“Class Detective? Ini pertama kali aku mendengarnya. Apa keunikan di dalam Class Detective itu?” tanya Will.
“Class Hero memang sangat jarang, tapi untuk Class ini.. bagaimana cara mengatakannya? Syarat yang harus di penuhi untuk mendapatkan Class Hero hanyalah memenangkan turnamen dunia saja. Tapi untuk Class Detective, apa syarat untuk mendapatkannya?” tanya Saku.
“Hans.. skill apa saja yang kau miliki?”
“Bagaimana status karakter Class Detective?”
“Apa ada mekanisme khusus untuk Class Detective?”
“Quest macam apa yang bisa di dapatkan jika menggunakan Class Detective?”
“Apa ada senjata Exclusive lain selain Tactical Baton itu?”
“Senjata apa saja yang bisa digunakan Class Detective?”
“Apa aku boleh menggunakan akun mu sebentar saja?”
“Apa aku boleh membeli akun mu? Kau boleh menentukan harganya!”
“Hans...”
“Hans!!!”
Beberapa pertanyaan menghantam wajah Hans. Seperti anjing kecil yang tertarik pada hal baru atau kucing kecil yang dipenuhi rasa penasaran, Will Isaac dan Yuuki Saku mendorong Hans untuk segera menjawab pertanyaan beruntun mereka.
“Pertama-tama, tenanglah dulu” balas Hans.
Anjing kecil dan kucing kecil itu duduk. Seperti hewan yang telah terlatih untuk menjalankan perintah majikannya.
“Kedua, Class Detective tidak lah seperti apa yang kalian bayangkan” bantah Hans.
“Ketiga, seperti yang ku katakan sebelumnya. Class Detective adalah Non-Combat Class. Aku tidak memiliki senjata lain. Selain itu, memiliki tingkat kerusakan di angka 0 sangat menyiksa diri ku. Bukankah kalian sudah merasakannya? Aku hanya bisa memberi kalian penekanan dengan [Paralyze] dan [Stun] tanpa menimbulkan damage satu pun pada karakter kalian.”
“Dan terakhir, alasan aku menerima tawaran kalian adalah untuk mempelajari bagaimana menemukan seseorang yang dilaporkan menghilang. Walaupun pada akhirnya aku harus bekerja sendiri setelah melihat kalian” ekspresi Hans dipenuhi dengan rasa kecewa.
Kejadian yang baru saja terjadi membuat Hans menurunkan rasa percaya nya kepada Will Isaac dan Yuuki Saku. Hans masih ingat, ketika ia menjadi bahan rebutan untuk menunjukkan kekuasaan Guild mereka.
Yuuki Kotori tertawa kecil mendengarnya.
“Kurasa kita harus kembali ke masalah utama kalian” sembari mengatakan itu. Hans mengambil kembali salinan kertas Quest yang ada ditangan Will.
Sekali lagi, Hans membaca salinan Quest itu untuk memastikan apa yang sedang terjadi.
\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-
Quest – Pengembalian Barang
Player tak dikenal memberi ku sebuah buku [Wisdom of Magic] yang mempelajari sihir sederhana untuk kehidupan sehari-hari. Aku telah selesai mempelajarinya dan ingin mengembalikan buku itu tapi aku lupa dengan nama Player itu. Bantu aku mencari nama Player itu. Kami terakhir kali bertemu di Kuil Dewi Relena.
Tingkat Kesulitan: -
Rekomendasi Level: 0 - 300
Hadiah: 30 Koin Emas
Time Limit: -
\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-
“Ini sangat sulit, bahkan Class Detective tidak mampu memecahkan Quest ini” ucap Hans.
“Bahkan Class itu tidak berguna? Biasanya seorang Detective mampu memecahkan kasus sebelum kasus itu terjadi kan?” balas Will.
“Hey! Detective macam apa itu! itu hanya berlaku jika mereka memiliki informasi yang mengarah ke kasus itu. Sayangnya, tidak ada informasi tambahan yang di dapat dari selembar Quest ini” bantah Hans.
“Itu terlihat wajar bagi ku, karena tingkat kesulitannya dibiarkan kosong. Biasanya untuk Quest semacam ini memiliki tingkat kesulitan B hingga A. Terlebih hadiahnya sangat menggiurkan” Saku yang merasa tertinggal dari pembicaraan Hans dan Will mulai memasuki alur percakapan mereka.
