[ RUANG ]

Cahaya merah menutupi seluruh dirinya. Dan dia menutup matanya karena cahaya merah darah yang sangat menyengat mata.

Ketika dia membuka matanya dia berada di ruangan aneh. Hanya apa yang ada di dalamnya terlihat sangat menakjubkan. Ketika ia memandang pemandangan yang mitos yang di penuhi tebing melayang dan aliran air terjun yang berjatuhan ke bawah. Dan rantai rantai besar seprti jeruji mengarah ke bagian pulau melang di sana.

Ada mata air yang jenih dan berkilauan di sana. Terlalu jernih dari air pada umumnya.

Ruangan ini sangat besar. Seperti dunia itu sendiri. Ada beberapa hewan yang berkeliaran. Namun tidak ada apa apa lagi selain tumbuhan dan hewan.

"apakah aku terlempar kedunia lain? atau itu batu yang ada di dada?"

Zhang jiangwu mulai memperhatikan sekitarnya. Dia berjalan ke mata air dan meminum air itu. Dia tertarik dengan kejernihan airnya. "ini sangat jernih."

Dia perlahan meminumnya. Dan terasa ada begitu banyak energi yang mengalir di tubuhnya setelah menelan air itu.

"ini..."

"apakah ini meningkatkan energi?" Dia terkejut. Akhirnya dia meminum air itu secara banyak. Setelah dia meminumnya. Dia merasakan ada yang aneh dengan perutnya. Semacam ingin...

"HUEKK!" Dia memuntahkan cairan abu abu dari mulutnya.

"apa ini?" Zhang jiangwu memandang cairan yang keluar dari mulutnya.

[itu kotoran yang menyumbat di tubuhmu.] Suara asing tiba tiba merasuki pikirannya.

"SIAPA ITU?" dia berteriak mengambil belati untuk berjaga jaga.

[kau tidak perlu waspada.] suara yang asing itu muncul di kepalanya. Dia masih memandang ke sana kemari. Zhang jiangwu memandang dengan kerut di wajah.

[aku tidak ada di dekatmu, ayolah tidak usah waspada seprti itu.]

"lalu siapa kau?" Zhang jiangwu bertanya curiga.

[ kau akan tau nanti ] ucapnya tidak ingin memberi tau saat ini.

"kenapa tidak sekarang kalau bisa sekarang?" tanya Zhang jiangwu. Dia tidak suka berbelit belit. Apalagi orang ini tidak ia ketahui.

[nah, itu dia, belum waktunya.] ia menghela nafas dan menggeleng geleng walau tak terlihat dengan Zhang jiangwu saat ini.

[ dan akupun hanya bisa di sini sementara. Hanya kalau kau ingin tau siapa aku. Dan kenapa kau mempunyai 'buku' itu maka jangan pernah nyerah untuk berjuang. Kau harus menjadi kuat. Dan saat waktunya. Di puncak kekuatan tubuhmu itu. Kau akan tau apa yang terjadi. Dan aku akan memberi taumu.]

"huh?" dia memandang langit dengan kerutan bingung.

[lalu pakailah dunia ruang ini seperlunya dirimu. Aku akan menyerahkan ini padamu.] ucap suara asing itu.

"kenapa kau memberiku ini?" Zhang jiangwu menyentuh Redblack diamond.

[rahasia.] jawabnya.

"tidak bisakah kau secara langsung memberi tau saja? bukankah waktumu sementara."

[rahasia!] ucapnya tegas pada orang keras kepala ini.

Dia kembali menghela nafas, [ayolah~ Aku hanya ingin menambah ketegangan dan rasa penasaranmu. haihhh..]

[baiklah karena waktuku habis. Maka gunakanlah. Dan sampai jumpa lagi.] seperti suara itu tidak ingin membahas apapun dan berdebat dia pergi.

NGIIINGGG

Suara itu menyerang otaknya. "ukhhh." Suara itu menghilang dengan suara di otak yang menyakitkan.

"siapa kau ini..." dia memandang langit sekali lagi.

"dan bagaimana aku..." Zhang jiangwu memandang ke sekitar nya yang damai dan tentram.

"keluar dari ruangan ini!"

[]

[]

[]

"hahhh, berapa lama aku di sini..." Zhang jiangwu menghela nafas.

