[ LANTAI 2 #2 ]

Hari sudah gelap. Rembulan bersinar terang di langit malam berbintang. Sedikit tertutup awan kemudian dengan hembusan angin awan di gerakan untuk tidak menutupi sang rembulan untuk bersinar menyinari malam gelap nan sunyi sejak beberapa bulan lalu.

Zhang jiangwu menalahkan lampu redup yang dapat menerangi sebagian ruangan. Dia tidak ingin menarik perhatian para zombie yang akan mengungkap penyamaran dirinya.

Setelah kedua orang itu makan sore sebelum hari gelap mereka ikut memandang ke arah luar jendela. Melihat para zombie yang tengah berjalan jalan.

Zhang jiangwu sedikit mengantuk. Dia menguap dan pergi tidur sambil berdiri di dekat dinding kaca.

Sinar rembulan yang putih bersih saat di bumi karena tidak adanya lagi polusi di udara memancar ke tubuh tinggi nan elok dengan wajah tenang yang menutup mata sambil menyilangkan tangannya di dada.

Kepalanya menunduk sedikit. Posisi Penlu dan Voi sangat strategis untuk melihat gambaran 3 dimensi yang indah yang berbeda dengan mereka. Terasa seperti mereka hanyalah orang lusuh di desa.

"jika ada weibo dan kamera dia akan terkenal dengan cepat." ucap Penlu.

"ya, dia seperti model yang hanya tau tentang berpose dan tampan. Tapi dia ternyata lebih cerda dari kita."

"apa kita dulu model yang jelek dan kusam?" Voi membandingkan wajahnya dan Zhang jiangwu. "hah, jelas berbeda!" gerutunya pada pikirannya.

"dia jauh tingkat ketampanan denganku." lanjut Voi untuk menerima kenyataan. Dia menghela nafas.

Keduanya mengira Zhang jiangwu tidur nyenyak sambil berdiri. Namun kenyataannya dia sedang menaikan levelnya yang setengah di level satu jendral.

DOK DOK DOK

Suara gedoran pintu membuyarkan ke santaian di sana. Zhang jiangwu juga membuka matanya. Dia berjalan ke arah pintu hendak membukanya. Namun sebelum itu dia di tahan oleh Penlu dan Voi.

"hei, hati hati. Bagaimana jika itu ternyata Zombie?"

"ketukan berbeda dengan gedoran zombie. Tenang saja. Aku yang akan membukanya. Jadi kalau kalian takut kalian bisa mundur." ucap Zhang jiangwu tenang.

"emm," Penlu dan Voi saling lirik. Keduanya berkomunikasi lewat mata mereka. Kemudian dia mengangguk. Mereka mundur bersamaan.

Zhang jiangwu mengangkat tanganya di udara dan mendekati kenop pintu.

KLAK

Kunci di buka dan pintu akhirnya di buka. Sesosok berdarah muncul di sana. Karena adanya cahaya redup dari gelang putih Zhang jiangwu mereka dapat melihat darah di wajah dan pakaian itu. Dan cahaya membuat keseraman semacam hantu di sesuatu itu.

Wajah Penlu dan Voi seperti melihat hantu. Mereka sembunyi dalam sekejab.

BAM

KLAK

Setelah menutup pintu dengan keras pintu itu kembali di kunci.

"hah, hah, hah, hampir saja~" ucap orang itu engos engosan karena adrenalin yang ia hadapi dengan menghadapi zombie sendirian.

Pria itu melihat Penlu dan Voi yang bersembunyi dan bermuka pucat dan tegang di sana.

"hei, kenapa kalian berdua seperti melihat hantu?" Pria itu mengeryitkan dahinya.

"kehkehkeh, jangan khawatir. Mereka hanya kaget melihat wajahmu yang di tambah dengan redupan cahaya. Itu membuat kau seprti hantu saat masuk. Dan mereka kira kau zombie saat pintu terbuka." Zhang jiangwu terkekeh melihatnya. Entah kenapa ini lucu baginya. Melihat manusia yang bertingkah konyol.

Pria itu memandang Zhang jiangwu akhirnya. Dia ebelumnya tak sempat melihat wajah sang pembuka pintu penyelamat nyawa dari gigitan zombie yang sedang menaiki tangga.

"wah, kau idolkah sebelumnya? tapi aku tak pernah melihatmu? apa kau baru saja mau debut saat zombie terjadi?" Pria itu kagum dengan pesona dan ketampanan Zhang jiangwu. Wajahnya tampan dan cantik. Jadi dia bertanya tanya karena kebanyakan idol adalah bermuka seperti ini.

