Boot Camp Servere, merupakan sebuah tempat pelatihan ruang terbuka yang bertujuan untuk melatih kemampuan murid Akademi Arcadia. Ada sebuah kejadian yang membuat tempat itu menjadi bahan pembicaraan yang hangat untuk kalangan NPC.
Beberapa NPC yang membicarakan itu terkadang menarik perhatian Player untuk memeriksa wilayah Boot Camp Servere dengan harapan menemukan sebuah [Hidden Quest] yang terpicu. Namun, mereka terlihat kecewa setelah melihat adanya satu divisi prajurit kerajaan dengan level rata-rata mencapai level 80 menjaga tempat itu. Marka larangan memasuki wilayah Boot Camp Servere terlihat dengan jelas yang bahkan terpicu pada notifikasi khusus yang menandakan tempat itu terlarang untuk Player.
[Peringatan! Anda memasuki wilayah khusus Kerajaan Nestrad!]
Berkat notifikasi larangan itu, forum game Isekai daring membuka topik diskusi khusus seperti apakah telah terjadi sesuatu pada tempat tersebut karena beberapa misi harian di sekitar wilayah Boot Camp Servere telah ditarik oleh Guild Master Adventure. Beberapa tanaman dan buah untuk kebutuhan produksi potion yang tumbuh di sekitar Boot Camp Servere harus mencari sumber lain.
Krisis utama dari kejadian ini mulai dirasakan oleh Player. Perputaran ekonomi Player Kerajaan Nestrad sedikit terganggu karena harga potion yang melambung tinggi.
Tentu saja, ada beberapa pihak yang diuntungkan dengan memanfaatkan krisis ini. Tidak semua Player memiliki cadangan potion, jadi mereka cukup resah dengan kejadian tidak terduga ini.
Player dan NPC memiliki masalah yang berbeda namun efek masalah mereka saling berkaitan.
Di sisi lain, beberapa NPC dengan kasta yang lebih tinggi yang mengatur Kerajaan Nestrad tengah kebingungan menghadapi krisis yang sedang terjadi. Mereka memutuskan untuk membuat pertemuan darurat untuk membahas masalah ini.
Raja dan Ratu Kerajaan Nestrad beserta anggota bangsawan lain saling duduk berhadapan. Pertemuan itu berlangsung secara rahasia dengan topik pembicaraan yang tidak boleh bocor keluar.
Raja Kerajaan Nestrad duduk terdiam dan berpikir untuk mencari keputusan yang tepat. Pikirannya dipenuhi pertimbangan tentang langkah apa yang akan dia ambil untuk mempertahankan nasib Kerajaan Nestrad.
“Yang mulia...” salah seorang bangsawan yang hadir itu membuka suaranya.
“Apa benar salah satu dari bangsawan kerajaan berkhianat?” ucapan itu membuat semua bangsawan yang ada di ruangan itu terdiam.
Bisikan kecil mulai terdengar, Raja yang terdiam itu berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke salah satu bangsawan yang hadir itu. Penampilan Raja itu terlihat masih sangat muda seperti seorang remaja berumur 20 tahun. Dibalik mantel jubah yang dia kenakan tersimpan sebuah pisau kecil yang memantulkan sedikit cahaya. Gerakan kecil Raja itu yang menghunus pisau ke leher bangsawan yang ada dihadapannya membuat bangsawan lain diam membeku. Rasa terkejut dan ketakutan menyelimuti mereka, melihat Raja mereka yang turun tangan membunuh salah satu dari mereka.
“Ku harap ini menjawab pertanyaan mu” Raja itu memandangi bangsawan yang memberinya pertanyaan. Ekspresi wajah bangsawan itu seketika memucat. Rasa ketakutan menguasai tubuhnya setelah mendapati jawaban pertanyaan bodohnya itu.
“Viscount Barknelyn!” Raja itu menatap bangsawan yang ada di hadapannya itu dengan tatapan yang tajam dan aura kegelapan memancar keluar dari tubuhnya.
