Bayi Malang

Suara tangis khas bayi menyambut saat kami memasuki panti. Bayi lelaki kecil dalam baju bergambar Micky Mouse itu berada dalam gendongan pengurus panti. Bu Nurul nampak kewalahan menggendongnya, katanya bayi enam bulan itu rewel semenjak kehilangan ibunya. Jujur, aku sedih melihatnya.

Memang benar, aku ingin melihat Aulian, ingin tahu bagaimana keadaan bayi itu sepeninggal almarhumah ibunya. Dan ini yang kulihat. Rasa bersalah semakin merongrong dan mencubit hati dan perasaanku.

"Cup, cup. Sini, Ganteng." Reza menggendong dan mendekap bayi itu di dada, dan dia langsung anteng.

Hatiku bertanya: kenapa? Kenapa mereka seakan-akan akrab sekali? Apa karena tangan itu yang pertama kali menyambutnya dari dokter atau perawat rumah sakit di saat ia lahir? Apa karena dia yang mengazaninya? Atau....

"Lucu, ya, Sayang?"

"Eh, oh, iya, Mas. Dia lucu."

"Mau coba gendong?"

"Aku?"

"Iya. Dicoba, ya. Sekalian kamu latihan."

Aku kikuk. Aku tidak pernah menggendong bayi selain anak-anak sepupuku. Itu pun sudah lama sekali. Terlebih, ini...

Aulian. Anaknya Salsya.

Stop, Nara! Please... Salsya sudah tiada. Berhenti menghakiminya.

Entah kenapa, aku mencium bayi kecil dalam gendonganku itu. Rasa bersalahku membuatku ingin melakukan itu. "Maafkan aku, Nak. Aku ikut andil dalam kematian ibumu. Maafkan aku."

Yeah, aku berbisik dengan air mata menetes. Tidak tahu pasti, apakah Reza mendengar ucapanku dan melihat air mataku? Kuharap tidak.

"Biasanya Zahra yang menggendong. Dia anteng kalau digendong Zahra. Tapi Zahra sedang ke rumah sakit."

Reza menoleh. "Siapa yang sakit, Bu?" tanyanya.

"Kurang tahu juga, Nak. Kalau tidak salah, katanya sepupunya."

Reza manggut-manggut dan obrolan mereka pun berlanjut, aku tidak mendengar sebab aku membawa Aulian ke tempat tidurnya dan memberinya dot susu formula. Dia anteng dan mulai terlelap. Tidak lama, Reza pun menghampiriku.

"Kasihan sekali anak ini. Bayi yang malang. Semoga ada yang mau mengadopsinya, ya, Mas. Aku berharap dia akan memiliki orang tua yang lengkap, punya ayah dan ibu, supaya dia bisa merasakan kasih sayang dan kehangatan keluarga." Lalu aku tertunduk. "Tapi...."

Dahi Reza mengernyit. "Kenapa?"

Aku mengedikkan bahu. "Entahlah. Tapi aku takut, bagaimana kalau di saat dia sudah dewasa nanti, dia tahu tentang kematian ibunya? Apa dia akan menyalahkan aku?"

"Jangan berpikir negatif, Sayang. Lagipula itu masih sangat lama. Sudah, ya. Tenangkan pikiranmu."

Aku mengangguk. Beberapa saat kemudian, setelah Aulian benar-benar pulas, kami pun lekas pergi. Aku ingin cepat pulang dan istirahat. Aku lelah -- hati dan pikiran yang aku tahu itu akan memengaruhi fisikku. Tetapi, sewaktu kami tiba di parkiran...

"Aku mau mengatakan sesuatu."

Aku dapat mendengar keseriusan dalam suara Reza. Sepertinya apa yang hendak dia bicarakan begitu penting. Setidaknya baginya. Helaan napas pendek lolos dari bibirku. "Ada apa, Mas?"

"Jujur aku takut untuk menyampaikan ini. Takut... pada banyak hal. Tapi... kamu ingat, kan, kamu ingin aku selalu jujur?"

Aku menoleh sekilas. "Katakan saja."

"Pastikan dulu kalau kamu tidak akan emosi, jangan sampai apa yang akan kusampaikan ini memengaruhi pikiranmu, apalagi berdampak ke kandunganmu."

Kuputar bola mata dengan malas. "Iya."

Reza menunduk, lalu ia berdeham parau. "Jujur... sebelum meninggal, Salsya menitipkan Aulian padaku. Dia--"

"Aku tidak setuju!" potongku cepat.

"Sayang...."

"Tidak!"

Reza memijat pelipisnya, di saat itu aku melihat seakan-akan dia menyimpan beban yang begitu berat. Tapi apa?

"Bisa dengar aku dulu? Tolong?"

Aku menggeleng. "Aku tidak setuju, Mas. Aku tidak mau."

