Chapter 16 - Nekoya Inn

Suasana malam di ruang makan Nekoya Inn terasa sangat santai dan nyaman. Sangat jarang seorang Player menghabiskan uang mereka di dalam game untuk membeli makanan yang dijual oleh NPC Chef. Beberapa Player hanya tertarik membeli armor, senjata, dan item yang dijual oleh NPC Blacksmith.

Hanya sebagian kecil NPC yang diuntungkan dengan kehadiran Player. Seperti NPC dengan Class Blacksmith yang selalu ramai menerima permintaan Player. Membuat perlengkapan armor, menempa sebuah senjata, bahkan memperbaiki peralatan yang rusak merupakan bisnis yang paling menguntungkan untuk NPC.

Di balik semua itu, ada beberapa NPC yang membentuk jaringan bawah tanah untuk bertahan hidup dalam perekonomian mereka. Salah satunya adalah Nekoya Inn yang menjadi tempat penginapan sekaligus titik save poin Player. Bangunan mereka di desain layaknya sebuah penginapan namun ruang makan mereka adalah titik khusus di mana seluruh informasi yang beredar dikumpulkan dan diperjual-belikan untuk mendapatkan keuntungan.

Local Market Information, sesuai dengan namanya. Mereka mengumpulkan semua rumor yang beredar, menyaringnya, lalu memisahkan informasi itu menjadi beberapa bagian dengan harga yang berbeda sesuai seberapa vital informasi itu. Informasi adalah sumber kekuatan. Tanpa adanya itu kita tidak bisa mengambil langkah dan memprediksi sesuatu.

Player jarang menyadari adanya jual-beli informasi ini di kalangan NPC. Namun, bagi NPC yang sudah menjadi mitra bisnis mereka itu menjadi hal yang biasa untuk saling berkunjung sekadar bertukar salam dengan mitra bisnisnya.

Saat ini, di malam yang sepi ini. Di pojok ruang makan Nekoya Inn terdapat seseorang yang sedang mabuk berat.

Aura berat mengelilingi sosok itu seperti memberi peringatan, “Jangan mendekat atau kalian mati!”

Sosok itu adalah seorang pria paruh baya yan tengah mabuk setelah meminum segelas alkohol demi menghilangkan beban pikirannya yang terus menumpuk. Sudah ada sepuluh gelas besar yang dia habiskan namun itu masih belum cukup. Wajahnya yang tertutup dengan kain perlahan mulai memperlihatkan rona merah pipinya yang mabuk.

Tubuhnya tidak bisa lagi menjaga keseimbangan dan seketika terjatuh dari kursinya.

Pelayan yang ada di tempat itu hanya bisa terdiam dan melaporkan kejadian ini pada atasannya.

Sosok wanita yang mengenakan kimono hitam datang lalu menghampiri pria paruh baya itu. Dia menjentikkan jarinya dan seketika muncul sosok seperti manusia batu berdiri di hadapannya. Tanpa mengeluarkan suara, sosok itu mulai mengangkat pria paruh baya itu dan membawanya pergi dari ruang makan Nekoya Inn.

“Bersihkan semua ini.”

Dengan satu kalimat itu. Pelayan yang ada di tempat itu pun mulai bergegas membersihkan kekacauan kecil itu.

“Apa sih yang sedang kau lakukan, James!” ucap wanita itu.

Dia pun bergegas pergi dari ruangan ini dan menghilang dari pandangan pelayan-pelayannya.

-----&&&-----

James Ragnard, seorang laki-laki keturunan bangsawan militer Kerajaan Nestrad. Saat ini usianya menginjak 53 tahun. Jabatannya adalah seorang ahli strategi pertahanan sipil yang seluruh tugasnya melindungi dan melayani aduan masyarakat di ibukota Kerajaan Nestrad. Baginya, mengatasi kriminal adalah makanannya sehari-hari. Walaupun usianya terbilang agak tua tetapi dia tetap bersemangat mengemban tugas yang diberikan oleh Rajanya.