“Tapi setidaknya kita masih beruntung, karena kita mengetahui siapa yang membuat Quest ini. Kenapa kita tidak bertanya ke orangnya saja langsung?” Hans mulai mengarahkan pandangannya ke arah Mile Sinov.
Mile Sinov yang menyadari maksud dari tatapan Hans membalasnya dengan sebuah senyuman.
“Apa ada yang bisa ku bantu?” tanya Mile.
“Ada banyak pertanyaan mengenai Player yang sedang kau cari itu” balas Hans.
“Bukankah itu Quest yang mudah untuk menemukan Player? Bukankah menemukan sesama Player itu sangat mudah? Kalian memiliki daftar teman yang saling terhubung kan?”
“Apa dia baru saja menjelaskan Friendlist atau Forum resmi Isekai Online? Kita memang memiliki sistem seperti itu, tapi mencari satu Player diantara berjuta-juta Player rasanya agak sulit kan?” pertanyaan itu ditujukan pada Will dan Saku.
Will dan Saku yang kebingungan dengan pertanyaan Hans hanya bisa menggelengkan kepala mereka.
Hans mengeluarkan raut wajah seolah mengatakan, “Kalian menyebut diri kalian seorang Player Profesional?”
Hans sedikit mengerti jika kedua Player ini sama sekali tidak memiliki informasi dasar tentang game yang mereka mainkan. Itu bukan sepenuhnya salah Will dan Saku. Setiap Player memiliki prioritasnya masing-masing sebagaimana Class Blacksmith memahami kualitas senjata tempa dan Class Alchemist yang memahami efek sepenuhnya dari potion ciptaannya.
“Mile.. bisa kau ceritakan lebih jelas tentang Player yang kau cari ini?" Hans meremas kertas yang berisi salinan Quest dan membuangnya.
“Hans, bukankah itu sedikit kasar?” tanya Will.
“Itu hanya salinan bukan? Lagipula yang akan menyelesaikan Quest ini kan kalian” balas Hans.
“...”
“...”
“Aku tidak tahu jika hubungan sesama Player akan seperti ini. Sangat menarik melihat kalian akrab satu sama lain. Kebanyakan Player ku temui hanya peduli dengan membandingkan kekuatan mereka.”
“Well, mereka baru saja melakukannya bukan? Ngomong-ngomong.. jangan samakan mereka dengan Player lain. Anggap saja mereka ini sedikit spesial dan abnormal.”
Sebuah panah transparan menembus jantung Will dan Saku secara bersamaan. Perkataan Hans dan Mile yang menyindir mereka mengenai titik vital mereka.
“Jadi Mile.. bisa kau ceritakan apa yang sebenarnya kau inginkan?” tanya Hans.
“Aku sedang mencari seorang Player yang bisa menemukan cucu ku” balas Mile dengan nada datar.
“Aku tahu itu, apakah harus Player ini untuk menemukan cucu mu itu?”
“Cerita ini lebih rumit-“
“Aku akan mendengarnya.”
Mile dan Hans saling bertatapan untuk mempertahankan ego mereka masing-masing.
“Kenapa kau sangat ingin mendengarnya?” tanya Mile yang dipenuhi rasa penasaran. Ia sedikit tertarik mengapa Hans menjadi keras kepala untuk mendengar ceritanya.
“Aku hanya merasa risih saja saat membaca Quest itu.”
“Bagaimana bisa kau merasa seperti itu, apa hadiah yang ditawarkan terlalu sedikit?”
“Bukan itu masalahnya.”
“Lalu apa masalahnya?”
“Tidak ada informasi berguna di dalamnya.”
“Huh?” Mile memiringkan kepalanya.
Hans sedikit mengambil nafasnya yang panjang dan mulai mengeluarkannya secara perlahan.
“Mungkin aku akan sedikit membedah informasi yang bisa kudapat dari salinan kertas Quest itu. Dari apa yang ku baca, kau hanya ingin informasi kecil yang bisa di dapat dari Kuil Dewi Relena bukan?”
“...”
“[Wisdom of Magic], aku tidak tahu buku apa itu. Jika itu adalah barang yang bisa di dapatkan dengan mudah seharusnya Player menjualnya bukan meminjamkannya. Mengetahui isi buku yang mempelajari sihir untuk kehidupan sehari-hari, kurasa Player tidak butuh itu dan lebih memilih untuk menjualnya. Mereka hanya butuh sihir yang berguna untuk Class dan kekuatan tempur mereka. Buku sihir yang sesuai dengan Class Player lebih cocok untuk dinikmati sendiri, itupun jika mereka menemukan buku yang cocok dengan Class mereka.”
