Sesampainya di bandara, Andini menunggu kedatangan mobil Arief di loby, setelah melihat santi yang keluar dari mobil, Andini langsung memanggilnya.
"Santi!"teriak Anindi seraya melambaikan tangannya kerah Santi.
Santi langsung menghampiri Andini," Ada apa nyonya?"tanya Santi.
"Nih urusin suami kamu," ucapnya dengan ketus
Barley melirik kesal kearah Andini.
Santi menggangguk, Kemudian ia pun mendorong kursi roda tersebut memasuki loby bandara.
Sementara Andini dan Amora dengan santainya jalan berlenggak lenggok di depan mereka.
Rasa kesal menghampiri hati Barley, melihat perlakuan ibunya tersebut.
Mommy saja merasa malu mendorong kursi rodaku, aku benar-benar seperti tak berharga, guman Barley dalam hati.
Sepanjang koridor tak ada obrolan yang terjadi antara Santi dan Barley.
Barley semakin muak dengan keadaannya selama ini, sejak ia cacat terjadi banyak perubahan di hidupnya.
Tekadnya semakin kuat untuk sembuh, ia ingin membalas siapa saja yang bersikaf merendahkannya.
"Setelah chek in, mereka pun langsung masuk kedalam pesawat.
Di dalam pesawat Santi duduk di samping Barley, keduanya masih sama-sama terlihat acu dengan sesekali melempar senyum sinisnya.
Terlalu lama di pesawat membuat keduanya merasa lelah dan mengantuk, maklum saja, selama enam belas jam akan mereka habiskan dengan hanya duduk di pesawat.
Suasana semakin terasa membosankan karna tak ada obrolan apalagi canda di antara keduanya.
Karna lelah dan mengantuk, Santi pun tertidur dengan lelap, tanpa sengaja kepalanya bersandar pada bahu Barley.
Barley menggeser sedikit tubuhnya agar Santi tak bersandar padanya.
Namun kepala Santi tetap jatuh pada bahunya.
Setelah berkali-kali menghindar, namun tetap saja Santi menyandarkan kepalanya kearah Barley.
Barley berusaha mendorong kepala Santi namun diurungkan karna melihat wajah santi yang begitu mirip dengan Sania.
Rasa rindu Barley pada mendiang sang kekasih membuatnya tak tega terhadap Santi, meski Santi selalu membuatnya marah dan jengkel.
Barley membiarkan kepala Santi yang tertidur pulas, sesekali ia mencium pucuk kepala gadis itu untuk mehilangkan rasa rindunya terhadap Sania.
Waktunya jam makan siang di pesawat.
Pramugari memberi mereka puding sebagai dessert kepada setiap penumpang, tak terkeculai Barley dan Santi.
Santi terbangun karna suara pramugari, kali ini kepala Barley yang bersandar pada Bahunya, karna tertidur pulas.
Melihat Barley yang terlelap, ia tak tega untuk membangunkannya, Santi pun membiarkan kepala Barley bersandar pada bahunya.
Beberapa jam berlalu, Santi mengeser tubuhnya karna pegal menahan tubuh Barley yang bersandar padanya.
Barley membuka matanya, ketika sadar ia melihat jika kepalanya bersandar pada bahu Santi.
Dengan angkuh Barley menarik kepalanya seraya membuang muka kearah lain seolah-olah tak terjadi apa-apa.
"Tuan kau sudah bangun?"tanya Santi.
"Biar aku suapi kau puding ini," ucap Santi sambil menyuap kearah mulut Barley, tanpa banyak drama Barley pun menurut saja.
Setelah menyuapi puding, Santi juga menyuapkam makanan utamanya sebagai makan siang mereka.
Dengan telaten ia menyuapi sesendok demi sesendok makanan itu hingga habis.
Setelah berjam jam berada di atas udara dengan burung besi, mereka pun sampai di
Bandar Udara Otto Lilienthal Berlin Tegel, Bandara tersebut adalah bandar udara internasional di Berlin, Jerman. Bandara ini terletak di Tegel, Reinickendorf, 8 km arah barat laut dari pusat kota
Jerman .
Mereka istirahat dan makan di sebuah restorn mewah di Jerman.
Keempat orang elit yakni Barley, Andini tuan Hasta dan Amora, duduk di kursi ekslusif, sementara Santi dan Arief duduk di meja biasa.
Santi tersenyum kecut melihat perlakuan kaum boujois itu terhadapnya, dirinya tak ubah seperti pembantu.
Santi tak terbiasa dengan makan bergaya eropa yang biasanya terdiri dari roti. Ia hanya memakannya sedikit, Melihat Santi yang hanya sedikit memakan makanannya.
Arief pun membuka suaranya.
"Nyonya kenapa anda tak makan?"tanya Arief.
"Saya ngak makan makanan seperti ini Bang," sahut Sania lirih, ia hanya minum.
Arief merasa kasihan kepada Santi, karna Santi butuh banyak tenaga agar bisa merawat Barley.