Sebuah pemikiran yang wajar jika dia ingin pensiun dan menikmati masa tuanya dengan bersenang-senang. Harapannya itu dihancurkan dengan adanya peraturan Kerajaan Nestrad yang bisa dibilang tidak masuk akal. Semua prajurit yang memiliki pangkat dan prestasi tinggi diharuskan pensiun saat berumur 60 tahun dan akan mendapat perlakuan istimewa berupa uang pensiun dan bebas pajak. Masalahnya adalah.. tidak ada jaminan umur manusia bisa mencapai 60 tahun untuk menikmati aturan tersebut.

Terkadang hukum Kerajaan Nestrad begitu unik dan aneh.

James membuka matanya. Dia tidak ingat mempunyai kamar dengan ornamen feminim terukir di atas tempat tidurnya. Hidungnya mencium bau yang tidak asing dan tiba-tiba berdiri lalu mengambil pedang yang berada di pinggangnya.

“Eh?”

Tubuh James seketika terasa kaku dan serangan rasa sakit keram yang datang tiba-tiba itu mengingatkannya akan umurnya yang sudah tidak lagi mendukung gerakan cepat yang berlangsung tiba-tiba itu.

“Aduh.. duh.. duh.. pinggang ku.”

Seluruh otot James terasa kaku dan mengunci pergerakannya.

“Humu.. ternyata umur memang tidak bisa berbohong, benar kan James?”

Sebuah suara yang dibalut dengan ejekan kecil memasuki telinga James. Dia mencari sumber suara itu dan mendapati sosok wanita mengenakan kimono hitam duduk sembari menikmati secangkir teh hangat.

“Kuh! Ternyata ini semua ulah mu. Mengapa kau membawa ku ke sini. Aduh.. duh.. pinggul ku mulai rontok rasanya.”

“Tenanglah, di usia mu saat ini melawan tubuh mu akan sangat menyakitkan loh. Aku ada obat penghilang rasa sakitnya tetapi.. itu tidak gratis.. hehe♥.”

“Aku bisa menebak apa yang akan kau berikan.. jika tidak salah itu sudah menjadi barang illegal di Kerajaan ini. Walaupun Kerajaan ini aturannya aneh-aneh tetapi hukum tentang obat yang kau pegang itu tertulis jelas.”

“Oh.. ayolah James.. bantu aku sedikit♥.”

“Jawaban ku tetap sama.”

“Cih!”

Dalam sekejap aura yang menekan terpancarkan dari wanita itu. James yang menyadari perubahan aura di sekitarnya mulai memasang wajah waspada.

Nekoya Inn dari luar hanyalah penginapan biasa tetapi itu berbeda dengan pemiliknya yang merupakan mantan pasukan mata-mata Kerajaan Nestrad. Jika saja saat ini James masih memiliki kemampuannya saat masih muda, sudah tentu dia akan menggertak balik.

Tetapi saat ini, dia harus mengalah karena perbedaan fisik dan usia.

“Jika kau membawa ku ke ruangan mu, berarti ada masalah yang sedang terjadi bukan?” James berjalan mendekati wanita itu sembari memegang pinggulnya yang kambuh.

“Kau memang cepat tanggap tentang ini, kesampingkan masalah usia mu tetapi respons mu tidak buruk juga” wanita itu memberikan secangkir teh hangat kepada James.

“Jadi, apa yang terjadi? Mantan anggota mata-mata mencari serigala tua yang sedang melepas stres nya. Jika ini bukan masalah yang serius boleh ku anggap ini hanya kunjungan teman lama?”

Wanita itu menyerahkan sebuah kertas yang berisi gambar ilustrasi seorang anak kecil.

“Hey.. jangan bilang anak ini.”

“Dia cucu ku.”

“Jadi apa yang sedang terjadi dengan cucu mu ini? Penculikan? Kabur? Atau jangan-jangan tidak sengaja membunuh orang dan kau mencoba menyuap ku untuk tutup mulut dalam kasus ini?”