“...”
“Walaupun begitu, mungkin ada beberapa Player yang tertarik mempelajari [Wisdom of Magic]. Kurasa mereka kaum NEET atau sejenisnya yang memiliki jam login sepanjang hari. Player normal tidak mau repot-repot mempelajarinya.”
“...”
“Mereka terakhir kali bertemu di Kuil Dewi Relena? Seharusnya kau menyebutkan waktu mereka bertemu seperti tanggal atau hari. Oh! Aku jadi teringat satu hal. Will.. apa kau tahu sistem waktu yang digunakan Isekai Online? Berapa perbandingan waktu di Isekai Online dengan dunia nyata?” Hans melirik Will.
Will dengan cepat menggelengkan kepalanya.
“Tanpa adanya garis waktu, mengetahui nama Player yang kau cari itu sangat susah. Lebih baik kau menarik Quest itu daripada membuat Player bekerja keras dengan informasi yang sedikit ini. Bukankah Kuil Dewi Relena digunakan sebagai titik spawn? Tentu saja ada banyak Player yang masuk di sana.”
“...”
“Setidaknya beri aku informasi yang sedikit berguna. Sebenarnya kau hanya ingin melihat daftar Player yang masuk ke dalam Kuil Dewi Relena kan? Beri aku sesuatu yang spesifik, mungkin kejadian kecil yang memberi sebuah petunjuk. Apapun itu akan sangat membantu.”
Gerakan telinga Mile yang berkedut membuat Hans lega. Hans telah mengetahui tujuan utama dari Quest itu.
“Dengan informasi yang sedikit itu, aku ragu akan ada Player yang mengambilnya. Itu akan berbeda jika Quest yang dimaksud untuk menemukan sesuatu seperti tanaman langka, ekspedisi, penelusuran, atau semacamnya. Tapi Quest ini..” Hans sedikit menekan kata-katanya.
“Hanyalah bait dan omong kosong belaka, sekarang.. bisa kau ceritakan sesuatu yang bisa mengarah ke Player ini?” Hans tersenyum saat mengakhiri perkataannya.
Ekor Mile sedikit bergerak-gerak dimana ia merasa sedikit tidak nyaman dengan pernyataan yang dilontarkan Hans. Kerutan kecil di wajahnya dan keringat tipis di dahinya menandakan ia telah tertekan.
Perkataan Hans yang di dasari dengan kalimat Quest itu belum tentu benar. Hans hanya mencoba menjabarkannya dengan apa yang ia pahami. Benar atau salah dari pernyataannya itu hanya menunggu waktu untuk dibuktikan.
Kotori yang berada di samping Hans menarik bajunya. Di depannya terdapat layar tipis berisi informasi kecil yang ia dapat.
“Senpai.. kurasa kau butuh informasi ini” sembari mengatakan itu. Kotori membagi informasi itu pada chat pribadi Hans.
“Kerja yang bagus, Kotori.”
Mendengar pujian dari Hans, ekspresi wajah Kotori dipenuhi rona merah yang samar-samar.
“[Wisdom of Magic] merupakan buku tentang intisari sihir untuk kehidupan sehari-hari. Buku itu berisi landasan teori yang menjelaskan kegunaan Element tingkat rendah untuk pekerjaan sehari-hari. Di tulis oleh salah satu Sage dari Kerajaan Orien. Eh? Bukankah ini menarik? Jangkauan Quest pencarian untuk Player ini melebar ke sampai kerajaan tetangga. Terlebih, buku ini hanya ada di perpustakaan Akademi Kerajaan Orien. Kenapa buku seperti itu ada disini sekarang?”
Informasi adalah kunci untuk mengetahui sesuatu. Melihat informasi yang seperti ini membuat Hans meragukan niat Mile untuk mempekerjakan kedua temannya. Walaupun tingkah laku kedua teman barunya itu sangat merepotkan, tapi Hans tetap saja ingin melindungi mereka jika hanya ingin dimanfaatkan.
