Pagi ini Barley dan Sania akan mengadakan konfrensi pers, mengingat banyak gosip murahan yang menyebar tentang pernikahan mereka.
Sania sudah siap dengan Rok midi dan kemeja putih yang pas di tubuhnya, yang membuat tampilannya terlihat sederhana namun terlihat anggun.
Sania menghampiri Santi yang juga akan hadir di konfrensi persnya.
"Dek, ayo sebentar lagi Barley sudah datang menjemput kita," ucap Sania dari depan pintu kamar Santi.
"Sebentar lagi Kak, jika ingin bertemu bang Arief harus tampil cantik dong," ujarnya seraya menjepit pita di rambutnya yang di buat bergelombang.
"Wah kamu cantik sekali Dek", puji Sania kepada Santi.
"Iya dong siapa dulu Kakaknya," sahut Santi mereka pun tertawa kecil.
Santi mengenakan dress mini berwarna biru cerah dengan rambut yang di biarkan terurai dengan sedikit bergelombang.
"Kalau seperti ini Kakak merasa punya saingan nih," cetus Sania menggoda Santi.
"Saingan apa Kak, di lihat dati sudut mana pun, tetap kakak lah yang paling cantik," ujar Santi.
"Ih kamu bisa saja ya. menggoda Kakak, pasti ada maunya?"tanya Sania curiga.
"Eh iya tahu aja, janji ya Kak, kakak mau dekati bang Arief untuk dedek Kak." Santi.
"Iya, beres, tapi jaga sikap kamu, kita itu perempuan, biarkan si Arief yang menyatakannya perasaanya terhadap kamu ya." Sania
"Ya Kakak, sekarang ini jamannya emansipasi wanita, wanita bebas mengungkapkan pendapatnya termasuk menyatakan perasaanya terlebih dahulu," papar Santi.
"Ah terserah kamu lah dek, asal ngak berlebihan saja," guman Sania.
Trutt,
Suara klakson terdengar di luar rumah.
"Ayo Dek, kita sudah di jemput," ucap Sania sambil menarik pelan tangan Santi adiknya.
Mereka membuka pintu rumah dan betapa kagetnya Santi saat melihat penampakan Barley untuk pertama kalinya.
Wah ternyata tuan muda tampan sekali, pantas saja menurut kakak ku ketampanan Arief tak ada apa-apanya di banding dengan ketampanan Barley, Kakak memang beruntung bisa memiliki calon suami yang tampan, kaya dan super bucin seperti tuan muda ini, guman Santi.
"Ayo sayang," ajak Barley seraya menyikukan tanganya untuk menggandeng Sania.
"Iya Sayang, tapi sebelum itu, perkenalkan dulu adik ku, Santi,"ucap Sania sambil menepak pelan bahu Santi.
"Barley, " ucap Barley dingin seraya mengulurkan tanganya.
Tak hanya sikapnya yang dingin ternyata tangan Barley juga dingin seiring dengan senyum menyeringai membuat Santi sedikit sungkan.
"Ayo sayang,"ucap Sania seraya mengait kenganya oada lengan Barley.
Mereka berjalan beriringan sementara Santi hanya mengikiti keduanya.
Santi melihat Barley dan Sania memang pasangan yang serasi, Barley yang terlihat gagah sangat serasi dengan Kakaknya yang terlihat anggun.
Barley membukakan pintu belakang untuk Sania, kemudian ia membuka pintu samping bagian belakang untuk dirinya sendiri, sementara Santi duduk di depan di samping Arief.
Dengan perlahan mobil mewah itu meninggalkan halaman parkir dari rumah Sania, suasana sunyi dan sepi menemani mereka melewati jalanan yang padat merayap.
Tak ada obrolan apalagi candaan, mungkin karna kehadiran dirinya hingga membuat suasana terasa kaku.
Santi sesekali melirik kearah Arief yang sedang menyetir, pria itu terlihat fokus, sedikit pun ia tak melirik apalagi bicara pada Santi.
"Sayang, setelah dari sini kau harus ikut dengan ku,"ucap Barley.
"Kemana?"tanya Sania.
"Ikut aku ke acara peresmian hotel,"Barley
"Kita pergi berdua atau?"tanya Sania.
"Kita pergi berempat, tapi kau harus selalu bersama ku, mendampingi ku, karna kau juga calon pemilik dari hotel tersebut." Barley.
"Adik mu biarkan saja Arief yang menjaganya, kau tak perlu khawatir," ucap Barley.
Sania dan Santi tersenyum puas, bak pepatah mengatakan pucuk di cinta ulam pun tiba.
"Rif, kau temani calon adik ipar ku, jaga dia agar calon istriku ini tak lagi merasa khawatir tentang adiknya," ujar Barley seraya tersenyum kearah Sania.