"mari kita berfikir." Dengan wajah tanpa ekspresi dia duduk.

"aku sudah mengelilingi dunia ini. Lalu dunia ini kemungkinan dari Redblack diamond." Zhang jiangwu memegang Redblack yang ada di dadanya. Dia masih tidak memakai baju. Karena ia lepas beberapa hari lalu. ya, dia sudah berada di sini dan melihat lihat dunia ini selama empat hari.

"lalu..." Dia mencoba mengalirkan energi ke tempat di mana Redblack diamond berada. Energi di fokuskan seperti sebelumnya ia mencoba di kamar mandi.

SWUSS

Zhang jiangwu menghilang dari ruang itu. beberapa kelinci di dekatnya yang mengawasipun terkejut dan pergi melompat.

[]

[]

Zhang jiangwu memandang kamar mandi yang ia kenal. "huhhh..."

Setelahnya dia mengenakan pakaian yang ada di kamar mandi dengan cepat.

KLAK

Kenok pintu ia buka. Semoga tidak lama waktu berlalu. Dia tidak ingin kehilangan kesempatan atau memberi kesempatan pada raja rombie di 'buku' itu.

"paman Jiangwu!" Mu dalu menyapa ketika ia melihat Zhang jiangwu berjalan keluar dari kamar mandi. Dia sudah kembali berwajah cerah di sana dengan mainan robot di tangannya.

"aku kira ada sesuatu di kamar mandi." ucap Penlu lega.

"berapa lama aku di kamar mandi?" tanya Zhang jiangwu dengan datar.

"apa kau tertidur di dalam!?" seru Penlu dan Voi bersamaan.

"bagaimana kau tak tau berapa lama di dalam?"

"....aku tertidur." jawabnya langsung mengiyakan. Lagi pula apa yang salah dengan tidur di kamar mandi. Bisa saja dia lelah...

'astaga orang ini memang suka tidur.' batin semua orang.

"kau di sana 1 jam."

"begitu..." Zhang jiangwu mengangguk angguk dengan wajah tanpa ekspresi.

"?" Mu dalu memandang mereka yang sedang berbicara dan ia tak paham apapun.

"paman Jiangwu." panggil Mu dalu.

"iya?" dia menengok ke arah anak kecil itu.

"apa paman lihat papa sebelumnya?" anak kecil itu menaruh robotnya di lantai.

"papamu? aku lihat. Ada apa?" tanya Zhang jiangwu kembali. Penlu, Voi, dan Xueyi memperhatikan di dekatnya.

"mmm, paman tidak membunuh papa kan?" tanyanya dengan ragu ragu.

"walau papa zombie dia tetap papaku. Jadi...." lanjutnya.

"aku tidak membunuhnya." sela Zhang jiangwu dengan jujur.

"sungguh? kalau begitu syukurlah..." dia menghela nafas lega. Dia terlihat seperti mental orang dewasa ketika di lihat. Dia memandang Zhang jiangwu dan melangkah mendekat. "paman menunduk."

Zhang jiangwu mengikuti permintaannya.

"apa aku bisa berjumpa dengannya?" bisiknya pada Zhang jiangwu. Tidak ingin yang lain tau.

"ya, kau mungkin suatu saat dapat bertemu denganya." bisik kembali Zhang jiangwu.

"jadi..."

"kau harus menjadi lebih kuat dan berani di masa depan. Karena tidak mudah bertemu dengannya nanti." Lanjut Jiangwu.

Zhang jiangwu akhirnya ingat bahwa di buku itu ada kisah tentang keluarga Mu. Akhir dari Mu dalu sebelumnya adalah kematian karena terjebak di dalam kereta dan kehabisan banyak makanan. Apa lagi dia melihat papanya langsung di gigit oleh zombie itu menyebabkan gangguan mentalnya.

Dia kemudian kembali berdiri tegak dan mengusap kepala Mu Dalu. "ingat itu."

"Ya!"

"kalau begitu ayo kita pergi berlatih suatu hari nanti."

"EM!"

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Terpopuler

Comments

Leader

Leader

seketika jiangwu mendapatkan julukan tukang tidur😂😂😂😂😂

2021-12-08

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!