Level 300 bukanlah sekedar angka. Jika mereka menjadi boneka hidup demi kepentingan NPC. Apa yang akan terjadi di dunia ini. Yang Hans khawatirkan adalah konflik berkepanjangan yang akan menyebar luas dengan menggunakan Player sebagai pion nya. Membayangkan itu saja sudah membuat kepala Hans pusing.
Ekor dan telinga Mile sekarang tertunduk lesu. Seperti anak kucing yang dimarahi oleh induknya.
“Aku tidak tahu jika Quest kecil seperti itu akan menimbulkan lubang seperti ini” ucap Mile.
“Untuk Player lain mungkin berhasil, mereka hanya melihat jumlah hadiah yang di dapat tanpa peduli akan seperti apa Quest nya. Itupun jika berhasil, mungkin mereka mengandalkan keberuntungan mereka yang tersimpan satu tahun untuk mencari Player ini” Hans sedikit bercanda untuk mencairkan suasana.
“Kurasa aku akan menyerah untuk yang satu ini.”
Mile berdiri dari posisi duduknya. Ekornya yang terlihat sangat lemas dan langkah kakinya yang seperti kehilangan harapan hidup berjalan menuju salah satu meja di ruangannya. Ia membuka tempat penyimpanan yang berisi kertas-kertas usang dan lembaran surat yang telah terbuka.
Mile mengambil beberapa surat itu dan kembali duduk di hadapan Hans. Ia meletakkan surat-surat itu dimana segelnya telah terbuka. Terdapat logo kecil seperti rubah ekor sembilan yang menatap bulan di atas surat itu.
Tangan Mile yang lemas itu mendorong surat itu ke arah Hans.
Hans membuka surat itu.
Isi surat itu membuatnya merinding seketika.
“O-oh.. Ini..” gumam kecil Hans.
Bibir Mile terasa lemas namun berusaha untuk mengerakkan bibirnya, “Kejadian itu terjadi saat Kuil Dewi Relena tertutup rapat. Mungkin masyarakat akan menganggapnya sebagai kejadian biasa tapi dengan informasi itu kita bisa tahu apa yang sedang terjadi. Aku perlu nama Player yang melakukan kontak langsung dengan Saintess Vallie Lister.”
“Darimana rubah kecil ini tahu informasi seperti ini?” tanya Hans.
“Tidak banyak prajurit kerajaan dan bangsawan kerajaan yang mampu menutup mereka, dengan alkohol dan sentuhan kecil di tubuh mereka sudah cukup untuk membuka mulut mereka.”
“Oh, Honey trap rupanya. Sesekali aku ingin merasakannya.”
“Informasi itu terhubung dengan pemberlakuan darurat militer yang saat ini diterapkan oleh Kerajaan Nestrad.”
“Karena kau tidak bisa bergerak bebas untuk mencari cucu mu, jadi kau memutuskan untuk mencari Player ini dan memintanya untuk mencari cucu mu?”
“... Itu rencana awalnya” Mile tertunduk lesu sebari menjawab pertanyaan Hans.
“Kenapa kau sangat tertarik dengan Player ini sih?” tanya Hans.
“Itu.. karena..” Mile tertunduk lemas.
“...”
“...”
“...”
“...”
Terjadi jeda yang cukup lama hingga Mile memaksakan bibirnya bergerak, “Aku benar-benar putus harapan saat ada korban yang mulai ditemukan.”
“Oh, itu” jawaban Hans yang datar ini membuat suasana diantara mereka kembali sunyi.
Hans teringat pada pembahasan Forum Isekai Online mengenai Quest pencarian seorang bocah dan ditemukan dalam keadaan tewas.
“Aku tahu bagaimana perasaan mu, kalau begitu kita akan mengambil Quest ini” jawab Hans.
“Eh?” Will terkejut mendengar pernyataan Hans.
“Ehh?” Saku terlihat kebingungan dengan perubahan alur yang tiba-tiba ini.
Sementara itu, Kotori hanya tersenyum mendengar keputusan Hans.
“Oke, kalau begitu.. kalian berdua selamat tinggal. Aku akan pergi berjalan-jalan di luar. Ngomong-ngomong informasi di dalam surat itu sudah cukup untuk mencari Player itu” ucap Hans sembari berdiri dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan ini.
Will dan Saku yang terlihat panik saat Hans berjalan keluar dari ruangan ini mulai bergerak memblokir pintu keluar dengan tubuh mereka.