*Plak!

Sebuah cangkir teh lengkap dengan air panasnya menghantam muka James.

“Wuitaaaa.tataaa.taaaa.. Panaaaaaasss!!”

James berteriak kesakitan setelah mendapat hantaman yang disertai dengan bonus tambahan itu.

“Tidak sopan sekali, cucu ku bukan seperti bangsawan kalian.”

“Oh, iya, aku hampir lupa alasan mu berhenti dari militer karena masalah itu.”

“Cepat sekali kau bangkit? Apa kau mencurangi usia mu?”

“Tolong jangan bahas usia ku disaat seperti ini.”

“...”

“Singkat cerita cucu ku ini menghilang saat perjalanan pulang dari sekolahnya.”

“Aaaaaaah!?” James tersungkur lemas setelah mendengar itu.

“Hmm? Ada apa denganmu?”

“Akhir-akhir ini ada banyak laporan masyarakat tentang hilangnya anak-anak mereka.”

“Apa?! Mungkinkah!”

“Aku belum bisa memastikannya siapa pelaku dan tujuan mereka menculik anak-anak. Biasanya anak-anak yang di culik hanyalah kalangan bangsawan dan pelakunya meminta uang tebusan untuk melepas anak mereka. Itu bisa saja dilakukan dengan memenuhi tuntutan mereka. Tetapi kali ini.. ada empat anak yang sudah ditemukan tewas.”

Wanita itu memegang kepalanya setelah mendengar penjelasan James.

“Bagaimana dengan mu? Apa kau menemukan petunjuk?”

“Tidak ada, aku tidak menemukan apa pun mengenai hilangnya cucu ku. Semua teman terdekatnya sudah ku interogasi menggunakan [Skill: Forest of Truth]. Mereka tidak mengetahui apa-apa tentang hilangnya cucu ku.”

“Kurasa masalah ini akan makin memberatkan mu.”

“Apa maksudmu?”

“Sebuah surat perintah datang untuk seluruh divisi militer. Isi surat itu adalah pemberlakuan situasi darurat militer. Aktivitas masyarakat biasa akan sedikit dikurangi dari biasanya tetapi itu tidak menghalangi aktivitas Player. Ah! Benar juga! Mengapa aku tidak kepikiran ini sebelumnya. Mengapa kau tidak membuat Quest untuk diberikan ke Player untuk mencari cucu mu?”

“Kau memberikan saran itu hanya untuk membuang harapan ku bukan?”

“Tidak, bukan seperti itu. apa kau tahu? Sebagian besar anak kecil yang ditemukan setelah dilaporkan menghilang. Semuanya ditemukan oleh Player.”

“!”

Wanita itu terkejut mendengarnya.

“James, ceritakan lebih jelas lagi. Di mana mereka menemukannya?”

Mendengar nada bicara wanita yang ada di depannya itu, James tersenyum sembari memainkan kata-katanya.

“Hmm.. bagaimana ini.. jika tidak salah.. Ahhh.. di mana itu yah?”

“James..”

“Yah.. bagaimana ini.. aku sudah terlalu tua untuk mengingat sesuatu. Bahkan tubuh tua ku ini sudah tidak sanggup lagi menanggung gerakan ku yang cepat.”

“Jameees..”

“Sebentar.. biarkan aku berpikir terlebih dahulu..”

“James... peringatan terakhir” setelah mengatakan itu. sebuah lingkaran sihir berwarna merah kehitaman melayang di atas kepala James.

Melihat formasi lingkaran sihir yang berada di atas kepalanya itu tidak membuat James kehilangan kendali untuk terus menjahili wanita yang ada dihadapannya itu.

“Apa kau serius? Jika aku mati kau tidak akan mendapatkan informasi berharga seperti ini loh?”

“Ah...!”

Wanita itu langsung terdiam mendengar ucapan James yang diikuti dengan senyum tipisnya.

Melihat reaksinya itu, ekor tipisnya mulai keluar dari balik kimono hitamnya dan perlahan menjadi tegak lalu bergetar mengikuti suasana hatinya.

