Chapter 12 - Kasus Menumpuk

Angin berhembus menerpa sebuah helaian kain yang terikat di sebuah tiang panjang, kain itu terukir simbol Kerajaan Nestrad yang berkibar di atas sebuah gedung kecil.

Dari kejauhan, seorang prajurit pembawa pesan dari pusat komando Kerajaan Nestrad memacu kudanya menuju pintu masuk pos penjaga. Kuda yang dibawanya membawa kantung besar yang berisi lembaran-lembaran kertas yang tersegel dengan lingkaran sihir.

Prajurit pembawa pesan itu tiba dan bersiap melapor ke salah satu pimpinan yang bertanggung jawab memimpin pos penjaga ini.

Seorang pria paruh baya dengan raut wajah yang mengintimidasi keluar dari pintu utama pos penjaga. Sisa-sisa wajahnya yang setengah terbakar dan salah satu matanya yang tersayat menimbulkan kesan mengerikan hanya dari tatapan kedua matanya. Pria itu menatap prajurit yang membawa pesan penting dari komando pusat. Dengan tubuhnya yang bergetar karena penampilan pria paruh baya itu, dia mencoba memberikan surat perintah itu.

Penampilan paruh baya itu diselimuti jubah hitam yang hampir menutupi seluruh tubuhnya. Saat tangannya keluar dari balik jubahnya, sebuah pangkat dan medali penghargaan yang melekat di pakaiannya membuat prajurit pembawa pesan itu terkejut. Tubuhnya yang semula bergetar ketakutan kini kembali tegak. Bukan hanya dia menjadi percaya diri kembali, prajurit pembawa pesan itu bahkan memberinya sebuah hormat militer untuk menghormati jasa pria paruh baya itu.

Pria paruh baya itu menghiraukan prajurit pembawa pesan itu dan berjalan pergi meninggalkannya.

Prajurit pembawa pesan itu selanjutnya pergi setelah dirasa cukup menghormati sosok yang dikaguminya. Suasana hatinya kini kembali segar setelah bertemu dengan sosok yang menjadi kebanggaan Kerajaan Nestrad.

Di dalam ruang komando pos penjaga, pria paruh baya itu berjalan menuju salah satu sofa yang ada di sudut ruangannya. Di sana, sosok gadis terbaring dengan dengkuran kecil yang terdengar. Air liurnya menimbulkan bercak kilauan cahaya pagi yang memantul pada bantal yang menopang kepalanya.

Dengan surat perintah kecil yang ada ditangannya, pria paruh baya itu mengangkat tangannya dan memasukkan beberapa sihir kecil yang mulai menyelimuti surat itu. Surat itu tiba-tiba bergerak dengan cepat menuju gadis yang tertidur itu. Saat surat itu hampir mengenai kepala gadis itu, sebuah pisau kecil berhasil menahannya.

Gadis itu perlahan membuka matanya, terlihat sayu namun insting tubuhnya mampu merespon bahaya bahkan ketika dia tertidur. Gadis itu terkejut saat mengetahui pisau kecil miliknya menahan kertas kecil yang terselimuti sihir.

Ya, serangan kecil untuk kejutan berhasil ditahan oleh gadis itu.

Tiba-tiba saja, kertas itu meledak dan membuat kegaduhan kecil untuk prajurit yang menjaga pos ini.

“Eh? A-ada apa ini?”

Gadis itu dengan polosnya bertanya seperti itu. Dia tidak menyadari serangan yang baru saja dia terima telah menghancurkan sofa tempat dia tertidur.

“Ohh- Ayah.. selamat pagi.. Hoooaam-“

Tanpa mempedulikan kerusakan disekitarnya, gadis itu kembali tertidur.

Sebuah urat nadi yang mengeras muncul di kepala pria paruh baya itu. Dia lalu berjalan menghampiri meja kerjanya mengambil sebuah kertas dan pena bulu. Dia menulis beberapa baris kata dan kemudian melepaskan pangkat militer yang dia kenakan.

Dengan jubah tebal yang masih menutupi tubuhnya, dia berjalan pergi meninggalkan pos penjaga ini.