"Ok Nyonya, nanti saya akan cari restoran indonesia untuk anda." Arief.
"Ngak usah repot Bang,"tolak Santi tak enak.
"Tidak apa-apa nyonya dari pada anda sakit karna tak makan, lagi pula cuaca di sini sangat berbeda dengan iklim indonesia, jika anda tak makan, anda bisa masuk angin," papar Arief.
Santi terkesan dengan perhatian Arief terhadapnya, sementara Barley, matanya terus mengawasi kearah kedua orang itu.
Selesai makan mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit terbaik Jerman.
Berlokasi di Hamburg, Jerman, Asklepios Klinik Barmbek merupakan rumah sakit swasta terbesar di Eropa.
Tak heran keluarga Barley mempercayakan penangan anak mereka di sini.
Sesampainya di ruang perawatan Barley langsung istirahat, karna dalam beberapa jam lagi ia akan melakukan pemeriksaan.
Selain itu mereka semua juga butuh istirahat, karna perjalanan yang melelahkan.
Ketiga orang dari kalangan jetset tersebut kembali ke hotel, sementara Sania dan Arief tetap menjaga Barley di ruang perawatannya.
Barley sangat kesal terhadap kelakuan kedua orang tuanya, yang terkesan mengabaikan perasaannya.
Mereka enak-enakan menikmati pasilitas hotel mewah sementara dirinya hanya bisa berbaring di atas tempat tidur rumah sakit, dan yang menambah kekesalan Barley adalah rencana Andini yang akan berbelanja pakaian branded sebagai hantaran untuk Amora.
Sementara ia berada di ruang perawatan dengan asisten dan istri penganggantinya tersebut.
Setelah memastikan keadaan Barley aman dan nyaman, Arief meminta ijin kepada Barley untuk keluar sebentar.
"Maaf tuan, saya ingin ijin berbelanja sesuatu, apakah ada yang tuan inginkan, agar saya bisa membelinya sekalian?"Arief.
"Ehm, Bawa makanan ringan saja untuk menghilangkan rasa suntuk ku, sahut Barley tanpa menoleh kearah Arief.
"Baik lah."
"Nyonya, apakan ada yang anda butuhkan, biar saya bawa sekalian?"tanya Arief kepada Santi.
"Tidak ada bang Arief," sahut Santi.
Barley menoleh ke arah Sania yang terdengar begitu akrab, karna memanggil Arief dengan panggilan abang.
Air muka Barley mendadak berubah dengan bibir yang mengkerucut.
Setelah pamit Arief pun segera keluar dari ruangan tersebut.
Santi membereskan perlengkapan tidur untuknya, karna hari sebentar lagi akan gelap, selain itu ia merasakan kelelahan, karna harus mendorong kursi roda Barley yang berat tersebut.
Setelah pergi lebih dari satu jam, Arief kembali dengan membawa bungkusan makanan dari restoran Indonesia.
Ia sengaja membeli tiga porsi, meski ia tahu Barley tak akan mau makan-makanan kelas seperti ia dan Santi.
"Permisi," ucap Arief ketika tubuhnya berada di ambang pintu, ia pun segera masuk.
Arief mendekati Santi yang berada di depan nakas karna tengah membereskan barang-barang Barley kemudian ia memasukannya kedalam laci dan lemari yang terbuat dari besi tersebut.
Barley tetap asik dengan laptopnya, kedatangan Arief di abaikan begitu saja olehnya.
"Nyonya, saya bawakan makanan dari restoran indonesia, silahkan anda makan dulu, agar anda tak masuk angin," papar Arief.
Santi berbalik menoleh kearah Arief, "Oh terima kasih Bang," sahut Santi seraya meraih bungkusan yang Arief bawa.
Kali ini Barley sedikit terganggu atas perhatian Arief kepada istrinya.
"Oh, iya tuan, aku juga membelikannya untuk mu," ucap Arief sambil membalikan badan kearah Barley.
"Kau saja yang makan," sahut Barley ketus.
"Oh sudah ku duga tuan, anda pasti tidak mau makan makanan ini, kalau begutu, biar saya dan Nyonya saja yang menghabiskan nya," balas Arief.
"Benarkan Nyonya?"tanya Arief.
"Bener tuh Bang, kita bagi saja lagi, dari pada mubazir," sahut Santi.
Arief pun duduk bersila di dekat Santi guna membagi porsi yang ketiga.
Barley semakin kesal, matanya tajam melihat kearah mereka.
Please dukung author ya dengan rate 5, like komentar dan vote, maaf beberapa hati author ngak up, semoga masih setia menunggu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 276 Episodes
Comments
Kinay naluw
cie cie cie cemburu.
2022-09-04
0
Yoni Asih
benernya tu anak kandung apa anak dpet pungut sih herman gw ada ortu kyk gtu
2022-08-06
0
Markonah
kpn ya pasangan ini mulai bucin 🤣🤣🤣pinisilin saya kan jadinya
2022-07-15
0