“Fufufu~ James.. apa kau lupa? Alasan ku keluar dan tuduhan kejam yang mereka lontarkan demi menyingkirkan ku?”

“Eh?” James mulai kebingungan.

“Aku, Mile Sinov, mantan pasukan mata-mata Kerajaan Nestrad yang dituduh mencuri dan mempelajari buku terlarang bernama [Art of Necromancy]. Hanya untuk berjaga-jaga saja. Rumor itu benar adanya setelah aku dikeluarkan dari pasukan mata-mata. Aku mencurinya setelah satu hari dikeluarkan dari pasukan korup itu.”

“E-Etto M-Mile?”

“Ya, James?”

“Hanya untuk memastikan.”

“Uhuh...?”

“Apa benda di belakang mu itu?”

Wanita bernama Mile itu langsung melihat sisi belakangnya. Dalam kesempatan ini, James langsung beranjak dari kursinya dan bergegas pergi dari ruangan ini yang merupakan penjara untuk kesehatan mentalnya. Ketika James melangkah, sebuah suara seperti patahan ranting terdengar dan dia tiba-tiba terjatuh.

“K-kau! Apa yang baru saja kau lakukan?” James panik dan mencoba berdiri namun kakinya tak mampu bergerak.

“Fufufu.. James.. apa kau tahu apa itu?”

“Huh? Kakiku? K-kaki ini rasanya tidak merespon gerakanku.”

“Skill lanjutan dari [Art of Necromancy: Lifeless], bagaimana rasanya saat anggota tubuh mu tiba-tiba mati?”

Senyuman licik yang penuh dengan aura untuk mempermainkan korban muncul di hadapan James.

“Kau mau pergi ke mana?” dengan kalimat itu, senyuman licik itu berubah menjadi senyuman mengerikan.

“KYAAAAAAAAAA!!!” di usianya yang tua itu. suara lantang penuh ketakutan terdengar jelas.

Suara itu sangat kecil namun terdengar untuk kamu beastman dengan telinga yang sensitif.

Wanita bernama Mile Sinov itu melepas kimono hitam yang melekat ditubuhnya dan menampilkan tubuhnya yang penuh dengan berbagai macam peralatan tajam yang diperlukan untuk mengekstrak informasi.

“Sangat disayangkan sekali, James. Aku harus melakukan ini. Jika dari awal kau memberiku informasi yang jelas maka kau tidak perlu mengalami siksaan seperti ini.”

“Heyy..hey... Mile.. Etto.. singkirkan itu! kita bisa bicara baik-baik di sini.”

“Fufufu.. sudah terlambat untuk itu sekarang♥.”

“M-Mile??” raut wajah James hancur seketika melihat senyuman yang penuh kesadisan ada di matanya.

“Kalau begitu.. selamat menikmati♥.”

“TIDAAAAAAAAAAK!!!” dengan begitu. Keheningan tempat ini menjadi sedikit lebih heboh dengan teriakan yang memecah suasana.

-----&&&-----

Di balik ruangan tertutup yang dihiasi dengan cahaya lilin, Mile Sinov menata kertas-kertas kecil yang berserakan di lantai ke atas mejanya.

Informasi kecil yang dia kumpulkan saat ini masih sangat kurang untuk mencari keberadaan cucunya. Bahkan dengan informasi tambahan yang dia dapat dari James Ragnard masih belum cukup.

Itu adalah potongan teka-teki yang cukup besar untuk dipecahkan.

Mile duduk termenung membayangkan cucu satu-satunya tergeletak tak bernyawa dan menunggu untuk ditemukan. Dia menggigit bibirnya untuk membuang rasa kesal di dalam hatinya.

“Sialan! di mana kau berada! Apa kau sangat suka membuat nenekmu ini khawatir!” kini tangannya menghantam meja di depannya. Membuat kertas-kertas kecil yang berisi informasi itu tersebar.

