Hari berganti menjadi malam, jam digital menunjukkan pukul 18:00. Seorang pemuda dengan pakaian seragam sekolah yang cukup kusut tertimpa air hujan tengah berlindung di depan kafe kecil. Tangannya sibuk menggenggam ponsel yang menampilkan peta lokasi, terdapat beberapa titik-titik kecil yang ditempatkan sebagai penanda tetapi dia masih ragu untuk melangkah.
“Aku sudah membandingkan empat lokasi yang berbeda tetapi harganya tidak ada yang cocok. Apakah mereka membentuk aliansi untuk tidak menjatuhkan harga pasar?”
Pemuda ini masih memegang ponselnya dan menikmati kopi hangat untuk mengurangi udara dingin yang menusuk tubuhnya. Tetesan air terjatuh dari rambutnya dan mengenai layar ponselnya membuat pemuda itu mengusapnya hingga secara tidak sengaja layar ponselnya menampilkan sebuah iklan toko rental game yang cukup murah.
“Apa ini? Grand Opening?”
Sebuah promosi menarik yang muncul secara tidak sengaja menjadikan ini sebagai harta karun yang tidak boleh dilewatkan begitu saja, dia bergegas pergi menuju tempat itu.
\=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
GRAND OPENING OUTNET
New Member:
7 Day : Rp. 30.000,00
14 Day : Rp. 50.000,00
30 Day : Rp. 75.000,00
VIP Member:
7 Day : Rp. 100.000,00
14 Day : Rp. 175.000,00
30 Day : Rp. 225.000,00
VVIP Member:
7 Day : Rp. 375.000,00
14 Day : Rp. 575.000,00
30 Day : Rp. 700.000,00
Bonus: Free Meal and Drink!
\=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Pemuda itu meraba sakunya untuk melihat seberapa banyak uang tunai yang dibawa saat ini, memastikan apakah itu sudah cukup untuk membuatnya memainkan game yang saat ini masih membuatnya ragu untuk dimainkan.
Hanya ada satu cara untuk membuatnya keluar dari keraguan itu. Didorong oleh perasaan hatinya untuk mencari uang tambahan untuk membayar biaya tagihan rumah sakit membuat pemuda itu membulatkan tekadnya untuk melangkah maju.
Tidak butuh waktu yang lama untuk mencari tempat yang menjadi tujuannya. Pemuda itu mengenali sebuah antrian panjang tepat disebuah bangunan dengan banner LED bertuliskan OUTNET. Melihat antrian yang memanjang ini tentu saja akan butuh waktu yang lama untuk sampai masuk ke dalamnya. Bahkan untuk membuat sebuah akun membership masih memerlukan waktu yang cukup panjang, itu dapat dibuktikan dengan antrian panjang ini.
Pemuda itu cukup terkejut dengan kondisi ini, rasa senangnya yang menemukan tempat murah tiba-tiba saja dihancurkan. Dia menyadari bukan hanya dirinya saja yang mengincar harga murah untuk memainkan sebuah game.
“Apa boleh buat, sebaiknya aku mencari tempat lain” pemuda itu beranjak pergi.
Rasa kecewanya kembali mendorong kakinya untuk melewati barisan antrian yang memanjang seperti ular. Pandangannya fokus pada layar ponselnya yang menampilkan lokasi toko rental terdekat.
Tiba-tiba saja, saat melewati pintu utama OUTNET dirinya ditabrak oleh seseorang gadis berpenampilan jas hitam setelan laki-laki yang sedang berjalan menyeret seseorang dengan menarik dasi yang melingkar di lehernya.
Beberapa orang yang melihat kejadian ini bertanya-tanya tentang apa yang terjadi di dalam. Kegaduhan ini berlanjut saat laki-laki yang sebelumnya terseret itu tiba-tiba berdiri.
“Apa kau tidak bisa sopan sedikit?” dia mencoba berdiri tegak dan memperbaiki posisi dasinya.
Gadis itu memandanginya dengan tatapan tajam seolah ingin membunuhnya.
Perlahan ekspresi muka laki-laki itu menjadi kaku dan pandangannya beralih ke pemuda yang baru saja tertabrak.