“Aku memberimu dua pilihan! bunuh semua anggota keluarga mu untuk menebus dosa pengkhianat sepertimu atau bunuh semua anggota keluarga bangsawan yang tak tahu malu ini! Kerakusan mu akan harta membawa kerajaan ini menuju kehancuran!” Raja itu melempar tubuh bangsawan itu yang masih mengeluarkan darah segar dari lehernya.
Melihat mayat tubuh yang masih bergerak itu membuat Viscount Barknelyn panik! Nyawa garis keturunannya berada di ujung tanduk kepunahan. Kesalahan terbesarnya yang melanggar sumpah setia untuk tidak mengkhianati Raja telah diketahui oleh Raja Kerajaan Nestrad. Dia tidak mungkin bisa melarikan diri hanya dengan membunuh garis keturunan bangsawan yang tewas dihadapannya itu. Cepat atau lambat, garis keturunannya telah berakhir saat itu juga.
Hari ini, dua garis keturunan bangsawan telah menghilang dari daftar keluarga Kerajaan Nestrad.
“Oh! ngomong-ngomong.. memohon ampunlah pada Saintess Vallie untuk memurnikan jiwa mu. Itu jika Saintess Vallie merelakan anak-anaknya mati karena ulah pengkhianatan mu yang mencuri kristal segel yang mengurung sumber bencana 500 tahun yang lalu! Apa kau tahu bencana apa yang ku maksud itu?” Raja itu memandang Viscount Barknelyn dengan aura kematian yang perlahan melahap Viscount Barknelyn.
Viscount Barknelyn terlihat sangat ketakutan melihat Raja yang ada dihadapannya memandangnya penuh dengan aura negatif yang perlahan menghisap kesadarannya menuju ruang hitam dipenuhi kabut hitam tebal yang menutupi penglihatannya.
Ratu yang melihat kejadian itu, kini berjalan mendekat ke Raja. “Sayang, tenanglah.. kau tahu membunuh mereka tidak akan menyelesaikan masalah tetapi setidaknya kita bisa mengubah mereka menjadi mayat hidup untuk bekerja tanpa henti di pertambangan emas yang baru-baru ini ditemukan. Bagaimanapun juga, kita masih butuh pekerja untuk menggali tambang emas itu.”
“Apa yang mereka lakukan memang tindakan yang sangat bodoh, melepas sihir keamanan dan mencuri kristal segel dari sumber bencana umat manusia 500 tahun lalu. Aku tidak tahu harus berkata apa setelah melihat kenyataan ini. Tetapi kita harus melestarikan tindakan bodoh mereka pada sejarah kerajaan kita. Setidaknya itu bisa mejadi pelajaran penting yang diturunkan untuk penerus kerajaan ini” Ratu itu menatap Viscount Barknelyn dengan tatapan penuh rasa jijik.
“Sekarang.. bagaimana kita menjelaskan ini ke Saintess Vallie?” tanya Ratu.
“Hanya masalah waktu sebelum Saintess Vallie mengetahui apa yang sedang terjadi. Dengan kondisinya saat ini, perubahan aliran sihir pasti sangat mudah dia rasakan. Aku juga tidak ingin Saintess Vallie terlibat dengan masalah rumit ini” balas Raja.
Saat ini, Kerajaan Nestrad dalam kondisi darurat militer ditambah masalah pengkhianatan bangsawan kerajaan sudah menambah beban berat bagi seorang Raja dalam mengambil keputusan terlebih ada sumber bencana manusia yang bergerak bebas tidak terkendali.
Secara garis besar, Kerajaan Nestrad dalam tahap menuju kehancuran. Segala keputusan yang diambil Raja akan menentukan nasib kerajaan ini.
Raja kembali ke tempat duduknya.
Sosok bayangan hitam tiba-tiba saja berdiri di samping sang Ratu. Bayangan itu berbisik sesuatu di telinga Ratu dan menghilang seperti ditelan udara. Dengan ekspresi terkejutnya, Ratu memandangi Raja. Tanpa sebuah suara dan hanya dengan tatapan saja, kedua pasangan itu berkomunikasi. Anggukan kecil kedua pasangan itu terlihat, mereka berdiri dari tempat duduk mereka dan bergegas pergi dari ruang pertemuan. Meninggalkan bangsawan yang saling bertatapan kebingungan melihat kepergian Raja dan Ratu lalu berbalik melirik Viscount Barknelyn yang masih ketakutan.