Rasa frustasinya yang selama ini dia pendam sudah tidak tertahankan. Kali ini, dia pergi untuk mengubah suasana hatinya dan meninggalkan perintah resmi untuk menyerahkan rantai pusat komando pos ini pada putrinya. Tidak ada satu pun prajurit yang tahu ke mana perginya pria paruh baya ini.

Namun satu hal pasti..

Dia telah pergi menghilang begitu saja bagaikan seorang hantu.

Keadaan ini menjadi gempar setelah gadis itu sepenuhnya sadar dari tidurnya. Melihat isi ruangannya berantakan dan kertas kecil yang ditinggalkan oleh ayahnya membuat pagi hari yang dialaminya menjadi sebuah malapetaka baru.

Tidak hanya itu, setumpuk laporan yang telah diselesaikan kini berhamburan tidak jelas. Gadis itu menyadari kesalahannya telah menghiraukan jam disiplin bertugas yang selalu saja diingatkan oleh ayahnya.

Karena ayahnya kini ngambek, dia harus menerima konsekuensi ini.

Mau tidak mau, dia harus mengatasi permasalahan yang telah menumpuk di hari sebelumnya. Sebenarnya ada sangsi militer yang berlaku jika prajurit melalaikan tugasnya. Hukum militer Kerajaan Nestrad terbilang cukup berat, tetapi ayahnya telah menyerahkan rantai komando pada dirinya. Maka gadis itulah yang kini mengemban tanggungjawabnya.

Air mata kecil mulai membasahi matanya. Tugas yang ditinggalkan ayahnya itu ternyata cukup untuk membuatnya menangis.

Ada beberapa laporan masyarakat yang muncul akhir-akhir ini. Bisa dikatakan masalah yang sedang dialami Kerajaan Nestrad berjalan tanpa henti.

Terdapat laporan penculikan anak kecil yang sedang terjadi akhir-akhir ini. Terlebih dengan adanya surat perintah yang ada ditangan gadis itu membuat mereka tidak bisa bergerak bebas.

Surat itu berisi pembatasan aktivitas masyarakat dan perintah resmi untuk setiap prajurit Kerajaan Nestrad menjalankan protokol darurat militer. Dengan adanya situasi darurat militer yang akan diberlakukan, itu sudah cukup menambah beban pekerjaan yang akan dilakukan.

“Apa yang sedang terjadi sih?”

Pikiran gadis itu melayang setelah membaca surat perintah yang baru saja dia terima.

Di sisi lain, ayahnya yang baru saja pergi meninggalkan tugasnya tengah bersenang-senang menikmati sarapan paginya di penginapan yang bernama Nekoya Inn.

Terpopuler

Comments

Dr. Rin

Dr. Rin

Sama2 sengklek ternyata.

