Happy reading ....
********************
Ravenna, Italia
Kediaman pribadi Rery
“Putra and Dami arrived today, right?. ( Putra dan Dami tiba hari ini, kan? )”
“Yes, they are. ( Iya )” Clarence yang menjawab pertanyaan Rery barusan.
“Addison will pick them up. ( Addison yang akan menjemput mereka )”
Rery, Clarence dan Yann sedang mengobrol santai di ruang keluarga Kediaman pribadi Rery dan keluarga kecilnya.
Sementara Madelaine sedang menemani Anthony belajar di kamar Putra semata wayangnya dan Rery itu.
Seorang pria yang merupakan salah satu anak buah Rery tak lama datang ke tengah tiga pria yang sedang
bercengkrama santai itu.
“Excuse me, Sir. ( Permisi, Tuan )”
“Yes, Haig?” Sahut Rery.
“Sir, You need to see this. ( Tuan, anda harus melihat ini )” Pria bernama Haig itu menyodorkan sebuah map
pada Rery yang wajahnya menunjukkan sedikit keheranan, namun ia langsung mengambil amplop dari tangan Haig lalu membukanya. “Yanni Aberto is Jaeden’s ally. ( Yanni Aberto adalah sekutunya Jaeden )”
****
Ditempat dan waktu yang berbeda
“PUTRA! DAMIAN!”
“Lucky us, that is Ad (Kita beruntung, itu Ad)”
“PUTRA! DAMIAN!”
“Ad?!” Putra dan Damian sedikit terkejut melihat Addison yang datang dengan tergopoh - gopoh.
“PUTRA! DAMIAN!”
“What happened Ad?. What is wrong with you?!. (Apa yang terjadi Ad?. Ada apa denganmu?)”
“It’s.... It’s Jaeden! He came!. (Ada .... Ada Jaeden! Dia datang!)”
“What?!. (Apa?!)”
Putra dan Damian sama – sama memekik.
Addison sedang mencoba mengatur nafasnya.
“Talk while we are moving to Ravenna. Dam, you drive the car! ... (Ceritakan sambil kita bergerak ke Ravenna.
Dam, kau yang mengemudikan mobil)”
Putra berkata dengan cepat sambil menyambar tasnya karena tak ingin membuang waktu untuk mengambil resiko atas keselamatan Rery dan keluarga kecilnya.
***
Kediaman pribadi Rery
“Yanni Aberto is Jaeden’s ally. ( Yanni Aberto adalah sekutunya Jaeden )”
“Hah?! What did you said, Haig?! ( Kamu bilang apa, Haig?! )
Clarence dan Yann berseru bersamaan dengan wajah mereka yang nampak sangat terkejut. Rery pun sama
terkejutnya dengan Clarence dan Yann. Namun Rery adalah Rery yang pembawaannya memang nampak selalu tenang.
Rery sudah mengeluarkan isi dalam map yang tadi diberikan oleh Haig.
“You heard what I was saying. Everything about the connection about Yanni Aberto and Jaeden are complete in
that papers. ( Kalian dengar apa yang tadi aku katakan. Semua tentang Yanni Aberto dan Jaeden lengkap di berkas – berkas itu )” Haig menerangkan..
“Now I know, why I feel that Yanni Aberto look so familiar and so did Madelaine. ( Sekarang aku tahu, kenapa
aku dan juga Madelaine merasa Yanni Aberto nampak familiar )”
Rery menunjukkan satu foto pada Clarence dan Yann.
Kemudian Rery berdiri dari tempatnya lalu pergi ke ruang kerja pribadinya dalam kediaman dan tak lama keluar lagi
dengan membawa sebuah koran. Lalu memberikan juga koran tersebut pada Clarence dan Yann.
Sebuah koran lama yang disimpan Rery, dimana headline berita menampilkan gambar yang sama persis seperti foto yang berada diantara berkas – berkas yang diberikan oleh Haig.
“Now we know the reason why that rotten man was so insist to meet you, Rery. ( Sekarang kita tahu alasan mengapa pria busuk itu sangat bersikeras untuk bertemu denganmu, Rery )”
“Hmm ..... he wanted to make sure. ( dia ingin memastikan )”
“No wonder why Yanni’s English was so fluent. ( Tidak heran mengapa Bahasa Inggris Yanni begitu lancar )”
Keempat pria itu pun manggut – manggut kemudian.
“Is Putra and Damian are coming back here today?. ( Apa Putra dan Damian jadi kembali kesini hari ini? )” Tanya
Rery. Clarence, Yann dan Haig pun mengangguk.
“Ad will pick up them up after he get back from Potenza ( Ad akan menjemput mereka langsung setelah ia kembali
dari Potenza )” Jawab Yann pada Rery.
***
“I believe Yanni Aberto already told Jaeden, certitude about your existence her to Jaeden, since he already
make sure about it with his own eyes. ( Aku rasa Yanni Aberto pasti sudah memberitahukan Jaeden, kepastian soal keberadaanmu disini, karena dia sudah memastikan dengan mata kepalanya sendiri )”
“Yes, I believe so. ( Ya, kurasa sudah pasti begitu )” Sahut Rery.
