Suara televisi dengan gambar seorang pembawa acara sedang membacakan sebuah berita, sedang didengarkan oleh sepasang manusia yang saat ini masih setia melakukan tugas mereka, karena memang tuntutan pekerjaan yang mereka sedang lakukan.
“Memang apasih yang dicuri, hingga sudah sebulan berita ini terus diulang-ulang” kata seorang wanita yang saat ini menyaksikan tayangan tersebut.
Disebelahnya, rekan kasirnya masihlah dengan posisi yang sama, yaitu menyandarkan kepalanya pada meja kasir miliknya sambil duduk pada sebuah bangku. Tidak seperti biasanya, pria itu juga ikut mendengarkan berita yang sedang disampaikan tersebut.
“Menurut saksi mata kejadian ini, yaitu Catherine Miles yang merupakan seorang peneliti dari tempat tersebut. Dirinya melihat seorang pria yang langsung melarikan diri setelah dirinya berhasil membobol dan merusak salah satu aset yang diyakini sebagai makam dari tempat tersebut” kata sang pembawa acara atau bisa dibilang News Anchor.
“Hm... namanya Catherine Miles ya...” gumam pria yang merupakan Zen yang mulai mengangkat kepalanya yang sebelumnya sedang bersandar pada meja kasir didepannya.
Tentu saja tindakan Zen membuat rekan kasirnya juga ikut terkejut, karena ini pertama kalinya dia melihat Zen mengangkat kepalanya dengan kemauannya sendiri, bahkan sedang menonton sebuah berita yang sedang ditayangkan.
“K-Kak Zen tumben Kakak tidak bermalasan.” Kata wanita tersebut setelah melihat orang yang selalu bermalasan sedang menonton sebuah berita.
Namun Zen tidak menjawab dan terus menonton tayangan tersebut, hingga kegiatannya itu harus dia sudahi karena seorang pelanggan sedang memasuki mini market yang sedang dia jaga.
Waktu berlalu dengan cepat, namun tidak untuk Zen yang merasa waktu berjalan dengan sangat lambat. Saat ini dia sedang mengganti pakaiannya diloker tempatnya bekerja dan bersiap untuk kembali kerumahnya.
“Kakak yakin tidak ingin aku traktir?” tanya wanita yang sedari tadi menemaninya dalam menjalani pekerjaan yang sedang dijalani oleh Zen.
“Terima kasih Angel, tetapi aku saat ini sangat lelah” balas Zen yang menolak ajakan wanita yang lebih muda darinya itu.
“Cih... perasaan Kakak selalu saja lelah, padahal saat bekerja kerjaannya hanya bermalasan” kata wanita yang bernama Angel itu.
“Bermalasan juga sangat melelahkan Angel, coba kamu rasakan sendiri.” Balas Zen dan mendapatkan tatapan aneh dari rekan kerjanya itu.
“Baiklah kalau begitu. Hati-hati dijalan ya Kak” kata Angel yang melambaikan tangannya dan beranjak dari sana menuju kearah rumahnya.
“Hah... sepertinya sifat para saudara sepupuku sangat dominan terhadapnya.” Balas Zen yang ikut beranjak saat melihat keberadaan Angel yang sudah menghilang dari pandangannya.
Zen berjalan dengan perlahan menuju kekediamannya. Namun anehnya, jalan yang dia tuju untuk mencapai rumahnya, tidak menunjukan bahwa dirinya merupakan seorang yang sedang bekerja sebagai kasir sebuah mini market.
Saat ini Zen sudah berada digedung yang memiliki 50 lantai, dimana saat ini dirinya sedang menunggu lift untuk naik menuju kediamannya yang merupakan sebuah apartemen mewah yang terdapat digedung tempat dirinya berada.
Dengan menekan tombol lantai paling atas, lift itu membawa Zen menuju kediamannya. Langkahnya yang santai, akhirnya membawa Zen menuju apartemen miliknya yang saat ini sedang dia coba masuki.
“Kakak sudah pulang?” kata seorang yang sudah berada didalam apartemen milik Zen.
“Yo.. Azrael. Sedang apa kamu disini?” tanya Zen yang sedikit terkejut tentang kedatangan adiknya ketempat ini.
“Hanya berkunjung Kak Belph- ah tidak Kak Zen” balasnya.
“Berkunjung atau kau sedang dimarahi oleh Kakakmu Mikhael?” tanya Zen yang langsung duduk diatas sebuah sofa disamping Azrael.
“Aku hanya berkunjung. Lalu bagaimana proses Kakak dalam berbaur dengan Manusia?” tanya Azrael kepada Kakaknya yang sudah menunjukan sifat aslinya.
