Chapter 11 - LOGOUT

Sebuah kapsul perangkat game yang bergeming keras tiba-tiba saja terhenti. Di dalamnya terdapat sosok pemuda melepas perangkat game yang terpasang di kepalanya. Dia berjalan keluar sembari merapihkan seragamnya yang mulai kusut karena keringat.

Dia meletakkan perangkat game tersebut dan bersiap-siap untuk pulang.

Dia meraba ponselnya dan mendapati beberapa panggilan masuk dan pesan singkat dari adiknya. Beberapa foto juga terkirim dan memperlihatkan sebuah tagihan rumah sakit yang telah terbayar. Pesan singkat dari adiknya mengatakan bahwa ada seseorang yang membayar biaya rumah sakitnya.

Pemuda itu tahu siapa pelakunya tetapi dia tidak mempermasalahkannya. Terlebih orang itu menepati janjinya untuk bertanggung jawab sesuai perbuatan yang dilakukannya.

Selama tujuannya sudah tercapai dan tidak ada yang dirugikan. Mengapa masih dipermasalahkan?

Tubuh pemuda itu sedikit bergoyang ketika berdiri. Dia merasa sudah terlalu lama berdiam diri di satu tempat dan tubuhnya lemas seketika. Pemuda itu sedikit melakukan gerakan kecil untuk melemaskan otot-otot tubuhnya.

Belum juga dia melakukannya, pandangannya teralihkan oleh sesuatu.

Jauh di depan matanya. Seseorang tertidur diselimuti dengan kertas-kertas yang menutupi kepalanya. Pemuda itu berjalan mendekat untuk melihat lebih jelas siapa orang itu. Dari jarak yang makin memendek itu, dia mengetahui orang itu adalah Elliot Felder. Seseorang yang berprofesi sebagai Idol Manajer sekaligus pelaku utama yang menabrak adiknya.

Pemuda itu sebenarnya tidak terlalu peduli pada informasi publik mengenai dirinya. Tetapi karena dia terpaksa mencari informasi untuk menjawab rasa penasarannya, histori pencarian search engine nya kini menjadi rusak. Dalam sekejap dia menyesali keputusannya itu karena lini masa berita dan rekomendasi search engine nya diisi oleh artikel tentang grup idol.

Itu sangat tidak berguna baginya. Sepertinya dia perlu mereset keseluruhan data yang ada di ponselnya.

Tanpa sengaja, dia membaca tulisan singkat tentang rencana promosi idol yang dikelolanya untuk melakukan promosi game Isekai Online. Itu tertulis pada salah satu kertas yang menutupi wajahnya.

Dalam benak pikiran pemuda itu terucap, “Itu pasti akan merepotkan.”

Pemuda itu menyadari seberapa melelahkan nya menjadi seorang Idol Manajer. Itu dibuktikan dengan dengkuran keras yang terdengar. Pemuda itu teringat pada kartu VVIP yang membuatnya tertahan di tempat ini. Dia meraba sakunya untuk mengambil kartu VVIP lalu menyelipkannya pada saku jas orang itu dan memberi ucapan terima kasih dan permintaan maaf karena tidak memainkan akun orang itu pada lembar kertas kosong.

Pemuda itu mengambil semua perlengkapannya dan meninggalkan ruangan ini. Dia melihat waktu yang ada di ponselnya. Waktu menunjukkan pukul 23:23, di mana dia sudah sangat terlambat untuk mencari transportasi publik.

Untuk shift malam seorang pelajar, ini sudah sangat terlambat sesuai dengan peraturan pemerintah kota ini.

Saat pintu ruangan terbuka, sosok yang dikenalinya berdiri di pintu masuk.

“Oh? Sudah mau pulang?” tanya laki-laki itu.

Pemuda itu mengangguk, “Ini sudah sangat malam untuk anak sekolahan.”

“Yah.. anak sekolahan macam apa yang bermain di kerajaan malam terlebih di jam malam seperti ini?” laki-laki itu meledeknya.

“Apa kau ingin mencoba kereta Cinderella?” laki-laki itu menawarkan bantuan kepada pemuda itu.

“Apa kereta mu itu akan meledak setelah jam 12 malam?” balas pemuda itu.

