Chapter 3 - Permintaan Saintess

Sang pemuda perlahan membuka matanya.

Aroma harum menusuk hidungnya, pandangannya kini tergantikan pada sebuah tempat dengan deretan kursi memanjang dan juga seseorang nenek tua memegang tongkat berdiri di hadapannya.

“Selamat datang, Guest177013” ucapnya dengan suara yang penuh kelembutan.

Pemuda itu mengamati apa yang ada dihadapannya. Pandangannya tertuju pada nenek tua dengan pakaian putih serta dekorasi yang terlihat jelas seperti simbol keagamaan.

Pemuda itu menyadari sudut pandang matanya menjadi lebih tinggi dari biasanya.

Kini dia memperhatikan tubuhnya, mengangkat tangannya lalu menggerakkan satu per satu jari-jemarinya. Mendapati sensasi rasa yang begitu aneh membuat pemuda itu mengamati semua anggota badannya.

Pandangan pemuda itu tertuju pada tongkat nenek tua itu, ujung tongkat yang terpasang sesuatu berbentuk bola berwarna emas memantulkan bayangan fisik pemuda itu.

Pemuda itu melihat pantulan tubuhnya jauh lebih tinggi dari dunia asli, tangan yang lebih besar dari ukuran aslinya, bahkan berat badan yang terasa berbeda. Itu terlihat seperti pria berumur sekitar 25 tahun. Sensasi yang sangat unik untuk membandingkan dunia asli dengan karakter di dalam game.

Sensasi aneh namun terasa nyata dirasakan pemuda itu.

“Ini...?!”

“Terasa sangat aneh, kurasa aku harus banyak bergerak untuk terbiasa dengan tubuh baru ini.”

Memastikan bahwa tidak ada yang salah pada tubuhnya, dia mencoba melakukan gerakan pemanasan ringan untuk merasakan beberapa perubahan postur tubuhnya. Dalam pemanasan ringan itu beberapa suara tulang yang meregang terdengar.

Dirasa sudah cukup melakukan pemanasan ringan, pemuda itu kembali memandangi nenek tua yang sedari tadi mengamatinya.

“Em.. uh.. apa kabar?” pemuda itu sangat kaku untuk memulai sapaan.

Tatapan mata mereka saling bertemu. Nenek tua itu perlahan membungkuk. Melihat respons tidak biasa seperti itu membuat pemuda itu sulit berkata-kata.

“Eh? Ne-nenek? Apa yang terjadi?.”

“Tunggu! Eh? EHHH?!!.”

Pemuda itu penuh salah tingkah dengan kejadian ini, siapa pun pasti akan panik jika bertemu dengan seseorang yang jauh lebih tua darinya tiba-tiba membungkuk dihadapan mereka. Pikiran pemuda itu hanya diisi bagaimana cara untuk merespon kejadian ini.

“To-tooolong.. bantu kami!” ucap nenek tua itu.

Seketika itu, ekspresi pemuda itu menjadi datar.

“Oh, yep, hampir saja aku lupa. Ini itu kan.. apa itu namanya.. Main Story? Story Telling? Prolog? Atau apa pun itu yang sejenis.”

Seperti sedang menunggu jawaban pemuda itu, nenek tua itu masih saja membungkuk. Di sisi lain, hati pemuda itu masih terlalu rapuh untuk menghiraukan nenek tua itu. Secara perlahan pemuda itu mendekati nenek itu lalu menuntunnya duduk pada kursi kosong yang tersedia.

“Em, nenek.. hanya untuk memastikan saja. Ini bukan tentang sesuatu seperti melawan raja iblis atau semacamnya kan?”

Nenek tua itu menggelengkan kepalanya, “Ini jauh lebih buruk dari itu.”

Nenek itu mengambil sesuatu dari saku bajunya. Sebuah bola kristal hitam berukuran sesuai dengan genggaman tangannya. Perlahan nenek itu mengusap bola kristal itu dan cahaya kecil berkumpul menampilkan sebuah hologram bangunan yang dikelilingi dengan pohon dan air yang nampaknya berupa danau.

