Melebur Rasa

"Kamu tahu, tidak, Mas, kapan kita diperbolehkan pulang ke Jakarta?"

Reza menggeleng. "Entah, aku tidak tahu," katanya.

"Kalau tiga minggu ini belum boleh, berarti aku akan lahiran di sini?"

Ia diam sejenak, lalu berkata, "Di mana pun tidak masalah. Mau lahiran di sini, atau di Jakarta, yang penting kan ada aku, ada Bunda. Iya, kan?"

Aku mengangguk. "Iya, tapi kan tidak enak kalau semakin meramaikan rumah Tante. Apalagi dengan tangisan bayi. Aku takut mereka tidak nyaman. Bagaimana kalau mereka merasa terganggu? Dua bayi lagi. Pasti suara tangis mereka menggelegar kalau keduanya kompak nangis bareng."

"Lihat nanti, ya. Mungkin nanti mereka mengizinkan kita tinggal di mes."

"Mudah-mudahan. Tapi kalau mereka tetap keukeuh tidak mengizinkan, bagaimana?"

"Apa boleh buat, ikuti saja. Berarti kita akan menumpang terus di rumah mereka."

Lalu kutatap matanya dalam-dalam. "Kamu tidak keberatan?"

"Di mana pun asal ada kamu dan bersamamu, akan selalu menyenangkan."

Reza tersenyum, pun aku. Kalimat itu masih ia ingat dengan baik. "Di mana pun asal ada kamu dan bersamamu, akan selalu menyenangkan," aku balas mengucapkannya.

"Asal kita bersama, Sayang."

Aku mengangguk. "Asal kita bersama." Lalu aku tersenyum sendiri. "Em... tiga minggu lagi. Tapi kita belum mempersiapkan apa-apa."

"Nanti, ya. Kita lihat dulu seberapa jelas kamu lahirannya di mana, nanti kita cari barang-barangnya lewat online, kan gampang. Oke?"

Kupejamkan mataku sejenak. "Aku tidak akan lahiran di penjara, kan?"

Hening.

"Mas?"

Reza menggeleng. "Tidak akan. Mana ada orang yang lahiran di penjara, pasti dibawa ke klinik atau ke rumah sakit oleh petugasnya. Iya, kan?"

Aku melotot, sementara Reza berusaha nyengir, padahal matanya berkaca.

"Tidak lucu!"

"Lagian kamu, kok nanyanya begitu."

"Aku berusaha percaya kalau aku akan terbebas dari kasus ini. Tapi kan kemungkinan buruk itu selalu ada."

Reza mendesa* keras. "Tidak akan," katanya. "Percaya padaku."

"Kenapa? Apa yang akan kamu lakukan seandainya jalan kita buntu, dan kita tidak bisa melawan keputusan hukum?"

Jalan buntu. Dua kata itu menghantui.

"Kamu...," kata Reza, "kebanyakan nonton sinetron... kebanyakan membaca novel... dan... kebanyakan memikirkan hal-hal yang tidak masuk akal. Ini dunia nyata, tidak akan seperti itu."

Memang. Tapi, sekali lagi, kemungkinan terburuk itu akan selalu ada.

"Kalau hal-hal seperti di dalam sinetron itu benar-benar terjadi, bagaimana? Polisi salah tangkap, bukan menangkap pelaku yang sebenarnya. Terus, hakim menjatuhkan hukuman ke orang yang salah seperti di sinetron. Bagaimana?"

Reza sengaja mendengarkan celotehanku yang panjang sepanjang jalan kenangan. Aku tahu, dia berusaha menempatkan diri dan memerankan sosoknya -- seorang pendengar yang baik dan penjawab yang bijak.

Tapi...

Eummmmm....

Dia membungkam mulutku dengan bibirnya, sebelum dia menjawabku, atau sebelum aku berceloteh lebih panjang lagi.

"Tenang saja, kalau kita menemukan jalan buntu, kita bobol jalan itu dengan cara kita sendiri. Buntu... bukan berarti kita akan stuck di tempat. Nanti aku sewa alat untuk membobolnya. Tenang saja."

Aku merengut. "Kamu, ih! Tidak lucu, tahu! Memangnya tembok mau dibobol?"

Reza tersenyum lagi, tapi kali ini karena merasa ada sesuatu yang lucu, mungkin karena melihatku ngambek seperti anak kecil.

"Tenang, ya. Tidak akan terjadi apa-apa lagi pada keluarga kecil kita. Akan kulakukan apa pun untukmu, untuk kalian. Aku janji, istri dan anak-anakku akan baik-baik saja. Pasti."

Aku bingung. "Caranya?"

Dia mengedikkan bahu. "Apa pun akan kulakukan. Bila perlu akan kutukar kebebasanmu dengan uang."

"Kamu mau menyogok? Mau menyuap?"

"Bukan...."

"Lalu?"

Terpopuler

Comments

Deliana

Deliana

tenang aj nara kmu pasti tdk dpenjara...