“Means we need to mend pace off Ravenna. ( Artinya kita harus lekas bergerak pergi dari Ravenna )”
“Wait untill Putra and Damian arrived, then we will discuss about that. ( Tunggu sampai Putra dan Damian tiba,
lalu kita akan membicarakan soal ini )” Ucap Rery pada ketiga orang yang bersamanya itu.
“Okay”
****
Kembali ke tempat dan waktu yang berbeda
Putra langsung meminta Addison untuk menceritakan semua tentang apa yang terjadi selama dia dan Damian tidak
sedang berada di Ravenna.
“Tell us everything Ad!. ( Ceritakan semuanya pada kami Ad! )”
Putra benar – benar ingin tahu secara detail dari mulut Addison tentang semua yang terjadi selama beberapa
hari belakangan, karena Addison juga bagian dari mereka yang sangat setia pada Rery.
Lalu Addison mulai bercerita semua hingga tentang kedatangan Jaeden yang merupakan anak angkat dari ayahnya
Rery setelah tadi dia menyinggung soal Jaeden ketika ia datang dengan tergesa untuk menjemput Putra dan Damian.
“Jaeden already here. From the information I got, he even already in Ravenna now. ( Jaeden sudah disini. dari
informasi yang aku dapat, dia bahkan sudah berada di Ravenna sekarang )” Addison meneruskan informasinya pada Putra dan Damian.
“What?! ( Apa?! )” Putra dan Damian sama – sama memekik.
“GOD DAMNED!. ( SIALAN! )” Umpat Putra.
“That’s why I drive through here to reach both of you as soon as possible from Potenza. ( Itulah mengapa aku
langsung mengemudikan mobilku untuk menjemput kalian secepatnya dari Potenza )” Lanjut Addison.
“But how?! ( Tapi bagaimana?! ). How can we missed about Jaeden presence in Italy just like that?!. ( Bagaimana
kita bisa melewatkan tentang keberadaan Jaeden di Italia begitu saja?! )” Sambung Putra dengan kegusaran yang tergambar jelas dari nada suaranya.
Putra mengusap wajahnya dengan kasar, sementara Damian berusaha untuk mengemudikan mobil dengan cepat agar bisa sampai ke Ravenna sesegera mungkin.
Damian juga sama resahnya dengan Putra.
“That guy .... ( Pria itu ).... Yanni Aberto. Is Jaeden’s ally ( Adalah sekutunya Jaeden )” Ucap Addison.
“What?! ( Apa?! )”
“Ya ... That guy ( Pria itu ). Yanni Aberto” Addison manggut – manggut. “They known each other for quite long. Even they are doing the illegal business together ( Mereka sudah lama saling mengenal. Bahkan melakukan bisnis
ilegal bersama – sama ). And we missed that ( Dan kita melewatkan itu )”
“...”
“Since us, Clarence, Yann and Haig also Rery were not coming to Mister Kingsley funeral, then we don’t pay
attention about Yanni Aberto presence that time. ( Disebabkan karena kita, Clarence, Yann dan Haig bahkan Rery tidak ada yang datang saat pemakaman Tuan Kingsley, jadi kita tidak memperhatikan tentang keberadaan Yanni Aberto saat itu )” Jelas Addison panjang lebar.
“I’m going to kill that guy directly if I met him!. ( Aku akan membunuh pria itu langsung jika bertemu dengannya ! )”
Putra nampak geram.
“Sure we should and sure kill him, Putra. But now, we need to think and concern about Rery, Madelaine and Anthony. ( Tentu kita harus dan pasti membunuhnya, Putra. Tapi sekarang, yang perlu kita pikir dan khawatirkan adalah Rery, Madelaine and Anthony )”
Damian menyuarakan pendapatnya.
“If Jaeden already reach Ravenna by now, we need to think about Rery, Madelaine and Anthony’s salvation. ( Jika
Jaeden memang sudah mencapai Ravenna saat ini, kita harus memikirkan keselamatan Rery, Madelaine dan Anthony )”
“You were right Dam .... ( Kau benar Dam... )”
“Wish that Jaeden only try to negociate with Rery. And wish that our men are enough to protect Rery, Madelaine and Anthony. ( Berharap kalau Jaeden hanya ingin bernegosiasi dengan Rery. Dan berharap orang kita cukup untuk melindungi Rery, Madelaine dan Anthony )”
“Increase the speed Dam!. ( Tambah kecepatan Dam! )”
****
Ravenna, Italia
“O-h Gg-oodd..... ( Y-a Tuu-haa-nn.. )”
Putra, Damian dan Addison sudah mencapai Ravenna.
Ketiga orang tersebut pun langsung menuju ke Kediaman pribadi Rery dan keluarga kecilnya setelah mereka bertiga sampai di Ravenna.
Dan mereka disambut dengan pemandangan yang membuat mereka spontan bergidik. Dan aura kecemasan
bercampur dengan kengerian serta ketakutan yang teramat sangat.
“RERY!!!! .......”
“MADELAINE!!!! ....”
“ANTHONY!!!...”
****
To be continue ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 464 Episodes
Comments
G Yarti
tulisannya Indonesia SJ jd BS lancar bacanya
2022-07-18
0
Ana
aduuuh deg deg-an
2022-04-15
1
Yukity
mampir di sini...
salam dari
LOVE IN UNDERGROUND
2022-01-07
1