“Sesuatu yang lebih buruk dari raja iblis tengah mengancam kedamaian kerajaan ini” suara nenek tua itu terdengar lemas.

Hologram itu membesar dan menampilkan isi dari bangunan yang ditampilkan.

“Eh?” pemuda itu terkejut melihat isi bangunan itu.

“Sepertinya aku harus mengecek rating resmi game ini, aku tidak menyangka mengapa ada konten sensitif seperti ini di dalam game” alasan pemuda itu mengatakan hal itu sangat sederhana. Hologram yang ditampilkan padanya berisi tumpukan mayat dalam kondisi membusuk dan menumpuk bahkan nenek tua itu terlihat gelisah menahan mulutnya dengan tangan untuk menahan isi perutnya agar tetap di dalam.

Suara kecil dari hentakan isi perut nenek tua itu terdengar. Dirasa itu akan merepotkan untuk membersihkannya, pemuda itu mencoba mengalihkannya dengan mencari pertanyaan lain.

“Jadi, ada apa dengan ini?” tanya pemuda itu.

Nenek tua itu kembali melihat pemuda itu, matanya sedikit berair akibat menahan isi perutnya untuk tetap di dalam. Pemuda itu mengerti seberapa menjijikan hal itu jika terjadi jadi dia mengambil kristal kecil yang ada di genggaman nenek itu dan seketika hologram yang berisi tumpukan mayat itu menghilang.

Nenek itu mengatur napasnya, tangan kecil keriputnya mengusap kantung air matanya. Pemuda itu mencoba menenangkannya dengan mengusap punggungnya, dia paham jika itu tidak berguna tetapi cukup untuk mengubah suasana.

“Kau bilang ada sesuatu yang sedang terjadi bahkan itu jauh lebih buruk dari raja iblis? Sebenarnya, apa yang baru saja kulihat?” tanpa basa-basi sang pemuda bertanya.

Walaupun itu terdengar sangat kasar pada seseorang yang lebih tua tetapi itu jauh lebih baik daripada melihat nenek tua yang kesusahan bernafas.

“Sesuatu yang buruk akan terjadi tetapi kami tidak tahu itu apa.”

“Hah? Apa? B-bagaimana? Aku tidak mengerti! Coba jelaskan!” pertanyaan besar muncul pada wajah pemuda itu. Tanpa adanya informasi yang jelas dan berbekal hologram berisi mayat sangat susah untuk memahami apa yang sedang terjadi.

[Anda mendapat 3 pesan masuk!]

Pandangannya kini teralihkan pada pesan yang baru saja diterima.

“Pesan?” pemuda itu memandangi pesan pop-up yang melayang di hadapannya hingga teringat pada sebuah perintah suara yang digunakan Isekai Online.

“Jika tidak salah.. Inbox!”

Layar pemberitahuan itu pun tertimpa oleh layar pesan masuk. Terdapat beberapa item dengan nama pengirim yang sama terpampang dengan jelas.

\=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

From: Super_Elite_Maid_#357947

To: Guest177013

Hello Master! Item yang ditunggu telah sampai!

[1] 1 Exclusive Box

[2] 1 Newbie Box

[3] 1 Survival Box

P.S Aku membuat sedikit perubahan kecil!

\=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

Hanya melihat nama pengirim [Super_Elite_Maid_#357947] sudah menjelaskan apa isi pesan tersebut. Perhatian utamanya terletak pada Exclusive Box. Pemuda itu kembali teringat pada perkataan Maid yang ditemui sebelumnya. Sebuah paket Exclusive dan sangat tidak mungkin didapatkan oleh Player Isekai Online.

[Pindahkan semua ke dalam inventori? YES/NO]

Tangan pemuda itu menekan opsi pilihan [YES] lalu kembali memandangi nenek tua yang ada di sampingnya. Jika dia tidak melakukan itu, perhatiannya akan jauh terlempar untuk mengamati item yang ada di inventorinya. Lagi pula, pemuda itu sangat penasaran dengan apa yang sedang terjadi.