Ketika pintu ruangan tertutup, beberapa detik berlalu dan raungan keras terdengar dari dalam ruangan itu. Sepertinya bangsawan yang tersisa melampiaskan rasa frustrasi mereka pada tingkah bodoh yang dilakukan oleh Viscount Barknelyn. Dia memang pantas mendapatkannya, uang yang didapatnya tidak sebanding dengan kerusakan yang diakibatkan olehnya.
Raja dan Ratu Kerajaan Nestrad menyusuri lorong kerajaan. Langkah kaki mereka begitu tenang. Hampir tidak ada suara gesekan langkah kaki yang mengisi lorong itu.
Dirasa sudah memiliki jarak yang aman dan memastikan tidak ada yang mengikuti mereka. Raja menatap Ratu dengan tatapan serius.
“Apa informasi itu benar, Victoria?” tanya Raja.
“Tentu saja, sayang.. mengapa aku harus berbohong kepadamu?” balas sang Ratu.
“Bukankah itu terlalu aneh, bahkan penyelidik kerajaan yang mendapat informasi rahasia tentang makhluk itu pun kesulitan menganalisa jenis makhluk itu. Tetapi.. Saintess Vallie mengetahui makhluk itu hanya dari mengunjungi lokasi kejadian? Harusnya sumber sihir yang tersisa dari tempat itu sudah lama hilang setelah tiga hari berlalu. Mengapa Saintess Vallie bisa mengetahuinya?” Raja mencoba berpikir untuk mencari kemungkinan jawaban yang sesuai.
“Sebagai salah satu murid dari Saintess Vallie, dia memang sangat sensitif pada perubahan aliran sihir. Seharusnya, merasakan aliran sihir setelah tiga hari berlalu sangat sulit tetapi karena dia merupakan seorang Saintess itu bukan hal yang mustahil bukan? Bukankah kau juga sama sayang.. sebagai mantan pahlawan yang juga merasakan perubahan besar aliran sihir makhluk itu sampai membuatmu gelisah akhir-akhir ini?”
“Gara-gara mahkluk itu, aku tidak bisa merasakan hangatnya tempat tidur. Terlalu banyak hal yang dilakukan terutama mencari pengkhianat kerajaan yang memberi akses ruang penyimpanan harta kerajaan. Jika saja hanya harta ringan yang dicuri itu tidak apa-apa tetapi yang dicuri merupakan kristal segel! Pencuri macam apa yang tahu lokasi kristal itu jika tidak mendapat informasi dari dalam!” Raja sedikit emosi setelah mengetahui salah satu bangsawan yang mendapat kepercayaan darinya berkhianat.
“Setidaknya itu membuahkan hasil kan?”
“Oh! Ngomong-ngomong tentang pemuda yang menemani Saintess Vallie ke lokasi kejadian. Siapa sebenarnya dia?”
“Aku tidak tahu siapa dia, apa perlu kita menyelidiki pemuda itu?”
“Kurasa itu perlu dilakukan, karena ulah pemuda itu sekarang kita harus memutar otak kita untuk menghadapi amukan Saintess Vallie dan menjelaskan apa yang sedang terjadi. Jika saja pemuda itu tidak ikut campur, kita bisa menghindari Saintess Vallie dan membereskan masalah ini.”
“Sayang.. mau bagaimanapun tanpa Saintess Vallie. Kita tidak bisa menikah sampai saat ini. Bahkan mendapat restu menikah dari Saintess Vallie sangat sulit di dapat. Mau bagaimanapun, Saintess Vallie merupakan mertua mu.”
“Gah! Mengapa mertua ku seperti ini sih!”
Raja dan Ratu Kerajaan Nestrad berjalan menuju lorong pintu belakang istana. Sebuah kereta kuda telah disiapkan dan menunggu kedatangan mereka. Barisan prajurit penunggang kuda yang bersiaga memberi hormat kepada Raja dan Ratu. Mereka lalu membentuk sebuah barisan untuk mengawal dan melindungi kereta kuda kerajaan menuju Kuil Dewi Relena.