Ekspresi mukanya sedikit terkejut saat melihat pemuda itu.
Dia merangkul pemuda itu dan berbisik kecil, “Kawan.. tolong bantu aku!”
Pemuda itu sama sekali tidak mengenal laki-laki itu tetapi dalam kondisi seperti ini, mau tidak mau dia harus mengikuti arus yang terbawa karena di belakangnya beberapa korban telah berjatuhan karena tatapan tajam gadis itu.
Pemuda itu berbisik balik, “Maaf, kau siapa? Jangan bawa aku dalam masalahmu!” terlihat jelas pemuda itu ingin melarikan diri dalam kondisi ini.
“Oh, Kau tidak tahu siapa aku?” laki-laki itu secara spontan membalas perkataan pemuda itu.
“Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya pemuda itu.
“Tentu saja tidak pernah, kurasa ini pertama kalinya kita bertemu tetapi.. apa kau yakin tidak mengenaliku?” laki-laki itu cukup yakin jika dirinya terkenal.
Pemuda itu melepas rangkulannya dan membuka ponselnya lalu mengambil foto laki-laki yang mencoba akrab dengannya.
Dengan bantuan aplikasi image search yang mencari kemiripan gambar, pemuda itu segera mengetahui siapa identitas laki-laki yang ada dihadapannya.
“Kurasa aku tahu siapa dirimu, itu jika kau tidak kebetulan mirip dengan orang ini” pemuda itu membalas perkataan laki-laki itu.
“Ini pertama kalinya ada seseorang yang tidak mengenaliku. Kembali ke bisnis kecil kita kawan. Jadi aku perlu bantuan mu karena aku memiliki masalah di sini tentu saja” laki-laki itu melirik ke gadis disebelahnya yang masih mengamatinya dengan tatapan tajam.
Tubuh pemuda itu menggigil seperti akan ada sesuatu yang merepotkan akan datang.
“Aku akan mempersingkat masalah yang sedang aku alami. Jadi, seharusnya ini adalah hari liburku yang tenang dengan memainkan game yang saat ini sedang ramai diperbincangkan dan entah mengapa Ratu Iblis mengutus salah satu Jenderal Iblisnya mencari mahkluk tak berdosa untuk di jadikan pengorbanan hidup mengurus pekerjaan yang tidak ada habisnya. Maka dari itu kawanku, tolong urus perlengkapan perangku yang berharga!"
Sembari mengatakan hal itu, laki-laki itu mengeluarkan sebuah kartu tipis dan menyelipkannya pada saku pemuda itu dan berbisik, “Aku titipkan benda ini."
“Eh?” pemuda itu diam terpaku dan melihat laki-laki itu terseret kembali memasuki sebuah mobil hitam yang tidak jauh dari pintu masuk OUTNET.
“Sebenarnya apa yang baru saja terjadi?” pemuda itu kebingungan.
“Kurasa, kau baru saja menjadi pelayan hitam untuknya” sebuah suara kecil menjawab pertanyaan pemuda itu.
Pemuda itu memeriksa saku seragamnya dan mendapati sebuah kartu bertuliskan VVIP OUTNET.
“Apa ini? mengapa tiba-tiba saja aku merasakan beban tanggung jawab yang begitu besar?” tubuh pemuda itu menggigil setelah melihat kartu itu.
“Masuklah, tidak baik memamerkan kartu itu dimuka umum."
Pemuda itu memalingkan mukanya dan mendapati seorang laki-laki yang mirip dengan laki-laki sebelumnya.
“Sepertinya tidak sopan untuk menanyakan ini, apa dia itu kakakmu?” tanya pemuda itu.
“Salah, dia itu adikku."
“Ah, walaupun salah tetapi itu menjawab pertanyaan mengapa wajah kalian mirip. Jadi, apa yang bisa dilakukan kartu ini?” pemuda itu kembali memperlihatkan kartu itu.
“Seperti biasa, adikku ingin kabur bermain game dari pekerjaannya yang cukup padat tetapi Ratu Iblis di kantornya mencium baunya hingga mengutus Cerberus untuk mengejarnya. Maaf jika kau terjebak dalam kebodohan kecil ini."