Mile segera mengambil kertas-kertas yang berhamburan itu dan tidak sengaja melihat adannya setumpuk kertas informasi yang di dapatkan oleh jaringan informasinya.

Sebuah kertas dengan logo rubah berekor sembilan yang menatap bulan.

Melihat kertas informasi itu, Mile membaliknya dan mendapati sebuah daftar makanan dengan harga yang begitu murah.

“Rubah kecil itu, kini mulai menampakkan ekornya ya?” Mile mengetahui maksud dari selebaran itu.

Dengan sebilah pisau kecil yang tipis, Mile perlahan membelah kertas itu menjadi dua bagian yang tipis. Di dalamnya tampak sebuah siluet halus bintik-bintik kecil. Mile memisahkannya dan mendekatkan kertas itu pada lilin yang menyala.

Perlahan sebuah pesan tersembunyi muncul, tulisan yang begitu rapi dan logo berbentuk rubah ekor sembilan dapat terlihat dengan jelas.

“Kau masih saja menggunakan cara ini, Roxy.”

“Sangat merepotkan harus membelah dua kertas seperti ini tahu, tak bisakah kau langsung saja mengirimnya tanpa perlu melakukan ini, bikin repot saja.”

Di tengah-tengah kekesalannya itu, Mile tersenyum tipis mengetahui adanya secercah harapan yang muncul bersama dengan datangnya informasi itu.

“Boleh juga informasi mu ini, Roxy. Hmm.. kau makin ahli saja.”

“Sebagai guru mu, kurasa aku akan memberi mu nilai A+.”

Mile melanjutkan membaca informasi itu hingga akhir. Ekspresi yang beragam muncul di kepalanya. Rasa penasaran, ragu-ragu, bahkan ketakutan muncul secara bergantian.

“Bukankah ini tandanya, dunia akan segera berakhir?”

Informasi yang di dapat Mile bukanlah informasi sembarangan, berbeda dengan Mile yang mengumpulkan informasi berdasarkan rumor dan kebenaran dari lokasi kejadian. Roxy yang merupakan muridnya itu mengumpulkan informasi berdasarkan kemampuan sosialnya. Memancing pembicaraan ke arah sensitif yang dikombinasikan dengan godaan seksual menjadi kelemahan tersendiri jika targetnya laki-laki. Tidak salah jika Mile menjuluki Roxy sebagai “Rubah Penggoda”.

“Haruskah aku pensiun dini setelah murid ku menjadi ganas seperti ini?”

“Bangsawan Kerajaan ini sejak dahulu terkenal bodoh tetapi pemberani sekali, dengan Raja yang seperti itu saja berani melakukan skema pengkhianatan.”

“Bodoh sekali mereka, aku kasihan dengan keturunannya yang tak tahu apa-apa.”

Mile segera membakar kertas informasi itu.

“Setidaknya aku menemukan informasi yang menarik. Siapa sangka Saintess Vallie memiliki Player simpanan seperti itu. Jika aku menemukannya, sebaiknya apa yang harus ku tawarkan untuk membeli jasanya?”

“Emas?”

“Ah.. mungkin tambang emas?”

“Eh, tetapi Saintess Vallie hanya membayarnya dengan beberapa Koin Emas.”

“Ah! Tidak.. tidak.. tidak... cucu ku tidak semurah itu! kurasa aku harus menemukan Player itu dan bernegosiasi dalam pembayarannya.”

Mile mengambil lonceng kecil yang berada di sebelah lilin penerangan.

Suara lonceng itu terdengar dan dalam sekejap seorang gadis memasuki kamar Mile.

“Tolong urus orang itu, jangan lupa untuk menggunakan HP Potion tingkat tiga. Pastikan dia tetap hidup.”

Tanpa membalasnya, gadis itu langsung bergegas membawa James keluar dari kamar Mile.

“Oh, iya, ngomong-ngomong ada kejadian apa di luar?” tanya Mile.

“Dari tadi aku mendengar adanya kegaduhan.”

