Rasa Bersalah Yang Menghantui

Kebanyakan manusia hanya mengenal adegan-adegan kolase hidup sebagai potret hitam dan putih saja. Ada area yang kerap dilupakan oleh mereka, yaitu area abu-abu. Kau tak bisa begitu saja menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah. Siapa yang berada di jalan benar atau siapa yang berada di jalan yang salah. Sebab di kehidupan nyata, kau bukanlah Tuhan yang berhak menentukan siapa yang berdosa ataupun tidak.

Itu -- tulisan pernah kubaca di situs internet. Dan itu tepat. Orang lain tidak berhak menentukan dan menilai orang lain benar atau salah, berdosa atau tidak, karena manusia bukanlah Tuhan.

Tetapi, ketika dirimu sendiri merasa bersalah, apa pun yang dikatakan oleh orang lain untuk meyakinkanmu kalau kau tidak bersalah, tetap saja -- itu seakan tak berarti apa-apa. Rasa bersalah itu akan merongrong dari dalam, persis yang kualami saat ini. Dan ini rasanya sangatlah berbeda ketika aku melakukan sesuatu karena kebencian dan dendam, sebab...

Bukan aku yang membunuh Salsya, tapi karena aku juga dia sampai terbunuh. Karena itulah, aku sangat merasa bersalah.

"Sayang," panggil Reza.

"Emm?"

"Aku mau tanya sesuatu."

"Apa?"

"Maaf, tapi... apa kamu butuh...?"

Aku tahu persis apa yang ingin ia tanyakan. Dan ini bukan waktu yang tepat untuk menuruti ego, aku tidak boleh tersinggung.

"Apa, Mas? Butuh dokter? Psikolog? Ustadz untuk rukiah? Atau Aris?" Aku mendongak, menatap dalam ke matanya. "Aku tidak butuh."

Reza mengangguk dengan rasa bersalah. "Maaf," ujarnya, lalu ia mengeratkan pelukan dan aku kembali bersandar di dadanya.

"Mas," kataku kemudian.

"Apa?"

"Apa sudah ada pengajian untuk Salsya?"

Reza tertegun. Wajar, karena pertanyaan itu dilontarkan olehku, sosok wanita yang selama ini sangat membenci Salsya. "Tidak tahu," jawabnya. "Tapi dia tidak punya keluarga. Katanya dia punya tante, kerabat jauh, maksudku saudara ibunya, tapi saudara tiri, itu pun di luar negeri. Aku... sori, aku tidak kepikiran tentang itu."

Aku mendongak seraya sedikit bergeser dari dada bidangnya. "Bisa kita adakan acara tahlilan untuk mendoakan Salsya?"

Praktis, Reza menatap heran padaku. "Kamu yakin?" tanyanya.

"Em, aku merasa bersalah, Mas."

"Sayang--"

"Kalau malam itu aku tidak menyuruhmu pergi--"

"Ssst... sudah, ya. Jangan siksa dirimu dengan rasa bersalah."

"Tapi aku memang salah. Mungkin mimpi-mimpiku itu hukuman--"

"Sayang, cukup! Jangan bahas hal ini lagi. Kamu tidak bersalah, oke?"

Apanya yang oke? Aku tahu aku bersalah. Setidaknya ada andilku dalam kejadian ini.

"Kamu mau, kan, mengadakan acara tahlilan untuk dia? Aku mohon?"

Sekali lagi, Reza mengangguk. Dia menyetujui permintaanku. "Nanti aku minta Erik untuk mengurus semuanya. Mungkin sebaiknya diadakan di panti. Tidak enak kalau di sini."

Kurasa itu bagus. Aku menghela napas dengan berat. "Boleh aku ke makam Salsya?"

"Sayang...."

Kutatap matanya dengan harap. "Please...," rengekku. "Aku mohon, ya? Bawa aku ke sana, Mas. Mungkin setelah itu perasaanku sedikit membaik."

Reza mendesa* dan akhirnya menyahut sebelum memelukku lagi. "Oke, kalau itu bisa membuatmy merasa lebih baik. Nanti kita ziarah ke makamnya."

"Terima kasih, Mas."

Di saat yang bersamaan, suara azan subuh berkumandang. Menyadari tubuhku yang lengket karena peluh, aku pun melepaskan diri dari pelukannya. "Kamu salat duluan saja, Mas. Aku mau mandi dulu."

"Biar kubantu. Kita mandi dulu, nanti kita salat berjamaah."

Ya Tuhan, terima kasih, Mas. Kamu sangat perhatian padaku, juga begitu pengertian. Terlepas dari semua luka yang kurasakan selama ini, aku beruntung memiliki suami sepertimu.

Terpopuler

Comments

Deliana

Deliana

pengganggu sdah tdak ad lg,, hnya tinggal rasa bersalah yg menghantui nara,, itu jauh lebih baik...