“Ya... seperti yang kamu lihat, Kakak cukup berhasil” Balas Zen yang sudah bersandar pada sandaran sofa tempat dirinya duduk.
“Cih... siapa yang percaya. Bahkan aku saja melihat Kakak kerjanya hanya tiduran tadi” Balas Azrael yang mengikuti kegiatan Kakaknya yaitu mulai bersandar pada sandaran sofa tempat dirinya sedang duduk.
“Lagipula, mengapa Kakak memilih menjadi seorang kasir untuk terbiasa menjalani kehidupan Manusia?” tanya Azrael kembali.
“Karena hanya pekerjaan itu saja yang menerima Kakak” balas Zen enteng yang membuat adiknya itu memberikannya senyum prihatin kepadanya.
Sloth atau Sifat Malas merupakan wujud dari Zen yang sebenarnya. Saat dirinya mencoba mengembalikan kekuatannya dahulu saat tiba didunia manusia, dirinya malah tertidur hingga ribuan tahun.
Setelah bangun dari tidurnya sebulan yang lalu, Zen mulai menyadari bahwa peradaban tempatnya tinggal sudah berubah. Dan mau tidak mau dirinya harus mencoba beradaptasi, walaupun saat dahulu dirinya langsung bermalasan saat sampai didunia manusia.
“Kakak tidak akan membalas perbuatan para Dewa yang membunuh saudara kandung Kakak bukan?” tanya Azrael kembali, setelah menurutnya inilah waktu yang tepat menanyakan permasalahan tersebut.
“Tenanglah, Kakak hanya bergerak jika mereka berani mencari masalah terlebih dahulu dengan Kakak” balas Zen yang membuat Azrael merasa sedikit lega atas jawaban Kakaknya tersebut.
Seluruh saudara kandung Kakaknya atau Sloth telah dibunuh. Tetapi bukan pihak Dewalah yang sengaja memburu mereka, tetapi saudara-saudara Zen yang memang mencari masalah kepada pihak Dewa.
Adik pertama Zen, Pride dengan tingkah angkuhnya malah menantang seluruh Dewa yang berada didunia ini hingga menyebabkan dirinya terbunuh. Lalu si Envy, terbunuh karena kecemburuannya dengan kehidupan para Dewa yang makmur dan mencoba mengadu domba mereka tetapi gagal.
Wrath yang entah mengapa hampir memusnahkan seluruh dunia hanya karena dirinya mabuk, dan dihentikan oleh pihak Dewa dengan cara dibunuh. Lalu Gluttony yang hampir memakan seluruh spesies laut yang ada didunia ini hanya karena pertama kali memakan sushi yang menurutnya sangat enak dan menyebabkan dirinya dibunuh juga oleh pihak Dewa.
Selain itu Lust, malah menggoda beberapa Dewa bahkan hampir memperkosa Dewi Perang Athena dan Dewi kecantikan Aphrodite secara bersamaan dan membuatnya mati konyol. Dan terakhir Greed yang ingin menguasai seluruh Dunia dengan membuat peperangan pada dunia manusia yang akan menyebabkan kehancuran dan mengakibatkan dia diburu oleh pihak Dewa.
“Lagipula, bukankah mereka mati karena kesalahan mereka sendiri” Kata Zen yang mengingat bagaimana para saudara kandungnya telah mati.
“Syukurlah kalau begitu.” Kata Azrael.
Ketakutan Azrael dan saudara-saudara yang lainnya, yaitu Kakaknya Zen akan membalaskan dendam adik-adiknya dan menyebabkan peperangan kembali terjadi dan membuat para pihak Dewa akan membunuh dirinya, sehingga membuat keluarga mereka akan kembali meninggal.
“Lalu, Kakak tidak ingin mengubah pekerjaan?” Kata Azrael kemudian.
Sebenarnya Azrael tidak mempermasalahkan bahwa Kakaknya akan berkerja sebagai kasir, atau bisa dikatakan berbaur dengan manusia dengan cara menjadi seorang Kasir. Namun karena status keluarga mereka, Azrael tidak ingin Kakaknya terlihat seperti pesuruh.
“Tenanglah. Lagipula tidak ada yang mengetahui identitasku yang sebenarnya” Balas Zen yang mengetahui kecemasan dari Adiknya itu tentang statusnya.
“Memang, tetapi didalam Nama Kakak, nama keluarga kita juga tersemat didalamnya”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 451 Episodes
Comments
Crimson Abyss
Benar itu Zen karena bermalasan itu menggunakan stamina 2x lipat lebih besar daripada aktivitas biasa
2022-12-02
0
delete account
hampir dengan semangat dan vote
2022-11-23
1
XiaoYan
yang 6 mati tinggal ketuanya tha thor
2022-05-14
0