“STOOOOOP!! Apa maksudnya ini? Kau ingin meninggalkan sahabat tercinta mu ini?” ucap Will yang terburu-buru.
“Sejak kapan aku jadi sahabat tercinta mu ini? Aku masih normal!” balas Hans.
“Hans.. etto kemana kau akan pergi?” kali ini Saku dengan ekspresi yang tidak biasa bertanya ke Hans.
“Guild Master Adventure” Hans menjawabnya dengan singkat.
“Kenapa kau ingin ke sana?”
“Tentu saja untuk mengambil Quest ini secara resmi.”
“Ah! Kalau begitu biar aku saja yang pergi!” Will tiba-tiba saja bergerak dengan kecepatan yang luar biasa pergi meninggalkan Hans.
“Saku.. apa kau bisa mengejar Will? Untuk berjaga-jaga saja jika dia kabur dari tanggung jawabnya” pinta Hans.
“Oh! Ya! Aku mengerti!” tanpa adanya perintah tambahan. Saku pergi mengejar Will.
“Pengalaman mereka untuk bertarung sangat mengerikan tapi untuk sekedar memahami informasi umum di dalam game ternyata sangat buruk” Hans bergumam sembari menilai temannya.
Hans kembali duduk dan berhadapan dengan Mile yang tertunduk lemas.
“Tidak usah murung seperti itu, lagipula aku sudah menemukan Player yang kau maksud itu.”
Mendengar ucapan Hans ini, Mile yang tertunduk lemas seketika bangkit. Pandangan matanya yang kehilangan harapan kini terisi kembali.
“Senpai, apa mungkin kau mengenal Player ini?” Kotori yang sedari tadi duduk terdiam sembari mencari informasi pada layar tipis di hadapannya mulai melirik Hans. Tatapan yang dipenuhi dengan rasa penasaran muncul.
Mata itu bersinar dan dipenuhi bintang-bintang.
Hans yang menyadari tatapan mata itu mengambil surat-surat yang ada di hadapannya dan memberikannya kepada Kotori.
Menerima pemberian itu, Kotori segera membaca apa yang ada di dalamnya.
“Kuil Dewi Relena mendapat petunjuk adanya Player yang mampu membantunya menyelesaikan masalah mereka dari salah satu Priestessnya.”
“Salah satu harta kerajaan yang tersimpan hilang dicuri. Barang tersebut diyakini sebagai segel dari sumber bencana yang pernah terjadi di masa lampau.”
“Boot Camp Servere secara resmi menjadi zona terlarang untuk Player.”
“Raja dan Ratu Kerajaan Nestrad membentuk aliansi dengan Saintess Vallie Lister.”
“Pemberlakuan situasi darurat militer untuk semua prajurit Kerajaan Nestrad.”
Kotori membaca satu per satu surat itu. Informasi tersebut membuka pandangannya mengenai seberapa rumitnya Quest pencarian Player yang melibatkan berbagai macam NPC.
Informasi itu bukan hal yang baru bagi Hans. Karena ia telah mengalami sebagian informasi itu. Informasi mengenai adanya situasi darurat militer adalah hal yang baru baginya. Mengingat mahkluk yang menimbulkan kehebohan di Boot Camp Servere sudah cukup memperkirakan tingkat bahaya nya. Itu artinya, situasi darurat militer terjadi karena mahkluk itu masih berkeliaran.
“Senpai.. bagaimana dengan informasi ini?” Kotori yang telah selesai membaca isi surat itu perlahan merapihkan nya kembali.
“Cukup membantu.. tapi aku sekarang penasaran kenapa sebuah penginapan mampu mendapat informasi seperti ini” mendengar Hans mengatakan ini. Mile Sinov yang tanpa sengaja tersedak kecil mulai mendapat tatapan tajam dari Hans dan Kotori.
Hans sudah mengetahuinya, tapi perasaan kecil untuk menjahili Mile tiba-tiba muncul di dalam hatinya.
“Benar juga.. maaf Mile Sinov. Darimana kau tahu adanya informasi seperti ini?” Kotori dengan rasa penasarannya mulai menyerang Mile dengan pertanyaan itu. Tatapan Kotori terpaku pada wajah Mile.
“Ah.. I-ituuu...” ekor Mile yang bergerak-gerak dan telinganya yang berkedut kesulitan untuk menjawabnya. Dilihat dari bahasa tubuhnya, sudah pasti Kotori paham dengan jawabannya.