“Kurasa, ada baiknya aku berterima kasih tentang hal ini. Kebetulan yang sangat jarang terjadi disaat aku ingin pergi tetapi menemukan keberuntungan seperti ini” dalam perkataanya ini sang pemuda kembali memandangi antrian panjang yang ada dibelakangnya.
“Em, boleh aku gunakan ini sekarang?” pemuda itu kembali memperlihatkan kartunya.
“Tentu saja, lagi pula kebodohan adik harus ditanggung oleh kakaknya bukan? Aku tidak tahu karakter apa yang dimainkan olehnya tetapi bertahanlah dengan itu.”
“Entah mengapa rasanya kau seperti sedang memaksa diriku."
“Apa tidak boleh?”
Pemuda dan laki-laki yang baru saja ditemui itu secara bersamaan memasuki pintu utama OUTNET melewati pintu otomatis yang terbuka.
Di dalam bangunan yang bernama OUTNET ini ternyata memiliki pegawai dan petugas keamanan yang berdiri di setiap sisi ruangan.
“Sebagai seseorang yang memegang VVIP-Card, aku ucapkan selamat datang di Internet Cafe OUTNET! Tempat teraman dan ternyaman untuk menikmati internet!” ucap laki-laki itu.
Pemuda itu memandangi area di sekitarnya, bangunan ini memiliki tingkat keamanan luar biasa. Itu terlihat dengan adanya kamera pengawas dan petugas keamanan yang membawa senjata kecil di ikat pinggangnya.
“Kurasa akan sedikit sesak di sini mengingat antrian kita yang begitu panjang di depan, sebagai member VVIP OUTNET silakan memasuki lift yang sudah ditujukan untuk member VVIP” tepat setelah laki-laki itu mengatakannya, sebuah pintu lift terbuka lebar lengkap dengan seorang pemandu wanita yang berpakaian sedikit terbuka membungkuk memberikan rasa hormat.
“Ini hanya perasaanku saja tetapi apa semua member VVIP memiliki ketertarikan seperti ini?”
“Well, tujuan utamaku membuat member VVIP hanya untuk memeras uang mereka dengan pelayanan seperti ini, kuharap kau tidak termakan jebakan manis mereka."
“Terima kasih, aku akan mengingat itu."
Mereka melanjutkan perjalanan kecil mereka masuk ke dalam lift sembari menunggu lift itu selesai mengantar mereka, pemuda itu sekali lagi mengamati kartu VVIP yang dititipkan kepada dirinya.
“Jadi, kapan adikmu akan mengambil ini?”
“Entahlah, aku tidak tahu pasti. Pekerjaannya tidak santai seperti diriku yang hanya mengurus kerajaan kecil ini."
“Aku sedikit paham mengapa kau membawa diriku masuk, kau ingin mengurungku sebagai tahanan perang sampai adikmu mengambil tahtanya kembali, bukan?”
“Hey, itu sedikit kasar walaupun itu memang benar."
“...”
“...”
“...”
Rasa canggung di antara keduanya membuat suasana lift menjadi hening, suara gesekan lift yang menuruni bangunan ini dapat terdengar jelas bahkan pemandu wanita yang berdiri di sebelah mereka memasang ekspresi kaku karena situasi canggung ini.
“Boleh aku kembalikan sekarang? Aku memiliki firasat buruk tentang ini."
“Kurasa sudah terlambat untuk itu, nikmati saja kurungan tahanan kerajaan kami."
Pintu lift terbuka dan pemandangan yang ada dihadapan pemuda itu membuat pupil matanya membesar bahkan tubuhnya menjerit menandakan adanya bahaya yang akan datang. Mereka melanjutkan perjalanan dengan mengikuti pemandu wanita di depan mereka.
“Sekarang aku paham apa maksudmu dengan memeras member VVIP."
“Setidaknya aku dapat keuntungan besar dengan bisnis ini."