"tidak, aku hanya seorang robotik yang ahli bertarung juga." ucap Zhang jiangwu santai. Ia berjalan ke sofa hitam dan duduk di sana.

"dan hei kalian berdua. Apakah kalian tidak mengenal tetangga sendiri." pria yang berusia tida kepala itupun berteriak pada Penlu dan Voi. Wajahnya memang seperti kutu buku namun tubuhnya seperti atletik.

"ahh, habus wajah seram kau dulu..." ucap Penlu melirik wajah seram itu. Dia terbayang dengan wajah zombie yang terzom dalam lubang kecil yang ia lihat sebelumnya. Dia bergidik.

Pria itu mengenakan kembali kaca matanya setelah ia mengelap wajah denagn tisu wajah.

"kalian saling kenal?" tanya Zhang jiangwu.

"ya, kami tetangga di tempat tinggal kami." jawab Voi.

"yah, dua belahan pinang ini sayang sekali menjadi tetanggaku." kemudian dia menghela nafas. Seperti mengisyaratkan bahwa dia lelah dengan dua kembaran ini.

"kau harusnya beruntung dapat betetangga dengan kami yang baik budiman ini mata empat." ucap Penlu tak mau kalah.

"yah, apa yang di katakan ceroboh ini benar." Voi menyetujui kata kata Penlu.

"ahahahaha, si ceroboh~" pria berkacamata yang seperti introvert itu tertawa terbahak bahak. Zhang jiangwu hanya memandang reuni mereka. Dia mengeluarkan sedikit aura zombie. Kemudian pergi berbaring.

Namun sebelum dia dapat memejamkan mata dia merasakan aroma zombie di dekatnya. Dia menengok ke arah pria berkaca mata yang tengah tertawa tiba tiba berhenti dan bersembunyi ke tempat yang gelap.

'sangat menarik' batin Zhang jiangwu.

Dia bangkit dari berbaring. Dia sebelumnya mengira aroma zombie dari kaca mata dari luar. Namun setelah tadi. Dia tau rahasia pria kaca mata.

"hei Xueyi apa yang kau lakukan di tempat gelap!" seru Penlu.

"biarkan aku yang bertanya." Zhang jiangwu memutuskan memundurkan mereka.

Dia berjalan ke arah oang yang bernama Xueyi itu. Mengurangi sedikit aura yang ia keluarkan. Dia berjalan mendekat. Mendekatkan dirinya sejengkal dari kuping Xueyi yang berdiri tegang.

"kau zombie benar." kalimat itu bukan pertanyaan melainkan pernyataan. Xueyi menegang.

"santai saja karena aku serupa denganmu." bisik Zhang jiangwu. Xueyi melirik Zhang jiangwu yang perlahan mengubah warna matanya. Penlu dan Voi tidak dapat melihat itu karena dia memunggungi keduanya.

"kau..." Setelah melirik dia semakin terkejut dan gemetar. 'tujuan apa dia menyamar menjadi manusia?'

"kau tidak perlu khawatir, aku tidak menyakiti manusia." bisik Zhang jiangwu, matanya perlahan kembali ke mata manusianya. Zhang jiangwu kemudian melirik kuku hitam Xueyi.

Dia mengambil sapu tangan dari Redblack diamond yang merupakan tempat dengan ruang. Diapun baru mengetahuinya beberapa waktu lalu setelah kenaikan tingkat dan tengah ingin menyimpan barang. Itu terjadi tak sengaja.

"pakai sapu tangan. Jangan sampai manusia melihat itu. Kau beruntung tadi. Hati hati kalau kau tak sengaja mengubah manusia." Xueyi mengambil sapu tangan putih itu. Dia sebenarnya cukup penasaran dari mana asal sapu tangan itu. Dia hanya melihat tiba tiba muncul sapu tanagn di tangan Zhang jaingwu.

Dia menepuk bahu Xueyi. "aku akan kembali tidur. Jangan buat masalah."

Xueyi bergidik dengan ancaman Zhang jiangwu. Dia hanya mengangguk ragu ragu.

Zhang jiagwu kembali ke sofanya. Dia pergi berbaring di sana. Penlu dan Voi juga melihat dirinya yang kembali ke sofa dan berbaring. Dia hanya menggelengkan kepala. 'dia masih bisa tidur dan tenang dalam kondisi apapun?'

 

 

 

 

 

 

Terpopuler

Comments

Leader

Leader

hmm sudah kuduga dia itu sudah jadi zombie😏

2021-12-01

2

Leader

Leader

bab yang dibuka menggunakan puisi yang menyejukkan hati😌

2021-12-01

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!