Tubuh nenek tua itu terlihat bergetar, bibirnya seperti menggigil, dan pandangan matanya kehilangan titik fokus seperti kesadarannya pindah dari tubuhnya. Melihat situasi ini, pemuda itu melambaikan tangannya dan menyadarkan kembali nenek tua itu dari lamunannya.

“Sebenarnya apa yang terjadi sih? Sebagai bagian pembuka dan cerita utama dari game, alur ini sangat aneh.”

Sekali lagi, nenek tua itu kesulitan bernafas. Situasi ini sangat membuat tidak nyaman pemuda itu. Ini pertama kalinya dia mengatasi situasi ini. Pemuda itu mencoba menenangkan nenek tua itu dengan menyentuh pundaknya dan mengguncangnya berharap nenek tua itu kembali tenang.

“Nek?”

“Nenek?”

“Oy! Kumohon tenanglah!”

Pemuda itu masih saja mencoba untuk menenangkan nenek tua itu.

Tiba-tiba saja sebuah suara deritan pintu yang bergesekan memecah telinga menarik perhatian pemuda itu. Suara langkah kaki yang berat terdengar. Sumber suara itu terletak tidak jauh dari lokasinya.

Dibalik pintu yang terbuka lebar itu, prajurit dengan zirah besi berat berkumpul mengelilingi pemuda itu. Seseorang di antara mereka mendekati nenek tua itu dan mengulurkan tangannya.

Dengan rapalan suara kecilnya, tangan itu mengeluarkan cahaya berwarna hijau dan hembusan angin kecil dapat dirasakan pemuda itu. Perlahan napas nenek tua itu kembali stabil.

Karena pintu ruangan yang terbuka tiba-tiba itu, cahaya dari luar memasuki ruangan ini. Pemuda itu melihat banyaknya kepulan asap tipis dan debu yang beterbangan.

“Oh, jadi ini penyebabnya” pemuda itu hanya bergumam.

Sebuah kondisi lingkungan yang mampu membuat saluran napas menyempit. Untuk kalangan anak muda, lingkungan ini tidak memengaruhi apa-apa tetapi untuk seseorang yang sudah berumur lingkungan ini sangat berbahaya. Asap tipis untuk pengharum ruangan dan debu yang dapat terlihat dengan jelas sudah pasti membuat ruangan ini sangat susah untuk bernafas.

“Em.. nenek.. bagaimana jika membicarakan ini di luar ruangan? Dengan kondisimu yang seperti ini sangat tidak mungkin melanjutkannya di dalam ruangan seperti ini” pemuda itu memberi saran.

Menanggapi saran yang dikemukakan pemuda itu, sang nenek hanya mengangguk. Dibantu dengan prajurit yang datang menolongnya, mereka segera pergi meninggalkan ruangan ini.

Pemuda itu mengikutinya dari belakang.

Melewati pintu gerbang yang tebal membuat pemuda itu terpana.

“Heeeh?! Apa setting waktu permainan ini mengadopsi gaya abad pertengahan.”

Suasana yang jauh berbeda dapat terlihat dengan jelas.

Seperti melewati ruang waktu, pemuda itu mendapati dirinya pada nuansa abad pertengahan yang begitu kental dengan bangunan yang mayoritas berisi dinding bebatuan.

Kekagumannya berlanjut hingga dia melihat sekawanan naga yang terbang dengan bebas.

“Tidak buruk juga” pemuda itu terlihat sangat menikmati pemandangan yang ada di depannya.

Pemuda itu menghirup udara yang ada disekitarnya. Udara segar yang terasa dingin membuat pemuda itu bertanya-tanya tentang waktu yang dialaminya ini.

Pagi hari?

Udara sejuk yang dihirupnya mirip dengan suasana daerah pegunungan pagi hari.

Mereka berjalan melewati taman bunga. Dilihat dari bentuknya, itu bukan bunga yang umum ada di bumi. Itu karena kelopak dan tangkai bunganya memancarkan warna yang mencolok dan bercahaya putih kekuningan.

