[ PENEMUAN ]

Zhang jiangwu melangkah melewati gedung demi gedung. Dia menggunakan sosok manusianya walau tak terlihat karena topeng seluruh wajah yang ia kenakan.

Setidaknya, hanya beberapa langkah lompatan ia sampai di sebuah atap gedung yang ternyata di tempati dua sosok wanita. Namun mereka sedang terkena gelombang zombie yang sepertinya muncul baru baru ini.

"Misa tembak sebelah sana! aku akan menjaga di sini!" Huali yang tengah mengayunkan pisaunya ke arah para zombie berseru.

"ya!" Misa Mengkonfirmasi. Ia segera beralih ke sebelah kanan untuk menembak.

"ah, sial, hampir saja tidak sadar dengan para zombie yang ada di gedung." gumam Huali yang tengah bertarung itu.

Zhang jangwu di belakang sana hanya berhenti dan berniat menonton. Namun melihat sepertinya mereka tidak akan bisa melawan zombie zombie yang kini naik ke atas ia memutuskan untuk membantu.

"Redlotus!" dia mengeluarkan cambuk dan memukulnya ke arah zombie yang muncul di atas dengan sangat banyak.

Segera semuanya tumbang. Misa dan Huali menoleh ketika melihat ada seseorang yang membantunya di belakang.

Ketika mereka melihat orang dengan cambuk hitam dengan duri di sekitar dengan ukiran simbol indah nan elegan. Itu orang yang mereka lihat menghabisi banyak zombie di bawah jembatan.

Keduanya tertegung dengan penyelamatan yang tak di sangka. Mereka hampir saja melupakan para zombie yang masih bermunculan di atap gedung.

KROAAA

"sial! aku terlalu tertegung. Melupakan bajingan mayat ini." ucap Misa mengutuk.

"tsk, hampir melupakan para mayat hidup ini." Huali juga ikut mengutuk.

DOR DOR

SPLASS SWOASS

Misa dengan Huali kemudian berkolobrasi dalam melawan para zombie ini. Menembak dan menusuk. Mereka adalah wanita yang menjadi pemburu dadakan kala zombie menyebar.

Zhang jiangwu memandang kedua wanita itu. Dia hanya dapat membantu sedikit karena yang lainnya harus mereka hadapi sendiri dan dalam keadaan saat setelah hujan akan lebih banyak bahaya ain selain zombie untuk mereka. Jadi mereka harus lulus dalam ujian melawan para zombie ini.

Zhang jiangwu kemudian pergi ketika melihat mereka yang masih bertarung. Ia juga melempar sebuah alat yang dapat di gunakan keduanya agak dengan mudah menghapus para zombie. Pedang dan tombak. kemudian ia pergi dari sana.

Misa yang tengah menembak ke kurangan peluru. Ketika ia melihat pedang dan tombak yang di lempar oleh orang yang akhirnya melompat pergi dia mengambil itu tanpa peduli tentang lompatan yang jauh itu.

ZLEP

SWOSS

Dia mulai menggunakan tombak itu dan menyerang para zombie yang sudah setengah tumbang.

Dia memutar tombak di sekitar zombie. Melompat dan menggores sepuluh zombie yang mengelilinginya.

"hah, hah, hah," nafasnya terengah engah oleh banyaknya yang harus dia lawan.

"Huali! pakai pedang di sana saja!" teriak Misa dengan keras pada orang yang terpisah cukup jauh darinya saat ini. Dia melihat Misa yang mulai mengalami masalah dengan pisau yang sudah menumpul saking seringnya di gunakan namun tak di asah.

"pedang?!" dia berseru tanya.

"Ya! ada di pojok sana!" Teriak Misa sekali lagi.

"baik!" Huali mendorong zombie zombie dan membuka jalan untuk dirinya mengambil pedang yang benar saja di sana. Ia mengangkat pedang yang beratnya lumayan berat. Agak sedikit kesusahan untuk pertama kalinya. Namun dia dengan sekuat tenaga harus dapat menyesuaikan diri dengan itu.

"HIAAAA!" Huali mengangkat pedang dan mengarahkannya pada zombie zombie di depannya dengan teriakan. segera beberapa baris zombie di sana mati karena tebasan pedang yang tajam.

"AH!" dia berseru ketika melihat ketajaman pedang yang sangat mengagumkan. Ia sedikit tak percaya dengan satu ayunan dapat merobohkan dua puluh sekaligus.

"wow, pedang yang sangat tajam." ucapnya memandang pedang yang tengah di pegangnya dengan kedua tangan.

"heh, dengan ini mari kita habiskan mereka." Huali menatap pedang putih di tangannya dan kepada para zombie yang masih bermunculan.

