Berita menyebar keseluruh penjuru dunia. Hanya dalam beberapa jam sejak kaburnya pasien penyakit aneh itu.Siapapun yang terkena di harap untuk menginformasi dan jika tergigit langsung pergi ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan karena belum ada yang tau penyakit apa itu.
Beberapa acuh tak acuh dan mendengarkan sambil lewat dan yang lain mendengarkan dengan seksama melihat layar di berita.
Zixin melihat ke layar. Dia baru saja kembali dari bandara dan akan langsung pergi ke rumah pasiennya. Siapa lagi kalau bukan Zhang Jiangwu. Sejujurnya dia adak enggan dalam meninggalkan pasiennya itu. Namun aku melihat bahwa dia sedang tidak ingin seseorang tau sesuatu. Jadi dia menghargai rahasianya itu.
Jika Zhang jiangwu menganggapnya sebagai kakak, maka Zixin menganggapnya adiknya sendiri. Adiknya yang kurus, lemah, bermuka acuh dan datar, berkulit pucat, dan terlihat sangan rapuh sehingga akan mati kapan saja.
Zixin bertemu dengannya saat bersama di panti asuhan saat remaja. Ayah Zhang jiangwu mengirimnya ke sana oleh pelayannya.
Dia yang tertarik dengan Zhang jiangwu yang terlihat menyedihkan dan unik mulai mendekati dan akhirnya sering mengajaknya bermain dan berjalan jalan bersama.
Semenjak itulah ekspresi dari Zhang jiangwu sedikit pulih. Ketika dia sakit Zhang jiangwu akan merawat dia dan begitupun sebaliknya.
Begitupun sebaliknya saat Zhang jiangwu pingsan dan mengeluarkan darah dari hidungnya. Dan saat bertahun tahun lamanya dia pergi pindah karen usianya yang sudah harus hidup sendiri dan tidak di panti.
Karena prestasinya dia pindah ke luar negri untuk belajar. Zhang jiangwu juga di bawa pergi kembali oleh ayahnya ke rumahnya. Jadi dia tidak pernah kembali ke panti itu.
Kemudia bertahun tahun kemudian dia bertemu dengan Zhang yang sudah kurus dan pucat di rumah sakit dia bekerja.
Dia adalah dokter kanker dan kaget saat bertemu dengan Zhang jiangwu. Zhang jiangwu hanya tersenyum. Dia mengira Zhang jiangwu sudah tak mengenalnya.
"kau Zhang jiangwu kan?"
"ya, sudah lama."
"ke-kenapa kau...apa kau sakit kanker?"
"Ya, aku ingin memeriksanya."
"Biar aku periksa." Dia penasaran dengan seberapa parahnya dan berdoa semoga masih stadium dua. Jadi kemungkinan bisa di oprasi.
"aku beberapa hari ini sering batuk berdarah. Dan jumlahnya lebih banyak dari dua minggu sebelumnya." jelas Zhang jiangwu yang membuat dirinya meneguk dan membeku di tempat. Dia ingin mengingkari pikirannya.
"aku akan periksa dulu." Lebih baik memeriksa, aku tak percaya dengan itu.
Akhirnya Zhang jiangwu mulai di periksa dan hasil keluar dengan cepat.
"se-sejak kapan...."Dia parau. Dia tak percaya semua ini!
"dari kecil." Zhang jiangwu tesenyum kecil.
BRUK
Lamunan langsung di blokir oleh seseorang yang jatuh di depannya. Saat ini dia sudah ada di mobil dan tengah berkendara. Jadi saat ada orang yang jatuh di jalan otomatis dia akan mengerem.
Seorang gadis di jalan masih tergeletak di sana. Ada luka di sekujur tubuhnya. Gigitan. Dia hendak turun dan bertanya apakah dia baik baik saja. Namun sebelum itu ada seseorang yang mendekat ke arah gadis itu dan langsung di terkam oleh gadis itu.
Dia terkejut dan tidak jadi untuk turun. Ketika melihat gadis yang pucat dengan mata putih dan mulut darahnya dan tubuhnya kaku. Dia memutuskan satu hal. Itu mirip Zombie yang pernah ia baca.
Takut pikirannya benar dia langsung tancap gas dan pergi dari sana tanpa sedetikpun mengurangi kecepatan. Dan menemukan sudah banyak orang yang berubah dan mulai melahap segerombol manusia.