Pemuda dan laki-laki itu tersenyum. Candaan mereka sangat di luar penalaran manusia normal. Bahkan untuk memahaminya diperlukan keahlian dasar mengolah informasi dan referensi yang tepat.

“Jadi, Raja ku.. boleh aku menumpang di kereta Cinderella ini?” tanya pemuda itu.

“Untuk rakyat jelata seperti mu, berterima kasihlah pada kebaikan ku meminjamkan kereta Cinderella ini.”

“Hooo.. sebentar.. aku jadi teringat sesuatu.. apa aku perlu melakukan itu?”

“Itu??” laki-laki itu kebingungan dengan pertanyaan pemuda itu.

“Ekhem.. Heil Hershel!!” sembari mengatakan itu, tangan pemuda itu terangkat sejajar dengan bahunya yang lurus ke depan.

“...”

“...”

“Boleh juga ide mu! Mengapa aku tidak terpikirkan jika nama ku bisa dipelesetkan seperti itu” laki-laki itu terlihat bersemangat.

“Yep.. satu diktator lahir di kerajaan ini” balas pemuda itu dengan suara kecil.

Mereka melanjutkan perbincangan kecil serta candaan di luar akal sehat itu hingga menuju pintu keluar OUTNET. Aktivitas bawah tanah OUTNET lebih brutal saat malam hari, pemuda itu merasakan aura mengerikan dari tempat itu. Beruntungnya, dia dikawal oleh Raja kerajaan ini.

Kereta Cinderella yang dijanjikan telah menunggu di depan pintu masuk OUTNET.

“Kapan kau akan berkunjung lagi?” tanya laki-laki itu.

“Entahlah, mungkin setiap akhir pekan atau saat sedang luang” balas pemuda itu.

“Perlukah ku angkat dirimu menjadi seorang Baron?”

“Nah, aku sudah terbiasa menjadi rakyat jelata.”

“Mengapa kau suka sekali menjadi rakyat jelata sih?”

“Well.. itu karena.. rakyat jelata bisa seenaknya menggulingkan pemerintahan resmi jika keadaan memburuk.”

“...”

“...”

Keheningan terjadi di antara mereka.

Perlu beberapa detik hingga keduanya tertawa. Humor mereka memang aneh, tetapi jika paham pada konteks referensi yang mereka gunakan, maka akan mendapatkan candaan yang dimaksud.

Kereta Cinderella itu berjalan meninggalkan kawasan OUTNET.

-----&&&-----

Saat pemuda itu tiba di pintu masuk rumahnya, dia mengerti situasi yang sedang dihadapinya.

Pemuda itu tidaklah bodoh untuk memahami perasaan wanita, contohnya saja jika ada seorang gadis imut di atas kursi roda dengan kaki yang terpasang gips lalu menggenggam pisau dapur di tangannya dan menatapnya dengan tatapan tajam.

Itu tandanya, suasana hatinya sedang buruk.

Dia sangat yakin dengan kesimpulan itu.

Keringat dingin perlahan mulai membasahi tubuhnya.

Lalu ceramah panjang antara adik-kakak yang harmonis menghiasi langit malam di mulai!