"Misa ayok kita buat kombinasi!" teriak Huali.

Misa yang tengah menebas dan menusuk para zombie mendengar dan pergi mendekat dengan Huali. Dia menjawab dengan keras, "YA!"

Kemudian ketika susunan kombinasi yang di bangun oleh keduanya siap mereka sama sama berteriak. "HIAAA!"

[] [] [] []

Zhang jiangwu masih melangkah melompat ia kadang membantu sedikit setiap orang yang membutuhkan pertolongan mendesak. Tidak lupa benih tumbuhan Redblack yang selalu ia sebarkan ketika melompat di antara gedung gedung.

Lalu di tengah perjalanan ia menemukan seekor kucing yang mengeong di atap gedung yang merupakan gedung apartemen. Dia melompat pergi ke kucing berbulu putih di selurh tubuhnya dan coklat di satu kupingnya.

"Meooww..." seperti melihat sesuatu yang berbahaya dia mendesis dan menjauhi Zhang jiangwu.

Zhang jiangwu tersenyum dan mengulurkan tangannya kedepan memberi taunya bahwa dia tidak berbahaya.

Kucing yang mengelurkan cakar dan mendesis menjauhi dirinya perlahan mendekat ketika merasa ia tak berbahaya dan mulai mengeluskan wajah kucingnya ke tangan dengan sarung tangan hitam itu.

"Gerr, meoww..." kucing itu mengangkat lehernya ketika Zhang jiangwu mengelus nya.

"...." dia tak memiliki pengalaman dalam dekat terhadap hewan. karena dia tidak pernah berani memelihara atau sekedar memegangnya. Dulu ia akan segera bersin atau demam ketika memegang bulu hewan. Walau ia menyukai mereka, namun penyakit yang ada di dirinya tidak dapat memperbolehkan itu.

Zhang jiangwu menikmati mengelus kucing. Entah kenapa ia merasa lebih relaks.

Menurut cerita cerita orang Mengelus dan membelai kucing akan memiliki efek menenangkan yang positif. Dengan afeksi tersebut, kucing mampu menurunkan tingkat stres dan menurunkan kecemasan. Oleh sebab itu, orang yang memelihara kucing memiliki risiko serangan jantung 30 persen lebih kecil dibandingkan orang yang tidak memelihara kucing.

Juga ia mengeti kenapa kebanyakan orang menyukai hewan berbulu ini. Banyak orang memilih kucing sebagai peliharaan di rumah. Kucing dipilih karena tingkah lakunya yang lucu, cantik, menggemaskan, dan bersahabat. Banyak pecinta hewan memilih kucing untuk dipelihara karena dapat menghilangkan stress ataupun mengurangi ketegangan sehabis melakukan pekerjaan.

"aku mengerti sekarang..." ucapnya datar dan melihat kucing di depannya.

"meoww!" Kucing itu tiba tiba lari.

"meoww, meoww, meowww..." kucing putih dengan satu telinga coklat. Kucing itu mengisyaratkan pada Zhang jiangwu untuk mengikuti.

Di atap sana hanya ada beberapa zombie yang ada. Dan karena adanya Zhang jiangwu mereka pergi menjauh. Turun kebawah lantai.

Kucing itu membawa Zhang jiangwu ke sebuah tempat di mana itu merupakan tempat tersembunyi dan ketika ia tiba ada dua ekor kucing lain di sana.

Zhang jiangwu sadar ketika ia melihat kucing yang memiliki perut yang kempes di sana.

"dia betina dengan anak." ucap Zhang jiangwu.

Kucing itu menghampiri anak anaknya yang mengeong ketika ibu mereka di sana. Zhang jiangwu menatap mereka. Ibu kucing kemudian berbaring dan membiarkan anaknya untuk minum susu.

Zhang jiangwu memerhatikan sambil berjongkok di sana. Dia kemudian pergi ke ruangan untuk menangkap ikan di sungai dan membawanya ke kucing yang kurus itu.

"ini." Zhang jiangwu memberi seekor ikan ketika ia kembali.

"meoww...." Kucing itu mendekat dan mencium aroma ikan dan memakannya.

"sama sama." Zhang jiangwu kemudian bukan melirik ke kucing itu tapi pintu tembaga yang berlumur darah di sana.

Pintu di dekat kucing terbuka. Memerlihatkan bayanga dari seseorang yang berdiri di dalam sana.

 

 

Terpopuler

Comments

Leader

Leader

sempet sempetnya maen ama kuciang😂

2021-12-23

2

nurul az-zahra

nurul az-zahra

mangat thor!!

2021-12-03

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!