"Sayang, dengar aku dulu. Oke?"

Aku pun mengangguk -- dengan terpaksa.

Reza menggenggam tanganku, lalu menghela napas dengan berat. "Aku mengiyakan--"

"Itulah kamu!" teriakku sambil menyentak tangannya. "Selalu, ya. Tidak pernah berubah. Aku muak sama kamu! Muak!"

Tangisku pecah lagi. Aku terisak. Aku membenci diriku yang sekarang. Sangat cengeng. Kuseka air mataku, sementara Reza terdiam menunduk.

"Aku tidak bermaksud mengadopsinya sebagai anak," katanya sesaat kemudian. "Aku tidak bermaksud mengajaknya untuk tinggal bersama kita. Hanya saja, aku tidak bisa membiarkan dia diadopsi orang lain."

Aku menggeleng dengan rasa tidak terima yang kentara. Bukan karena aku tidak suka pada Aulian, tapi mungkin karena masih ada rasa cemburu yang mendominasi di dalam diriku pada mendiang Salsya. "Kamu tidak rela karena dia anak Salsya? Begitu, kan?"

"Bukan. Tapi karena Salsya menitipkannya padaku. Dan aku sudah terlanjur mengiyakan. Aku sudah berjanji untuk menjaganya."

Persetan!

"Please, Sayang. Aku hanya ingin membiayai dan menjamin kelangsungan hidupnya. Hanya itu. Untuk sementara dia tetap di panti. Tapi mungkin...," -- ia mengedikkan bahu -- "aku akan meminta Mbok Tin untuk merawat Aulian."

Aku mendesa* sambil memejamkan mata. "Apa Aulian itu anak kandungmu, Mas? Tolong jujur."

"Ya Tuhan... bukaaaaan. Jangan pertanyakan kesetiaanku. Please! Jangan pernah! Aku tidak pernah menyentuh Salsya atau perempuan mana pun selain kamu. Apa perlu aku bersumpah?"

Percuma. Kamu sering ingkar.

Dari kursi pengemudi, Reza menatapku.

Dari kursi penumpang, aku menatap Reza.

Kami saling menatap dalam diam, tapi mata kami bicara banyak. Lagi-lagi aku menemukan kejujuran di sana.

"Berikan aku alasan, kenapa aku harus setuju?" akhirnya aku yang lebih dulu buka suara.

Reza menunduk lemah. "Rasa bersalah yang membuatku begini." Lalu dia mendesa* dan menatap ke luar jendela. "Semua yang terjadi pada Salsya itu karena kesalahanku."

Hah?

Deg!

Resah, gelisah, dan rasa takut yang teramat seketika menyergapku dengan telak. Apa maksudnya?

Terpopuler

Comments

Rifa Endro

Rifa Endro

oh ya ampun... nggak tahu lagi aku. kenapa Reza bisa serapuh itu jika bersangkutan dg syalsa. si biang kerok udah nggak ada pun ia tetap terpengaruh dan lemah sekali. apalagi ini menyangkut anak si mendiang, terpuruk sekali. atau kamu udah nikah siri dg syalsa sebenarnya za ? jadi curiga gue

2023-06-12

1

Deliana

Deliana

y tuhaaaann,, aq hrus bersikap ap y,,??