Sinyal terompet berbunyi dan gerbang belakang istana terbuka, kereta kuda itu melaju meninggalkan istana diiringi dengan hentakan langkah kuda yang keras mengisi sepanjang perjalanan.
Jauh sebelum Raja dan Ratu Kerajaan Nestrad memutuskan untuk menemui Saintess Vallie sebuah kejadian unik baru saja terjadi di Boot Camp Servere.
[120 menit sebelumnya.]
Gerbang utama Kuil Dewi Relena terbuka lebar. Sebuah kereta kuda berjalan keluar.
Di dalam kereta kuda itu terdapat Saintess Vallie yang ditemani dua pengawal dan seorang pemuda yang sibuk membaca layar tipis yang mengambang dihadapannya.
Pemuda itu merupakan seorang Player dengan nickname [Guest177013] yang saat ini setiap gerakannya diawasi oleh dua pengawal Saintess yakni Viona Nala dan Viera Nala.
Berbeda dengan Viera yang menatap pemuda itu dengan senyuman, Viona menatap pemuda itu dengan tatapan yang tajam. Pemuda itu mencoba menghiraukan tatapan tajam itu dengan mengalihkan perhatiannya pada daftar perlengkapan senjatanya.
Perjalanan ini mungkin akan terasa lama karena dia sama sekali tidak tahu di mana Boot Camp Servere berada. Bisa saja pemuda itu membuka peta lokasi dan mencarinya secara manual tetapi akan lebih cepat jika dia dibawa pergi ke tempat itu secara langsung tanpa harus mencarinya secara manual.
Perjalanan itu sedikit membosankan dan membuat sang pemuda membuka menu senjata utamanya dan memperhatikan setiap informasi yang tertera di dalamnya untuk membunuh rasa bosannya.
\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-
Anzios 20mm AMR
Level 1
Special Effect:
[+] Knockback
[-] Saat peluru AP digunakan dan armor target tidak tertembus. Hentakan hitpoin yang dihasilkan mampu memukul mundur target berdasarkan jumlah kerusakan.
[+] Healing Disable
[-] Saat peluru HE, AP dan Magic digunakan dan mengenai target. Semua efek yang memulihkan hitpoin target akan ditiadakan.
[+] Blood Lost
[-] Saat peluru AP digunakan dan mengenai target. Hitpoin target akan terus berkurang sebesar 5% dari total Hitpoin. Efek ini akan terus berlangsung hingga Hitpoin dipulihkan.
[+] Aim-assist
[-] Saat fitur ini digunakan, titik bidik secara otomatis akan melakukan kalibrasi ulang berdasarkan data yang diperoleh untuk meningkatkan akurasi.
[+] Splash
[-] Saat peluru HE digunakan dan mengenai target. Serpihan tajam dan radius ledakan akan menyebar hingga jarak 60cm.
[+] Piercing
[-] Saat peluru AP digunakan dan mengenai titik target. Kerusakan yang dihasilkan akan bertambah x2 dan terus meningkat (jumlah maksimal x32).
\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-
\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-
Gross 17
Level 1
Special Effect:
[+] Bleeding
[-] Saat peluru AP digunakan dan mengenai target. Hitpoin target akan terus berkurang sebesar 2% dalam waktu 10 detik.
[+] Wound Sting Pain
[-] Saat hitpoin target dipulihkan akan memicu debuff healing hingga -2%.
[+] All Stat Down 2%
[-] Saat peluru HE, AP, dan Magic mengenai equipment target (armor + senjata) mampu menurunkan statistik equipment target sebesar 2% (*Note: efek ini dapat ditumpuk hingga 30%).
\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-
\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-
Tactical Baton
Level 1
Special Effect:
[+] Takedown
[-] Saat menggunakan baton, hitpoin titik musuh akan terlihat dan jika semua titik hitpoin dihancurkan maka akan memicu efek [Defense Break] diikuti efek [Paralyze] dan [Stun] aktif bersamaan.