2022-07-20

1

lihat semua
Episodes
1 Season 3 (Mimpi Buruk)
2 Kegelisahanku
3 Bentuk Cinta Dan Sayang
4 Welcome Home
5 Mimpi Lagi
6 Rasa Bersalah Yang Menghantui
7 Perasaan Tak Menentu
8 Suami Siaga
9 Dukungan
10 Bayi Malang
11 Tentang Salsya
12 Galau
13 Pengorbanan
14 Rasa Takut
15 Melebur Rasa
16 Ada Cinta
17 You Are Not Alone
18 Jengah
19 Tak Sesuai Ekspektasi
20 Hampir Saja
21 Kecelakaan Tragis
22 Kekalutan
23 Begitu Berat
24 Kepergian Dinda
25 Sepahit Empedu
26 Sang Penguat
27 Kepiluan
28 Jatuh Tertimpa Tangga
29 Sedikit Rasa Manis
30 Tak Nyaman
31 Kesetiaan, Itu Yang Kumau.
32 Pagi Yang (Tak) Indah
33 Luka
34 Salahkah?
35 Over Protektif
36 Merasakannya Lagi
37 Piknik
38 Secuil Informasi
39 Dia Pelakunya?
40 Dia, Nicholas.
41 Kesepakatan
42 Maafkan Aku
43 Perdebatan
44 Selamat Datang Buah Hatiku
45 Baikan, Ya?
46 Hantu-Hantu Masa Lalu
47 Deskripsi Rasa Sakit
48 Garam Di Atas Luka
49 Pelangi Setelah Hujan
50 Peranku (Istri, Anak dan Ibu)
51 Duri Dalam Daging
52 Curiga
53 Kerikil-Kerikil Tajam
54 Getir
55 Meski Pahit
56 Tamparan Masa Lalu
57 Nasihat Seorang Ibu
58 Keraguanku
59 100% Masih Halal
60 My Lovely Mom
61 Rumit
62 Melting
63 Dilema Akut
64 Coba Dulu?
65 Luka Di Sini
66 Masih Sama
67 Pengakuan
68 Sesak
69 Hambar
70 Tentang Hati Yang . . . .
71 Ijab Itu
72 Kebingunganku
73 Manipulasi
74 Kepulangannya
75 Keputusan Terakhir
76 Tentang Isi Hati
77 Melepasmu Lagi
78 Tentang Aarin
79 Korban Masa Lalu
80 Rangkaian Teka-Teki
81 Kangen Kamu
82 Where Are You, Kay?
83 Happy 30 Tahun
84 Empat Belas Hari Berlalu
85 Mendadak Bahagia
86 Something
87 Penyesalan
88 Janji
89 Hmm....
90 Sakit, Tapi....
91 Mungkin?
92 Cemburu
93 Berpura-Pura
94 Nano-Nano!
95 Aku Milikmu
96 Di Keheningan Subuh
97 Modus!
98 Usaha Yang Manis
99 Sekali Lagi!
100 Quality Time
101 Dasar...!
102 Kembali Mesra
103 Penyelesaian
104 Usai Sudah....
105 Sisa-Sisa Emosi
106 Positif
107 Happy Ending
108 Salam Cinta Author
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Season 3 (Mimpi Buruk)
2
Kegelisahanku
3
Bentuk Cinta Dan Sayang
4
Welcome Home
5
Mimpi Lagi
6
Rasa Bersalah Yang Menghantui
7
Perasaan Tak Menentu
8
Suami Siaga
9
Dukungan
10
Bayi Malang
11
Tentang Salsya
12
Galau
13
Pengorbanan
14
Rasa Takut
15
Melebur Rasa
16
Ada Cinta
17
You Are Not Alone
18
Jengah
19
Tak Sesuai Ekspektasi
20
Hampir Saja
21
Kecelakaan Tragis
22
Kekalutan
23
Begitu Berat
24
Kepergian Dinda
25
Sepahit Empedu
26
Sang Penguat
27
Kepiluan
28
Jatuh Tertimpa Tangga
29
Sedikit Rasa Manis
30
Tak Nyaman
31
Kesetiaan, Itu Yang Kumau.
32
Pagi Yang (Tak) Indah
33
Luka
34
Salahkah?
35
Over Protektif
36
Merasakannya Lagi
37
Piknik
38
Secuil Informasi
39
Dia Pelakunya?
40
Dia, Nicholas.
41
Kesepakatan
42
Maafkan Aku
43
Perdebatan
44
Selamat Datang Buah Hatiku
45
Baikan, Ya?
46
Hantu-Hantu Masa Lalu
47
Deskripsi Rasa Sakit
48
Garam Di Atas Luka
49
Pelangi Setelah Hujan
50
Peranku (Istri, Anak dan Ibu)
51
Duri Dalam Daging
52
Curiga
53
Kerikil-Kerikil Tajam
54
Getir
55
Meski Pahit
56
Tamparan Masa Lalu
57
Nasihat Seorang Ibu
58
Keraguanku
59
100% Masih Halal
60
My Lovely Mom
61
Rumit
62
Melting
63
Dilema Akut
64
Coba Dulu?
65
Luka Di Sini
66
Masih Sama
67
Pengakuan
68
Sesak
69
Hambar
70
Tentang Hati Yang . . . .
71
Ijab Itu
72
Kebingunganku
73
Manipulasi
74
Kepulangannya
75
Keputusan Terakhir
76
Tentang Isi Hati
77
Melepasmu Lagi
78
Tentang Aarin
79
Korban Masa Lalu
80
Rangkaian Teka-Teki
81
Kangen Kamu
82
Where Are You, Kay?
83
Happy 30 Tahun
84
Empat Belas Hari Berlalu
85
Mendadak Bahagia
86
Something
87
Penyesalan
88
Janji
89
Hmm....
90
Sakit, Tapi....
91
Mungkin?
92
Cemburu
93
Berpura-Pura
94
Nano-Nano!
95
Aku Milikmu
96
Di Keheningan Subuh
97
Modus!
98
Usaha Yang Manis
99
Sekali Lagi!
100
Quality Time
101
Dasar...!
102
Kembali Mesra
103
Penyelesaian
104
Usai Sudah....
105
Sisa-Sisa Emosi
106
Positif
107
Happy Ending
108
Salam Cinta Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!