Langkah kaki mereka berhenti tepat disebuah gazebo kecil yang dikelilingi taman bunga. Bentuk gazebo itu melingkar dengan atap seperti kubah dengan corak warna putih. Dari kejauhan tampak adanya meja bundar lengkap dengan kursi disekelilingnya.

Pemuda itu menyadari sebuah simbol kecil yang terukir di tengah-tengah meja gazebo.

Nenek tua dan pemuda kini duduk saling berhadapan. Suasana di antara keduanya kembali menjadi serius.

Pemuda itu mengeluarkan bola kristal yang diambilnya dan meletakkannya di tengah-tengah meja gazebo.

“Kurasa lebih baik kita melanjutkan pembicaraan kita yang tertunda” pemuda itu mulai berbicara.

Tanpa adanya gerakan yang berlebihan, prajurit yang mengikuti mereka mulai membentuk barisan melingkar untuk menutupi dan melindungi mereka berdua.

“Setelah apa yang kulihat dan berdasarkan kalimat mu, ada hal lain yang sedang mengancam kerajaan ini. Lebih tepatnya apa?” pemuda itu mulai bertanya.

“Itulah yang ingin kami ketahui, Guest177013.”

“Maksudnya?” pemuda itu terlihat kebingungan.

“Salah satu Priestess kami mendapati pesan akan ada seseorang yang bisa membantu kami akan datang hari ini, dia mengatakan itu setelah mendapat petunjuk dari salah satu malaikat suci dewi kami.”

“Priestess? Dewi? Malaikat?” otak pemuda itu mencoba mencerna informasi yang didapatnya.

Dunia ini jauh berbeda dengan dunia asli, logika seperti ini memang sangat sulit diterima oleh akal sehat pemuda yang terpelajar. Tetapi karena dunia ini berbeda, pemuda ini mencoba untuk menerima segala hal yang di luar logika untuk tetap berada di jalurnya.

Pemuda itu mencoba menggali informasi yang mungkin saja bisa didapatkannya.

“Priestess muda kami mengatakan akan ada seorang Player yang mampu membantu kebuntuan kami. Dia bilang akan ada seorang Player dengan Class Detective yang akan lahir ke dunia ini. Jadi untuk sementara waktu kami menutup kuil kami dan menunggu kedatangan mu, Guest177013.”

“Huh?” sepertinya pemuda ini teringat pada sebuah kisah seorang penyelamat umat manusia dari kebodohan hingga menuju perilaku yang lebih baik. Tetapi, kesampingkan hal itu. Sangat tidak mungkin ini saling berkaitan.

“Ngomong-ngomong, mengapa kau bisa tahu namaku? Kita belum pernah bertemu sebelumnya kan?”

“...”

Nenek tua itu teringat bahwa mereka belum berkenalan satu sama lain.

“Ah, maaf untuk keterlambatannya. Namaku Vallie Lister, saat ini menjabat sebagai Saintess Kuil Dewi Relena.”

Priestess dan Saintess, dua kata itu merasuki pikiran pemuda itu. Dia merasa pernah mendengar setidaknya nama itu tetapi ingatannya sedikit samar-samar. Yang dia tahu, nama itu sangat penting untuk pangkat dalam sebuah agama.

“Em.. Saintess? Bukankah itu orang yang penting?”

“Kita bisa kesampingkan hal itu, lagi pula aku sudah terlalu tua untuk menjadi Saintess. Rasanya aku ingin beristirahat dan menyerahkan posisi ini ke orang lain”

“Apa tidak apa-apa Saintess berkata seperti itu? Bukankah posisi itu cukup tinggi?”

“...”

“Bahkan jika posisiku cukup tinggi tetapi jika tidak bisa mengatasi situasi seperti ini sangat mengecewakan.”

Aura yang berat ada di antara mereka. Topik pembahasan yang dituju terasa berat.