“Ah, tidak apa-apa nyonya. Hanya pertikaian kecil antar Player saja” jawab gadis itu.

“Player?”

“Ah.. ada Player laki-laki dan perempuan yang tampaknya berselisih namun mereka berhasil di hentikan oleh satu Player yang langsung memukul mereka hingga lumpuh.”

“Eh? Memukulnya hingga lumpuh? P-Player itu.. eksistensi yang menakutkan ternyata..” jawab Mile sembari memasang ekspresi datar seolah tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

-----&&&-----

Seluruh jam pelajaran telah berhasil di lalui, Hans bersiap-siap untuk pulang dan mampir ke OUTNET. Saat dia tiba di pintu gerbang utama sekolahnya, seseorang mencegatnya.

Dengan mobil dan beberapa pengawal yang berjaga, seorang telah menunggunya.

Dibalik kaca mobil itu, Yuuki Saku dan Will Isaac telah menunggu kedatangan Hans. Mereka membuka pintu mobilnya dan menampakkan wajah mereka.

“Yoo! Hans. Mau ke mana?” Will dengan nada akrabnya menyapa Hans.

“Apa ini? Penculikan?” candaan Hans ini hanya dibalas dengan suara tawa kecil Yuuki Saku.

“Kemari Hans.. anggap saja mobil sendiri” sembari mengatakan itu Yuuki Saku melambaikan tangannya seolah mengundang Hans masuk ke dalam mobil pribadinya.

“Sepertinya tujuan ku akan berganti arah menjadi entah ke mana” balas Hans.

Hans masuk ke dalam mobil pribadi Yuuki Saku dan duduk di samping Will.

Mobil yang ditumpanginya itu berjalan meninggalkan sekolah mereka dan diikuti dengan beberapa mobil pengawal dibelakangnya.

“Jadi, apa yang sedang terjadi di antara kalian berdua?” tanya Hans untuk memecah keheningan.

“Ah, tidak ada apa-apa hanya saja. Bukankah Hans ingin mengetahui bagaimana cara menyelesaikan Quest yang kita bicarakan di istirahat pertama itu kan?” jawab Yuuki Saku.

“Kau sepertinya sangat memikirkan itu, sampai-sampai di istirahat kedua hanya membaca komentar isi forum yang tidak berguna itu dan tidak mempedulikan kami yang menunggu mu untuk makan bersama” Will masuk ke dalam pembicaraan mereka.

“Aku rasa, komentar mereka sangat berguna loh dan maafkan aku jika membuat kalian menunggu lama. Apakah kalian sudah makan siang?” Hans sedikit merasa bersalah membuat mereka menunggu.

“Tidak apa-apa. Sebagai gantinya, hari ini kita akan mampir ke rumah ku dan makan malam bersama” jawab Yuuki Saku dengan senyuman manisnya.

“HEH!!”

“HEEEH!!!”

Kali ini Hans dan Will terkejut bersamaan.

Ekspresi Hans dan Will sangat berbeda. Will terkejut karena itu pertama kalinya dia memasuki rumah seorang gadis sedangkan Hans terkejut karena akan merepotkan untuk menjawab pertanyaan keluarganya terlebih dengan adanya dua orang laki-laki yang berkunjung ke rumah seorang gadis.

“Hans, apa yang kau temukan dari komentar-komentar itu?” Will menanyakan itu untuk meredam rasa gugupnya.

“Tidak banyak, hanya saja ada berbagai macam cara yang dilakukan untuk mencari seseorang. Dari banyaknya komentar yang ku baca, di antara mereka memaksimalkan fungsi skill dan item yang bisa digunakan oleh Class mereka.”

“Maksudnya?” tanya Will dengan tatapan yang penuh rasa penasaran.

“Misalkan seorang Swordman. Saat mendapat Quest itu, kira-kira apa yang akan dia lakukan?”

“Mencarinya bukan?”

“...” Yuuki Saku memandangi Will seolah berkata “Benarkah?”

“...” Hans diam untuk menutupi rasa kecewanya.

