tersenyum kearah Sania.
"Kamu ngak tahu siapa Barley Milano?!"tanya Sania.
"Ehm, ngak Kak", sahut Santi dengan Santai.
"Kamu ngak pernah baca berita, ngak pernah sosmed atau apa, sehingga kamu ngak mengenal Barley."
"Ngak Kak, aku ngak suka semuanya, paling suka baca novel aja," tutur Santi.
"Ehm, pantes saja," guman Sania.
Tiba-tiba Sania teringat sesuatu.
"Eh Dek, kakak ingin perlihatkan sesuatu pada kamu," ucap Sania pada Santi, ia pun menarik adiknya menuju kamarnya.
"Wah, kamar kakak besar sekali, ucap Santi,
"Lama ngak pulang semua sudah berbah saja," Santi berdecak kagum melihat ke sekeliling kamar kakaknya.
Sania menuju walt in closed nya ia membuka etalase yang menunjukan menaken yang menggunakan gaun pengantin yang super mewah.
"Sini Santi!" panggil Sania.
Santi tak bergeming ketika melihat penampakan di depanya, gaun pengantin indah dan gemerlap seperti di hiasi ribuan bintang.
"Oh My god, amazing, awesome!" Santi terbelalak seraya mendekat kearah gaun pengantin putih yang indah dan pasti sangat mewah itu.
"Kak, ini gaun pengantin mu?"tanya Santi seraya menutup mulutnya yang ternganga.
Iya, ini di pesan oleh Barley dari langsung Perancis, dan kau tahu gaun ini terbuat dari ratusan berlian, dan crytal swalosky" papar Sania.
"Oh my god, Kak, aku mau coba gaun ini dong," pinta Santi sambil berjingkrak.
"Em, kau tahu Dek, ada tahayul yang mengatakan jika gaun pengantin tak boleh di coba oleh wanita yang lainnya, bisa-bisa wanita yang mencobanya tersebut yang akan menjadi pengantin,"papar Sania.
Ah, kak ternyata di dunia modern seperti saat ini kau masih percaya tahayul," dengus Santi.
"Ha ha ha, tentu tidak, adikku, nih cobalah," ucap Sania sambil melepas gaun tersebut dari manaken.
"Ehm, Kakak serius. aku boleh mencoba nya?"tanya Santi meyakinkan.
"Tentu dong Dek, memangnya kenapa? cobalah, karna setelah pesta pernikahan kakak, gaun ini akan di sumbaangkan pada acara malam amal panti asuhan yang di kelolah oleh perusahan Barley dan keluarganya, " ucap Sania.
"Iya kak, lagi pula mana mungkin aku menggantikan mu sebagai pengantin, tuan muda Barley pasti tak kan mau, aku kan tak secantik dan sebaik dirimu," ha ha ha ucap Santi sambi tertawa kecil.
"Ah bisa saja kau dek," jangan terlalu memuji.
Dengan senang hati, Sania membantu Santi mencoba gaun pengantin tersebut.
Meski merasa ribet menggunakan gaun itu namun Santi merasa senang.
"Ehm, Nasib mu beruntung sekali kak, seumur hidup aku tak kan pernah memakai gaun pengantin semewah dan seindah ini," tutur Santi.
"Ah ngak usah bicara seperti itu, siapa tahu jodohmu nanti seseorang yang kaya raya atau lebih kaya dari tuan muda Barley." Sania.
"Ah kak, aku tak bermimpi menikahi tuan muda seperti Barley, menikahi asistennya saja aku sudah merasa senang," ujar Santi dengan senyum malu-malunya.
"Oh, maksud mu si Arief itu ya?"goda Sania.
"Ehm, iya tahu aja," cetus Santi.
"Jadi kau menyukai Arif?"tanya Sania pada adiknya.
"Iya Kakak, kenapa kau harus tanya berkali-kali sih," jawan Santi jengah.
"Ehm. selesai," ucap Sania seraya menarik tali terakhir di gaun tersebut.
"Wah Dek, gaunya pas di tubuhmu,"puji Sania takjub.
"Iya Kak, aku terlihat seperti putri raja saja, "sambung Santi dengan bahagia. ia pun membolak-balikan tubuhnya di cermin.
"Ehm Kak, jika nanti aku menikah dengang babang Arif, bilang pada tuan muda mu itu untuk menghadiahkan ku gaun pengantin yang indah seperti ini ya,"pinta Santi.
"Tentu adik ku sayang, tapi kenapa kau yakin sekali jika kau akan menikah dengan babang Arif mu itu,"canda Sania.
"Karna aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama Kak, pada babang Arief,"ucap Santi dengan senang.
"Ayolah Kak, bantu aku bagaimana caranya agar aku bisa dekat sama Arief," pinta nya dengan manja.
"Ehm, bagaimana ya." ucapa Sania pura-pura ragu.
"Ayolah Kak, bantu adikmu untuk mendapatkan cinta babang Arief," mohon Santi.
" Iya tapi kau tak tahu sifatnya aslinya si Arief, jika ternyata dia tak sesuai dengan ekspetasi mu gimana, jika mencintai seseorang jangan hanya melihat wajahnya, tapi lihat lah hatinya," ucap Sania menasehati adiknya.
Santi hanya mengkerucutkan bibirnya.
Melihat adik tersayangnya manyun, Sania merasa iba.
"Iya nanti kakak bantu cari tahu bagaimana sifat dan karater si Arief," ucap Sania.
Oh, makasih Kakak", ucap Santi seraya memeluk Sania.
"Eh, sudah di coba kan gaunya, sekarang lepasin ya gaunya."Sania.
"Iya Kak," sahut Santi seraya melepas gaun pengantin tersebut.
Habis baca mohon dukungannya ya reader, like komen, vote dan hadiah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 276 Episodes
Comments
MandaSeptriani
kita sama santi😘😘
2023-01-24
0
Sukarni Paukuma
mantap semangat terus
2022-11-29
0
Amanda Rahayu
aku kurang paham maksudnya apaan sampai nengok Mbah Google wkwkwk, baru ngerti
2022-10-02
0