Tepat dihadapan pemuda itu, terdapat sebuah dunia yang jauh berbeda dari dunia yang selama ini dia kenal. Sebuah Kasino yang berdiri di bawah bangunan bernama OUTNET yang hanya bisa dimasuki dengan menjadi member VVIP OUTNET.
Jika bagian atas adalah Internet Cafe OUTNET, bagian bawah mereka lebih cocok dengan sebutan Internet Casino OUTNET.
“Perlu diingat, aku hanya memiliki perizinan minuman keras dan perjudian di luar itu sudah menjadi tanggung jawab setiap individu."
“Apa aku boleh membawa pisau atau sesuatu? Dunia ini sangat berbahaya terlebih untuk anak sekolahan sepertiku."
“Tenang saja, aku sedang mengawal mu. Tidak ada yang berani macam-macam saat Raja berkunjung bukan?”
“Oh, beruntungnya diriku. Anggap saja tidak ada Assassin yang bertugas saat ini” balas pemuda itu dengan nada sinis.
“Kesampingkan hal itu, Sebenarnya ada beberapa alasan mengapa aku membawa mu ke sini.”
“...” pemuda itu terdiam.
“Aku perlu data tambahan bagaimana rakyat jelata menggunakan DDVR versi ULTRA dan aku perlu laporan datanya untuk dikirim ke tim pengembang Isekai Online. Itu sangat susah mengingat tidak ada rakyat jelata yang mau berlangganan VVIP-Card."
“Tentu sajalah! Kau tidak tahu seberapa besar biaya itu bagi mereka."
“Eh? Apa semahal itu?”
“Wahai Rajaku, cobalah sesekali menjadi miskin untuk merasakannya."
“...”
Sekali lagi keheningan menerkam di antara mereka hingga pemandu wanita yang berjalan di depan membuka sebuah pintu dengan flat bernomor 001.
Pemuda dan laki-laki itu memasuki ruangan itu. Tepat dihadapannya berdiri sebuah peralatan canggih yang berbentuk seperti kapsul tidur.
“Jadi ini Deep-Dive Virtual Reality edisi ULTRA?” pemuda itu bertanya sembari mengamati benda di hadapannya.
“Tepat sekali, bagaimana menurut mu?”
“Setidaknya rakyat menengah atas bisa memilikinya dan rakyat jelata akan melakukan gerakan revolusi untuk bisa mencobanya" balas pemuda itu.
“Beruntungnya sekarang ada rakyat jelata yang bisa mencobanya tanpa melakukan gerakan revolusi” pandangan laki-laki itu menatap pemuda di hadapannya.
“...”
“...”
Mereka berdua saling bertatap muka lalu senyuman dan tawa kecil muncul di wajah mereka.
“Sudah lama aku tidak bercanda seperti ini."
“Terlebih diriku, terakhir kali aku bercanda seperti itu tiba-tiba saja musuhku bertambah."
“Kau tahu.. tidak semua orang mengerti sarkas yang kau lemparkan."
“Itu bukan sarkas, hanya candaan yang tidak sengaja terlempar keluar dari mulutku."
Laki-laki itu tersenyum, “Kau tahu.. lupakan permintaan bodoh adikku. Aku akan menyuruh orang lain melakukannya dan gunakan saja ini."
Pemuda itu menerima sebuah kartu lain bertuliskan [Isekai Online (Alpha Tester)].
“Apa ini?” pemuda itu mengamati kartu yang baru saja diterimanya dia menemukan watermark hologram dan sebuah QR-Code.
“Apa kau tahu berapa varian perangkat lain untuk menjalankan game dengan teknologi Deep-Dive Virtual Reality?”
“Ah, aku sempat mencari tahu tentang itu. Harganya sangat berbeda karena adanya fitur tambahan bukan?”
“Tepat sekali, bagaimana reaksi mu jika kau tahu sebenarnya di antara perangkat itu semuanya memiliki fitur yang sama hanya saja fitur itu terkunci?”
“Eh? Yang benar saja. Jangan bilang mereka sengaja mengunci fitur itu untuk mengubah harga pasar perangkat mereka?"
“Well, mereka sudah melakukannya. Itu bukanlah masalah karena mereka berhasil menjualnya."