“...” Will diam tanpa rasa bersalah.

“Jawaban mu tidak salah sih, tetapi kok aku ingin sekali memukul mu yah?” jawab Hans sembari mengepalkan tangannya.

“Hey! Aku hanya bercanda! Cuma bercanda! Jangan anggap serius!”

“Jika itu Swordman kurasa itu akan sangat sulit. Bahkan untuk Swordgirl saja tidak banyak yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan Quest itu” ucap Yuuki Saku.

“Secara umum, mereka akan kesusahan tetapi bagaimana jika kita membandingkan Swordman dengan Class lain seperti Rogue. Di antara Swordman dan Rogue, siapa dari mereka yang memiliki peluang besar untuk menyelesaikan Quest pencarian?”

“Rogue!”

“Rogue!!”

Will Isaac dan Yuuki Saku menjawab bersamaan.

“Dua orang profesional bahkan memiliki jawaban yang serupa. Memang secara Class mereka jauh berbeda namun bagaimana dengan skill mereka?”

“Aku pernah mencoba Class itu, kurasa tidak ada yang spesial dari skill mereka” balas Will.

“Kau salah besar Will, skill mereka tergantung dari Element yang dipakai, bukan? Misalkan saja seorang Swordman dengan Element Earth yang memiliki [Skill: Ground Check]. Tentu saja Quest pencarian itu menjadi mudah, bukan?”

“[Skill: Ground Check], sudah lama aku tidak mendengar skill itu. bukankah itu skill dasar untuk mendeteksi musuh dan jebakan yang ada di atas tanah? ...Oh! jadi itu maksud mu Hans. Menggunakan deteksi untuk menemukan objek.”

“Jika kau bandingkan lagi dengan Rogue, skill apa yang bisa dia gunakan selain serangan kritikal dan kemampuan untuk bersembunyi?”

“Jika dipikirkan kembali.. perkataan mu benar juga. Kita membandingkan Swordman dan Rogue yang merupakan Class tingkat dasar.”

Melihat Hans dan Will Isaac mengobrol akrab, Yuuki Saku yang melihatnya pun tersenyum.

“Jadi ini, Senpai yang selalu kau ceritakan itu..” gumam Yuuki Saku.

Terpopuler

Comments

Dr. Rin

Dr. Rin

dinamika dialog karakternya bagus thor, mungkin yg dapat menikmati cuman reader2 yg familiar dengan percakapan jepun, kah? 🤔

2023-05-16

0

Dr. Rin

Dr. Rin

neneknya punya uno reverse card 🤣

2023-05-16

0

Dr. Rin

Dr. Rin

set up quest baru buat MC, kah? ntar si jendral ngelimpahin kasusnya ke anaknya, ntar anaknya ketemu sama si MC? 🤔