Dia bergidik saat melihat sambil lewat dan mengkhawatirkan Zhang jiangwu.
"bagaimana Zhang jiangwu?"
Menyalakan mesin lebih cepat dan mengemudi melewati makhluk aneh itu dan pergi menuju rumah Zhang jiangwu. Walau itu di perumahan elit yang besar dan aman tapi dia masih khawatir.
Beberapa Zombie ia tabrak. Benar salah dia tak peduli dengan jawaban sebenarnya itu zombie ataupun bukan.
Sementara di ruang rahasia kamar itu. Zhang jiangwu masih dalam telur hitam dengan tumbuhan darah yang semakin lebat menyelimutinya selama hampir satu bulan.
Hanya kegelapan saat dia dalam dan luar sekeliling dalam telur. Lalu dengan kekuatan di tubuhnya dia mulai meretakan cangkang keras ketika dia yang perlahan mulai bangun dengan transformasi baru.
Di luar cangkang. Cangkang hitam mualai retak. Pertama hanya retakan kecil kedua mulai menyebar dari retakan pertama. Kemudian ketiga detiknya cangkang retak secara menyeluruh.
Crak
Cangkang hitam itu retak dan langsung pecah tak tersisa. Cangkang hitam yang sudah retak berjatuhan di lantai juga dengan tanaman berdaun darah di tambah pula retakan yang menumbuhkan tanaman aneh itu.
Seluruh tubuh Zhang jiangwu yang melayang di udara terlihat. Kulitnya yang sedikit tak terlalu pucat. Tubuhnya yang dulu kurus kini terisi oleh otot dan daging yang ideal. Wajahnya semakin tampan dan tampan seperti pahatan giok paling indah. Hidung sempurna, bulu mata hitam yang lumayan panjang, matanya masih tertutup, alisnya yang tegas, dan masih banyak ke indahan di wajahnya.
Mungkin seseorang yang mengenalnya akan sedikit susah mengenalinya kembali jika bukan karena matanya yang khas itu.
Sementara itu permata kini semakin berwarna lebih pekat di sana. Merah berkontraks hitam semakin pekat membuatnya menakjubkan.
Bukan sekedar cantik tapi membawa kekejaman di dalam warna. Dan warna itu sendiri memiliki arti tersendiri.
Zhang jiangwu mulai membuka matanya. Mata Zhang jiangwu sangat hitam dari dulu. Dan kini mereka menjadi hitam dan merah gelap.
Mata itu setajam pisau dan dapat dengan mudah mengintimidasi seseorang dengan hanya mata itu sendiri.
Tubuhnya yang melayang kembali turun ke tanah. Telapak kaki menyentuh lantai dingin yang sudah berdebu dan kotor dengan tanah. Ada rasa kasar jika dia masih memiliki indra rasa di kulit karena retakan ubin di sana.
Zhang jiangwu memandang sekitar yang masih ruangannya. Pertama dia mengambil pakaian di lemari di sana. Saat hendak memakai kemeja hitam itu dia melihat permata di dadanya yang sangat mencolok. Kemeja yang hendak di kancingkan tidak jadi. Dia menunduk dan melihat permata itu.
Tangan Panjang dan agak pucat menyentuh permata. Ada rasa kasar di permukaan. Kulitnya di pinggiran dan pembuluh yang membentuk retakan di dadanya yang mempunyai dua warna yang sama dengan permata. Merah dan hitam.
"Redblack diamond." Zhang jiangwu menamai permata itu.
Kemudian setelah mengucapkan nama itu sebuah lingkaran yang sama saat permata baru saja tertancap muncul dan berputar di sana.
Lingkaran simbol itu membesar dan setiggi dua meter kemudian bergerak ke belakang tubuh dan lenyap perlahan.
"..." Zhang jiangwu menaikan alisnya. Kemudian setelah tiga puluh detik tidak ada apa apa dia kembali mengancingi kemeja.
Setelah menyiapkan beberapa hal dia membuka pintu yang sudah jarang sekali ia buka. Pintu yang menuju ke desa dekat kota A yang merupakan pegunungan 'terlarang'.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Bawang
Weeh jadi makin tamvan dia 😌🤭
Bagus2. Next.
2021-11-25
1
Leader
ke hokian yang nyata😆
semangat kak, baru baca 4 bab tpi aku udah ketagihan😆
2021-11-10
5