Setelah menghadiri konfrensi persnya mereka pun langsung menuju gedung hotel yang akan di resmikan.
Hotel bintang lima dengan fasilitas lengkap dengan belasan lantai.
Sania dan Barley berjalan menuju tempat acara peresmian hotelnya, lagi-lagi keduanya di kerumuni masa.
Selain wartawan yang datang untuk meliput, sepanjang jalan yang mereka lalui berjejer papan bunga ucapan selamat untuk acara peresmianya.
Sania dan Barley menghampiri tamu undangan, mereka selalu memamerkan kemesraan di depan umum, hingga membuat wanita-wanita yang mengincar Barley menjadi iri dan cemburu.
Acara segera di mulai, "Setelah acara penyambutan, acara akan di lanjutkan dengan pengguntingan pita sebagai peresmian pengoperasian Hotel ini."Mc
"Kepada Bapak Barley Milano sebagai pemilik dan pemimpin Hotel Cakra Buana , saya persilahkan," ucap MC.
Barley meminta mic kepada MC, setelah itu ia kembali mendekati Sania.
"Perhatian! penguntingan pita peresmian ini akan di lakukan oleh calon istri saya yang juga akan menjadi pemilik hotel ini, Nona Sania Ayunda, "ucap Barley.
Perhatian pun kembali tertuju pada Sania, sementara Sania, ia merasa haru, karna lagi-lagi Barley membuatnya tersanjung.
"Ayo sayang, gunting pitanya," ucap Barley seraya menyodorkan nampan berisi gunting.
Sania pun mulai menggunting pita.
Krek..pita terlepas, dan langsung di sambut tepukan tangan yang meriah.
Hadirin yang hadir pun memberi ucapan selamat kepada mereka.
Amora semakin menggeram, melihat kemesraan Barley dan Sania, matanya terus menyoroti sepasang kekasih tersebut.
"Aldo,mumpung mereka sibuk, laksana kan rencana sekarang," ucap Amora dalam pembicaraan telponya.
"Baik," sahut Aldo.
"Ingat, lakukan serapi mungkin," ucapnya sambil menutup panggilan telponya.
Amora kembali memicingkan matanya melihat kearah Sania dan Barley.
"Aku berharap, besok kau tak kan bisa melihat kekasih mu itu lagi, sayang ku Barley."
Amora tersenyum menyeringai.
***
Arief mengantar Santi pulang, melihat sikaf Arief yang terlihat acu membuat Santi semakin penasaran, ia pun memutuskan untuk memulai obrolan.
"Bang sudah lama kerja dengan tuan Berley?"tanya Santi.
"Sudah lima tahun," jawab Arief singkat.
Santi bingung sendiri, mau bertanya apalagi.
"Abang sudah menikah?"tanya Santi.
"Menikah? Pacar saja belum punya," sahut Arief.
"Ha, masak cowok setampan abang ngak punya pacar?" Santi melongo.
"Pernah punya pacar, tapi di tinggal pergi," ucap Arief.
"Di tinggal kawin bang?"Santi.
"Bukan, dia meninggal dalam sebuah kecelakaan," guman Arief lirih.
"Oh, sabar ya bang, mungkin sudah takdirnya kali," ucap Santi.
Mereka pun kembali hening, entah kenapa perasaan Santi menjadi tak enak.
"Ehm, Kakak," guman nya seraya jantungnya berdetak.
Setelah selesai dari acara peresmian, Barley kembali membawa Sania kesuatu tempat.
" Ayo sayang!"ucap Barley seraya membawa Sania menuju mobil.
Setelah membuka pintu untuk Sania, Barley pun kembali membuka pintu untuknya, mereka pun pergi dengan menggunakan mobil yang sudah di sabotase oleh Aldo.
"Sayang, aku punya sesuatu untuk kamu," ucap Barley kepada Sania saat di mobil.
"Apalagi sih sayang, hari ini kamu sudah beri kejutan yang banyak untuk aku, kejutan apalagi?" Sania.
"Yang ini beda, aku ingin menunjukan rumah yang akan kita tinggali setelah menikah, setelah menikah kita akan tinggal di villa seraya menghabiskan bulan madu kita selama berbulan-bulan, " ujar Barley sambil tersenyum bahagia melirik kearah Sania.
"Hem, berbulan-bulan, kamu ngak kerja apa?"tanya Sania.
"Kerjaan gampang sayang, ada Arief dia asisten kepercayaan ku,"ucap Barley.
"Kita akan tinggal berdua saja vila tersebut, dan tak ada yang akan mengganggu kita, kita akan bikin anak sesering mungkin," ucap Barley dengan senyum mesumnya.
"Is, mulai lagi kamu ya, jangan menatap ku seperti itu," ujar Sania seraya membuang wajahnya.