“Kau bilang aku bisa membantu mu? Bantuan seperti apa?” pemuda itu mencoba meluruskan topik pembicaraan yang tidak selesai ini.

“Aku ingin Guest177013 menyelidiki mahkluk apa yang sedang kami hadapi!” pandangan nenek tua itu menjadi kokoh.

Tepat setelah itu, sebuah jendela layar tipis muncul dihadapan pemuda itu.

Pemuda itu melihat dengan saksama apa yang terlihat dihadapannya.

\=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

Special Quest – Saintess HOPE

Saintess Vallie Lister merasakan adanya kekuatan kegelapan yang mencoba untuk bangun. Tugasnya sebagai seorang Saintess yang melindungi masyarakat disekitarnya membuatnya mengirim unit pengintai untuk penyelidikan. Namun, tepat setelah tiga hari unit pengintai berangkat hanya ada satu orang yang selamat. Dalam usaha terakhirnya dia memberikan kristal perekam untuk diberikan kepada Saintess Vallie Lister.

Main Objektif:

[1] Temukan petunjuk yang mengarah pelaku!

[2] Identifikasi pelaku!

Tingkat Kesulitan: [Tidak Pasti]

Rekomendasi Level: [Tidak Pasti]

Hadiah: [Tidak Pasti]

Time Limit: [Tidak Pasti]

Apakah anda ingin menerima Quest ini? (Voice Command: YES/NO)

\=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

“Sepertinya ini akan sangat sulit, tetapi apa-apaan dengan hadiah yang tidak pasti ini?” pemuda itu bergumam secara perlahan untuk memastikan suaranya tidak bocor keluar.

Pemuda itu terlihat bimbang.

Sebagai seorang pelajar, dia sama sekali tidak memiliki pengalaman sebagai detektif lalu tiba-tiba mendapat permintaan seperti ini.

“Jadi, apa yang kudapat jika membantumu?”

“...”

“...”

Pertanyaan pemuda itu membuat suasana menjadi hanyut dalam keheningan.

Nenek tua itu terdiam dan mencari langkah terbaik untuk menjawabnya.

“Kau bisa memberiku uang jika terlalu banyak pertimbangan” pemuda itu memecah keheningan.

“Dan sekarang...”

Pemuda itu berdiri dari tempat duduknya.

“Apa ada saksi mata yang dapat menjelaskan tentang kejadian ini?” pemuda itu berkata sembari mengetuk bola kristal dengan telunjuknya.

Lalu, sebuah suara konfirmasi [YES] terdengar samar-samar, sebagai tanda persetujuan Quest yang diterima.