2022-07-20

1

TikTikTik

TikTikTik

emosi akuh bener bener emosi

2022-01-04

0

lihat semua
Episodes
1 Season 3 (Mimpi Buruk)
2 Kegelisahanku
3 Bentuk Cinta Dan Sayang
4 Welcome Home
5 Mimpi Lagi
6 Rasa Bersalah Yang Menghantui
7 Perasaan Tak Menentu
8 Suami Siaga
9 Dukungan
10 Bayi Malang
11 Tentang Salsya
12 Galau
13 Pengorbanan
14 Rasa Takut
15 Melebur Rasa
16 Ada Cinta
17 You Are Not Alone
18 Jengah
19 Tak Sesuai Ekspektasi
20 Hampir Saja
21 Kecelakaan Tragis
22 Kekalutan
23 Begitu Berat
24 Kepergian Dinda
25 Sepahit Empedu
26 Sang Penguat
27 Kepiluan
28 Jatuh Tertimpa Tangga
29 Sedikit Rasa Manis
30 Tak Nyaman
31 Kesetiaan, Itu Yang Kumau.
32 Pagi Yang (Tak) Indah
33 Luka
34 Salahkah?
35 Over Protektif
36 Merasakannya Lagi
37 Piknik
38 Secuil Informasi
39 Dia Pelakunya?
40 Dia, Nicholas.
41 Kesepakatan
42 Maafkan Aku
43 Perdebatan
44 Selamat Datang Buah Hatiku
45 Baikan, Ya?
46 Hantu-Hantu Masa Lalu
47 Deskripsi Rasa Sakit
48 Garam Di Atas Luka
49 Pelangi Setelah Hujan
50 Peranku (Istri, Anak dan Ibu)
51 Duri Dalam Daging
52 Curiga
53 Kerikil-Kerikil Tajam
54 Getir
55 Meski Pahit
56 Tamparan Masa Lalu
57 Nasihat Seorang Ibu
58 Keraguanku
59 100% Masih Halal
60 My Lovely Mom
61 Rumit
62 Melting
63 Dilema Akut
64 Coba Dulu?
65 Luka Di Sini
66 Masih Sama
67 Pengakuan
68 Sesak
69 Hambar
70 Tentang Hati Yang . . . .
71 Ijab Itu
72 Kebingunganku
73 Manipulasi
74 Kepulangannya
75 Keputusan Terakhir
76 Tentang Isi Hati
77 Melepasmu Lagi
78 Tentang Aarin
79 Korban Masa Lalu
80 Rangkaian Teka-Teki
81 Kangen Kamu
82 Where Are You, Kay?
83 Happy 30 Tahun
84 Empat Belas Hari Berlalu
85 Mendadak Bahagia
86 Something
87 Penyesalan
88 Janji
89 Hmm....
90 Sakit, Tapi....
91 Mungkin?
92 Cemburu
93 Berpura-Pura
94 Nano-Nano!
95 Aku Milikmu
96 Di Keheningan Subuh
97 Modus!
98 Usaha Yang Manis
99 Sekali Lagi!
100 Quality Time
101 Dasar...!
102 Kembali Mesra
103 Penyelesaian
104 Usai Sudah....
105 Sisa-Sisa Emosi
106 Positif
107 Happy Ending
108 Salam Cinta Author
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Season 3 (Mimpi Buruk)
2
Kegelisahanku
3
Bentuk Cinta Dan Sayang
4
Welcome Home
5
Mimpi Lagi
6
Rasa Bersalah Yang Menghantui
7
Perasaan Tak Menentu
8
Suami Siaga
9
Dukungan
10
Bayi Malang
11
Tentang Salsya
12
Galau
13
Pengorbanan
14
Rasa Takut
15
Melebur Rasa
16
Ada Cinta
17
You Are Not Alone
18
Jengah
19
Tak Sesuai Ekspektasi
20
Hampir Saja
21
Kecelakaan Tragis
22
Kekalutan
23
Begitu Berat
24
Kepergian Dinda
25
Sepahit Empedu
26
Sang Penguat
27
Kepiluan
28
Jatuh Tertimpa Tangga
29
Sedikit Rasa Manis
30
Tak Nyaman
31
Kesetiaan, Itu Yang Kumau.
32
Pagi Yang (Tak) Indah
33
Luka
34
Salahkah?
35
Over Protektif
36
Merasakannya Lagi
37
Piknik
38
Secuil Informasi
39
Dia Pelakunya?
40
Dia, Nicholas.
41
Kesepakatan
42
Maafkan Aku
43
Perdebatan
44
Selamat Datang Buah Hatiku
45
Baikan, Ya?
46
Hantu-Hantu Masa Lalu
47
Deskripsi Rasa Sakit
48
Garam Di Atas Luka
49
Pelangi Setelah Hujan
50
Peranku (Istri, Anak dan Ibu)
51
Duri Dalam Daging
52
Curiga
53
Kerikil-Kerikil Tajam
54
Getir
55
Meski Pahit
56
Tamparan Masa Lalu
57
Nasihat Seorang Ibu
58
Keraguanku
59
100% Masih Halal
60
My Lovely Mom
61
Rumit
62
Melting
63
Dilema Akut
64
Coba Dulu?
65
Luka Di Sini
66
Masih Sama
67
Pengakuan
68
Sesak
69
Hambar
70
Tentang Hati Yang . . . .
71
Ijab Itu
72
Kebingunganku
73
Manipulasi
74
Kepulangannya
75
Keputusan Terakhir
76
Tentang Isi Hati
77
Melepasmu Lagi
78
Tentang Aarin
79
Korban Masa Lalu
80
Rangkaian Teka-Teki
81
Kangen Kamu
82
Where Are You, Kay?
83
Happy 30 Tahun
84
Empat Belas Hari Berlalu
85
Mendadak Bahagia
86
Something
87
Penyesalan
88
Janji
89
Hmm....
90
Sakit, Tapi....
91
Mungkin?
92
Cemburu
93
Berpura-Pura
94
Nano-Nano!
95
Aku Milikmu
96
Di Keheningan Subuh
97
Modus!
98
Usaha Yang Manis
99
Sekali Lagi!
100
Quality Time
101
Dasar...!
102
Kembali Mesra
103
Penyelesaian
104
Usai Sudah....
105
Sisa-Sisa Emosi
106
Positif
107
Happy Ending
108
Salam Cinta Author

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!