"Aku mencintai mu, sayang." Barley.
"Aku sudah dengar kata itu ratusan kali hari ini," guman Sania.
"Iya sayang meski sejuta kali sehari itu takkan cukup untuk ku menyatakan perasaan ku pada mu," ucap Barley sambil mengedipkan matanya.
"Sudah gombalnya, ayo percepat kendaraan mu, aku tak mau meninggalkan Santi sendiri," sahut Sania.
"Kau tenang saja, ada Arief yang menjaga adikmu, Arief tak akan berani berbuat macam-macam," papar Barley.
Barley pun menaikan kecepatan kendaraanya karna mereka berada raya menuju luar kota.
Ketika hendak menikung, Barley hendak memperlambat kecepatanya, ia pun menginjak rem namun rem tersebut bolong.
"Sayang kenapa?" Tanya Sania yang melihat Barley panik.
"Remnya bolong sayang, mobil sulit untuk di kendalikan,"ucap Barley dengan panik.
Barley sudah berusaha menahan kecepatanya, namun di depanya tiba-tiba saja mini bis menyalip dari arah berlawanan.
"Akh," Barley mennginjak kopleng untuk mengurangi kecepatannya, malah menginjak gas.
Akh!, Sania terlempar saat mobil tersebut terbalik, tubuhnya terhempas, dengan kepala membentur trotoar.
Sania pun terkapar dan langsung tak sadarkan diri.
Kejadian sungguh cepat, mini bis yang menyalip mereka juga terjun ke bawah jurang.
Barley masih sadar, meski kakinya terjepit dan tubuhnya terhempas, karna posisi mobil yang terbalik.
"Sayang, Sayang!"teriak Barley mencari keberadaan Sania yang tak berada di mobil.
Barley, membuka selt beltnya, setelah itu ia berusaha keluar dengan mengesot menjauhi mobilnya.
"Sayang!" panggil Barley ketika melihat tubuh Sania terkapar dengan luka di bagian kepala.
Barley berusaha mendekati Sania, namun keadaanya yang juga memprihatikan akhirnya Barley kehilangan kesadarannya, sebelum mendekati tubuh Sania.
Kecelakaan membuat pengguna jalan lain terganggu, hingga mengakibatkan kemacetan.
Keduanya langsung di evakuasi oleh pengguna jalan yang lain, dua ambulan membawa mereka secara terpisah, sementara petugas mengevakuasi mobil seraya melakukan penyelidikan.
Sania dan Barley memang selalu di buru wartawan, tak ayal berita kecelakaan mereka langsung viral di berbagai media.
***
Arif dan Santi sampai dirumah,
"Bang Arief ayo masuk dulu," ucap Santi.
"Iya, "jawab Arief seraya membuka pintu mobilnya, Arief memang di tugaskan untuk menjaga Santi selama Sania belum pulang.
Santi membuka pintu rumahnya, kemudian masuk kedalam rumah tersebut.
Arief masuk kerumah itu setelah mengucapkan salam.
"Bang Arief mau minum apa?" tanya Santi.
"Yang dingin saja,"sahut Arief sambil mendaratkan bokongnya.
"Kalau begitu, Santi bikinin es sirop ya" Santi pun masuk kedalam dan dalam beberapa saat kembali lagi dengan dua gelas es.
"Nih Bang," ucap Santi seraya menyodorkan gelas kepada Arif.
"Terima kasih," sahut Arief kemudian ia menyerup minumannya.
"Kamu baru tiba ya di kota ini?"tanya Arief basa-basi.
"Iya, sebelumnya aku tinggal di kampung bersama kedua orang tua ku, Kakak menyuruh kami untuk tinggal di rumah ini setelah dia menikah, berhubung ayah dan ibu ku masih ada urusan, mereka meminta ku untuk menemani kakak di sini, lagi pula aku baru saja selesai kuliah," papar Santi panjang lebar, ia pun meminum es buatanya.
Arief mengangguk, kemudian ia meraba handphonenya dari saku jaketnya karna terasa begetar.
"Hallo, "sapa Arief di sambungan telponya.
-
"-Apa? kecelakaan?!" Arief syok dengan mata melotot.
Santi kaget mendengar ucapan Arief, gelas yang di genggamnya pun terlepas dan jatuh kelantai.
Prank.
Bersambung.
Tinggalkan like komen vote dan hadiahnya ya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 276 Episodes
Comments
Kinay naluw
kok bisa kelempar emang ga pakai sabuk keselamatan.
2022-09-04
0
Asra Yanti
Amora jahat
2022-06-17
0
Wiwit Gustiningsih
lo ada yang jahat benciiiii
2022-06-06
1