“Aku tidak menyangka mereka mengambil keuntungan besar dengan trik murahan seperti itu."
“Apa boleh buat, bisnis teknologi harus berkembang seiring waktu. Kita tidak bisa mengenalkan teknologi secara langsung tetapi harus secara perlahan walaupun itu menipu banyak orang."
“Jadi, apa yang ada di hadapanku ini?”
“Em.. perangkat biasa yang dilengkapi fitur tambahan agar tidak terlihat murahan. Sesuai apa yang aku katakan.. fitur yang terkunci telah dibuka sepenuhnya dan menjadikan perangkat ini menjadi versi ULTRA."
“Jujur sekali dirimu.”
“Setidaknya aku sedikit terbuka dengan memberimu kartu sakti yang mampu membuka semua fitur yang terkunci. Kartu itu hanya diproduksi untuk seratus orang, kurasa kau bisa memanfaatkannya untuk menjelajahi Isekai Online sampai adikku kembali."
“Ah, benar juga.. ini kukembalikan kepadamu” pemuda itu mengambil kartu VVIP yang masih berada di dalam sakunya.
“Tidak! kau simpan itu sendiri dan kembalikan saat adikku kembali” laki-laki itu segera menolak dan berjalan menuju pintu keluar.
“Tunggu, bagaimana caraku mengurus karakter adikmu?”
“Ah, aku akan mengurusnya. Adikku mungkin hanya butuh beberapa item yang bisa didapatkan saat melakukan Boss Raid atau membelinya di forum Isekai Online. Hanya saja, saat ini kita harus menunggu sampai ada seseorang yang menjualnya. Kau bisa mencari tahu Item apa yang dibutuhkannya setelah login dengan karakternya lalu laporkan kepadaku."
“Bagaimana dengan kartu ini?”
“Ah, aku memberinya untuk mu. Tidak perlu dikembalikan. Anggap saja sebagai deposit pertemanan kita."
“Apa kau yakin?”
“Hmm.. apa rakyat jelata tidak terlalu suka menerima tawaran seperti ini?”
“Kau tahu, instingku menangkap hal yang lain seolah kau berkata ingin mendapat sesuatu yang lain."
“Apa itu terlihat jelas?”
“Tentu saja, jujur saja situasiku saat ini sangat aneh dan tiba-tiba terjadi angin badai begitu saja."
“Well, akan kukatakan mengapa aku melakukan hal ini. Apa adik perempuan mu baik-baik saja?”
“!”
Mata pemuda itu terbelalak saat laki-laki itu membawa keadaan adiknya. Dia memiliki perasaan kuat adanya hubungan kejadian ini dengan adiknya hingga dia teringat sesuatu.
“Kebodohan adik harus ditanggung oleh kakaknya, jadi itu maksudmu. Dari awal kau mengetahui siapa diriku?”
Laki-laki itu tersenyum.
“Apa ini tanggung jawab atas apa yang dilakukan adikmu?”
“Tentu saja, tetapi aku yakin ini masih belum cukup tetapi kita akan membahasnya lain kali. Bukankah ada hal yang ingin kau lakukan sekarang?”
“...”
Pemuda itu terdiam.
“Aku hanya teringat diriku yang lama saat adikku terkena masalah yang sama, beruntungnya game itu mampu menghasilkan uang yang cukup hingga saat ini. Tatapan mata dan tekad mu itu menyadarkanku pada diriku yang lama. Harga diri seorang kakak untuk melindungi adiknya. Setidaknya aku akan mencoba menyadarkan kesalahan adikku untuk meminta maaf tentang kejadian yang dialami adikmu."
Laki-laki itu pergi menjauh.
“Oh! Satu hal lagi.. Happy Hunting!”
Setelah mengatakan itu, dia pergi sembari melambaikan tangan dan meninggalkan pemuda itu sendirian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
El_Tien
jadi penisirin
2022-03-27
1
Amelia
semangat kk
2022-02-05
1
★Merepotkan~
Udah bab ke 2, nama sang MC masih misterius 🗿
2021-12-31
3