Sebuah kapsul perangkat game yang bergeming keras tiba-tiba saja terhenti. Di dalamnya terdapat sosok pemuda melepas perangkat game yang terpasang di kepalanya. Dia berjalan keluar sembari merapihkan seragamnya yang mulai kusut karena keringat.
Dia meletakkan perangkat game tersebut dan bersiap-siap untuk pulang.
Dia meraba ponselnya dan mendapati beberapa panggilan masuk dan pesan singkat dari adiknya. Beberapa foto juga terkirim dan memperlihatkan sebuah tagihan rumah sakit yang telah terbayar. Pesan singkat dari adiknya mengatakan bahwa ada seseorang yang membayar biaya rumah sakitnya.
Pemuda itu tahu siapa pelakunya tetapi dia tidak mempermasalahkannya. Terlebih orang itu menepati janjinya untuk bertanggung jawab sesuai perbuatan yang dilakukannya.
Selama tujuannya sudah tercapai dan tidak ada yang dirugikan. Mengapa masih dipermasalahkan?
Tubuh pemuda itu sedikit bergoyang ketika berdiri. Dia merasa sudah terlalu lama berdiam diri di satu tempat dan tubuhnya lemas seketika. Pemuda itu sedikit melakukan gerakan kecil untuk melemaskan otot-otot tubuhnya.
Belum juga dia melakukannya, pandangannya teralihkan oleh sesuatu.
Jauh di depan matanya. Seseorang tertidur diselimuti dengan kertas-kertas yang menutupi kepalanya. Pemuda itu berjalan mendekat untuk melihat lebih jelas siapa orang itu. Dari jarak yang makin memendek itu, dia mengetahui orang itu adalah Elliot Felder. Seseorang yang berprofesi sebagai Idol Manajer sekaligus pelaku utama yang menabrak adiknya.
Pemuda itu sebenarnya tidak terlalu peduli pada informasi publik mengenai dirinya. Tetapi karena dia terpaksa mencari informasi untuk menjawab rasa penasarannya, histori pencarian search engine nya kini menjadi rusak. Dalam sekejap dia menyesali keputusannya itu karena lini masa berita dan rekomendasi search engine nya diisi oleh artikel tentang grup idol.
Itu sangat tidak berguna baginya. Sepertinya dia perlu mereset keseluruhan data yang ada di ponselnya.
Tanpa sengaja, dia membaca tulisan singkat tentang rencana promosi idol yang dikelolanya untuk melakukan promosi game Isekai Online. Itu tertulis pada salah satu kertas yang menutupi wajahnya.
Dalam benak pikiran pemuda itu terucap, “Itu pasti akan merepotkan.”
Pemuda itu menyadari seberapa melelahkan nya menjadi seorang Idol Manajer. Itu dibuktikan dengan dengkuran keras yang terdengar. Pemuda itu teringat pada kartu VVIP yang membuatnya tertahan di tempat ini. Dia meraba sakunya untuk mengambil kartu VVIP lalu menyelipkannya pada saku jas orang itu dan memberi ucapan terima kasih dan permintaan maaf karena tidak memainkan akun orang itu pada lembar kertas kosong.
Pemuda itu mengambil semua perlengkapannya dan meninggalkan ruangan ini. Dia melihat waktu yang ada di ponselnya. Waktu menunjukkan pukul 23:23, di mana dia sudah sangat terlambat untuk mencari transportasi publik.
Untuk shift malam seorang pelajar, ini sudah sangat terlambat sesuai dengan peraturan pemerintah kota ini.
Saat pintu ruangan terbuka, sosok yang dikenalinya berdiri di pintu masuk.
“Oh? Sudah mau pulang?” tanya laki-laki itu.
Pemuda itu mengangguk, “Ini sudah sangat malam untuk anak sekolahan.”
“Yah.. anak sekolahan macam apa yang bermain di kerajaan malam terlebih di jam malam seperti ini?” laki-laki itu meledeknya.
“Apa kau ingin mencoba kereta Cinderella?” laki-laki itu menawarkan bantuan kepada pemuda itu.
“Apa kereta mu itu akan meledak setelah jam 12 malam?” balas pemuda itu.
Pemuda dan laki-laki itu tersenyum. Candaan mereka sangat di luar penalaran manusia normal. Bahkan untuk memahaminya diperlukan keahlian dasar mengolah informasi dan referensi yang tepat.
“Jadi, Raja ku.. boleh aku menumpang di kereta Cinderella ini?” tanya pemuda itu.
“Untuk rakyat jelata seperti mu, berterima kasihlah pada kebaikan ku meminjamkan kereta Cinderella ini.”
“Hooo.. sebentar.. aku jadi teringat sesuatu.. apa aku perlu melakukan itu?”
“Itu??” laki-laki itu kebingungan dengan pertanyaan pemuda itu.
“Ekhem.. Heil Hershel!!” sembari mengatakan itu, tangan pemuda itu terangkat sejajar dengan bahunya yang lurus ke depan.
“...”
“...”
“Boleh juga ide mu! Mengapa aku tidak terpikirkan jika nama ku bisa dipelesetkan seperti itu” laki-laki itu terlihat bersemangat.
“Yep.. satu diktator lahir di kerajaan ini” balas pemuda itu dengan suara kecil.
Mereka melanjutkan perbincangan kecil serta candaan di luar akal sehat itu hingga menuju pintu keluar OUTNET. Aktivitas bawah tanah OUTNET lebih brutal saat malam hari, pemuda itu merasakan aura mengerikan dari tempat itu. Beruntungnya, dia dikawal oleh Raja kerajaan ini.
Kereta Cinderella yang dijanjikan telah menunggu di depan pintu masuk OUTNET.
“Kapan kau akan berkunjung lagi?” tanya laki-laki itu.
“Entahlah, mungkin setiap akhir pekan atau saat sedang luang” balas pemuda itu.
“Perlukah ku angkat dirimu menjadi seorang Baron?”
“Nah, aku sudah terbiasa menjadi rakyat jelata.”
“Mengapa kau suka sekali menjadi rakyat jelata sih?”
“Well.. itu karena.. rakyat jelata bisa seenaknya menggulingkan pemerintahan resmi jika keadaan memburuk.”
“...”
“...”
Keheningan terjadi di antara mereka.
Perlu beberapa detik hingga keduanya tertawa. Humor mereka memang aneh, tetapi jika paham pada konteks referensi yang mereka gunakan, maka akan mendapatkan candaan yang dimaksud.
Kereta Cinderella itu berjalan meninggalkan kawasan OUTNET.
-----&&&-----
Saat pemuda itu tiba di pintu masuk rumahnya, dia mengerti situasi yang sedang dihadapinya.
Pemuda itu tidaklah bodoh untuk memahami perasaan wanita, contohnya saja jika ada seorang gadis imut di atas kursi roda dengan kaki yang terpasang gips lalu menggenggam pisau dapur di tangannya dan menatapnya dengan tatapan tajam.
Itu tandanya, suasana hatinya sedang buruk.
Dia sangat yakin dengan kesimpulan itu.
Keringat dingin perlahan mulai membasahi tubuhnya.
Lalu ceramah panjang antara adik-kakak yang harmonis menghiasi langit malam di mulai!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Dr. Rin
Man of culture MCnya
2023-05-16
0
Dr. Rin
nyindir pembaca normie ceritanya? 😅
2023-05-16
0
alfy
lanjt thoorrr😘
2021-12-29
8