2023-05-16

0

lihat semua
Episodes
1 Volume 1 - Prolog
2 Chapter 1 - Internet Cafe OUTNET
3 Chapter 2 - Class Detective
4 Chapter 3 - Permintaan Saintess
5 Chapter 4 - Korban Terakhir
6 Chapter 5 - Biological Evidence
7 Chapter 6 - Krisis Kerajaan Nestrad
8 Chapter 7 - Boot Camp Servere
9 Chapter 8 - Presumptive Blood Test
10 Chapter 9 - Sumber Bencana
11 Chapter 10 - Pertemuan Darurat
12 Chapter 11 - LOGOUT
13 Chapter 12 - Kasus Menumpuk
14 Chapter 13 - Aktivitas Normal
15 Chapter 14 - Kelas Abnormal
16 Chapter 15 - Scam Quest
17 Chapter 16 - Nekoya Inn
18 Chapter 17 - Pertikaian Kecil
19 Interlude - Senpai
20 Chapter 18 - Kontrak Perjanjian
21 Chapter 19 - Sistem MOCAD
22 Chapter 20 - Teleport Magic
23 Chapter 21 - Solo Investigation
24 Chapter 22 - In Vino Veritas
25 Chapter 23 - Pengakuan Hitam
26 Chapter 24 - Investigasi Akhir
27 Interlude - Ruang Hitam
28 Chapter 25 - Kasus Gagal?
29 Chapter 26 - Princess Nekoya Inn
30 Chapter 27 - Kembali Pulang
31 Chapter 28 - Lembaran Misteri Dunia
32 Chapter 29 - Kontrak Promosi
33 Chapter 30 - Sisi Lain Internet
34 Chapter 31 - Kastil Ratu Iblis
35 Chapter 32 - Ratu Iblis
36 Interlude - Langit Malam
37 Chapter 33 - Old Gang Tea Party
38 Chapter 34 - Private Detective Contractor
39 Chapter 35 - Maid Service
40 Chapter 36 - Antropologi Forensik
41 Chapter 37 - Analisis Berkelanjutan
42 Interlude - Ex-Demon Queen Council
43 Chapter 38 - Kekuatan 100 Keping Emas!
44 Chapter 39 - Sambutan Kecil
45 Interlude - Perjanjian Antar Player
46 Chapter 40 - Un-Wanted Kill
47 Chapter 41 - Social Stealth
48 Interlude - Can u stand in Friendly-Fire Line of sight?
49 Emergency Update
50 Chapter 42 - Detektif dan Asisten Detektif
51 Chapter 43 - Lorong Gua
52 Informasi & Terima Kasih
Episodes

Updated 52 Episodes

1
Volume 1 - Prolog
2
Chapter 1 - Internet Cafe OUTNET
3
Chapter 2 - Class Detective
4
Chapter 3 - Permintaan Saintess
5
Chapter 4 - Korban Terakhir
6
Chapter 5 - Biological Evidence
7
Chapter 6 - Krisis Kerajaan Nestrad
8
Chapter 7 - Boot Camp Servere
9
Chapter 8 - Presumptive Blood Test
10
Chapter 9 - Sumber Bencana
11
Chapter 10 - Pertemuan Darurat
12
Chapter 11 - LOGOUT
13
Chapter 12 - Kasus Menumpuk
14
Chapter 13 - Aktivitas Normal
15
Chapter 14 - Kelas Abnormal
16
Chapter 15 - Scam Quest
17
Chapter 16 - Nekoya Inn
18
Chapter 17 - Pertikaian Kecil
19
Interlude - Senpai
20
Chapter 18 - Kontrak Perjanjian
21
Chapter 19 - Sistem MOCAD
22
Chapter 20 - Teleport Magic
23
Chapter 21 - Solo Investigation
24
Chapter 22 - In Vino Veritas
25
Chapter 23 - Pengakuan Hitam
26
Chapter 24 - Investigasi Akhir
27
Interlude - Ruang Hitam
28
Chapter 25 - Kasus Gagal?
29
Chapter 26 - Princess Nekoya Inn
30
Chapter 27 - Kembali Pulang
31
Chapter 28 - Lembaran Misteri Dunia
32
Chapter 29 - Kontrak Promosi
33
Chapter 30 - Sisi Lain Internet
34
Chapter 31 - Kastil Ratu Iblis
35
Chapter 32 - Ratu Iblis
36
Interlude - Langit Malam
37
Chapter 33 - Old Gang Tea Party
38
Chapter 34 - Private Detective Contractor
39
Chapter 35 - Maid Service
40
Chapter 36 - Antropologi Forensik
41
Chapter 37 - Analisis Berkelanjutan
42
Interlude - Ex-Demon Queen Council
43
Chapter 38 - Kekuatan 100 Keping Emas!
44
Chapter 39 - Sambutan Kecil
45
Interlude - Perjanjian Antar Player
46
Chapter 40 - Un-Wanted Kill
47
Chapter 41 - Social Stealth
48
Interlude - Can u stand in Friendly-Fire Line of sight?
49
Emergency Update
50
Chapter 42 - Detektif dan Asisten Detektif
51
Chapter 43 - Lorong Gua
52
Informasi & Terima Kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!