Zhang jiangwu memandang langit yang mulai cerah. Minggu ini adalah minggu dimana adanya pembakaran besar di kota A dan B oleh angkatan militer dalam buku. Orang orang di kota itu mulai di evakuasi dan pergi dengan bantuan tentara. Ada militer di bagian kota D dan di sana tembok tembok besar di pasang.
Dan di kota itulah pemeran utama dalam buku berada. Orang yang di sana membunuh raja Zombie dengan kekuatannya dari reinkarnasinya. Jendral militer yang sudah membeli dan menyiapkan barang barang sebelum para zombie menyerang.
Dalam buku di sebutkan pula kakaknya yang berselisih dengan pemeran utama.
Mungkin nanti aku yang di bunuh karena dia satu satunya zombie yang menjadi zombie tingkat tinggi dengan cepat.
Zhang jiangwu tidak peduli sebenarnya dengan apakah dia terbunuh atau tidak. Namun sebelum itu dia harus mempersiapkan banyak hal sebelum hal itu terjadi.
Dia sama seperti manusia yang tak ingin manusia mati oleh zombie. Dia tidak ingin zombie mati oleh manusia.
Namun kematian bukan dia yang memegang itu. Dia juga bukan orang yang memegang kendali. Maka dari itu dia mulai memperkuat para zombie dan dirinya.
Dan alasan sebenarnya ia akan menjadi raja zombie adalah untuk mengalahkan raja zombie dalam buku yang selalu ingin menghapuskan manusia. Dalam pertempuran itu banyak zombie yang mati. Dia sendiri dulunya manusia dan orang yang dia sayangi tersisa juga seorang menusia. Dia ingin mengakhiri pertarungan antara manusia dan zombie.
Dalam buku itu ada alasan mengapa raja zombie menginginkan membunuh seluruh umat manusia. Namun itu tersembunyi dan halaman itu robek.
"Tuang jiangwu!"kata Xiaoqi memanggil.
Zhang jiangwu sontak menoleh membuayarkan semua lamunannya.
"apa anda akan pergi sekarang?"
"ya, sebentar lagi."
"apakah kami benar benar tidak boleh ikut?"tanya Qiang.
"tidak, jika kalian mau menjadi bawahanku kalian harus memperkuat diri kalian agar dapat membantuku suatu hari nanti." jawab Zhang jiangwu sembari bangkit. Dia baru saja bangun dari tidur dan melamunkan banyak hal dan hampir lupa akan pergi.
"aku punya sesuatu untuk kalian." ucapnya.
"apa itu?"
"sebuah benih. Aku tugaskan kalian untuk menyebarnya di tempat tempat yang kalian lewati dan tergenang darah."
"apakah ini misi?" tanya keduanya berbinar.
"ya, ini misi dari tuan kalian." kata Zhang jiangwu sambil mengangguk angguk mengiyakan.
"woww!" seru mereka saat mengambil kantong berisi benih. Benih itu sebesar beras berwarna merah. Seperti bekuan darah atau kristal darah, sangat cantik untuk hanya di tanam.
"biji apa ini? sangat cantik."kata Xiaoqi memandang isi kantong berwarna coklat.
"aku menamainya Bloodplant, ku harap kalian menyebarkan nya di banyak tempat."
"LAKSANAKAN!"seru Xiaoqi dan Qiang serempak.
"kalau begitu kita sampai di sini. Aku harus pergi ke kota." Zhang jiangwu menyampaikan salam perpisahan.
"ya, sampai jumpa! kami akan tumbuh lebih kuat secepatnya." kata Qiang seperti anak kecil. Mungkin karena dia kurang dengan kasih sayang sebelumnya dia bertingkah seperti anak kecil saat ini. Zhang jiangwu di ceritakan oleh Qiang kemarin. Seperti dia mengeluarkan curhatannya selama ini pada orang yang lebih dewasa di banding dia.
"kalau begitu sampai jumpa." Zhang jiangwu melambai dan dengan langkah cepat dari peningkatan tingkat zombie langkah itu secepat angin berhembus.
Zhang jiangwu hilang dari pandangan dua orang yang mengantarnya pergi.
Xiaoqi memandang tempat dimana Zhang jiangwu berdiri sebelumnya yang sudah kosong. Dia berbalik berseru pada Qiang. "ayo kak kita berlatih!"
"em!"