Terpopuler

Comments

TK

TK

5 bunga aja ya, poinnya masih ngumpulin 😁😁✌️

2023-05-28

0

El_Tien

El_Tien

masiih mencari tempat teap aperiksa

2022-03-27

1

lihat semua
Episodes
1 Volume 1 - Prolog
2 Chapter 1 - Internet Cafe OUTNET
3 Chapter 2 - Class Detective
4 Chapter 3 - Permintaan Saintess
5 Chapter 4 - Korban Terakhir
6 Chapter 5 - Biological Evidence
7 Chapter 6 - Krisis Kerajaan Nestrad
8 Chapter 7 - Boot Camp Servere
9 Chapter 8 - Presumptive Blood Test
10 Chapter 9 - Sumber Bencana
11 Chapter 10 - Pertemuan Darurat
12 Chapter 11 - LOGOUT
13 Chapter 12 - Kasus Menumpuk
14 Chapter 13 - Aktivitas Normal
15 Chapter 14 - Kelas Abnormal
16 Chapter 15 - Scam Quest
17 Chapter 16 - Nekoya Inn
18 Chapter 17 - Pertikaian Kecil
19 Interlude - Senpai
20 Chapter 18 - Kontrak Perjanjian
21 Chapter 19 - Sistem MOCAD
22 Chapter 20 - Teleport Magic
23 Chapter 21 - Solo Investigation
24 Chapter 22 - In Vino Veritas
25 Chapter 23 - Pengakuan Hitam
26 Chapter 24 - Investigasi Akhir
27 Interlude - Ruang Hitam
28 Chapter 25 - Kasus Gagal?
29 Chapter 26 - Princess Nekoya Inn
30 Chapter 27 - Kembali Pulang
31 Chapter 28 - Lembaran Misteri Dunia
32 Chapter 29 - Kontrak Promosi
33 Chapter 30 - Sisi Lain Internet
34 Chapter 31 - Kastil Ratu Iblis
35 Chapter 32 - Ratu Iblis
36 Interlude - Langit Malam
37 Chapter 33 - Old Gang Tea Party
38 Chapter 34 - Private Detective Contractor
39 Chapter 35 - Maid Service
40 Chapter 36 - Antropologi Forensik
41 Chapter 37 - Analisis Berkelanjutan
42 Interlude - Ex-Demon Queen Council
43 Chapter 38 - Kekuatan 100 Keping Emas!
44 Chapter 39 - Sambutan Kecil
45 Interlude - Perjanjian Antar Player
46 Chapter 40 - Un-Wanted Kill
47 Chapter 41 - Social Stealth
48 Interlude - Can u stand in Friendly-Fire Line of sight?
49 Emergency Update
50 Chapter 42 - Detektif dan Asisten Detektif
51 Chapter 43 - Lorong Gua
52 Informasi & Terima Kasih
Episodes

Updated 52 Episodes

1
Volume 1 - Prolog
2
Chapter 1 - Internet Cafe OUTNET
3
Chapter 2 - Class Detective
4
Chapter 3 - Permintaan Saintess
5
Chapter 4 - Korban Terakhir
6
Chapter 5 - Biological Evidence
7
Chapter 6 - Krisis Kerajaan Nestrad
8
Chapter 7 - Boot Camp Servere
9
Chapter 8 - Presumptive Blood Test
10
Chapter 9 - Sumber Bencana
11
Chapter 10 - Pertemuan Darurat
12
Chapter 11 - LOGOUT
13
Chapter 12 - Kasus Menumpuk
14
Chapter 13 - Aktivitas Normal
15
Chapter 14 - Kelas Abnormal
16
Chapter 15 - Scam Quest
17
Chapter 16 - Nekoya Inn
18
Chapter 17 - Pertikaian Kecil
19
Interlude - Senpai
20
Chapter 18 - Kontrak Perjanjian
21
Chapter 19 - Sistem MOCAD
22
Chapter 20 - Teleport Magic
23
Chapter 21 - Solo Investigation
24
Chapter 22 - In Vino Veritas
25
Chapter 23 - Pengakuan Hitam
26
Chapter 24 - Investigasi Akhir
27
Interlude - Ruang Hitam
28
Chapter 25 - Kasus Gagal?
29
Chapter 26 - Princess Nekoya Inn
30
Chapter 27 - Kembali Pulang
31
Chapter 28 - Lembaran Misteri Dunia
32
Chapter 29 - Kontrak Promosi
33
Chapter 30 - Sisi Lain Internet
34
Chapter 31 - Kastil Ratu Iblis
35
Chapter 32 - Ratu Iblis
36
Interlude - Langit Malam
37
Chapter 33 - Old Gang Tea Party
38
Chapter 34 - Private Detective Contractor
39
Chapter 35 - Maid Service
40
Chapter 36 - Antropologi Forensik
41
Chapter 37 - Analisis Berkelanjutan
42
Interlude - Ex-Demon Queen Council
43
Chapter 38 - Kekuatan 100 Keping Emas!
44
Chapter 39 - Sambutan Kecil
45
Interlude - Perjanjian Antar Player
46
Chapter 40 - Un-Wanted Kill
47
Chapter 41 - Social Stealth
48
Interlude - Can u stand in Friendly-Fire Line of sight?
49
Emergency Update
50
Chapter 42 - Detektif dan Asisten Detektif
51
Chapter 43 - Lorong Gua
52
Informasi & Terima Kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!