Barley tahu jika calon istrinya tersebut sangat menyayangi Santi, karna Sania selalu bercerita tentang Santi kepadanya.
"Iya tuan,"sahut Arief.
"Pacarmu tak kan keberatan kan Rif, jika hari ini kau aku tugaskan menemani calon adik iparku?"tanya Barley lagi.
Sania dan Santi kaget mendengar penuturan Barley.
"Ternyata Arie sudah punya kekasih, kasihan Santi. "guman Sania.
"Ah ternyata bang Arief sudah punya pacar." guman santi pelan.
Mereka pun sampai di tempat yang dituju, kedatanga keduanya langsung di serbu wartawan, kamera dan lampu terus mentoroti keduanya.
Pengawal Barley sudah siap mengamankan, hingga para wartawan tak bisa menyentuh apa lagi sampai menyakiti Barley dan Sania.
Setelah beberapa menit melewati kerumunan wartawan mereka pun sampai, ratusan wartawan sudah berdiri dan menunggu kedatangan mereka.
Berley dan Sania duduk di sebuah kursi didampingi oleh seorang moderator, tanpa menunggu lama konfrensi pers pun dilmulai.
Keributan mulai terjadi ketika wartawan berebut mengajukan pertanyaanya.
Seorang moderator pun menunjuk salah seorang diantara mereka.
"Ya, silahkan ajukan pertanyaan anda," ucap moderator tersebut kepada salah seorang pencari berita.
"Pertanyaan saya mungkin mewakili pertanyaan yang lainya." Wartawan.
"Apa benar pernikahan yang terkesan mendadak ini, di karena kan nona Sania telah hamil duluan?"wartawan
Barley menggeram, ingin rasanya ia mematahkan tulang leher pria yang bertanya tersebut.
Sikap tenang justru di tunjukan oleh Sania.
"Itu semua tidak benar, pernikahan kami sebenarnya sudah di rencanaka sejak enam bulan yang lalu, jadi saya rasa ini tidak lah mendadak seperti kabar yang berhembus," jawab Sania dengan Santun.
"Benar, saya mencintai calon istri saya dengan sungguh-sungguh, saya begitu takut kehilangan cintanya hingga membuat saya mempercepat pernikahan kami," imbuh Barley kembali.
Pengakuan Barley sontak menjadi perhatian dan berita baru, mereka takjub dan salut kepada gadis yang bernama Sania,karna dirinya berhasil merebut hati salah seorang pria terkaya di negri ini tersebut.
Barley yang terkenal dingin dan angkuh mendadak menjadi bucin, bahkan ia tak sungkan mengungkapkan perasaannya terhadap Sania, bahkan di depan umum.
Setelah hampir satu jam, sesi tanya jawab pun selesai, mereka pun memutuska untuk melanjutkan kegiatanya yaitu meresmikan hotel milik keluarga Barley.
Konfrensi pers tersebut disiarkan secar langsung di beberapa stasiun televisi dan menjadi trading topik di berbagai media online.
Seorang wanita blasteran Prancis, menatap geram menyaksikan berita yang viral tersebut.
Wanita tersebut menggepal erat tanganya.
"Teganya kau Barley mencampakan aku demi mendapatkan hati wanita murahan seperti Sania," dengusnya
Wanita tersebut berdiri mendekati frame foto gambar dirinya bersama Barley, kemudian ia melempar bingkai poto tersebut kedinding hingga pecah.
"Lihat saja Sania! jika aku tak bisa memiliki Barley, maka kau pun tak akan bisa memilikinya,m!" ucap Amora dengan geram.
"Akan ku habisi kau sebelum hari pernikahan mu, aku berjanji pada diriku, kau tak kan pernah menjadi milik Barley, hanya aku yang boleh memilikinya!" ucap Amora dengan geram, ia pun keluar dari kamarnya tersebut.
Amora menelpon seseorang, tatapan matanya terlihat tajam penuh dendam.
"Hallo," seseorang menyapa Amora di ujung telpon.
"Hallo Aldo, aku ingin kau habisi Sania, buat perempuan tersebut celaka, tapi ingat! kerjakan serapi mungkin, hingga tak ada yang mengira jika kejadian tersebut adalah unsur kesengajaan," ucap Amora dengan senyum menyeringainya.
"Ok siap Nona, tinggal kau atur tanggal eksekusinya, " sahut Aldo yang berada di sebrang telpon.
"Secepatnya!" teriak amora seraya menutup telponnya.
Amora tertawa, "Bersiaplah pergi ke neraka Sanua," ha ha ha.
Bersambung, di tunggu like, komen dan vote, serta hadiahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 276 Episodes
Comments
Elisabeth Thai
ceritanya cinta dan dendam yang bikin seru
2025-01-06
0
Kinay naluw
cinta tak bersambut, begal jadi maut.
2022-09-04
1
Nazwa Khairunniss
sadis bener.
2022-07-06
0