[+] Paralyze
[-] Saat titik hitpoin Player dihancurkan, akan memicu efek paralyze yang memblokir skill dan sihir Player.
[+] Stun
[-] Saat titik hitpoin Player dihancurkan, akan memicu efek stun yang menghentikan gerakan Player.
[+] Hardcase
[-] Pengurangan durability pemakaian item diperlambat sebesar 20%.
(Special Note: Durasi effect ditentukan seberapa banyak hitpoin dihancurkan).
\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-
\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-
Stealth Detective Outfit
Level 1
Special Effect:
[+] Silent Step
[-] Suara langkah kaki Player akan dihilangkan. Semua skill dan sihir yang mendeteksi suara langkah kaki Player akan terblokir (*Note: berlaku juga pada ras lain yang mengandalkan indra pendengarannya yang tajam. Gunakan sebaik-baiknya kemampuan ini).
[+] Ghost
[-] Saat Player menggunakan tudung kepala yang terpasang dibalik kerah outfit ini, Player akan memasuki kondisi [Ghost Mode]. Semua hawa kehadiran, aroma, bayangan, skill dan sihir pendeteksi akan menghiraukan kehadiran Player (*Note: walaupun tidak terdeteksi, tetapi suara dan garis pandang secara visual masih tetap terdeteksi. Disarankan saat menggunakan [Ghost Mode] dalam keadaan di luar garis pandang dan tetap senyap).
[+] Sonar
[-] Memancarkan gelombang suara atau gelombang sihir untuk mendeteksi keadaan sekitar.
[+] Piercing Ressist
[-] Menyerap serangan tipe penembus sebesar 50%.
[+] Blast Ressist
[-] Menyerap serangan tipe serangan ledakan sebesar 50%.
[+] Heat Ressist
[-] Meningkatkan ketahanan hawa panas sebesar 50%.
[+] Cold Ressist
[-] Meningkatkan ketahanan hawa dingin sebesar 50%.
[+] Reactive Armor
[-] Memantulkan dan menyerap damage yang diterima sebesar 50%.
\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-\=-
Pemuda itu akhirnya memahami seberapa menakutkannya sebuah item Exclusive. Bukan saja item itu hanya ada 1, tetapi efek yang tersembunyi di dalamnya benar-benar mengerikan. Bahkan untuk level 15, membawa peralatan seperti ini sudah sangat ditakuti jika informasi efek item itu tersebar.
Senjata Exclusive yang bisa menjadi kawan dan lawan memang sangat menyusahkan.
Pemuda itu perlu berhati-hati jika ingin melakukan tindakan yang mampu memancing perhatian Player lain kepadanya. Dia harus bergerak penuh dengan pertimbangan saat menggunakan senjatanya.
“Kurasa saat ini teman terbaik ku hanyalah baton dan berlatih serangan jarak dekat untuk memicu efek takedown.”
Pemuda itu menutup layar inventorinya, pandangannya kini teralihkan pada pemandangan luar yang dipenuhi dengan pepohonan rimbun. Kereta kuda yang dia tumpangi memiliki guncangan yang begitu hebat namun karena dia terlalu sibuk membaca efek tambahan pada peralatannya, dia sedikit tidak menyadari guncangan itu.
Pemuda itu menyadari sesuatu, alasan mengapa dia menghabiskan waktu membaca efek tambahan pada item Exclusive miliknya. Itu karena Viona masih saja memandanginya dengan tatapan yang begitu dingin dan tajam.
Pemuda itu hanya tidak tahan mendapat tatapan seperti itu.
“Mengapa kau masih memandangi ku seperti itu?” pemuda itu bertanya pada Viona.
Ekspresi yang tidak bersahabat itu digantikan oleh ekspresi yang lebih berat dari sebelumnya. Viera yang mengetahui Viona masih memendam dendam pada pemuda itu hanya terdiam.
Di sisi lain, Saintess Vallie hanya mengamati Viona untuk tidak bertindak terlalu jauh.