“Senpai.. Nekoya Inn bukan penginapan biasa kan?”
Hans meresponnya dengan anggukan kecil.
“Untuk itulah.. aku ingin membuat kesepakatan kecil dengan mu, Mile Sinov” Hans kembali menatap Mile.
Keringat dingin yang mulai menjalar wajah Mile perlahan terlihat. Sudah lama ia tidak tertekan seperti ini. Beberapa informasi mengenai fungsi utama Nekoya Inn telah dipecahkan oleh dua Player dihadapannya. Ia tidak yakin apakah dua Player yang pergi itu paham dengan tempat ini, tapi rahasianya telah dibongkar oleh dua Player di depannya. Identitasnya telah di ujung tanduk.
“Aku ingin menjalin hubungan spesial dengan mu, Mile” ucap Hans.
“Eh?”
“Eh??”
Mile dan Kotori terheran-heran dengan ucapan Hans.
“Mengetahui informasi seperti itu untuk sebuah penginapan. Kau paham kan dengan seberapa luar biasanya itu? Jika aku menemukan Player yang kau maksud itu. Maukah kau berbagi jaringan informasi mu dengan ku? Tentu saja aku akan membayar informasi yang berharga dengan harga yang pantas” Hans mengulurkan tangannya.
Keraguan muncul di wajah Mile.
“Berhubung Class ku adalah Detective, aku butuh sumber informasi yang bisa ditemukan. Aku ingin kita menjadi partner untuk bertukar informasi. Hubungan yang seperti itu tidak terlalu buruk bukan?” Hans mencoba meyakinkan Mile.
Kotori yang mendengarnya pun ikut berdiri dan mengulurkan tangannya.
“Anooo.. Mile.. boleh kah Guild kami memiliki jaringan informasi mu juga? Kami akan membayar sesuai harga yang ditawarkan!”
Menerima dua uluran tangan itu, Mile tidak bisa berkata apa-apa. Baginya, perjanjian verbal sangat tidak beretika.
“Apa kalian ingin membuat kontrak dengan jaringan informasi Nekoya Inn?” balas Mile.
“Tentu saja!!” Hans dan Kotori meresponnya bersamaan.
Mile bangkit dan bergegas mengambil Kontrak Perjanjian. Untuk melakukan bisnis informasi dengan Nekoya Inn, diperlukan kontrak perjanjian tertulis. Perjanjian itu berisi metode pemesanan dan pembelian informasi yang harus disepakati kedua belah pihak.
Hans membaca syarat kondisi itu. Karena merasa cocok, ia segera menjalin kerjasama kontrak itu.
Kotori sedikit menambahkan persyaratan kondisi dimana Mile dibuat pusing olehnya.
“Senang berbisnis dengan kalian” ucapan yang Mile keluarkan kini dihiasi senyuman.
Pintu ruangan tiba-tiba terbuka.
Will dan Saku dengan nafas yang terengah-engah kembali membawa kertas Quest yang dikeluarkan oleh Guild Master Adventure.
Will berjalan ke arah Hans dan memberikan kertas Quest itu.
“Well, Detective.. bukankah sebaiknya kita bekerja sekarang?” ucap Will.
Hans mengambil kertas Quest dari tangan Will.
Sekali lagi Hans membaca kertas Quest itu untuk memastikan isinya.
“Mile.. silahkan persiapkan hadiahnya. Aku akan memberi tahu siapa nama Player itu” ucap Hans.
“Eh, Hans.. kau sudah tahu siapa nama Player itu?” tanya Saku.
“Tentu saja aku tahu.. lagipula orang yang dicari Mile ini.." Hans menghentikan kata-katanya.
"Itu aku..” lanjut Hans.
“...”
“...”
“...”
“HAAAAAAAAHHHHH!!!!!” Will berteriak keras di samping Hans.
“Duh, telinga ku.. bisakah kau tidak berteriak seperti itu di samping telinga ku!” gerutu Hans.
[...]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Dr. Rin
sekalian aja ngelamar buat jdi co workernya, biar kaya sherlock sama watson. tpi... pribadi si kouhai nya ga mendukung sih buat jdi role watson nya.
2023-05-16
0
Dr. Rin
kurasa player yg di cari sebenernya si MC deh 🤣
2023-05-16
0
N.N.A
di tunggu lanjutannya kak
2022-03-22
0