2023-05-16

0

Dr. Rin

Dr. Rin

Normal Greeting between Father and daughter I see... 😅

2023-05-16

0

alfy

alfy

lanjut toor👍😘

2022-03-12

0

lihat semua
Episodes
1 Volume 1 - Prolog
2 Chapter 1 - Internet Cafe OUTNET
3 Chapter 2 - Class Detective
4 Chapter 3 - Permintaan Saintess
5 Chapter 4 - Korban Terakhir
6 Chapter 5 - Biological Evidence
7 Chapter 6 - Krisis Kerajaan Nestrad
8 Chapter 7 - Boot Camp Servere
9 Chapter 8 - Presumptive Blood Test
10 Chapter 9 - Sumber Bencana
11 Chapter 10 - Pertemuan Darurat
12 Chapter 11 - LOGOUT
13 Chapter 12 - Kasus Menumpuk
14 Chapter 13 - Aktivitas Normal
15 Chapter 14 - Kelas Abnormal
16 Chapter 15 - Scam Quest
17 Chapter 16 - Nekoya Inn
18 Chapter 17 - Pertikaian Kecil
19 Interlude - Senpai
20 Chapter 18 - Kontrak Perjanjian
21 Chapter 19 - Sistem MOCAD
22 Chapter 20 - Teleport Magic
23 Chapter 21 - Solo Investigation
24 Chapter 22 - In Vino Veritas
25 Chapter 23 - Pengakuan Hitam
26 Chapter 24 - Investigasi Akhir
27 Interlude - Ruang Hitam
28 Chapter 25 - Kasus Gagal?
29 Chapter 26 - Princess Nekoya Inn
30 Chapter 27 - Kembali Pulang
31 Chapter 28 - Lembaran Misteri Dunia
32 Chapter 29 - Kontrak Promosi
33 Chapter 30 - Sisi Lain Internet
34 Chapter 31 - Kastil Ratu Iblis
35 Chapter 32 - Ratu Iblis
36 Interlude - Langit Malam
37 Chapter 33 - Old Gang Tea Party
38 Chapter 34 - Private Detective Contractor
39 Chapter 35 - Maid Service
40 Chapter 36 - Antropologi Forensik
41 Chapter 37 - Analisis Berkelanjutan
42 Interlude - Ex-Demon Queen Council
43 Chapter 38 - Kekuatan 100 Keping Emas!
44 Chapter 39 - Sambutan Kecil
45 Interlude - Perjanjian Antar Player
46 Chapter 40 - Un-Wanted Kill
47 Chapter 41 - Social Stealth
48 Interlude - Can u stand in Friendly-Fire Line of sight?
49 Emergency Update
50 Chapter 42 - Detektif dan Asisten Detektif
51 Chapter 43 - Lorong Gua
52 Informasi & Terima Kasih
Episodes

Updated 52 Episodes

1
Volume 1 - Prolog
2
Chapter 1 - Internet Cafe OUTNET
3
Chapter 2 - Class Detective
4
Chapter 3 - Permintaan Saintess
5
Chapter 4 - Korban Terakhir
6
Chapter 5 - Biological Evidence
7
Chapter 6 - Krisis Kerajaan Nestrad
8
Chapter 7 - Boot Camp Servere
9
Chapter 8 - Presumptive Blood Test
10
Chapter 9 - Sumber Bencana
11
Chapter 10 - Pertemuan Darurat
12
Chapter 11 - LOGOUT
13
Chapter 12 - Kasus Menumpuk
14
Chapter 13 - Aktivitas Normal
15
Chapter 14 - Kelas Abnormal
16
Chapter 15 - Scam Quest
17
Chapter 16 - Nekoya Inn
18
Chapter 17 - Pertikaian Kecil
19
Interlude - Senpai
20
Chapter 18 - Kontrak Perjanjian
21
Chapter 19 - Sistem MOCAD
22
Chapter 20 - Teleport Magic
23
Chapter 21 - Solo Investigation
24
Chapter 22 - In Vino Veritas
25
Chapter 23 - Pengakuan Hitam
26
Chapter 24 - Investigasi Akhir
27
Interlude - Ruang Hitam
28
Chapter 25 - Kasus Gagal?
29
Chapter 26 - Princess Nekoya Inn
30
Chapter 27 - Kembali Pulang
31
Chapter 28 - Lembaran Misteri Dunia
32
Chapter 29 - Kontrak Promosi
33
Chapter 30 - Sisi Lain Internet
34
Chapter 31 - Kastil Ratu Iblis
35
Chapter 32 - Ratu Iblis
36
Interlude - Langit Malam
37
Chapter 33 - Old Gang Tea Party
38
Chapter 34 - Private Detective Contractor
39
Chapter 35 - Maid Service
40
Chapter 36 - Antropologi Forensik
41
Chapter 37 - Analisis Berkelanjutan
42
Interlude - Ex-Demon Queen Council
43
Chapter 38 - Kekuatan 100 Keping Emas!
44
Chapter 39 - Sambutan Kecil
45
Interlude - Perjanjian Antar Player
46
Chapter 40 - Un-Wanted Kill
47
Chapter 41 - Social Stealth
48
Interlude - Can u stand in Friendly-Fire Line of sight?
49
Emergency Update
50
Chapter 42 - Detektif dan Asisten Detektif
51
Chapter 43 - Lorong Gua
52
Informasi & Terima Kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!