“Sudah cukup Viona, mau sampai kapan kau mempermasalahkan kematian kakakmu? Kau paham sendiri bukan bagaimana kondisi kakakmu?” Saintess Vallie membuka suaranya. Dia juga sudah tidak tahan dengan suasana yang ditimbulkan oleh mereka berdua.
“Aku tahu! tetapi, aku masih belum bisa menerimanya!” ucap Viona.
“Bahkan jika kakakmu sendiri yang menginginkan dirinya mati?” perkataan Saintess Vallie membuat Viona dan Viera terkejut.
“Ti-tidak mungkin!” ucapan Viona sedikit berantakan.
“Oh, jadi begitu.. pantas saja tulisan kakakmu sangat susah dibaca” pemuda itu berbicara untuk menambah perkataan Saintess Vallie.
“Jika kau masih keberatan tentang itu, apa kau mau merasakan apa yang dialami kakakmu?” pemuda itu menatap Viona dengan tatapan serius.
Sebuah partikel cahaya kecil membentuk sebuah senjata. Kemunculan senjata yang panjang itu cukup untuk membuat semua yang ada di dalam kereta kuda itu terkejut.
Pemuda itu mengeluarkan baton lipatnya yang telah memanjang.Dia lalu mengayunkan baton itu dan suara angin yang dipukulnya terdengar. Rasanya sedikit aneh jika memanjangkan baton lipat dengan animasi partikel cahaya yang berkumpul.
“Kau tahu, senjata ini mampu membuatmu merasakan apa yang dialami kakakmu. Pertama aku akan menghancurkan kedua tangan dan kaki mu lalu perlahan-lahan menghancurkan organ dalam mu. Tenang saja, kau tidak akan mati. Aku bisa menjamin hal itu! Setidaknya kau bisa merasakan tidur terbaring tanpa bisa berbuat apa-apa” pemuda itu tersenyum.
“!”
Viona sedikit terkejut melihat senyuman pemuda itu.
“Oh, tentang menghancurkan organ dalam mu. Aku hanya akan membedah organ dalam mu dan mengangkatnya. Hmm.. kau tahu setidaknya ada beberapa organ di dalam tubuhmu yang bahkan jika itu hilang kau masih bisa bertahan hidup. Contohnya seperti kantung empedu yang tidak sepenuhnya diperlukan untuk mencerna makanan, kau juga masih bisa hidup jika limfa mu diambil, Oh! Bahkan hidup dengan satu ginjal dan satu paru-paru masih memungkinkan! Persis seperti apa yang dialami kakakmu itu!” pemuda itu mengayunkan baton lipatnya dan memukulnya pada telapak tangannya.
“Anggap saja ini kehormatan untuk mu dan merasakan apa yang ingin kau ketahui. Kau ingin hidup tetapi menderita bukan? Tanpa bisa menggerakkan badan mu, hanya menunggu kematian yang tidak kunjung datang” ekspresi pemuda itu menjadi sangat serius seketika. Mungkinkah di dalam kepribadian pemuda itu tersimpan jiwa sadistic yang sudah lama tertidur lalu terbangun karena ego gadis yang tidak tahu apa-apa mengenai rasa sakit menunggu kematian yang tidak kunjung datang.
“Hey! Cukup!” Saintess Vallie menghentikan ucapan pemuda itu.
Pemuda itu terdiam bersamaan dengan berhentinya kereta kuda yang ditumpangi mereka.
Pintu kereta kuda itu terbuka dan menampilkan seorang pria yang mengenakan armor pada seluruh tubuhnya.
“Sa-Saintess Vallie?” pria itu tampaknya terkejut melihat kehadiran Saintess Vallie.
“Sudah lama tidak bertemu, apa yang kau lakukan di sini?” Balas Saintess Vallie.
Mereka turun dari kereta kuda.
Ekspresi mereka sangat terkejut melihat pemandangan yang ada dihadapan mereka.
“A-apa yang terjadi di sini!” ucap Saintess Vallie.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
TK
sama kan, panggilan ini
tapi pagi pada bahas panggilan raja
2023-05-28
0
Inru
Semangat thor
2022-08-30
0
salah server
novelnya baguss kk ku tunggu ya up nya
2021-12-10
2