2022-07-20

1

TikTikTik

TikTikTik

andai drama korea bakalan di usut tuntas 🤣🤣🤣

2022-01-04

0

lihat semua
Episodes
1 Season 3 (Mimpi Buruk)
2 Kegelisahanku
3 Bentuk Cinta Dan Sayang
4 Welcome Home
5 Mimpi Lagi
6 Rasa Bersalah Yang Menghantui
7 Perasaan Tak Menentu
8 Suami Siaga
9 Dukungan
10 Bayi Malang
11 Tentang Salsya
12 Galau
13 Pengorbanan
14 Rasa Takut
15 Melebur Rasa
16 Ada Cinta
17 You Are Not Alone
18 Jengah
19 Tak Sesuai Ekspektasi
20 Hampir Saja
21 Kecelakaan Tragis
22 Kekalutan
23 Begitu Berat
24 Kepergian Dinda
25 Sepahit Empedu
26 Sang Penguat
27 Kepiluan
28 Jatuh Tertimpa Tangga
29 Sedikit Rasa Manis
30 Tak Nyaman
31 Kesetiaan, Itu Yang Kumau.
32 Pagi Yang (Tak) Indah
33 Luka
34 Salahkah?
35 Over Protektif
36 Merasakannya Lagi
37 Piknik
38 Secuil Informasi
39 Dia Pelakunya?
40 Dia, Nicholas.
41 Kesepakatan
42 Maafkan Aku
43 Perdebatan
44 Selamat Datang Buah Hatiku
45 Baikan, Ya?
46 Hantu-Hantu Masa Lalu
47 Deskripsi Rasa Sakit
48 Garam Di Atas Luka
49 Pelangi Setelah Hujan
50 Peranku (Istri, Anak dan Ibu)
51 Duri Dalam Daging
52 Curiga
53 Kerikil-Kerikil Tajam
54 Getir
55 Meski Pahit
56 Tamparan Masa Lalu
57 Nasihat Seorang Ibu
58 Keraguanku
59 100% Masih Halal
60 My Lovely Mom
61 Rumit
62 Melting
63 Dilema Akut
64 Coba Dulu?
65 Luka Di Sini
66 Masih Sama
67 Pengakuan
68 Sesak
69 Hambar
70 Tentang Hati Yang . . . .
71 Ijab Itu
72 Kebingunganku
73 Manipulasi
74 Kepulangannya
75 Keputusan Terakhir
76 Tentang Isi Hati
77 Melepasmu Lagi
78 Tentang Aarin
79 Korban Masa Lalu
80 Rangkaian Teka-Teki
81 Kangen Kamu
82 Where Are You, Kay?
83 Happy 30 Tahun
84 Empat Belas Hari Berlalu
85 Mendadak Bahagia
86 Something
87 Penyesalan
88 Janji
89 Hmm....
90 Sakit, Tapi....
91 Mungkin?
92 Cemburu
93 Berpura-Pura
94 Nano-Nano!
95 Aku Milikmu
96 Di Keheningan Subuh
97 Modus!
98 Usaha Yang Manis
99 Sekali Lagi!
100 Quality Time
101 Dasar...!
102 Kembali Mesra
103 Penyelesaian
104 Usai Sudah....
105 Sisa-Sisa Emosi
106 Positif
107 Happy Ending
108 Salam Cinta Author
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Season 3 (Mimpi Buruk)
2
Kegelisahanku
3
Bentuk Cinta Dan Sayang
4
Welcome Home
5
Mimpi Lagi
6
Rasa Bersalah Yang Menghantui
7
Perasaan Tak Menentu
8
Suami Siaga
9
Dukungan
10
Bayi Malang
11
Tentang Salsya
12
Galau
13
Pengorbanan
14
Rasa Takut
15
Melebur Rasa
16
Ada Cinta
17
You Are Not Alone
18
Jengah
19
Tak Sesuai Ekspektasi
20
Hampir Saja
21
Kecelakaan Tragis
22
Kekalutan
23
Begitu Berat
24
Kepergian Dinda
25
Sepahit Empedu
26
Sang Penguat
27
Kepiluan
28
Jatuh Tertimpa Tangga
29
Sedikit Rasa Manis
30
Tak Nyaman
31
Kesetiaan, Itu Yang Kumau.
32
Pagi Yang (Tak) Indah
33
Luka
34
Salahkah?
35
Over Protektif
36
Merasakannya Lagi
37
Piknik
38
Secuil Informasi
39
Dia Pelakunya?
40
Dia, Nicholas.
41
Kesepakatan
42
Maafkan Aku
43
Perdebatan
44
Selamat Datang Buah Hatiku
45
Baikan, Ya?
46
Hantu-Hantu Masa Lalu
47
Deskripsi Rasa Sakit
48
Garam Di Atas Luka
49
Pelangi Setelah Hujan
50
Peranku (Istri, Anak dan Ibu)
51
Duri Dalam Daging
52
Curiga
53
Kerikil-Kerikil Tajam
54
Getir
55
Meski Pahit
56
Tamparan Masa Lalu
57
Nasihat Seorang Ibu
58
Keraguanku
59
100% Masih Halal
60
My Lovely Mom
61
Rumit
62
Melting
63
Dilema Akut
64
Coba Dulu?
65
Luka Di Sini
66
Masih Sama
67
Pengakuan
68
Sesak
69
Hambar
70
Tentang Hati Yang . . . .
71
Ijab Itu
72
Kebingunganku
73
Manipulasi
74
Kepulangannya
75
Keputusan Terakhir
76
Tentang Isi Hati
77
Melepasmu Lagi
78
Tentang Aarin
79
Korban Masa Lalu
80
Rangkaian Teka-Teki
81
Kangen Kamu
82
Where Are You, Kay?
83
Happy 30 Tahun
84
Empat Belas Hari Berlalu
85
Mendadak Bahagia
86
Something
87
Penyesalan
88
Janji
89
Hmm....
90
Sakit, Tapi....
91
Mungkin?
92
Cemburu
93
Berpura-Pura
94
Nano-Nano!
95
Aku Milikmu
96
Di Keheningan Subuh
97
Modus!
98
Usaha Yang Manis
99
Sekali Lagi!
100
Quality Time
101
Dasar...!
102
Kembali Mesra
103
Penyelesaian
104
Usai Sudah....
105
Sisa-Sisa Emosi
106
Positif
107
Happy Ending
108
Salam Cinta Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!