[][][][][]
Zhang jiangwu berjalan menuju kota. Dia sudah dapat melihat bangunan gedung yang tinggi kosong dan kota yang sepi oleh suara kendaraan dari saat keluar dari hutan.
Dia melihat pintu masuk kota dengan ucapan selamat datang yang rusak dan berdebu. Dia melihat segerombolan zombie yang tengah berjalan ke sana kemari. Dia bersembunyi, berpura pura sebagai manusia biasa.
Zhang jiangwu memakai sedikit auranya yang membuat para zombie menjauh dan bersembunyi.
Zhang jiangwu menatap hotel berbintang yang tepat berada dekatnya yang di mini market. Dia melangkah dengan langkah angin yang membuatnya seprti bayangan yang lewat.
[][][][]
Penlu dan Voi sedang di ruangannya. Keduanya suka melihat ke adaan sekitar sebelum turun kembali ke bawah memalui tangga. Tangga itu gelap, tanpa penerang lampu akibat matinya listrik, sedikit berdebu, dan berbunyi 'tak' saat melangkah dengan langkah normal karena tanya itu di buat oleh besi.
Keduanya melangkah hati hati. Di lantai tempat mereka tinggal sudah tidak ada lagi zombie. Dan penghuni hotel di sana juga ada yang selamat selain mereka. Di lantai ataspun sama.
Kadang mereka akan berkomunikasi satu sama lain untuk menghalau zombie.
Namun kali ini tetangganya yang sering membantunya itu tiba tiba tidak ada di sana. Hilang tiba tiba. Dan keduanya sudah hampir kehabisan makanan.
TAK
Suara langkah kaki terdengar dari bawah. Ada seseorang yang melangkah ke atas. Penlu dan voi mulai menyiapkan diri mereka. Pisau dapur di pegang dengan kedua tangan Penlu. Voi memegang dua pisau dapur seperti belati di kedua tanganya.
TAK
"ssstt." kali ini adalah suara langkah mereka.
Di gelapnya tangga tidak dapat di lihat gemetar kecil yang ada pada keduanya.
GROO
Sebuah wajah dengan mata putih, kulit pucat, berdarah, dan hal menyeramkan di wajah dan tubuhnya mendekat karena mencium aroma manusia. Penlu dan Voi dapat melihat wajah itu sedikit. Seperti dalam kamera hitam sungguh seram melihatnya dalam gelap. Terutama matanya.
SRET
Voi langsung menyerang tepat pada mata zombie yang dapat membuatnya mati. Dia menendang tubuh zombie ke bawah.
Mereka tengah berdiri di dekat pintu lantai dua untuk mengambil makanan di sana. Suasana tegang dan mencekam. Udara lembab di sana terasa seperti memasuki tempat horor. Penlu berjaga di belakang punggung Voi.
Mereka tak peduli dengan pintu di antara keduanya karena zombie tak dapat membuka pintu. Keduanya melihat bayangan yang naik ke atas dengan perlahan. Itu membuat mereka curiga dan merasakan krisis.
Ketika bayang semakin dekat.
KLAK
Pintu dari lantai dua yang terdapat zombie terbuka. Somtak mereka terkejut dan tegang. Voi dan Penlu menelan ludah. Kemudian berbalik kebelakang berlahan. Dan sebuah tangan bergerak dan menepuk pundak keduanya.
"Halo!" sapa orang di belakang itu di dekat telinga Penlu dan Voi.
"WUAAA--emmm!" ketika mereka berteriak kaget mulut itu di bekap oleh orang di belakang yang memakai sapu tangan hitam.
Keduanya di tarik ke belakang. Menuju lantai dua yang mejadi pusat berbelanja.
"MMMM!"Keduanya memberontak ingin di lepaskan. Orang itu melapaskan dan mengunci pintu.
Voi dan Penlu berbalik dan ingin tau siapa orang yang mengagetinya dan membekam mulutnya.
Ketika menoleh mereka di kejutkan oleh wajah yang bersinar dari sinar matahari yang melewati kaca dan mencetak ke wajah berukir indah. Mata yang melihat gelap sebelumnya tiba tiba terkena cahaya itu menyipit. keduanya menutupi mata karena sinar yang terpancar saat melihat wajah orang itu.
"siapa kamu? "tanya Voi dan penlu berbarengan dengan mata yang menyipit.
-----------------------------
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Bagus + / Jelek -
please lah thor
bosan baca novel yg alurnya pasti gini
2023-06-25
1
Leader
bikin dug dug😌
2021-11-30
1