Terpopuler

Comments

Dr. Rin

Dr. Rin

Man of culture MCnya

2023-05-16

0

Dr. Rin

Dr. Rin

nyindir pembaca normie ceritanya? 😅

2023-05-16

0

alfy

alfy

lanjt thoorrr😘

2021-12-29

8

lihat semua
Episodes
1 Volume 1 - Prolog
2 Chapter 1 - Internet Cafe OUTNET
3 Chapter 2 - Class Detective
4 Chapter 3 - Permintaan Saintess
5 Chapter 4 - Korban Terakhir
6 Chapter 5 - Biological Evidence
7 Chapter 6 - Krisis Kerajaan Nestrad
8 Chapter 7 - Boot Camp Servere
9 Chapter 8 - Presumptive Blood Test
10 Chapter 9 - Sumber Bencana
11 Chapter 10 - Pertemuan Darurat
12 Chapter 11 - LOGOUT
13 Chapter 12 - Kasus Menumpuk
14 Chapter 13 - Aktivitas Normal
15 Chapter 14 - Kelas Abnormal
16 Chapter 15 - Scam Quest
17 Chapter 16 - Nekoya Inn
18 Chapter 17 - Pertikaian Kecil
19 Interlude - Senpai
20 Chapter 18 - Kontrak Perjanjian
21 Chapter 19 - Sistem MOCAD
22 Chapter 20 - Teleport Magic
23 Chapter 21 - Solo Investigation
24 Chapter 22 - In Vino Veritas
25 Chapter 23 - Pengakuan Hitam
26 Chapter 24 - Investigasi Akhir
27 Interlude - Ruang Hitam
28 Chapter 25 - Kasus Gagal?
29 Chapter 26 - Princess Nekoya Inn
30 Chapter 27 - Kembali Pulang
31 Chapter 28 - Lembaran Misteri Dunia
32 Chapter 29 - Kontrak Promosi
33 Chapter 30 - Sisi Lain Internet
34 Chapter 31 - Kastil Ratu Iblis
35 Chapter 32 - Ratu Iblis
36 Interlude - Langit Malam
37 Chapter 33 - Old Gang Tea Party
38 Chapter 34 - Private Detective Contractor
39 Chapter 35 - Maid Service
40 Chapter 36 - Antropologi Forensik
41 Chapter 37 - Analisis Berkelanjutan
42 Interlude - Ex-Demon Queen Council
43 Chapter 38 - Kekuatan 100 Keping Emas!
44 Chapter 39 - Sambutan Kecil
45 Interlude - Perjanjian Antar Player
46 Chapter 40 - Un-Wanted Kill
47 Chapter 41 - Social Stealth
48 Interlude - Can u stand in Friendly-Fire Line of sight?
49 Emergency Update
50 Chapter 42 - Detektif dan Asisten Detektif
51 Chapter 43 - Lorong Gua
52 Informasi & Terima Kasih
Episodes

Updated 52 Episodes

1
Volume 1 - Prolog
2
Chapter 1 - Internet Cafe OUTNET
3
Chapter 2 - Class Detective
4
Chapter 3 - Permintaan Saintess
5
Chapter 4 - Korban Terakhir
6
Chapter 5 - Biological Evidence
7
Chapter 6 - Krisis Kerajaan Nestrad
8
Chapter 7 - Boot Camp Servere
9
Chapter 8 - Presumptive Blood Test
10
Chapter 9 - Sumber Bencana
11
Chapter 10 - Pertemuan Darurat
12
Chapter 11 - LOGOUT
13
Chapter 12 - Kasus Menumpuk
14
Chapter 13 - Aktivitas Normal
15
Chapter 14 - Kelas Abnormal
16
Chapter 15 - Scam Quest
17
Chapter 16 - Nekoya Inn
18
Chapter 17 - Pertikaian Kecil
19
Interlude - Senpai
20
Chapter 18 - Kontrak Perjanjian
21
Chapter 19 - Sistem MOCAD
22
Chapter 20 - Teleport Magic
23
Chapter 21 - Solo Investigation
24
Chapter 22 - In Vino Veritas
25
Chapter 23 - Pengakuan Hitam
26
Chapter 24 - Investigasi Akhir
27
Interlude - Ruang Hitam
28
Chapter 25 - Kasus Gagal?
29
Chapter 26 - Princess Nekoya Inn
30
Chapter 27 - Kembali Pulang
31
Chapter 28 - Lembaran Misteri Dunia
32
Chapter 29 - Kontrak Promosi
33
Chapter 30 - Sisi Lain Internet
34
Chapter 31 - Kastil Ratu Iblis
35
Chapter 32 - Ratu Iblis
36
Interlude - Langit Malam
37
Chapter 33 - Old Gang Tea Party
38
Chapter 34 - Private Detective Contractor
39
Chapter 35 - Maid Service
40
Chapter 36 - Antropologi Forensik
41
Chapter 37 - Analisis Berkelanjutan
42
Interlude - Ex-Demon Queen Council
43
Chapter 38 - Kekuatan 100 Keping Emas!
44
Chapter 39 - Sambutan Kecil
45
Interlude - Perjanjian Antar Player
46
Chapter 40 - Un-Wanted Kill
47
Chapter 41 - Social Stealth
48
Interlude - Can u stand in Friendly-Fire Line of sight?
49
Emergency Update
50
Chapter 42 - Detektif dan Asisten Detektif
51
Chapter 43 - Lorong Gua
52
Informasi & Terima Kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!